Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkap pembagian fokus tugas tiga wakil menteri keuangan (wamenkeu) yang mendampinginya, yakni Juda Agung, Luky Alfirman, dan Nurkholisoh Ibnu Aman.

Suahasil menjelaskan pembagian tugas para wakil menkeu didasarkan pada fokus pekerjaan, bukan pemisahan wilayah kerja.

Ia menegaskan seluruh jajaran Kementerian Keuangan tetap perlu saling memperhatikan berbagai isu sesuai kebutuhan.

"Banyak yang tanya saya, bagi tugasnya gimana, Pak? Saya mau sampaikan di sini, kalau kita enggak bagi-bagi. Kita fokus kerja," kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Baca Juga Menkeu Suahasil Buka Suara soal Sekolah Gratis: Tahun Depan, Anggaran Pendidikan Jadi Rp824 Triliun di https://www.kompas.tv/nasional/695213/menkeu-suahasil-buka-suara-soal-sekolah-gratis-tahun-depan-anggaran-pendidikan-jadi-rp824-triliun



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695216/suahasil-ungkap-tugas-tiga-wakil-menkeu-ini-pembagiannya
Transkrip
00:00Dan saya ingin menyampaikan juga disini bahwa hari ini formasi lengkap Menteri dan tiga wamen.
00:10Tiga wamen, wamen Q Pak Yudagung, wamen Q Pak Nur Kolisov, sebelah kanan saya, dan wamen Q Pak Luki Al
00:20-Tirman.
00:20Banyak yang nanya saya bagi tugasnya bagaimana Pak?
00:23Saya mau menyampaikan sini, kalau kita tidak bagi-bagi, kita fokus kerja.
00:28Fokus kerjanya adalah ini, Pak Wamen Yudagung akan lebih banyak fokus pada sektor keuangan, isu internasional, dan pembiayaan.
00:38Pak Wamen Nur Kolis akan fokus pada penerimaan negara.
00:44Pendapatan negara, penerimaan negara, kepabeanan, cukai, pajak, penerimaan negara bukan pajak,
00:51dan kita semua tahu bahwa betapa pentingnya aspek penerimaan negara ini untuk APBN.
00:57Dan wamen Q Pak Luki Al-Tirman akan fokus pada belanja, perbendaraan, transfer ke daerah,
01:06dan juga nanti kami semua berempat, kami akan fokus pada, kami akan cover soal hubungan manajemen organisasi,
01:16SDM, anggaran kementerian keuangan sendiri, dan juga berbagai macam hal lainnya.
01:21Nah karena sifatnya adalah fokus pekerjaan, maka yang namanya fokus pekerjaan itu berarti yang lainnya juga akan diperhatikan,
01:32Pak Wamen Nur Kolis.
01:34Meskipun fokusnya adalah penerimaan, juga akan meng-cover, juga akan melihat soal isu internasional misalkan.
01:43Karena isu internasional itu ada yang isu penerimaan, juga akan melihat isu dukungan manajemen internal.
01:48Pak Luki, dengan fokus di belanja dan perbendaraan, juga harus melihat aspek dari internasional, sektor keuangan, dan seterusnya.
02:04Jadi kami akan bekerja secara bersama-sama, namun memang akan ada beberapa fokus dari para menteri yang sekarang formasinya komplit.
02:15Nah kita lanjutkan, kalau kita lihat bagian berikutnya adalah kondisi perekonomian.
02:22Teman-teman semua, teman-teman media semua, prospek ekonomi global ini masih dibayangi oleh perkembangan geopolitik.
02:30Bukan hanya soal Amerika dengan Iran, tapi di sebelah bawah itu kemarin NATO, Rusia juga muncul cerita-ceritanya.
02:38Ini semua berakibat kepada indikator volatilitas itu yang ada di tengah, itu meningkat indikator volatilitasnya.
02:48Volatilitas dalam konteks pasar obligasi, volatilitas dalam konteks itu dirty tanker index,
02:56yang di bawah itu juga tiba-tiba dia meningkat, yang menunjukkan bahwa volatilitas trade uncertainty itu meningkat.
03:04Nah ini membuat, yang sebelah kanan, lembaga-lembaga internasional menurunkan proyeksi pertumbuhan global lebih rendah.
03:13Pertumbuhan global 2026 ini diproyeksikan lebih rendah daripada pertumbuhan tahun 2025.
03:212026nya turun katanya.
03:23Nah ini tentu akan memiliki implikasi kepada pertumbuhan ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi negara maju maupun negara berkembang.
03:32Bukan hanya kepada pertumbuhan ekonomi efeknya, tapi juga kepada harga-harga komoditas.
03:39Harga komoditas kalau kita lihat brand itu sebelah kiri atas 102, tapi hari-hari ini kita sudah melihat angka 105.
03:46Dan ini semua pasti akan ada implikasi kepada APBN kita.
03:51Implikasi kepada pendapatan, implikasi kepada ganja dan seterusnya.
