Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Suahasil Nazara buka suara soal program sekolah gratis.

Menurut Suahasil, anggaran pendidikan tahun depan mencapai Rp 824 triliun, dan akan didesain ulang agar bisa mencakup program tersebut.

Suahasil mengatakan pembagian anggaran pendidikan antara lain mencakup kebutuhan siswa dan mahasiswa, tenaga pendidik, hingga perbaikan fasilitas pendidikan.

"Saya tahu bahwa banyak yang bertanya mengenai pendidikan gratis, ini Pak ceritanya jadi bagaimana. Saya mau mengatakan tahun depan 2027, anggaran pendidikan itu akan menjadi Rp 824 triliun. Ini yang sedang kita desain lagi," ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTA, di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Baca Juga Pujian Menkeu suahasil untuk BGN soal MBG, Realisasi Anggaran Tembus Rp153,2 T di https://www.kompas.tv/nasional/695076/pujian-menkeu-suahasil-untuk-bgn-soal-mbg-realisasi-anggaran-tembus-rp153-2-t



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695213/menkeu-suahasil-buka-suara-soal-sekolah-gratis-tahun-depan-anggaran-pendidikan-jadi-rp824-triliun
Transkrip
00:00Anggaran pendidikan, 574,2 triliun rupiah.
00:06Mungkin saya langsung bawa ke sebelah bawahnya aja.
00:10Anggaran pendidikan itu ada yang diberikan untuk siswa atau mahasiswa, 184 triliun rupiah.
00:19Dikasih lewat apa Pak, 184 triliun?
00:22Lewat PIP, lewat KIP kuliah, lewat MBG yang diterima oleh anak sekolah, yang dikonsumsi di sekolah.
00:32Itu adalah bagian dari anggaran pendidikan.
00:35Ada yang diterima oleh guru, dosen, tenaga pendidik untuk gaji guru, tunjangan profesi guru, tunjangan profesi dosen yang bayar ASN,
00:45yang bayar non-ASN, 177,9 triliun rupiah.
00:50Ada juga anggaran pendidikan yang dipakai untuk memperbaiki infrastruktur sekolahnya, untuk memperbaiki operasional dari sekolahnya.
01:01Maka diberikannya lewat bantuan operasional sekolah, bantuan operasional perguruan tinggi BOPTN, bantuan operasional pendidikan, bantuan operasional paut.
01:11Berbagai macam cara kita gunakan untuk membuat layanan sekolah yang lebih baik, layanan paut, layanan perguruan tinggi.
01:21204,1 triliun rupiah.
01:25Ini adalah keseluruhan dari 574 triliun tersebut.
01:30Dan ketika dia diturunkan, dicairkan, ada yang melalui belanja pemerintah pusat, itu BPP.
01:36Ada yang melalui transfer ke daerah.
01:39Ada yang melalui pembiayaan.
01:41Makanya saya selalu mengatakan bahwa baik APBN maupun APBD itu adalah satu kesatuan.
01:48APBN, belanja pemerintah pusatnya di APBN, belanja pemerintah daerahnya lewat transfer ke daerah.
01:55Dikombinasikan lagi dengan pendapatan asli daerah.
01:58Satu kesatuan untuk melihat anggaran pendidikan.
02:02Saya tahu bahwa banyak yang bertanya mengenai pendidikan gratis, ini Pak ceritanya jadi bagaimana?
02:06Saya mau mengatakan, tahun depan, 2027, anggaran pendidikan itu akan menjadi 824 triliun.
02:17Ini yang sedang kita desain lagi.
02:19Berapa seharusnya untuk siswa-mahasiswa?
02:22Berapa yang harusnya kita alokasikan untuk guru, dosen, dan tenaga pendidik?
02:27Berapa yang untuk perbaikan sekolah, kampus, dan seterusnya?
02:30Nanti kita matchingkan dengan berapa yang lewat pemerintah pusat, berapa yang lewat transfer ke daerah, dan berapa yang untuk dana
02:38abadi pembiayaan.
02:40Ini yang sedang digodok.
02:42Tapi anggarannya ada 824 triliun rupiah.
02:47Ketika kita melakukan re-penataan itu, tujuannya adalah satu, mendapatkan outcome pendidikan yang paling maksimal.
02:56Kita ingin pisa skor kita lebih tinggi dari saat ini.
02:59Kita ingin kualitas dari lulusan kita lebih baik dari saat ini.
