Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Politisi Partai Golkar Ridwan Hisjam menilai tidak ada alasan bagi DPR untuk menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan yang mempersoalkan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ridwan menegaskan, proses pencalonan Prabowo Subianto dan Gibran telah selesai setelah ditetapkan sebagai pasangan pemenang Pilpres 2024 dan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden.

"Tidak perlu jemput bola. Kita butuh kepastian hukum. Karena yang namanya pasangan Prabowo-Gibran itu sudah selesai," ujar Ridwan di Kompas Petang, Sabtu (10/10/2026). (timecode 7:04)

Sementara itu, pakar hukum tata negara Bivitri Susanti berpandangan DPR dapat merespons dan memeriksa lebih lanjut persoalan sesuai mekanisme konstitusi.

"Tentu saja MK itu kan Mahkamah Konstitusi ya. Jadi bukan seseorang yang bisa memerintahkan siapa harus melakukan apa. Tapi kan ukuran kita adalah apakah DPR responsif atau tidak," kata Bivitri. (timecode 9:20)

Di sisi lain, Sekjen Projo Freddy Damanik menilai partai-partai pendukung dan pengusung Prabowo-Gibran masih solid.

"Namanya partai pengusung ini sangat solid, saya juga melihat memang tidak ada dasar ya. Tidak ada dasar. Jadi kan mereka ini hanya mengambil sepotong-sepotong," ujar Freddy. (timecode 13:45)

Freddy menambahkan, pernyataan sejumlah anggota DPR yang mendorong tindak lanjut putusan MK tidak serta-merta mencerminkan sikap resmi fraksi maupun partai politik.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695288/full-polemik-putusan-mk-soal-ijazah-gibran-dpr-diminta-tentukan-sikap-kompas-petang
Transkrip
00:04Intro
00:07Saudara wacara pembentukan Pansus untuk mendalami putusan Mahkamah Konstitusi
00:11terkait syarat pendidikan Gibran Rakebubing dalam pecalonan Wakil Presiden pada Pilpres 2024
00:16kini mulai bergulir di DPR.
00:19Usulan ini sebelumnya disampaikan anggota Komisi 2 DPR dari fraksi PKB, Eka Widodo.
00:24Politisi PKB yang juga anggota Komisi 2 DPR, Muhammad Kozin, menilai
00:29pertimbangan Mahkamah Konstitusi dalam putusannya perlu menjadi perhatian lembaga negara
00:34yang punya kewenangan konstitusional.
00:38Meski begitu, PKB belum menetapkan sikap resmi terkait wacara pembentukan Pansus Ijazah Gibran.
00:45Menurut Kozin, partainya masih mengkaji dan menghitung berbagai aspek dari putusan MK
00:50sebelum menentukan langkah lanjutan.
00:59Belum, sampai sejauh ini PKB belum bersikap secara resmi
01:04karena kita masih mengkaji dan mengkalkulasi salinan putusan secara lengkap.
01:09Ini kan baru 3 hari yang lalu.
01:11Bahkan secara resmi pun baik kelembagaan partai, Komisi 2, dan DPR RI.
01:17Kemarin sudah ada pernyataan dari Wakil Ketua DPR, Pak Sukmi Dasko Ahmad.
01:22Kita sedang menunggu salinan resminya, putusannya untuk dilakukan kajian dan kalkulasi.
01:28Ya, pada saatnya nanti akan diinformasikan.
01:36Yang disi adalah bagaimana posisi Presiden melihat wapresnya.
01:42Dan kita belum mendengar 1,1 titik dari Presiden Prabowo
01:47atas putusan nakamah konstitusi yang sangat strategis terkait dengan nasib bangsa Indonesia.
01:58Denny Indrayana CS menanti respons Presiden Prabowo
02:02hingga parpol koalisi pengusung Gibran
02:04untuk menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi
02:07soal tidak ditemukannya ijazah setara SMA Gibran.
02:12Denny mengaku ragu proses pemakzulan Gibran dapat berjalan
02:16sebab hingga saat ini belum ada sikap serius dari pimpinan DPR,
02:20partai politik hingga Presiden Prabowo sebagai pemimpin koalisi.