03:56CPO kita lihat trennya agak mengalami penurunan di 2026 ini selama beberapa bulan.
04:05Nickel juga seperti itu.
04:06Batubara sekitar 149,3 dolar per ton.
04:11Di tingkat itu emas, emas bisa dilihat ya.
04:15Karena ini nanti penting kalau kita bicara inflasi.
04:18Lihat tren emas ini, sejak sekitar bulan, apa itu, Juli, Agustus ya.
04:27Sejak Juli, Agustus, itu mengalami tren agak turun dia.
04:31Bahkan sebenarnya turunnya dari sejak Maret.
04:32Dari sejak Maret itu dia turun, terus meskipun ada periode naik, tapi dia agak turun.
04:37Ini nanti penting karena saya ingin menunjukkan angka inflasi yang ada aspek emasnya.
04:43Tembaga juga seperti itu.
04:46Lalu kemudian, meskipun dengan kondisi global yang seperti tadi, harga komoditasnya fluktuatif,
04:52kita harus bersyukur bahwa Indonesia itu resiliensinya tinggi.
04:57Pertumbuhan kita masih baik, 5,4.
05:00Kita menunggu sekarang nih, kita menunggu BPS sedang melakukan perhitungan atas pertumbuhan Q3.
05:09Jadi kita tunggu aja berapa Q3-nya.
05:12Namun kita tahu bahwa beberapa guncangan global, kalau kita rekap, kita taruh,
05:17tentu resiko-resiko ini harus kita kenali, kita identifikasi, kita recognize,
05:23tapi kemudian kita mitigasi, kita response.
05:26Apa saja resiko guncangan global, harga minyak kembali naik.
05:31Suku bunga sepertinya akan higher for longer.
05:34Saya akan tunjukkan juga gambar suku bunga Amerika nanti di slide yang berikut.
05:39Higher for longer.
05:40Bank sentral utama, The Fed, ECB, BOJ, sudah mulai menetapkan kebijakan moneter yang kemudian meningkatkan suku bunga.
05:49Akibatnya apa?
05:50Yield obligasi meningkat di dunia.
05:53Dan di saat yang bersama penguatan US dollar akan menjadi situasi yang harus kita hadapi.
06:01Namun kondisi ekonomi Indonesia solid, pertumbuhannya baik.
06:04Semester 1, 2026 kita tahu ketumbuh di 5,45%.
06:11Dan di slide yang berikut kita tahu juga bahwa sektor manufaktur kita,
06:17kalau kita lihat manufaktur global menyelanjutkan ekspansi.
06:21Dan di gambar yang tengah, lihat garis yang merah, kita lihat juga di Indonesia,
06:28PMI manufakturnya juga meningkat ke 52,4%.
06:32Yang kalau kita tahu selama angkanya di atas 50, berarti ini ada indikasi ekspansi manufaktur.
06:40Dan untuk itu saya bisa mengatakan kita akan berharap terus supaya manufaktur Indonesia,
06:48sektor industri manufaktur Indonesia akan terus sejalan, ekspansinya akan berlangsung,
06:54dan sejalan dengan ekspansi di banyak ekspansi global di seluruh belahan dunia yang lain.
07:01Jadi untuk menunjukkan ekspansi global itu bisa dilihat sebelah kanan.
07:04Di angka PMI manufaktur yang akhir September kemarin, 75% negara mengalami ekspansi,
07:13artinya angkanya ada di atas 50, 25% negara, itu bisa dilihat beberapa negara yang ada di bawah situ,
07:22angka PMI manufakturnya di bawah 50.
07:25Artinya ada semacam indikasi kontraksi, meskipun tiap bulan angka ini berubah-ubah.
07:31Tapi kita cukup comfortable untuk angka Indonesia itu ada di sisi 52,4 atau ekspansi.
07:40Di slide yang berikut mungkin ini angka 52,4-nya,
07:45tapi kalau kita lihat apa saja yang menjadi elemen dari PMI manufaktur yang naik tersebut,
07:52ada paling tidak ada 4 poin di sebelah kanan itu.
07:56Permintaan dalam negeri menguat, artinya ini menjadi indikasi sektor produksi akan memproduksi barang dan jasa lebih banyak.
08:05Makanya indeks PMI-nya naik.
08:09Tenaga kerja bertambah.
08:11Di sisi lain, backlog dari backlog meningkat, sehingga pesanan sekarang akan jadi lebih kuat.
08:20Pembelian dan stok input meningkat.
08:23Pengusaha itu kalau dia beli dan stok input,
08:27itu karena dia memikirkan bahwa produksi akan naik.
08:31Permintaan akan meningkat, saya akan harus produksi lebih banyak.
08:35Dan tekanan harga relatively melandai.
08:38Tekanan harga yang relatively melandai ini ada di sebelah kanan.
08:42Ya, di bawah itu sebelah kanan.
08:43Harga input ada melandai dikit, harga output juga agak melandai.
08:47Tapi imbangan ini di respons oleh pengusaha dengan melakukan pembelian dan stok input yang meningkat.
08:54Dan kita lihat bahwa kalau kita dalam hubungannya dengan dunia internasional,
09:00meraca perdagangan kita menunjukkan surplus.

Dianjurkan