00:00Yang kedua, ini yang terkait dengan yang sangat subtansi, kalau dugaan dari temuan ombudsman itu benar, bahwa ada warga binaan
00:09itu mendapatkan fasilitas mewah ketika dia menjalani hukuman di lapas itu,
00:15ini menunjukkan bahwa dalam hilirisasi penegakan hukum kita ada ketidakadilan.
00:21Dan ini problem, mungkin bagian dari problem kenapa bangsa ini tidak bisa maju, tidak bisa bergerak ke arah yang lebih
00:27baik.
00:27Karena memang dalam konteks penegakan hukumnya ada kanker yang kita biarkan.
00:34Dan ini berbahaya Pak.
00:36Kenapa berbahaya?
00:38Sekarang kan kalau kita ini kan ada sebuah kesadaran di tengah-tengah masyarakat.
00:45Tadi dikatakan kalau buat korupsi itu jangan tanggung-tanggung.
00:50Kalau bisa korupsi itu triliun-triliunan.
00:53Karena apa? Karena nanti kalau kita dari mulai proses penegakan hukum di awal lah, di persidangan kita bisa beli ponis,
01:01bisa beli tuntutan,
01:02lalu kemudian ketika kita di penjara kita bisa beli fasilitas mewah, bisa beli remisi dan lain sebagainya.
01:09Kan bahaya ini kalau dalam konteks penegakan hukum.
01:11Pembusukan seperti ini kalau kita biarkan ini katakanlah bisa menghancurkan republik ini dari dalam.
01:20Dan sebetulnya kan saya khawatir dan sebetulnya dalam setiap kunjungan kerja panja permasyarakatan,
01:28kita juga sudah banyak mendapatkan informasi seperti ini.
01:31Bahwa di lapas dan rutan kita ada jual-beli fasilitas, ada jual-beli remisi, ada jual-beli pengaruh dan lain
01:40sebagainya.
01:41Kalau ini kita biarkan, ini pembusukan republik makin sangat dalam dan sebuah negara yang tidak bisa memastikan keadilan hukumnya tegak
01:51di tengah-tengah rakyat,
01:52itu negara tinggal nunggu bubar saja Pak.
01:55Saya berharap ini yang paling penting kenapa kita buat rapat ini.
02:00Ingin memastikan dua fakta ini, siapa yang benar dan siapa yang salah.
02:05Tolong Pak, saya kenal Pak Agus sejak jadi Wakapolda, jadi Kapolda.
02:10Saya juga kenal Pak Masudi yang dulu dekat dengan aktivis ketika masih menjadi Kapolres.
02:16Di tangan dan di pundak Bapaklah, tata kelola permasyarakatan ini bisa betul-betul melahirkan keadilan sistem.
02:25Memang tugas berat Pak, karena memang budaya perilaku koruptif seperti ini kan sudah puluhan tahun terjadi di Kementerian Permasyarakatan dan
02:37katakanlah imigrasi.
02:38Tapi saya yakin, kalau Bapak, Pak Masudi, Pak Agus tegas saja, ya kalau bawahan salah ngapain kita bela-bela, ngapain
02:49kita tutup-tutupi.
02:50Ya tegas saja supaya ini bisa menimbulkan efek jera.
02:54Saya khawatir kalau ini tidak kita tuntaskan, kalau ini hanya sekedar soal kamar, soal fasilitas, tidak kita pikirkan bagaimana soal
03:05ujung dari persoalan ini, yaitu tadi keadilan hukum tadi.
03:11Bapak menyumbangkan pembusukan yang sangat dalam terhadap Republik ini.
03:16Dan betul kata Bu Rike tadi, bahwa membohongi, ini bukan hanya, kalau yang terjadi itu adalah perubahan, tata kelola, fasilitas
03:26mewah tadi itu betul-betul dalam konteks mensreanya untuk menutupi-nutupi fakta yang ditemukan oleh Ombudsman.
03:31Ini bukan hanya membohongi Menteri, bukan hanya membohongi Dirjen, tapi membohongi negara, membohongi rakyat Indonesia.
03:38Orang sudah tersebar videonya.