02:26Semuanya wait and see.
02:29Siapa yang di-wait and siapa yang di-see?
02:32Siapa yang ditunggu dan siapa yang dilihat pergerakannya?
02:36Ia jelas pimpinan koalisi.
02:38Bagaimana posisi Ketua Umum Partai Gerinda?
02:42Yang di-see adalah bagaimana posisi Presiden melihat wapresnya?
02:47Dan kita belum mendengar 1,1 titik dari Presiden Prabowo
02:53atas putusan Mahkamah Konstitusi
02:56yang sangat strategis terkait dengan nasib bangsa Indonesia.
03:02Merespons desakan kubu Denny soal pemakzulan Gibran
03:05waktu Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia bilang
03:08putusan MK harus dikaji lebih dalam oleh fraksi-fraksi di DPR.
03:12Doli juga menolak
03:14jika putusan MK soal ijazah Gibran
03:16seakan melempar bola panas ke DPR.
03:20Ketika kita sudah mendapatkan putusan
03:23Mahkamah Konstitusi ya dalam konteks hukum
03:26dan kemudian dalam proses politik ya
03:28tentu kita harus mengkajinya terlebih dahulu.
03:31Ya kalau selama ini kan yang dilontarkan kan bahwa
03:34ini seolah-olah bola panas dilempar ke DPR gitu.
03:39Nah sekarang bola yang mana panasnya yang seperti apa
03:42nah itu kan kita harus baca dulu ya
03:44secara cermat ya putusan Mahkamah Konstitusi itu.
03:48Menyikapi diamnya koalisi di DPR?
03:51Menurut pengamat, hal itu karena Parpol
03:53masih menunggu sikap dari Presiden Prabowo.
03:56Selain itu, skandal ijazah Gibran
03:58bisa dijadikan senjata politik Parpol
04:01untuk menjegal Gibran di Pilpres 2029.
04:07Karena memperhitungkan apa sih ke Pak Prabowo dulu ya
04:10kalau Pak Prabowo misalnya belum kasih sen
04:12untuk melakukan tindakan politik lebih lanjut
04:15ya saya kira mereka tidak ingin mendahulunya gitu ya.
04:17Yang kedua tentu saja
04:19itu kan sama juga seperti
04:21membongkar apa yang mereka lakukan.
04:23Kenapa mereka gak hati-hati
04:24disidak dari dahulu
04:25untuk mempertanyakan soal
04:27kelengkapan administrasi dari calon yang mereka dukung.
04:31Bagi mereka ya cukuplah peristiwa ini
04:33jadikan semacam apa istilahnya
04:36tarik-menarik politik
04:37yang bisa mereka
04:39yang untuk memastikan bahwa 2029
04:41Sudara Gibran
04:42terkesemulitan
04:43untuk kembali dicalonkan
04:45sebagai calon presiden atau calon wakil presiden.
04:48Belum adanya respons dari Presiden Prabowo
04:51atas putusan MK
04:52hingga diamnya koalisi pengusung Gibran
04:55membuat DENICS
04:56mendorong perlunya dukungan masyarakat
04:59agar ada pergerakan yang signifikan di parlemen.
05:03Tanpa itu
05:04persoalan ijasa Gibran di DPR
05:06akan menghadapi jalan terjal.
05:10Ting Liputan
05:11Kompas TV
05:17Kubu Deni Indrayana yakin
05:19tanpa ada komando dari pimpinan koalisi
05:21parlemen tidak akan bergerak
05:23untuk membentuk pansus soal ijasa Gibran.
05:26Benarkah DPR perlu restu
05:28dari orang nomor satu?
05:29Kita bahas bersama politisi Golkar
05:31Rituan Hisham
05:32Bang Rituan, selamat sore.
05:34Selamat sore.
05:35Ada juga Pakar Rukum Tata Negara
05:37Bivitri Susanti
05:38Mbak Bivit, selamat sore.
05:40Selamat sore.
05:41Ada juga Sekjen Projo
05:43Fredy Namanik
05:43Bang Fredy, selamat sore.
