Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Seorang pria di Samarinda, Kalimantan Timur, diduga menjadi korban kelalaian medis setelah ditemukan kawat sekitar 2 sentimeter di organ jantungnya usai menjalani penanganan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie.

Kawat tersebut diketahui setelah Edianto Wong dibawa keluarganya ke Mount Elizabeth Novena Hospital, Singapura, beberapa hari setelah menjalani tindakan medis di RSUD Abdul Wahab Sjahranie pada Februari 2026. Pihak rumah sakit di Singapura menyebut kawat tersebut tidak dapat diangkat karena telah menyatu dengan pembuluh darah.

Kondisi Edianto hingga kini belum membaik. Keluarga menyebut setelah menjalani operasi bypass, kondisi Edianto masih mengalami tekanan darah yang terus menurun.

Pihak RSUD Abdul Wahab Sjahranie membantah adanya malapraktik. Rumah sakit menyebut keberadaan kawat tersebut merupakan tindakan yang sengaja dilakukan untuk menyelamatkan pasien.

Dinas Kesehatan Kalimantan Timur saat ini melakukan pendampingan, pemantauan, dan evaluasi terhadap kasus tersebut. Mediasi antara keluarga dan dokter yang menangani Edianto telah dilakukan beberapa kali, tetapi belum mencapai kesepakatan. Keluarga kini menempuh jalur hukum dan berharap ada iktikad baik serta tanggung jawab dari pihak rumah sakit dan dokter.

#malapraktik #samarinda #kalimantantimur #rumahsakit #kesehatan

Baca Juga Gibran Temui Korban Dugaan Keracunan MBG di Dua Rumah Sakit Karo | SAPA SIANG di https://www.kompas.tv/regional/690145/gibran-temui-korban-dugaan-keracunan-mbg-di-dua-rumah-sakit-karo-sapa-siang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/693296/kawat-2-cm-ditemukan-di-jantung-pria-samarinda-rsud-bantah-malapraktik-berut

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Saudara seorang pria di Samarinda, Kalimantan Timur diduga menjadi korban malpraktik.
00:05Sepotong kawat sekitar 2 cm diduga tertinggal di pembuluh jantung usai jalan dioperasi di salah satu rumah sakit di Samarinda.
00:14Temuan kawat sekitar 2 cm diungkap pihak keluarga Edianto Wong Sabtu 26 September kemarin.
00:22Temuan ini terkuak usai Edianto dibawa keluarganya ke rumah sakit di Singapura.
00:25Beberapa hari setelah penanganan jantung di RSUD Abdul Wahab Syiharani.
00:30Setelah dipriksa di rumah sakit di Singapura, ditemukan kawat berukuran 2 cm tertinggal di jantung korban.
00:37Kawat tersebut tak bisa diambil karena sudah menyatu dengan pembuluh darah.
00:40Kondisi korban hingga kini belum membaik.
00:43Pihak Singapura memutuskan untuk tidak diambil karena ini adalah nadi utama di jantung.
00:50Jadi kawat itu dibiarkan secara natural membuntu.
00:53Namun ternyata setelah operasi besar bypass, bapak masih mengalami kesulitan.
01:01Terakhir bapak ini tensinya juga masih drog terus.
01:04Jadi kami berharap adalah keadilan buat kami dan itikat baik untuk kami keluarga.
01:12Pihak RSUD Abdul Wahab Syiharani membantah adanya malpraktik.
01:16Pihak rumah sakit menyebut kawat yang tertinggal merupakan tindakan sengaja untuk menyelamatkan pasien.
01:21Apakah cincin yang dipasang oleh Dr. Purkon itu yang menyebabkan dia kesakitan?
01:26Kan ada tiga pembuluh darah.
01:27Kita tidak bisa pastikan bahwa yang satu itu, yang dipasang itu yang membuat dia sakit.
01:33Belum tentu kan bisa saja yang lain.
01:36Siapa yang bisa buktikan? Kan tidak bisa.
01:38Bahwa itu menurut Dr. Pukan, bahwa itu salah satu untuk menyelamatkan nyawa.
01:46Bagaimana ceritanya Pak?
01:47Bahwa itu secara medis. Saya tidak bahkan menjelaskan.
01:50Dinas Kesehatan Kalimantan Timur akan mendalami kasus ini.
01:54Saat ini pihaknya tengah melakukan pemantauan dan evaluasi.
01:57Saat ini Dinas Kesehatan sedang berproses untuk melakukan penampingan maupun juga monitor evaluasi terhadap kejadian tersebut.
02:06Jadi proses ini juga menjadi perhatian dari pemerintah provinsi dan juga DPRD.
02:13Dan insya Allah siang ini kami akan bertumpul untuk melakukan tapat dengan pendapat.
02:20Mediasi antara keluarga korban serta dokter yang menangani korban sudah dilakukan.
02:24Namun masih belum menemui kesepakatan.
02:27Pihak keluarga kini menempu jalur hukum.
02:29Keluarga berharap tanggung jawab dari dokter dan rumah sakit.
02:32Rijal Mustafa, Jasmine Jafar, Kompas TV, Samarinda, Kalimantan Timur.

Dianjurkan