Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Kanker usus besar dapat dipicu berbagai faktor risiko, mulai dari mutasi genetik, usia, riwayat keluarga, hingga gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol, dan kelebihan berat badan. Penanganannya bergantung pada stadium, dokter dapat melakukan pembedahan seperti kolektomi, polipektomi, atau reseksi multiviseral, dan pada stadium tertentu pengobatan dapat dilengkapi atau digantikan dengan kemoterapi, terapi target, imunoterapi, serta radioterapi (terutama untuk kanker rektum).

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #kankerususbesar #kankercolon

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Transkrip
00:00kanker usus besar, gejala, dan pengobatannya.
00:04Kanker usus besar atau kolorektal merupakan penyakit yang berawal dari pertumbuhan sel abnormal pada usus besar atau rektum.
00:11Sebagian besar kanker ini berkembang secara perlahan dari polip selama bertahun-tahun.
00:15Karena itu, deteksi dan pengangkatan polip sejak dini dapat membantu mencegah perkembangan kanker.
00:21Risiko kanker usus besar dapat meningkat karena faktor usia, riwayat keluarga, banyaknya polip, kelainan genetik tertentu, obesitas, merokok, konsumsi alkohol,
00:31kurang aktivitas fisik, serta kebiasaan mengonsumsi daging merah dan daging olahan, gejala yang perlu diwaspadai.
00:38Pada tahap awal, kanker usus besar sering tidak menimbulkan gejala.
00:43Ketika mulai berkembang, gejalanya dapat berupa perubahan pola buang air besar, bentuk fesis yang menyempit, darah pada fesis, nyeri atau
00:50keram perut, penurunan berat badan tanpa sebab, mual, muntah, dan kelelahan berkepanjangan.
00:56Gejala tersebut tidak selalu menunjukkan kanker karena dapat disebabkan kondisi lain.
01:01Namun, keluhan yang berlangsung terus-menerus, terutama buang air besar berdarah atau perubahan pola buang air besar, perlu diperiksakan agar
01:08penyebabnya dapat diketahui, diagnosis, dan pengobatan.
01:12Diagnosis dapat dilakukan melalui kolonoskopi, biopsi, tes darah, serta pemeriksaan pencitraan seperti CT scan, komputed tomografi scan, dan MRI, magnetic
01:23resonance imaging, terutama untuk kanker rectum.
01:26Pemeriksaan CEA, Charcinoembryonic Antigen, juga dapat digunakan untuk memantau respons pengobatan dan kemungkinan kekambuhan.
01:33Pengobatan disesuaikan dengan stadium dan kondisi pasien.
01:36Tindakan yang dapat dilakukan meliputi polipektomi, kolektomi, dan reseksi multifiseral.
01:43Dokter juga dapat memberikan kemoterapi, radioterapi, terapi target, atau imunoterapi, baik sebagai terapi tunggal maupun kombinasi.
01:52Cara menurunkan risiko
01:54Risiko kanker usus besar dapat dikurangi dengan menjaga pola makan, membatasi daging merah dan daging olahan, rutin beraktivitas fisik, berhenti
02:02merokok, membatasi alkohol, serta menjaga berat badan.
02:06Screening juga dianjurkan mulai usia 45 tahun atau lebih awal bagi mereka yang memiliki faktor risiko.
02:11Kanker usus besar, gejala, dan pengobatannya.

Dianjurkan