00:00Anggaran pendidikan, 574,2 triliun rupiah.
00:06Mungkin saya langsung bawa ke sebelah bawahnya aja.
00:10Anggaran pendidikan itu ada yang diberikan untuk siswa atau mahasiswa, 184 triliun rupiah.
00:19Dikasih lewat apa Pak, 184 triliun?
00:22Lewat PIP, lewat KIP kuliah, lewat MBG yang diterima oleh anak sekolah, yang dikonsumsi di sekolah.
00:32Itu adalah bagian dari anggaran pendidikan.
00:35Ada yang diterima oleh guru, dosen, tenaga pendidik untuk gaji guru, tunjangan profesi guru, tunjangan profesi dosen yang bayar ASN,
00:45yang bayar non-ASN, 177,9 triliun rupiah.
00:50Ada juga anggaran pendidikan yang dipakai untuk memperbaiki infrastruktur sekolahnya, untuk memperbaiki operasional dari sekolahnya.
01:01Maka diberikannya lewat bantuan operasional sekolah, bantuan operasional perguruan tinggi BOPTN, bantuan operasional pendidikan, bantuan operasional paut.
01:11Berbagai macam cara kita gunakan untuk membuat layanan sekolah yang lebih baik, layanan paut, layanan perguruan tinggi.
01:21204,1 triliun rupiah.
01:25Ini adalah keseluruhan dari 574 triliun tersebut.
01:30Dan ketika dia diturunkan, dicairkan, ada yang melalui belanja pemerintah pusat, itu BPP.
01:36Ada yang melalui transfer ke daerah.
01:39Ada yang melalui pembiayaan.
01:41Makanya saya selalu mengatakan bahwa baik APBN maupun APBD itu adalah satu kesatuan.
01:48APBN, belanja pemerintah pusatnya di APBN, belanja pemerintah daerahnya lewat transfer ke daerah.
01:55Dikombinasikan lagi dengan pendapatan asli daerah.
01:58Satu kesatuan untuk melihat anggaran pendidikan.
02:02Saya tahu bahwa banyak yang bertanya mengenai pendidikan gratis, ini Pak ceritanya jadi bagaimana?
02:06Saya mau mengatakan, tahun depan, 2027, anggaran pendidikan itu akan menjadi 824 triliun.
02:17Ini yang sedang kita desain lagi.
02:19Berapa seharusnya untuk siswa-mahasiswa?
02:22Berapa yang harusnya kita alokasikan untuk guru, dosen, dan tenaga pendidik?
02:27Berapa yang untuk perbaikan sekolah, kampus, dan seterusnya?
02:30Nanti kita matchingkan dengan berapa yang lewat pemerintah pusat, berapa yang lewat transfer ke daerah, dan berapa yang untuk dana
02:38abadi pembiayaan.
02:40Ini yang sedang digodok.
02:42Tapi anggarannya ada 824 triliun rupiah.
02:47Ketika kita melakukan re-penataan itu, tujuannya adalah satu, mendapatkan outcome pendidikan yang paling maksimal.
02:56Kita ingin pisa skor kita lebih tinggi dari saat ini.
02:59Kita ingin kualitas dari lulusan kita lebih baik dari saat ini.
03:06Karena itu dikombinasikan dia.
03:09Kalau yang melalui belanja PIP, KIP, termasuk revitalisasi sekolah, itu melalui pemerintah pusat.
03:19Sekolah unggul Garuda melalui pemerintah pusat.
03:22Sekolah rakyat, 19,3 triliun juga adalah belanja pemerintah pusat lewat kementerian sosial.
03:27Jadi ini adalah desain dari bagaimana anggaran pendidikan itu dipakai.
03:32Berikutnya, mungkin secara cepat, anggaran kesehatan saat ini sudah 161,8 triliun.
03:38Ada yang dipakai di sebelah bawah untuk perbaikan sarana-prasarana, untuk perbaikan layanan kesehatan masyarakat, dan untuk dukungan manajemen.
03:47Ada yang melalui pemerintah pusat, ada yang melalui pemerintah daerah.
03:51Kombinasi ini yang selalu kita desain.
