Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Timnas Indonesia menggelar latihan terakhir di Stadion PTIK, Jakarta, jelang laga final FIFA ASEAN Cup melawan Thailand.

Latihan dipimpin langsung Pelatih John Herdman dan diikuti seluruh pemain, termasuk Thom Haye, yang di pertandingan melawan Malaysia mendapat kartu merah.

Skuad Garuda mengusung misi meruntuhkan dominasi Thailand di Asia Tenggara dan merebut trofi untuk kali pertama. Sebab dalam 5 pertemuan terakhir kedua tim, Indonesia belum bisa mengalahkan Thailand.

Timnas Thailand klaim bakal melakoni laga final dengan kepercayaan diri tinggi. Bermodalkan catatan apik dalam 5 pertemuan terakhir, Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, bilang akan tampil ngotot di final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin, 5 Oktober.

Kita bahas bersama analis sepak bola, Weshley Hutagalung.

Baca Juga Kapten Thailand Soroti Perkembangan Timnas Indonesia, Sebut Banyak Pemain Keturunan di https://www.kompas.tv/olahraga/694153/kapten-thailand-soroti-perkembangan-timnas-indonesia-sebut-banyak-pemain-keturunan

#timnasindonesia #thailand #fifaaseancup #sepakbola

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/olahraga/694166/trofi-di-depan-mata-bung-weshley-baca-kans-garuda-raih-kemenangan-vs-thailand-di-final-sapa-malam
Transkrip
00:00Bung Wes, kalau melihat perjalanan kedua tim hingga final, Indonesia juara grup A dengan 7 poin, termasuk kemenangan besar, 9
00:08-2 melawan Bangladesh.
00:10Dan Thailand juara grup B dengan 6 poin, meskipun kelas 1-2 dari Filipina karena rotasi besar, tapi Thailand punya
00:16catatan yang impresif selama penyelenggaraan turnamen, termasuk 5 pertemuan terakhir bersama Indonesia.
00:21Bagaimana sejauh ini perjalanan kedua tim hingga ke final, Bung Wes?
00:25Ada pembeda yang menurut saya, Mas Hadi terlepas dari pertanyaan yang terakhir tadi ya, yang sudah disebut bahwa Thailand itu
00:32sebenarnya memang mengistirahatkan banyak pemain menghadapi Filipina.
00:36Hanya dua pemain yang starter dibandingkan di laga sebelumnya ketika Thailand memastikan lolos mengalahkan Vietnam.
00:44Tapi bagi saya pembedanya adalah minimnya para pemain Thailand itu melakukan kesalahan.
00:51Nah apalagi nanti di partai final itu kesalahan kecil saja, bagi kalau kita bicara mengacu kepada dua gol kita melawan
01:00Bangladesh kemarin, hal-hal seperti itu nggak bisa terjadi di final menghadapi tim sekelas Thailand.
01:06Jadi pembedanya memang Indonesia dikenal, dilihat lebih produktif di aspek permainan, lebih agresif ya, tapi kalau menghadapi final tidak cukup
01:16hanya bermain cepat agresif, misalnya mencetak gol, tapi tidak konsentrasi pada hal-hal kecil di Thailand itu akan membeda di
01:26final.
01:26Dan Thailand memperlihatkan mereka berbeda dibandingkan Indonesia.
01:29Ya, seperti salah satunya ketika Tom Haya mendapatkan kartu merah melawan Malaysia ya, itu juga salah satu kesalahan yang sebenarnya
01:37tidak perlu terlalu berlebihan, berreaksi pada saat itu.
01:40Lalu seberapa penting sebenarnya, Bwes, faktor home advantage.
01:44Ini kan kita main di SUGBK di depan publik sendiri di Indonesia, terutama setelah dukungan penonton yang sudah terlihat di
01:50fase grup kan juga luar biasa.
01:51Sejauh mana, apa namanya, faktor home advantage ini?
01:56Ya, tiket sudah soal kabarnya, Mas Adi.
01:59Jadi, bagi saya ada keuntungan, ada juga ancaman.
02:04Berulang kali saya mengatakan, ekspektasi itu kadang-kadang menjadi beban, karena ekspektasi publik Indonesia melihat tim nasionalnya dihuni dengan banyak
02:13pemain diaspora datang dari Eropa.
02:15Mereka menganggap bahwa yang datang itu sudah akan mengangkat beberapa tingkat permainan tim nasional.
