00:00Bung Wes, kalau melihat perjalanan kedua tim hingga final, Indonesia juara grup A dengan 7 poin, termasuk kemenangan besar, 9
00:08-2 melawan Bangladesh.
00:10Dan Thailand juara grup B dengan 6 poin, meskipun kelas 1-2 dari Filipina karena rotasi besar, tapi Thailand punya
00:16catatan yang impresif selama penyelenggaraan turnamen, termasuk 5 pertemuan terakhir bersama Indonesia.
00:21Bagaimana sejauh ini perjalanan kedua tim hingga ke final, Bung Wes?
00:25Ada pembeda yang menurut saya, Mas Hadi terlepas dari pertanyaan yang terakhir tadi ya, yang sudah disebut bahwa Thailand itu
00:32sebenarnya memang mengistirahatkan banyak pemain menghadapi Filipina.
00:36Hanya dua pemain yang starter dibandingkan di laga sebelumnya ketika Thailand memastikan lolos mengalahkan Vietnam.
00:44Tapi bagi saya pembedanya adalah minimnya para pemain Thailand itu melakukan kesalahan.
00:51Nah apalagi nanti di partai final itu kesalahan kecil saja, bagi kalau kita bicara mengacu kepada dua gol kita melawan
01:00Bangladesh kemarin, hal-hal seperti itu nggak bisa terjadi di final menghadapi tim sekelas Thailand.
01:06Jadi pembedanya memang Indonesia dikenal, dilihat lebih produktif di aspek permainan, lebih agresif ya, tapi kalau menghadapi final tidak cukup
01:16hanya bermain cepat agresif, misalnya mencetak gol, tapi tidak konsentrasi pada hal-hal kecil di Thailand itu akan membeda di
01:26final.
01:26Dan Thailand memperlihatkan mereka berbeda dibandingkan Indonesia.
01:29Ya, seperti salah satunya ketika Tom Haya mendapatkan kartu merah melawan Malaysia ya, itu juga salah satu kesalahan yang sebenarnya
01:37tidak perlu terlalu berlebihan, berreaksi pada saat itu.
01:40Lalu seberapa penting sebenarnya, Bwes, faktor home advantage.
01:44Ini kan kita main di SUGBK di depan publik sendiri di Indonesia, terutama setelah dukungan penonton yang sudah terlihat di
01:50fase grup kan juga luar biasa.
01:51Sejauh mana, apa namanya, faktor home advantage ini?
01:56Ya, tiket sudah soal kabarnya, Mas Adi.
01:59Jadi, bagi saya ada keuntungan, ada juga ancaman.
02:04Berulang kali saya mengatakan, ekspektasi itu kadang-kadang menjadi beban, karena ekspektasi publik Indonesia melihat tim nasionalnya dihuni dengan banyak
02:13pemain diaspora datang dari Eropa.
02:15Mereka menganggap bahwa yang datang itu sudah akan mengangkat beberapa tingkat permainan tim nasional.
02:22Nah, ekspektasi itu ketika terlihat berwujud di lapangan dengan permainan yang apik, dengan hasil yang positif, itu akan berbalik menjadi
02:30tekanan.
02:31Sudah terlihat ketika kita bermain imbang melawan Malaysia.
02:36Jadi, ini juga hati-hati.
02:37Kalau penonton kecewa, menik ke-70-80, itu malah menjadi tekanan yang luar biasa bagi tim Aswan Johan Hedman.
02:45Karena, saya nggak ngerti ya, kita begitu cepat berubah dari mendukung, kemudian bisa berbalik menjadi memberikan cacian makian di tengah
02:58pertandingan bahkan.
02:58Oke, ini juga yang harus dijaga sebenarnya sebagai pemain ke-12 dalam tanda kutip dalam sepak bola, supporter itu juga
03:05tetap harus memberikan atmosfer positif di dalam maupun luar napangan dalam satu turnamen seperti FIFA ASEAN Cup ini.
03:14Nah, yang menarik, Bung Wes, pelatih Thailand, Anthony Hudson ini sebenarnya dalam konferensi per sudah menyatakan, Indonesia ini bermain sangat
03:23direct.