03:54Saya ingin mengumumkan di sini juga, bahwa telah dikeluarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 73 tahun 2026,
04:02yang memberikan suntikan tambahan untuk BPJS kesehatan sebesar 20 triliun rupiah.
04:09Cair bulan ini 10 triliun, bulan depan akan kita cairkan lagi 10 triliun rupiah.
04:15Ini untuk membantu supaya BPJS kesehatan, klaim menjaga kesehatan masyarakat itu meningkat.
04:23BPJS kesehatannya defisit.
04:26Lalu kemudian kita lihat bahwa supaya BPJS kesehatan bisa terus melayani masyarakat,
04:33terus membayari fasilitas kesehatan, dia membutuhkan tambahan suntikan.
04:38Jadi tambahan suntikannya itu kita sudah taruh di dalam APBN 20 triliun,
04:44itu yang dikeluarkan dekat PMK 73.
04:47Anda bisa membayangkan bahwa sumber utama penerimaan dari BPJS kesehatan itu adalah nomor satu.
04:55Alokasi penerima bantuan iuran dari APBN, itu kira-kira 47 triliun.
05:01Kemudian BPJS kesehatan mengumpulkan iuran dari masyarakat, itu juga cukup besar.
05:06Masih defisit, maka ditambahin lagi 20 triliun.
05:10Jadi ibaratnya itu dari APBN-nya sekarang adalah 47 triliun untuk PBI plus 20 triliun untuk suntikan.
05:18Jadi kira-kira dari APBN itu sekarang menjadi 67-68 triliun rupiah, kira-kira seperti itu.
05:27Berikutnya secara cepat anggaran pembangunan infrastruktur 196 triliun rupiah telah keluar,
05:34anggaran ketahanan pangan 113,3 triliun rupiah telah keluar.
05:39Dan kalau isinya silakan bisa dilihat supaya lebih cepat.
05:43Berikutnya adalah penyaluran transfer ke daerah.
05:47Sampai dengan September telah ditransfer 599,2 triliun rupiah.
05:53Ini adalah 82,4 persen dari APBN.
05:58APBN-nya kita tahu bahwa alokasi awal adalah 693 triliun rupiah transfer ke daerah,
06:05tapi sejalan dengan berjalannya waktu, ada bencana alam, ada tambahan untuk daerah.
06:10Maka alokasi kita perkirakan kalau nanti sudah ditotalkan semua menjadi sekitar 727 triliun rupiah.
06:19Jadi dari 693 naik ke 727, 82,4 persen ini adalah terhadap 727 tersebut.
06:27Jadi masih akan ada transfer ke daerah lagi dalam bulan Oktober, November, dan Desember.
06:33Dana transfer umum dipakai untuk bayar gaji, untuk peserta JKN, untuk peserta Jam Sostek, dan seterusnya.
06:40Dana transfer khusus dipakai untuk alokasi BOS, alokasi kestaraan, alokasi bantuan operasional PAUD,
06:51tunjangan guru, RSUD, pegawai daerah, dan seterusnya.
06:56Dana desa, dana insentif juga terus dijalankan.
07:01Saya rasa itu yang untuk transfer ke daerah.
07:05Bagian terakhir dari presentasi saya adalah tentang pembiayaan APBN,
07:13pembiayaan utang berikutnya, terjaga on track,
07:17mungkin langsung saja masuk ke penerbitan surat berharga negara,
07:21netonya sudah Rp497,5 triliun.
07:27Dari target APBN Rp799,5 triliun.
07:32Jadi sudah 62,2 persen.
07:34Kita sangat memperhatikan kondisi pasar SBN,
07:39dan juga kondisi ekonomi global di dunia.
07:43Karena menerbitkan SBN ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati,
07:47melihat kondisi pasar, tapi juga harus opportunistik.
07:51Kalau lagi bagus pasarnya, kita terbitkan.
07:55Lagi kurang bagus pasarnya, kita agak lakukan adjustment sedikit.
08:00Nah, untuk melihat pasar itu, saya ingin sampaikan slide yang berikut.
08:05Next slide-nya.
08:07Slide ini adalah pembelajaran yang kita pelajari dari kondisi ekonomi dunia.
08:15Saya ingin membandingkan,
08:17grafik hitam adalah yield dari the Fed.