03:06Karena itu dikombinasikan dia.
03:09Kalau yang melalui belanja PIP, KIP, termasuk revitalisasi sekolah, itu melalui pemerintah pusat.
03:19Sekolah unggul Garuda melalui pemerintah pusat.
03:22Sekolah rakyat, 19,3 triliun juga adalah belanja pemerintah pusat lewat kementerian sosial.
03:27Jadi ini adalah desain dari bagaimana anggaran pendidikan itu dipakai.
03:32Berikutnya, mungkin secara cepat, anggaran kesehatan saat ini sudah 161,8 triliun.
03:38Ada yang dipakai di sebelah bawah untuk perbaikan sarana-prasarana, untuk perbaikan layanan kesehatan masyarakat, dan untuk dukungan manajemen.
03:47Ada yang melalui pemerintah pusat, ada yang melalui pemerintah daerah.
03:51Kombinasi ini yang selalu kita desain.
03:54Saya ingin mengumumkan di sini juga, bahwa telah dikeluarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 73 tahun 2026,
04:02yang memberikan suntikan tambahan untuk BPJS kesehatan sebesar 20 triliun rupiah.
04:09Cair bulan ini 10 triliun, bulan depan akan kita cairkan lagi 10 triliun rupiah.
04:15Ini untuk membantu supaya BPJS kesehatan, klaim menjaga kesehatan masyarakat itu meningkat.
04:23BPJS kesehatannya defisit.
04:26Lalu kemudian kita lihat bahwa supaya BPJS kesehatan bisa terus melayani masyarakat,
04:33terus membayari fasilitas kesehatan, dia membutuhkan tambahan suntikan.
04:38Jadi tambahan suntikannya itu kita sudah taruh di dalam APBN 20 triliun,
04:44itu yang dikeluarkan dekat PMK 73.
04:47Anda bisa membayangkan bahwa sumber utama penerimaan dari BPJS kesehatan itu adalah nomor satu.
04:55Alokasi penerima bantuan iuran dari APBN, itu kira-kira 47 triliun.
05:01Kemudian BPJS kesehatan mengumpulkan iuran dari masyarakat, itu juga cukup besar.
05:06Masih defisit, maka ditambahin lagi 20 triliun.
05:10Jadi ibaratnya itu dari APBN-nya sekarang adalah 47 triliun untuk PBI plus 20 triliun untuk suntikan.
05:18Jadi kira-kira dari APBN itu sekarang menjadi 67-68 triliun rupiah, kira-kira seperti itu.
05:27Berikutnya secara cepat anggaran pembangunan infrastruktur 196 triliun rupiah telah keluar,
05:34anggaran ketahanan pangan 113,3 triliun rupiah telah keluar.
05:39Dan kalau isinya silakan bisa dilihat supaya lebih cepat.
05:43Berikutnya adalah penyaluran transfer ke daerah.
05:47Sampai dengan September telah ditransfer 599,2 triliun rupiah.
05:53Ini adalah 82,4 persen dari APBN.
05:58APBN-nya kita tahu bahwa alokasi awal adalah 693 triliun rupiah transfer ke daerah,
06:05tapi sejalan dengan berjalannya waktu, ada bencana alam, ada tambahan untuk daerah.
06:10Maka alokasi kita perkirakan kalau nanti sudah ditotalkan semua menjadi sekitar 727 triliun rupiah.
06:19Jadi dari 693 naik ke 727, 82,4 persen ini adalah terhadap 727 tersebut.
06:27Jadi masih akan ada transfer ke daerah lagi dalam bulan Oktober, November, dan Desember.
06:33Dana transfer umum dipakai untuk bayar gaji, untuk peserta JKN, untuk peserta Jam Sostek, dan seterusnya.
06:40Dana transfer khusus dipakai untuk alokasi BOS, alokasi kestaraan, alokasi bantuan operasional PAUD,
06:51tunjangan guru, RSUD, pegawai daerah, dan seterusnya.
06:56Dana desa, dana insentif juga terus dijalankan.
07:01Saya rasa itu yang untuk transfer ke daerah.
07:05Bagian terakhir dari presentasi saya adalah tentang pembiayaan APBN,
07:13pembiayaan utang berikutnya, terjaga on track,
07:17mungkin langsung saja masuk ke penerbitan surat berharga negara,
07:21netonya sudah Rp497,5 triliun.
07:27Dari target APBN Rp799,5 triliun.
07:32Jadi sudah 62,2 persen.
07:34Kita sangat memperhatikan kondisi pasar SBN,