05:45Selamat sore Mbak.
05:46Saya mau ke Golkar dulu.
05:48Bang Rituan
05:49Jadi apa sih sebenarnya kendala DPR
05:50menindak lanjuti putusan MK?
05:52Sampai sekarang nih
05:53pimpinan DPR masih diam.
05:55Ketua Umum Parpol juga
05:56bahkan Presiden Prabowo pun
05:57belum berkomentar.
05:59Jadi gini ya,
06:00saya akan melihat
06:02dari sisi politik ya,
06:04karena saya ini ya politisi
06:05kalau hukum saya tidak mengerti.
06:07Dan sebagai pengalaman
06:09yang pernah terjadi
06:11proses impeachment di DPR,
06:13di NPR waktu itu,
06:15pada saat budur,
06:16waktu 99-2004,
06:18kebetulan saya sudah di DPR.
06:20Nah jadi,
06:21proses ini
06:23tidak ada hubungannya
06:25dengan DPR itu.
06:26tidak ada kaitannya
06:28sama sekali.
06:29Jadi kalau DPR masih diam,
06:31ya memang benar.
06:32Apa hubungannya?
06:33DPR mau
06:33cawe-cawe masalah
06:35keputusan MK?
06:36Tidak ada.
06:38Karena apa?
06:39Negara kita ini
06:39negara hukum.
06:40Bang, tapi kan di MK sendiri
06:41juga semarin
06:42sudah menyatakan
06:43tidak ditemukan
06:44bukti jasa
06:45dan kemudian
06:46menyerahkannya
06:47kepada lembaga.
06:49Iya.
06:51Lembaga?
06:52Apa dia sebut MPR?
06:55Dia tidak sebut.
06:56Dia tidak sebut.
06:58Jadi tidak ada
06:59kaitannya ini
07:00dengan masalah politik.
07:00Tapi kan kalau mau
07:01jemput bola
07:01bukannya bisa dilakukan
07:02oleh DPR, Bang?
07:03Tidak perlu jemput bola.
07:05Kita butuh
07:06kepastian hukum.
07:07Karena yang namanya
07:08pasangan Prabowo-Jibran
07:10itu sudah selesai.
07:12Begitu diputuskan
07:13oleh KPU
07:14dan dikasih waktu
07:15untuk melakukan
07:17gugakan,
07:18itu kan selesai.
07:19Begitu selesai,
07:20ikutlah pertandingan.
07:22Diputuskan.
07:22Tidak ada masalah.
07:24Akhirnya diputuskan
07:25secara politik
07:26di MPR.
07:26Disahkan.
07:28Ada kepastian hukum
07:29lima tahun.
07:30Apabila terjadi
07:32ya sesuatu
07:33di dalam perjalanan
07:35mulai dari
07:3520 Oktober 2024
07:37sampai sekarang
07:38atau ke depan
07:39ada pakah pidana
07:40dan lain-lain
07:41maka itulah
07:42yang akan terjadi.
07:44Jadi artinya
07:45sudah selesai
07:45dan tidak perlu
07:46dilanjutkan ya, Bang.
07:47Gitu katanya.
07:48Tidak perlu.
07:49Tidak ada kaitannya.
07:50Tidak perlu,
07:51tidak ada kaitan
07:51dan tidak perlu
07:53dilanjutkan.
07:54Mbak Bivit.
07:56Ya, saya kira
07:57referensi kepada
07:59cerita
08:00zaman busdur itu
08:01sangat berbeda.
08:02Karena zaman busdur
08:04sebelum
08:04amandemen
08:05konstitusi
08:0599-2002
08:07memang waktu itu
08:08prosesnya
08:09sangat-sangat
08:09politis di MPR.
08:11Yang sekarang
08:12kita mesti lihat
08:13pasal 7B
08:14Undang-Undang Dasar
08:151945
08:15yang mengatakan
08:16prosesnya memang
08:17dimulainya dari
08:18DPR
08:19kemudian nanti
08:20ke MK
08:21kemudian nanti
08:21ke MPR
08:22kira-kira begitu.
