00:00Dan saya ingin menyampaikan juga disini bahwa hari ini formasi lengkap Menteri dan tiga wamen.
00:10Tiga wamen, wamen Q Pak Yudagung, wamen Q Pak Nur Kolisov, sebelah kanan saya, dan wamen Q Pak Luki Al
00:20-Tirman.
00:20Banyak yang nanya saya bagi tugasnya bagaimana Pak?
00:23Saya mau menyampaikan sini, kalau kita tidak bagi-bagi, kita fokus kerja.
00:28Fokus kerjanya adalah ini, Pak Wamen Yudagung akan lebih banyak fokus pada sektor keuangan, isu internasional, dan pembiayaan.
00:38Pak Wamen Nur Kolis akan fokus pada penerimaan negara.
00:44Pendapatan negara, penerimaan negara, kepabeanan, cukai, pajak, penerimaan negara bukan pajak,
00:51dan kita semua tahu bahwa betapa pentingnya aspek penerimaan negara ini untuk APBN.
00:57Dan wamen Q Pak Luki Al-Tirman akan fokus pada belanja, perbendaraan, transfer ke daerah,
01:06dan juga nanti kami semua berempat, kami akan fokus pada, kami akan cover soal hubungan manajemen organisasi,
01:16SDM, anggaran kementerian keuangan sendiri, dan juga berbagai macam hal lainnya.
01:21Nah karena sifatnya adalah fokus pekerjaan, maka yang namanya fokus pekerjaan itu berarti yang lainnya juga akan diperhatikan,
01:32Pak Wamen Nur Kolis.
01:34Meskipun fokusnya adalah penerimaan, juga akan meng-cover, juga akan melihat soal isu internasional misalkan.
01:43Karena isu internasional itu ada yang isu penerimaan, juga akan melihat isu dukungan manajemen internal.
01:48Pak Luki, dengan fokus di belanja dan perbendaraan, juga harus melihat aspek dari internasional, sektor keuangan, dan seterusnya.
02:04Jadi kami akan bekerja secara bersama-sama, namun memang akan ada beberapa fokus dari para menteri yang sekarang formasinya komplit.
02:15Nah kita lanjutkan, kalau kita lihat bagian berikutnya adalah kondisi perekonomian.
02:22Teman-teman semua, teman-teman media semua, prospek ekonomi global ini masih dibayangi oleh perkembangan geopolitik.
02:30Bukan hanya soal Amerika dengan Iran, tapi di sebelah bawah itu kemarin NATO, Rusia juga muncul cerita-ceritanya.
02:38Ini semua berakibat kepada indikator volatilitas itu yang ada di tengah, itu meningkat indikator volatilitasnya.
02:48Volatilitas dalam konteks pasar obligasi, volatilitas dalam konteks itu dirty tanker index,
02:56yang di bawah itu juga tiba-tiba dia meningkat, yang menunjukkan bahwa volatilitas trade uncertainty itu meningkat.
03:04Nah ini membuat, yang sebelah kanan, lembaga-lembaga internasional menurunkan proyeksi pertumbuhan global lebih rendah.
03:13Pertumbuhan global 2026 ini diproyeksikan lebih rendah daripada pertumbuhan tahun 2025.
03:212026nya turun katanya.
03:23Nah ini tentu akan memiliki implikasi kepada pertumbuhan ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi negara maju maupun negara berkembang.
03:32Bukan hanya kepada pertumbuhan ekonomi efeknya, tapi juga kepada harga-harga komoditas.
03:39Harga komoditas kalau kita lihat brand itu sebelah kiri atas 102, tapi hari-hari ini kita sudah melihat angka 105.
03:46Dan ini semua pasti akan ada implikasi kepada APBN kita.
03:51Implikasi kepada pendapatan, implikasi kepada ganja dan seterusnya.
03:56CPO kita lihat trennya agak mengalami penurunan di 2026 ini selama beberapa bulan.
04:05Nickel juga seperti itu.
04:06Batubara sekitar 149,3 dolar per ton.
04:11Di tingkat itu emas, emas bisa dilihat ya.
04:15Karena ini nanti penting kalau kita bicara inflasi.
04:18Lihat tren emas ini, sejak sekitar bulan, apa itu, Juli, Agustus ya.
04:27Sejak Juli, Agustus, itu mengalami tren agak turun dia.
04:31Bahkan sebenarnya turunnya dari sejak Maret.
04:32Dari sejak Maret itu dia turun, terus meskipun ada periode naik, tapi dia agak turun.