07:39dan juga kondisi ekonomi global di dunia.
07:43Karena menerbitkan SBN ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati,
07:47melihat kondisi pasar, tapi juga harus opportunistik.
07:51Kalau lagi bagus pasarnya, kita terbitkan.
07:55Lagi kurang bagus pasarnya, kita agak lakukan adjustment sedikit.
08:00Nah, untuk melihat pasar itu, saya ingin sampaikan slide yang berikut.
08:05Next slide-nya.
08:07Slide ini adalah pembelajaran yang kita pelajari dari kondisi ekonomi dunia.
08:15Saya ingin membandingkan,
08:17grafik hitam adalah yield dari the Fed.
08:24Obligasi Amerika Serikat tenor 10 tahun.
08:28Yang coklat adalah yield SBN rupiah, juga sama-sama 10 tahun.
08:37Jadi sama-sama 10 tahun kita bandingkan.
08:40Kira-kira mau nanya,
08:41antara kalau kita ingin menarik modal asing ke dalam SBN kita,
08:48kita perlu tambahkan bunga the Fed itu berapa,
08:53yang kita sebut dengan spread.
08:55Bunga the Fed-nya saat ini bunga the Fed itu 5,28 persen.
09:00Kita tambah spread kita, kita naikkan.
09:04SBN kita spread-nya 188 basis point.
09:10Besar atau kecil?
09:13188 basis point itu.
09:15Hari-hari ini 7,17 ya Pak Minto ya.
09:187,17 untuk 10 tahunnya Indonesia.
09:21Artinya 188 basis point di atas Amerika Serikat.
09:26Besar atau kecil?
09:28Kita lihat saja track record kita.
09:30Saya tunjukkan 20 tahun terakhir.
09:33Saya tunjukkan 20 tahun terakhir.
09:3520 tahun terakhir, ini adalah yang paling kecil.
09:40188 ini.
09:42Bahkan dulu-dulu itu kita bisa harus 600 basis point.
09:46Baru laku SBN-nya.
09:49Pernah 400.
09:51Pernah 500.
09:53Sekarang kita bisa perkecil.
09:55Apakah akan berlangsung seperti ini selamanya?
09:58Pasti akan mengikuti gerak pasar.
10:01Tapi yang paling penting adalah
10:035,28-nya Amerika itu
10:07itu tertinggi selama 20 tahun terakhir.
10:11Jadi kondisi ekonomi dunia itu
10:14kondisi suku bunga the Fed itu
10:17lagi tinggi-tingginya hari-hari ini.
10:19Anda lihat yang garis biru itu
10:20kalau ditarik ke sebelah kiri
10:23bahkan dalam 20 tahun terakhir
10:25jarang sekali.
10:27Hampir nggak ketemu yang 5,3%.
10:28Jadi kondisi ekonomi dunia ini
10:30sedang ada gejolak.
10:33Tapi untuk Indonesia
10:35kita bisa stabilkan.
10:37Kita bisa stabilkan.
10:39Kita hanya perlu
10:41katakanlah 200 basis point.
10:44Saat ini hari-hari ini
10:46malah 188 basis point.
10:48Tapi kita nggak boleh
10:49complaisen di sini.
10:50Komplesen kemudian kita anggap
10:52wah akan begini terus ke depan.
10:54Nggak.
10:55Tapi kita harus kerja keras
10:56sehingga yang paling penting
10:58di dalam menahan spread ini
11:00adalah kredibilitas.
11:04Kita dipercaya.
11:05Ini yang menjadi poin utama saya
11:09dalam mengelola APBN.
11:11APBN-nya menumbuhkan.
11:13APBN-nya melindungi masyarakat.
11:15APBN-nya harus bisa dipercaya.
11:18Dan ini adalah modal kita.
11:21Nah kita bandingkan
11:21188 basis point Indonesia saat ini
11:25kita bandingkan
11:26hari ini juga dengan
11:27negara-negara peer group kita.
11:29India Anda bisa lihat
11:30Filipin 240-an
11:32Afrika 370-an
11:34bahkan seperti Brazil
11:35harus bayar
11:38765 basis point
11:39di atas Amerika
11:41untuk bisa menarik
11:42modal masuk ke
11:43Brazil tersebut.
11:45Ini yang harus kita
11:46jaga terus.
11:47Dan untuk menjaga ini
11:48kita menjaga likuiditas di pasar.
11:50Bekerja sama dengan
11:51Bank Indonesia.
11:52Jadi sekarang teman-teman
11:53harusnya langsung nanggap
11:54kenapa saya pasang
11:56kenapa saya kunjungi
11:57Bank Indonesia.
11:58Kenapa kita menunjukkan
12:00kami koordinasi
12:01kami berkomunikasi.
12:03Likuiditas di pasar
12:05That.
12:05itu

Dianjurkan