08:23Nah, waktu
08:24ada diskusi
08:25di mahkamah
08:26konstitusi
08:27kalau kita
08:28ikuti sidangnya
08:29sebenarnya
08:29perdebatannya
08:30persis di situ.
08:31Apakah ini
08:32mengikuti
08:32pasal 7B
08:33atau
08:34diskualifikasi?
08:35Nah, sebenarnya
08:36jadi MK itu
08:37dalam pertimbangannya
08:38mengatakan bahwa
08:39ini mengikuti
08:39pasal 7B saja.
08:41Makanya
08:41mereka mengatakan
08:42bukan ditolak
08:43tapi tidak dapat
08:44diterima.
08:45makanya mereka bilang
08:46oke, memang
08:47kami tidak menemukan
08:48ijazah
08:49tapi
08:50tempatnya
08:51bukan di
08:52MK
08:53karena masalah
08:54legal standing
08:54silahkan
08:55ditindaklanjuti oleh
08:56lembaga lainnya.
08:57Jadi ada konteks
08:58seperti itu
08:58yang harus dibaca juga
08:59Mbak.
09:00Berarti artinya
09:01ketika tadi Bang Rituan bilang
09:02kan tidak dijelaskan oleh
09:03MK lembaga apa
09:04yang bisa melanjutkan
09:05apakah itu berarti
09:06artinya tidak
09:07memang tidak bisa
09:08dilanjutkan?
09:09Atau bingung nih
09:10mau lanjutinnya kemana?
09:13Kalau
09:13sebentar
09:14kalau mau dilanjutkan atau tidak
09:15makanya
09:16pernah saya katakan juga
09:18dalam berbagai kesempatan
09:19saya sebut sebagai bola panas
09:20tentu saja
09:21MK itu kan
09:22mahkamah konstitusi ya
09:23jadi bukan
09:24seseorang yang bisa
09:25memerintahkan
09:26siapa harus melakukan apa
09:28tapi kan ukuran kita adalah
09:30apakah DPR
09:31responsif
09:32atau tidak
09:32ketika melihat
09:33kalau dikatakan
09:34kepastian hukum
09:35sebenarnya kan MK
09:36sudah memberikan
09:37kepastian hukum
09:37dia sebenarnya
09:39menyatakan
09:40tidak dapat diterima
09:41jadi sudah selesai
09:41kasusnya
09:42saya kira
09:43saya sudah tidak mau
09:43memperdebatkan lagi
09:44putusan MK
09:45seperti apa
09:45karena sudah clear
09:46memang tidak dapat diterima
09:47makanya
09:48dia memberikan pesan
09:49dalam pertimbangan
09:50hukumnya
09:51karena dalam
09:52membaca putusan itu
09:54tidak hanya
09:55amar putusan
09:56tapi pertimbangan hukum itu
09:58harus dibaca juga
09:59dan dia mengatakan
10:00kami tidak
10:00memeriksanya
10:01kenapa
10:02karena
10:03Gibran sudah
10:04tidak menjadi cap
10:05tapi sekarang
10:06menjadi wapres
10:07sehingga masuk ke
10:08rezim pasal 7B
10:09undang-undang dasar
10:10nah tinggal sekarang
10:12apakah DPR cukup
10:13responsif
10:14untuk memperiksa
10:15lebih lanjut
10:15karena sebenarnya
10:16MK jelas menyatakan
10:17memang tidak ada
10:19jasanya
10:19oke berarti artinya bisa ya
10:21kalau misalnya DPRnya
10:22mau responsif
10:23nah kalau begitu
10:23pertanyaan berikutnya
10:24Bang Rituan
10:25salah satu partai politik
10:26yang saat ini
10:27bersuara lantang
10:28adalah PDI Perjuangan
10:29yang menjadi partai penyeimbang
10:30gitu
10:31nah bahkan dari
10:32Bang Komarudin Watubun
10:33juga menyatakan
10:34bahwa
10:35lembaga yang disebut
10:37dalam amar putusan
10:38MK itu adalah
10:39DPR
10:40jadi seharusnya
10:41sudah jelas Bang DPR