02:22Nah, ekspektasi itu ketika terlihat berwujud di lapangan dengan permainan yang apik, dengan hasil yang positif, itu akan berbalik menjadi
02:30tekanan.
02:31Sudah terlihat ketika kita bermain imbang melawan Malaysia.
02:36Jadi, ini juga hati-hati.
02:37Kalau penonton kecewa, menik ke-70-80, itu malah menjadi tekanan yang luar biasa bagi tim Aswan Johan Hedman.
02:45Karena, saya nggak ngerti ya, kita begitu cepat berubah dari mendukung, kemudian bisa berbalik menjadi memberikan cacian makian di tengah
02:58pertandingan bahkan.
02:58Oke, ini juga yang harus dijaga sebenarnya sebagai pemain ke-12 dalam tanda kutip dalam sepak bola, supporter itu juga
03:05tetap harus memberikan atmosfer positif di dalam maupun luar napangan dalam satu turnamen seperti FIFA ASEAN Cup ini.
03:14Nah, yang menarik, Bung Wes, pelatih Thailand, Anthony Hudson ini sebenarnya dalam konferensi per sudah menyatakan, Indonesia ini bermain sangat
03:23direct.
03:23Itu artinya dia sudah membaca permainan Indonesia yang selama ini simak juga begitu.
03:28Jika gaya ini sudah dibaca lawan, apa menurut Anda ini perlu mengubah sistem permainan, Johan Hedman, di partai final nanti?
03:36Ya, menarik. Menarik bahwa bagi saya setiap pertandingan itu, seorang pelatih harus punya yang namanya elemen kejutan.
03:43Nah, elemen kejutan ini bisa dimulai dari struktur tim, komposisi starting line-up.
03:49Apakah kita bermain dengan formasi 343, dengan agresivitas tinggi dan menyerang, memberikan ruang di lini tengah dengan komposisi 343 kemarin?
04:01Ataukah kita tahu nih, talent akan sangat kuat, organisasi talent itu baik dan rapi.
04:07Ya, jangan lupakan hasil tahun Filipina, organisasi mereka itu baik dan rapi.
04:10Kalau kita bermain dengan 3-5-2. Nah, elemen kejutan ini harus diberikan dan diwujudkan oleh Johan Hedman.
04:17Apakah memakai Tom Haye, apakah mempercayakan Ifar Jenner mendampingi misalkan, mendampingi Kevin Dix dan Calvin Verdonk?
04:27Ataukah mempercayakan Dean Saunders di kiri, Calvin agak kebawah?
04:33Itu elemen-elemen kejutan yang tidak boleh membuat pelatih lawan Anthony Hudson ini gampang membaca permainan Indonesia sejak awal.
04:41Jadi itu yang kita tunggu dari pelatih kita.
04:44Saya juga menyimak pertandingan-pertandingan Thailand, mulai dari fase grup melawan Pakistan, melawan Vietnam, melawan Filipina.
04:51Mereka sangat fluid, mereka sangat cair meskipun saat melawan Filipina tidak menurunkan pemain-pemain terbaik,
04:58tapi itu hanya perkara rotasi saja karena mereka sudah memastikan lolos lebih dulu ke final.
05:02Sedangkan Indonesia, Johan Hedman baru bisa bermain fluid, dalam tanda kutip, dinamis begitu cair,
05:08ini pada saat melawan Bangladesh kemarin.
05:10Terbukti dengan serangan-serangan yang sporadis dan efektif juga dengan skor yang cukup mencolok, 9-2.
05:16Nah, dari kedua sisi, dari Indonesia dan juga Thailand selama fase grup,
05:20apa yang harus disikapi juga oleh Johan Hedman ketika menghadapi Thailand?
05:24Apakah dengan permainan fluid dan cair dan sporadis seperti lawan Bangladesh
05:28atau menyimbangkan ketika ada serangan di belakang, harus juga kuat,
05:33dan juga harus bisa counter-attack cepat ke depan?
05:35Bagaimana, Bung Wes?
05:38Menarik, Mas Haji.
05:39Bahwa Indonesia yang kita kenal dengan permainan counter-attack yang cepat dan menakutkan dari kedua sayap
05:45karena kita memiliki karakter pemain yang cepat,
05:47itu sudah mulai berubah dengan mencoba menguasai permainan tempo lebih banyak,
05:52mengajarkan bola lebih banyak.
05:54Tapi yang saya tunggu itu adalah komposisi di tengah.
05:57Kalau di belakang, saya pikir kejutannya mungkin apakah Haris Kirido main dari awal atau tidak.