03:23Itu artinya dia sudah membaca permainan Indonesia yang selama ini simak juga begitu.
03:28Jika gaya ini sudah dibaca lawan, apa menurut Anda ini perlu mengubah sistem permainan, Johan Hedman, di partai final nanti?
03:36Ya, menarik. Menarik bahwa bagi saya setiap pertandingan itu, seorang pelatih harus punya yang namanya elemen kejutan.
03:43Nah, elemen kejutan ini bisa dimulai dari struktur tim, komposisi starting line-up.
03:49Apakah kita bermain dengan formasi 343, dengan agresivitas tinggi dan menyerang, memberikan ruang di lini tengah dengan komposisi 343 kemarin?
04:01Ataukah kita tahu nih, talent akan sangat kuat, organisasi talent itu baik dan rapi.
04:07Ya, jangan lupakan hasil tahun Filipina, organisasi mereka itu baik dan rapi.
04:10Kalau kita bermain dengan 3-5-2. Nah, elemen kejutan ini harus diberikan dan diwujudkan oleh Johan Hedman.
04:17Apakah memakai Tom Haye, apakah mempercayakan Ifar Jenner mendampingi misalkan, mendampingi Kevin Dix dan Calvin Verdonk?
04:27Ataukah mempercayakan Dean Saunders di kiri, Calvin agak kebawah?
04:33Itu elemen-elemen kejutan yang tidak boleh membuat pelatih lawan Anthony Hudson ini gampang membaca permainan Indonesia sejak awal.
04:41Jadi itu yang kita tunggu dari pelatih kita.
04:44Saya juga menyimak pertandingan-pertandingan Thailand, mulai dari fase grup melawan Pakistan, melawan Vietnam, melawan Filipina.
04:51Mereka sangat fluid, mereka sangat cair meskipun saat melawan Filipina tidak menurunkan pemain-pemain terbaik,
04:58tapi itu hanya perkara rotasi saja karena mereka sudah memastikan lolos lebih dulu ke final.
05:02Sedangkan Indonesia, Johan Hedman baru bisa bermain fluid, dalam tanda kutip, dinamis begitu cair,
05:08ini pada saat melawan Bangladesh kemarin.
05:10Terbukti dengan serangan-serangan yang sporadis dan efektif juga dengan skor yang cukup mencolok, 9-2.
05:16Nah, dari kedua sisi, dari Indonesia dan juga Thailand selama fase grup,
05:20apa yang harus disikapi juga oleh Johan Hedman ketika menghadapi Thailand?
05:24Apakah dengan permainan fluid dan cair dan sporadis seperti lawan Bangladesh
05:28atau menyimbangkan ketika ada serangan di belakang, harus juga kuat,
05:33dan juga harus bisa counter-attack cepat ke depan?
05:35Bagaimana, Bung Wes?
05:38Menarik, Mas Haji.
05:39Bahwa Indonesia yang kita kenal dengan permainan counter-attack yang cepat dan menakutkan dari kedua sayap
05:45karena kita memiliki karakter pemain yang cepat,
05:47itu sudah mulai berubah dengan mencoba menguasai permainan tempo lebih banyak,
05:52mengajarkan bola lebih banyak.
05:54Tapi yang saya tunggu itu adalah komposisi di tengah.
05:57Kalau di belakang, saya pikir kejutannya mungkin apakah Haris Kirido main dari awal atau tidak.
06:02Tapi di tengah, benar-benar saya menunggu.
06:04Di mana posisi Calvin Verdon?
06:06Apakah Ivergenner akan mendampingi Joe Pelopesi?
06:09Apakah Tom Haya akan dimainkan?
06:11Karena ketika Tom Haya dimainkan, kalau kita lihat ya,
06:14dalam 37 menit menghadapi Malaysia,
06:17berapa banyak pemain kita yang memberikan bola kepada Tom Haya?
06:20Ya, oke.
06:22Tom Haya seperti kehilangan.