10:42bisa ambil alih
10:43jadi begini
10:45kan DPR itu
10:46lembaga politik
10:48bahwa PDI Perjuangan
10:49Bang
10:50Abang saya ini
10:52Dutau Bun
10:53menyatakan itu
10:54itu sah-sah saja
10:55boleh
10:56tidak ada masalah
10:56itu kan politik
10:57apalagi situasi
10:59seperti ini
11:00praksi PDIP
11:01harus dong
11:02berbicara seperti itu
11:03kalau dia tidak
11:04berbicara seperti itu
11:05bukan namanya
11:06partai penyeimbang
11:07itu
11:08jadi saya tidak
11:09menyalahkan
11:10atau tidak
11:11tidak
11:11ada
11:12tidak
11:13wah kenapa
11:14PDIP begini
11:14itu memang harus dilakukan
11:16kalau PDIP berani
11:18kenapa di
11:19di partai-partai
11:20yang juga harusnya
11:20bertanggung jawab nih
11:21waktu mencalonkan
11:22Pak Prabowo juga
11:23Mas Gibran
11:24kenapa tidak bersuara juga Bang
11:25atau kalau bersuara
11:26ya masih tengah-tengah
11:27tidak bersuara
11:29tidak
11:29kita tidak bersuara
11:30karena sudah selesai
11:32dapat selesainya
11:33pada saat KPU
11:34menetapkan
11:35dan pada saat itu
11:37sudah diputuskan
11:37bahwa ini sah
11:38baru masuk pertandingan
11:40kan
11:40tentang
11:41ya sudah selesai
11:43jangan ngotak-ngatik
11:44sesuatu yang sudah selesai
11:46lah ini kan
11:47mau ngotak-ngatik
11:48sesuatu yang sudah selesai
11:49tidak mungkin
11:50jadi partai pengusung itu
11:52akan mengotak-ngatik
11:53bahwa fraksi PDIP
11:54ngotak-ngatik
11:55ya boleh-boleh
11:56sah-sah saja
11:58memang namanya politik
11:59maupun juga
12:00kalau PKB
12:01mau ngetak-ngatik
12:02Nasdem
12:03mau ngetak-ngatik
12:03itu sah-sah saja
12:04tapi partai pengusung
12:06Prabowo-Jibran
12:07itu sudah clear
12:08kita waktu itu
12:10silahkan
12:11kalau ada yang mengugat
12:11berarti artinya
12:12diam itu adalah sikap ya Bang
12:14tidak ada yang digugat
12:15kepastian hukumnya
12:16Prabowo-Jibran
12:18itu 5 tahun
12:19sampai 2029
12:19oke
12:20tetapi apabila
12:21salah satu
12:22apakah presiden
12:23atau wakil
12:24melakukan
12:25pidana
12:26atau sdl
12:27nah maka itulah
12:28baru masuk ke proses
12:29politik lagi
12:30yang namanya
12:30impeachment
12:31prosesnya memang
12:32benar tadi
12:33undang-undangnya
12:34sudah berubah
12:35tapi karena ada
12:36proses panjang
12:36disitu
12:37jadi tidak segampang
12:38seperti pada
12:39zaman Gusdur
12:40kebetulan saya kan
12:41masuk di anggota
12:42Pansus 12
12:42waktu 50 orang
12:44dan tahu persis
12:45bagaimana
12:46proses impeachment
12:47dan Gusdur
12:48tidak didatakan
12:49kalau gitu
12:51berarti artinya
12:51diam adalah
12:52itu sikap yang diambil
12:53dari parpol koalisi
12:54kalau gitu
12:55Bang Freddy
12:55pertanyaan selanjutnya
12:56apakah Anda puas nih
12:57kalau diam adalah
12:58bentuk dari sikap
12:59parpol koalisi
13:01usai putusan
13:02MK
13:04ya
13:05bukan masalah
13:06puas tidak puas
13:07ya
13:08secara resmi
13:10ya
13:10beberapa
13:11partai pendukung
13:13ataupun pengusung
13:14ya sudah
13:15menyatakan sikap
13:17ya bahwa
13:18yang pribadi-pribadi