08:24Obligasi Amerika Serikat tenor 10 tahun.
08:28Yang coklat adalah yield SBN rupiah, juga sama-sama 10 tahun.
08:37Jadi sama-sama 10 tahun kita bandingkan.
08:40Kira-kira mau nanya,
08:41antara kalau kita ingin menarik modal asing ke dalam SBN kita,
08:48kita perlu tambahkan bunga the Fed itu berapa,
08:53yang kita sebut dengan spread.
08:55Bunga the Fed-nya saat ini bunga the Fed itu 5,28 persen.
09:00Kita tambah spread kita, kita naikkan.
09:04SBN kita spread-nya 188 basis point.
09:10Besar atau kecil?
09:13188 basis point itu.
09:15Hari-hari ini 7,17 ya Pak Minto ya.
09:187,17 untuk 10 tahunnya Indonesia.
09:21Artinya 188 basis point di atas Amerika Serikat.
09:26Besar atau kecil?
09:28Kita lihat saja track record kita.
09:30Saya tunjukkan 20 tahun terakhir.
09:33Saya tunjukkan 20 tahun terakhir.
09:3520 tahun terakhir, ini adalah yang paling kecil.
09:40188 ini.
09:42Bahkan dulu-dulu itu kita bisa harus 600 basis point.
09:46Baru laku SBN-nya.
09:49Pernah 400.
09:51Pernah 500.
09:53Sekarang kita bisa perkecil.
09:55Apakah akan berlangsung seperti ini selamanya?
09:58Pasti akan mengikuti gerak pasar.
10:01Tapi yang paling penting adalah
10:035,28-nya Amerika itu
10:07itu tertinggi selama 20 tahun terakhir.
10:11Jadi kondisi ekonomi dunia itu
10:14kondisi suku bunga the Fed itu
10:17lagi tinggi-tingginya hari-hari ini.
10:19Anda lihat yang garis biru itu
10:20kalau ditarik ke sebelah kiri
10:23bahkan dalam 20 tahun terakhir
10:25jarang sekali.
10:27Hampir nggak ketemu yang 5,3%.
10:28Jadi kondisi ekonomi dunia ini
10:30sedang ada gejolak.
10:33Tapi untuk Indonesia
10:35kita bisa stabilkan.
10:37Kita bisa stabilkan.
10:39Kita hanya perlu
10:41katakanlah 200 basis point.
10:44Saat ini hari-hari ini
10:46malah 188 basis point.
10:48Tapi kita nggak boleh
10:49complaisen di sini.
10:50Komplesen kemudian kita anggap
10:52wah akan begini terus ke depan.
10:54Nggak.
10:55Tapi kita harus kerja keras
10:56sehingga yang paling penting
10:58di dalam menahan spread ini
11:00adalah kredibilitas.
11:04Kita dipercaya.
11:05Ini yang menjadi poin utama saya
11:09dalam mengelola APBN.
11:11APBN-nya menumbuhkan.
11:13APBN-nya melindungi masyarakat.
11:15APBN-nya harus bisa dipercaya.
11:18Dan ini adalah modal kita.
11:21Nah kita bandingkan
11:21188 basis point Indonesia saat ini
11:25kita bandingkan
11:26hari ini juga dengan
11:27negara-negara peer group kita.
11:29India Anda bisa lihat
11:30Filipin 240-an
11:32Afrika 370-an
11:34bahkan seperti Brazil
11:35harus bayar
11:38765 basis point
11:39di atas Amerika
11:41untuk bisa menarik
11:42modal masuk ke
11:43Brazil tersebut.
11:45Ini yang harus kita
11:46jaga terus.
11:47Dan untuk menjaga ini
11:48kita menjaga likuiditas di pasar.
11:50Bekerja sama dengan
11:51Bank Indonesia.
11:52Jadi sekarang teman-teman
11:53harusnya langsung nanggap
11:54kenapa saya pasang
11:56kenapa saya kunjungi
11:57Bank Indonesia.
11:58Kenapa kita menunjukkan
12:00kami koordinasi
12:01kami berkomunikasi.
12:03Likuiditas di pasar
12:05That.
12:05itu