00:00Kualitas udara di Palembang, Sumatera Selatan masih belum membaik meski asap di udara menipis.
00:06Namun warga tetap beraktivitas di luar ruang menggunakan masker.
00:10Berikut laporan jurnalis Kompas TV, Purwantoro dari Palembang, Sumatera Selatan.
00:17Saudara, saat ini saya berada di Kambang Iwak, salah satu ruang terbuka di Palembang
00:27yang saat ini udara di Kota Palembang terlihat lebih baik dari kemarin
00:37atau paparan kabut asapnya sedikit lebih baik dari kemarin.
00:45Jika kemarin itu kepekatannya cukup tinggi, saat ini bisa dilihat di kawasan ini lebih cerah.
00:54Kemudian aktivitas warga dapat melakukan aktivitas-aktivitasnya seperti biasa.
01:00Di kawasan ini memang biasanya dijadikan pusat untuk berolahraga
01:05dan banyaknya para pelaku UMKM menjajakan produknya di kawasan ini.
01:12Dibandingkan kemarin, kualitas udara di saat ini memang terlihat lebih cerah.
01:18Pada Jumat siang, warga memang dikejutkan dengan kualitas udara di kawasan Palembang
01:28itu menunjukkan kepekatan yang cukup tinggi
01:32sehingga beberapa penerbangan, kemudian aktivitas sungai dan aktivitas warga terganggu.
01:37Masyarakat biasanya mengeluhkan adanya gangguan pada mata dan udara cukup berbau.
01:44Ini akibat asap yang terbawa dari kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di Ogan Komering Ilir.
01:58Dan otoritas menyebut bahwasannya ketebalan asap kemarin
02:02atau kualitas udara kemarin yang sangat buruk
02:05itu bukan karena tambahan titik api
02:08namun karena diakibatkan masih terbakarnya,
02:12belum padamnya kebakaran hutan dan lahan yang ada di kawasan itu
02:16dan asap terbawa angin ke arah barat menuju Palembang.
02:21Dan sekolah saat ini juga sudah melakukan pembelajaran jarak jauh
02:27setelah sebelumnya melakukan daring
02:28menyusul indeks pencemaran udara di Palembang
02:33itu berada pada level di bawah 200.
02:38Seandainya level udara atau ISBU berada di atas 200
02:42maka pembelajaran jarak jauh akan dilakukan kembali.
02:48Purwantoro, Kompas TV, Palembang, Sumatera Selatan.