Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PALEMBANG, KOMPAS.TV - Kualitas udara di Palembang, Sumatera Selatan, masih belum membaik meski asap di udara menipis.

Namun warga tetap beraktivitas di luar ruang, menggunakan masker.

Berikut laporan Jurnalis KompasTV, Purwantoro dari Palembang, Sumatera Selatan.

Baca Juga Gempa dan Karhutla Melanda Sejumlah Daerah, DPR Dorong Percepatan Penanganan | SAPA SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/692800/gempa-dan-karhutla-melanda-sejumlah-daerah-dpr-dorong-percepatan-penanganan-sapa-siang

#karhutla #udaraburuk #palembang

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/692898/kualitas-udara-di-palembang-belum-membaik-warga-tetap-beraktivitas-pakai-masker-kompas-siang
Transkrip
00:00Kualitas udara di Palembang, Sumatera Selatan masih belum membaik meski asap di udara menipis.
00:06Namun warga tetap beraktivitas di luar ruang menggunakan masker.
00:10Berikut laporan jurnalis Kompas TV, Purwantoro dari Palembang, Sumatera Selatan.
00:17Saudara, saat ini saya berada di Kambang Iwak, salah satu ruang terbuka di Palembang
00:27yang saat ini udara di Kota Palembang terlihat lebih baik dari kemarin
00:37atau paparan kabut asapnya sedikit lebih baik dari kemarin.
00:45Jika kemarin itu kepekatannya cukup tinggi, saat ini bisa dilihat di kawasan ini lebih cerah.
00:54Kemudian aktivitas warga dapat melakukan aktivitas-aktivitasnya seperti biasa.
01:00Di kawasan ini memang biasanya dijadikan pusat untuk berolahraga
01:05dan banyaknya para pelaku UMKM menjajakan produknya di kawasan ini.
01:12Dibandingkan kemarin, kualitas udara di saat ini memang terlihat lebih cerah.
01:18Pada Jumat siang, warga memang dikejutkan dengan kualitas udara di kawasan Palembang
01:28itu menunjukkan kepekatan yang cukup tinggi
01:32sehingga beberapa penerbangan, kemudian aktivitas sungai dan aktivitas warga terganggu.
01:37Masyarakat biasanya mengeluhkan adanya gangguan pada mata dan udara cukup berbau.
01:44Ini akibat asap yang terbawa dari kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di Ogan Komering Ilir.
01:58Dan otoritas menyebut bahwasannya ketebalan asap kemarin
02:02atau kualitas udara kemarin yang sangat buruk
02:05itu bukan karena tambahan titik api
02:08namun karena diakibatkan masih terbakarnya,
02:12belum padamnya kebakaran hutan dan lahan yang ada di kawasan itu
02:16dan asap terbawa angin ke arah barat menuju Palembang.
02:21Dan sekolah saat ini juga sudah melakukan pembelajaran jarak jauh
02:27setelah sebelumnya melakukan daring
02:28menyusul indeks pencemaran udara di Palembang
02:33itu berada pada level di bawah 200.
02:38Seandainya level udara atau ISBU berada di atas 200
02:42maka pembelajaran jarak jauh akan dilakukan kembali.
02:48Purwantoro, Kompas TV, Palembang, Sumatera Selatan.

Dianjurkan