06:23Kehilangan, apa ya, percayaan dari rekan-rekannya bahwa dia adalah pengatur bola,
06:29pengatur permainan.
06:30Jadi, di final ini, Mas Haji, bagi saya,
06:32tadi kan soal menyerang agresivitas.
06:34Di final ini, ada dua kubu yang harus kita lihat.
06:38Siapa yang bermain agresivitas menyerang versus siapa yang paling sedikit melakukan kesalahan.
06:44Jadi, bagi saya, di final, bermain menyerang agresivitas melawan Thailand bukan pilihan yang tepat.
06:49Oke.
06:50Ya, terakhir, Bung Wes.
06:51Ada satu hal lagi yang diwaspadai oleh Anthony Hudson pada saat konferensi persa di siang.
06:56Dia mewaspadai postur tim nasi Indonesia yang juga punya keunggulan dibandingkan pemain-pemain Thailand, katanya.
07:03Bagaimana sebenarnya memaksimalkan agar bisa benar-benar jadi senjata yang mematikan di depan gawang
07:07ketika postur-postur kita lebih unggul dari pemain-pemain Thailand?
07:12Ya, kalau melihat crossing-crossing kemarin ya, kan tidak semuanya efektif sebenarnya.
07:17Dan jangan lupa, struktur organisasi pertahanan Bangladesh juga tidak rapi dan banyak ruang tercipta bagi kita untuk melakukan operan-operan
07:25silang.
07:26Dan ketika pergantian pemain, kita lihat ketika Dan Saunders masuk di posisi kiri,
07:31malah operan-operan silang itu tidak efektif.
07:33Nah, ini berbeda. Melawan Thailand, kesempatan umpan-operan silang itu pasti sudah akan ditutup di tengah.
07:41Karena mereka sudah pasti membaca permainan Indonesia.
07:44Kalau memenangkan postur tubuh tinggi, pasti akan mengenangkan bola-bola silang.
07:48Tapi jangan lupa, melawan Bangladesh, ada kesalahan juga karena kita sudah keletihan.
07:53Fisik kita sudah kendor.
07:55Lihat, Elkan Bagus tidak lagi kuat menjunuh bola.
07:57Dan kemudian, Bangladesh mendapatkan gol kedua.
08:00Ya, alih-alih saya menanyakan skor akhir.
08:02Saya akan tanyakan begini, singkat saja, Bung Wes.
08:05Apakah ini merupakan satu kewajiban atau suatu absolutivitas yang harus dilakukan oleh tim Nas menjadi juara di ajang ini?
08:12Atau menurut Anda masuk fase final saja sejauh ini sudah bagus?
08:16Singkat saja.
08:18Kalau boleh jujur, di event ini kan dibuat seperti untuk menyalahkan Indonesia.
08:22Ini event pertama dan Indonesia tahun rumah.
08:25Banyak komplain lah dari negara tetangga.
08:26Kita melawan tim yang sudah tujuh kali juara di kawasan Asia Tenggara.
08:30Kita baru enam kali runner-up di kawasan Asia Tenggara.
08:34Jadi, kalau ini event ini yang diciptakan pertama dan kita bisa juara,
08:38paling tidak tadi John Herman bisa mengikis nama pelatih sebelumnya di hati publik Indonesia.
08:45Dan kemudian dia bisa berjalan lebih baik, lebih fokus, lebih dapat kepercayaan.
08:49Karena sudah memberikan sebuah gelar yang belum juga berhasil diberikan oleh pelatih-pelatih sebelumnya.
08:54Ya, ketika nama yang Anda maksudkan tadi sempat bergema di GBK ya,
08:58pada saat pertandingan malam Malaysia,
09:00itu yang harus dihapus, dibuktikan oleh John Herman.
09:03Besok ketika partai final, kita absolut berarti harus menang begitu ya,
09:06untuk mengikis hal itu.
09:07Terima kasih, Bung Wesley Utagalung, Analisa Pak Pula yang telah berbagi perspektif Indonesia malam.
09:11Selamat malam, sampai jumpa lagi, Bung.
09:13Selamat malam.