06:02Tapi di tengah, benar-benar saya menunggu.
06:04Di mana posisi Calvin Verdon?
06:06Apakah Ivergenner akan mendampingi Joe Pelopesi?
06:09Apakah Tom Haya akan dimainkan?
06:11Karena ketika Tom Haya dimainkan, kalau kita lihat ya,
06:14dalam 37 menit menghadapi Malaysia,
06:17berapa banyak pemain kita yang memberikan bola kepada Tom Haya?
06:20Ya, oke.
06:22Tom Haya seperti kehilangan.
06:23Kehilangan, apa ya, percayaan dari rekan-rekannya bahwa dia adalah pengatur bola,
06:29pengatur permainan.
06:30Jadi, di final ini, Mas Haji, bagi saya,
06:32tadi kan soal menyerang agresivitas.
06:34Di final ini, ada dua kubu yang harus kita lihat.
06:38Siapa yang bermain agresivitas menyerang versus siapa yang paling sedikit melakukan kesalahan.
06:44Jadi, bagi saya, di final, bermain menyerang agresivitas melawan Thailand bukan pilihan yang tepat.
06:49Oke.
06:50Ya, terakhir, Bung Wes.
06:51Ada satu hal lagi yang diwaspadai oleh Anthony Hudson pada saat konferensi persa di siang.
06:56Dia mewaspadai postur tim nasi Indonesia yang juga punya keunggulan dibandingkan pemain-pemain Thailand, katanya.
07:03Bagaimana sebenarnya memaksimalkan agar bisa benar-benar jadi senjata yang mematikan di depan gawang
07:07ketika postur-postur kita lebih unggul dari pemain-pemain Thailand?
07:12Ya, kalau melihat crossing-crossing kemarin ya, kan tidak semuanya efektif sebenarnya.
07:17Dan jangan lupa, struktur organisasi pertahanan Bangladesh juga tidak rapi dan banyak ruang tercipta bagi kita untuk melakukan operan-operan
07:25silang.
07:26Dan ketika pergantian pemain, kita lihat ketika Dan Saunders masuk di posisi kiri,
07:31malah operan-operan silang itu tidak efektif.
07:33Nah, ini berbeda. Melawan Thailand, kesempatan umpan-operan silang itu pasti sudah akan ditutup di tengah.
07:41Karena mereka sudah pasti membaca permainan Indonesia.
07:44Kalau memenangkan postur tubuh tinggi, pasti akan mengenangkan bola-bola silang.
07:48Tapi jangan lupa, melawan Bangladesh, ada kesalahan juga karena kita sudah keletihan.
07:53Fisik kita sudah kendor.
07:55Lihat, Elkan Bagus tidak lagi kuat menjunuh bola.
07:57Dan kemudian, Bangladesh mendapatkan gol kedua.
08:00Ya, alih-alih saya menanyakan skor akhir.
08:02Saya akan tanyakan begini, singkat saja, Bung Wes.
08:05Apakah ini merupakan satu kewajiban atau suatu absolutivitas yang harus dilakukan oleh tim Nas menjadi juara di ajang ini?
08:12Atau menurut Anda masuk fase final saja sejauh ini sudah bagus?
08:16Singkat saja.
08:18Kalau boleh jujur, di event ini kan dibuat seperti untuk menyalahkan Indonesia.
08:22Ini event pertama dan Indonesia tahun rumah.
08:25Banyak komplain lah dari negara tetangga.
08:26Kita melawan tim yang sudah tujuh kali juara di kawasan Asia Tenggara.
08:30Kita baru enam kali runner-up di kawasan Asia Tenggara.
08:34Jadi, kalau ini event ini yang diciptakan pertama dan kita bisa juara,
08:38paling tidak tadi John Herman bisa mengikis nama pelatih sebelumnya di hati publik Indonesia.
08:45Dan kemudian dia bisa berjalan lebih baik, lebih fokus, lebih dapat kepercayaan.
08:49Karena sudah memberikan sebuah gelar yang belum juga berhasil diberikan oleh pelatih-pelatih sebelumnya.
08:54Ya, ketika nama yang Anda maksudkan tadi sempat bergema di GBK ya,
08:58pada saat pertandingan malam Malaysia,
09:00itu yang harus dihapus, dibuktikan oleh John Herman.
09:03Besok ketika partai final, kita absolut berarti harus menang begitu ya,
09:06untuk mengikis hal itu.
09:07Terima kasih, Bung Wesley Utagalung, Analisa Pak Pula yang telah berbagi perspektif Indonesia malam.
09:11Selamat malam, sampai jumpa lagi, Bung.
09:13Selamat malam.

Dianjurkan