00:00Saudara informasi terkini terkait dampak karhutlah kita akan tanyakan ke jurnalis Kompas TV
00:05ada Kurnia Tarigan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah dan di Palembang, Sumatera Selatan
00:10juga sudah ada jurnalis Kompas TV Purwantoro
00:13kita akan ke Kurnia Tarigan terlebih dahulu di Palangkaraya
00:17Kurnia, kemarin Anda melaporkan asap masih sangat pekat
00:22bahkan hingga masuk ke dalam rumah tidak ada tempat bersembunyi untuk warga
00:26kami ingin tahu update-nya sampai saat ini
00:29apakah ada perubahan, apakah ada perbaikan atau seperti apa bisa Anda gambarkan Kurnia?
00:37Selamat siang PD Renata dan Saudara
00:41bisa kami informasikan langsung dari Palangkaraya terkait kondisi terkini
00:47dampak karhutlah yang sudah 3 bulan masih terus terjadi dan masih belum ada penanganan terkait dengan karhutlah
00:56dampaknya kabut asap hingga kini sudah 2 bulan terus menyelimuti kota Palangkaraya
01:02bahkan kabut asap juga cukup mengganggu dari semua aspek kehidupan warga
01:082 hari yang lalu kabut asap di kota Palangkaraya cukup pekat
01:13hari ini kabut asap juga
01:16kita masih pekat walau tidak sepekat 2 hari yang lalu namun kami mencoba memantau dari
01:22kondisi indeks kualitas udara sejak pagi tadi pukul 7 pukul 9 dan saat ini pada pukul 11 waktu Indonesia bagian
01:32Barat
01:32terus terjadi peningkatan di saat pukul 7 kami mencoba
01:37meriksa terkait dengan indeks kualitas udara ada di angka 406 mikrogram per meter kubik
01:47namun pukul 9 itu sudah kembali naik ke angka 416 mikrogram per meter kubik
01:53namun saat ini sekitar pukul 11 waktu Indonesia bagian Barat
01:57kondisi indeks kualitas terus semakin memburuk mencapai angka 566 mikrogram per meter kubik
02:06tentu saja kondisi seperti ini 2 bulan sudah akan sangat mengancam bagi kesehatan warga Palangkaraya
02:13serta semua aktivitas warga di kota Palangkaraya
02:16baik Kurnia dengan tadi data-data yang Anda sebutkan
02:21dengan kualitas udara yang begitu buruk 2 bulan terakhir ini
02:25ini apakah Anda juga memantau ada peningkatan dari okupansi di rumah sakit
02:30atau gangguan kesehatan di masyarakat bisa seperti apa bisa Anda gambarkan
02:36ya Fidi memang terkait dengan kabut asap dampak dari Dukan Huta
02:40hingga kini tercatat berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya
02:47bahwasannya ada 10.000 lebih dari 10.200 kasus ISPA dampak dari kabut asap karutlah
02:57dan pemerintah Kota Palangkaraya juga tengah giat untuk menyediakan fasilitas-fasilitas kesehatan
03:04bagi warga Kota Palangkaraya terkait dengan dampak kabut asap
03:08semua puskesmas di Kota Palangkaraya telah ditambah untuk jam operasional
03:14terkhusus untuk ketersediaan oksigen serta obat-obatan lainnya
03:20bagi warga yang membutuhkan terkait dengan kondisi kabut asap
03:24yang kian hari kian semakin pekat Fidi
03:27Baik, terima kasih Kurni Yatarigan untuk laporannya dari Palangkaraya
03:32selanjutnya kita akan bergeser ke Palembang, Sumatera Selatan
03:36bersama jurnalis Kompas TV Purwantoro
03:39Purwantoro bisa Anda gambarkan situasi di Palembang saat ini
03:43terkait dengan kabut asap di sana
03:45apakah masih pekat atau seperti apa?
03:50Ya Fidi, bisa kami gambarkan
03:54di belakang saya sudah mulai terlihat keputihan menebal
03:58dibanding tadi pagi
04:01kepekatan kabut asap
04:03yang menyelimuti Kota Palembang
04:05yang kepekatannya meningkat sejak sepekan terakhir
04:10setelah 3 bulan ini terjadi kebakaran lahan dan hutan
04:16di Sumatera Selatan
04:18khususnya yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir
04:21dan beberapa daerah di pinggiran Kota
04:24Jadi untuk hari ini saja
04:27indeks pencemaran udara di Kota Palembang
04:34itu tercatat sebesar 500 lebih mikrogram per meter kubik
04:40partikulat PM 2,5-nya
04:43ini sebenarnya sudah bertahan sejak Rabu malam
04:48kemudian di dini hari
04:50dan agak sedikit menitis
04:53atau ketebalan asapnya menitis di udara Palembang
04:57pada pukul 8
05:00namun kembali menebal di siang harinya
05:03ini menyebabkan beberapa sediatan
05:07atau aktivitas warga di Palembang
05:11kembali terganggu
05:13khususnya untuk sekolah atau siswa
05:16SD dan SMP yang harus kembali
05:19melakukan pembelajaran jarak jauh
05:21atau dari rumah
05:23sebelumnya sudah diterapkan pembelajaran terbatas
05:27dengan melihat indeks pencemaran udara
05:31atau kualitas udara yang ada di Palembang
05:34hal lain yang mengganggu akibat kabut asap ini
05:39juga dirasakan dengan peningkatan
05:43jumlah kasus ISPA di Palembang
05:47itu meningkat sekitar 17.000 kasus
05:51dari sebelumnya yang hanya 14.000 kasus
05:55di bulan September
05:57ini juga diakibatkan paparan kabut asap
06:04yang didominasi oleh anak-anak
06:07dan kelompok-kelompok rentan
06:11seperti Ibu Hamil dan Lanjut Usia
06:18Sidi
06:18Baik, terima kasih Purwantoro
06:21untuk laporan Anda dari Palembang, Sumatera Selatan
06:24dan juga sebelumnya
06:25ada Kurnia Tarigan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah
06:30semoga kabut asap di Palembang
06:34maupun di Palangkaraya dan daerah-daerah lain bisa segera teratasi
06:38terima kasih kawan-kawan
06:39selamat bertugas kembali dan tetap jaga kesehatan
06:42selamat menikmati