04:37Ini nanti penting karena saya ingin menunjukkan angka inflasi yang ada aspek emasnya.
04:43Tembaga juga seperti itu.
04:46Lalu kemudian, meskipun dengan kondisi global yang seperti tadi, harga komoditasnya fluktuatif,
04:52kita harus bersyukur bahwa Indonesia itu resiliensinya tinggi.
04:57Pertumbuhan kita masih baik, 5,4.
05:00Kita menunggu sekarang nih, kita menunggu BPS sedang melakukan perhitungan atas pertumbuhan Q3.
05:09Jadi kita tunggu aja berapa Q3-nya.
05:12Namun kita tahu bahwa beberapa guncangan global, kalau kita rekap, kita taruh,
05:17tentu resiko-resiko ini harus kita kenali, kita identifikasi, kita recognize,
05:23tapi kemudian kita mitigasi, kita response.
05:26Apa saja resiko guncangan global, harga minyak kembali naik.
05:31Suku bunga sepertinya akan higher for longer.
05:34Saya akan tunjukkan juga gambar suku bunga Amerika nanti di slide yang berikut.
05:39Higher for longer.
05:40Bank sentral utama, The Fed, ECB, BOJ, sudah mulai menetapkan kebijakan moneter yang kemudian meningkatkan suku bunga.
05:49Akibatnya apa?
05:50Yield obligasi meningkat di dunia.
05:53Dan di saat yang bersama penguatan US dollar akan menjadi situasi yang harus kita hadapi.
06:01Namun kondisi ekonomi Indonesia solid, pertumbuhannya baik.
06:04Semester 1, 2026 kita tahu ketumbuh di 5,45%.
06:11Dan di slide yang berikut kita tahu juga bahwa sektor manufaktur kita,
06:17kalau kita lihat manufaktur global menyelanjutkan ekspansi.
06:21Dan di gambar yang tengah, lihat garis yang merah, kita lihat juga di Indonesia,
06:28PMI manufakturnya juga meningkat ke 52,4%.
06:32Yang kalau kita tahu selama angkanya di atas 50, berarti ini ada indikasi ekspansi manufaktur.
06:40Dan untuk itu saya bisa mengatakan kita akan berharap terus supaya manufaktur Indonesia,
06:48sektor industri manufaktur Indonesia akan terus sejalan, ekspansinya akan berlangsung,
06:54dan sejalan dengan ekspansi di banyak ekspansi global di seluruh belahan dunia yang lain.
07:01Jadi untuk menunjukkan ekspansi global itu bisa dilihat sebelah kanan.
07:04Di angka PMI manufaktur yang akhir September kemarin, 75% negara mengalami ekspansi,
07:13artinya angkanya ada di atas 50, 25% negara, itu bisa dilihat beberapa negara yang ada di bawah situ,
07:22angka PMI manufakturnya di bawah 50.
07:25Artinya ada semacam indikasi kontraksi, meskipun tiap bulan angka ini berubah-ubah.
07:31Tapi kita cukup comfortable untuk angka Indonesia itu ada di sisi 52,4 atau ekspansi.
07:40Di slide yang berikut mungkin ini angka 52,4-nya,
07:45tapi kalau kita lihat apa saja yang menjadi elemen dari PMI manufaktur yang naik tersebut,
07:52ada paling tidak ada 4 poin di sebelah kanan itu.
07:56Permintaan dalam negeri menguat, artinya ini menjadi indikasi sektor produksi akan memproduksi barang dan jasa lebih banyak.
08:05Makanya indeks PMI-nya naik.
08:09Tenaga kerja bertambah.
08:11Di sisi lain, backlog dari backlog meningkat, sehingga pesanan sekarang akan jadi lebih kuat.
08:20Pembelian dan stok input meningkat.
08:23Pengusaha itu kalau dia beli dan stok input,
08:27itu karena dia memikirkan bahwa produksi akan naik.
08:31Permintaan akan meningkat, saya akan harus produksi lebih banyak.
08:35Dan tekanan harga relatively melandai.
08:38Tekanan harga yang relatively melandai ini ada di sebelah kanan.
08:42Ya, di bawah itu sebelah kanan.
08:43Harga input ada melandai dikit, harga output juga agak melandai.
08:47Tapi imbangan ini di respons oleh pengusaha dengan melakukan pembelian dan stok input yang meningkat.
08:54Dan kita lihat bahwa kalau kita dalam hubungannya dengan dunia internasional,
09:00meraca perdagangan kita menunjukkan surplus.