13:20anggota DPR itu
13:21yang menyatakan
13:22sikapnya
13:23itu adalah
13:24pribadi
13:24bukan sikap fraksi
13:25persis yang dikatakan
13:27oleh Bang Ridwan
13:28tadi ya
13:29jadi memang
13:30partai pengusung
13:33sampai saat ini
13:33masih sangat solid
13:34ini kan
13:35upaya yang
13:36kesekian kali ya
13:38sebelumnya juga
13:38sudah pernah
13:39dilakukan
13:40upaya-upaya
13:41seperti ini
13:42saya rasa
13:43disamping
13:44karena
13:44apa namanya
13:46partai pengusung
13:47ini sangat solid
13:48saya juga melihat
13:50memang tidak ada
13:50dasar
13:51ya
13:52tidak ada dasar
13:53jadikan mereka ini
13:54hanya mengambil
13:55sepotong-sepotong
13:56yang
13:56mereka suka-suka
13:59jadi artinya
14:00menurut Anda
14:01kasusnya sudah selesai
14:01Bang
14:02ya ya
14:03pertimbangannya
14:04mereka
14:05untuk mereka
14:06mereka ambil
14:08ya
14:08amat
14:09mereka suka
14:11enggak
14:11mereka ambil
14:12padahal
14:13menurut saya
14:14keluarnya
14:15perkembangan itu sendiri
14:17itu menurut saya
14:18juga sudah manipulasi
14:19konstitusi
14:20bagaimana mungkin
14:21ya sejak awal
14:23sejak awal itu
14:24hukum acara
14:25sudah tidak
14:26memperbolehkan
14:27kemudian
14:27MK
14:29sepertahankan
14:30atau mengeluarkan
14:32ya
14:33peraturan MK
14:34supaya itu
14:35diperiksa
14:38oke
14:39kalau gitu
14:40pertanyaan selanjutnya
14:41nanti saya akan
14:41tanyakan ke Bapak dan juga Ibu
14:42kan DPR ini
14:43kalau
14:44apa konsekuensinya
14:45sebenarnya
14:45jika DPR ini
14:46tidak mau melanjuti
14:47putusan MK
14:48karena
14:48rius sekali juga
14:49sudah dipertanyakan
14:51oleh masyarakat
14:51akan ketegasan
14:52dari DPR
14:53usai putusan MK
14:55mengenai Ijazah Gibran
14:56nanti
14:56tetap bersama kami
14:57saudara di Kopas Petang
14:58kita akan segera kembali
15:09menyambung pertanyaan saya sebelumnya
15:11Mbak Bivit
15:11kira-kira apa dampak
15:12ketatan
15:13tata pemerintahan kita
15:14kalau putusan MK
15:15ini tidak
15:16dilanjuti oleh
15:17istana
15:17tidak ditindak
15:19lanjuti juga
15:19oleh DPR
15:21ya
15:21jadi ketatan
15:22negara itu
15:22memang
15:23tidak bisa kita
15:24asumsikan
15:24seperti hukum pidana
15:25ya
15:25yang ada sanksi
15:26yang tegas
15:27dan lain sebagainya
15:28tapi kita harus melihatnya
15:30dari aspek demokrasi
15:31menurut saya
15:32ini ujian demokrasi
15:33bagi partai-partai politik
15:34dalam demokrasi
15:36meskipun sistemnya
15:37presidensil
15:38apalagi parlementer
15:39pun presidensil
15:40pasti tersedia
15:41jalan untuk
15:42mengawasi
15:43pemerintahan
15:44makanya tersedia
15:45pasal 7A7B itu
15:46pasal 7A7B itu kan
15:48alasannya juga
15:49misalnya
15:49perbuatan tercelah
15:50katakanlah begitu
15:51nah buat saya
15:52ujian demokrasi
15:53bagi partai-partai politik
15:54itu ada dua
15:55yang pertama
15:56waktu pencalonan
15:57apakah
15:57melakukan cara-cara
15:59yang jujur dan adil
16:00luber jurdil ya
16:01asas kita di konstitusi
16:02dan kemudian
16:03ujian kedua adalah
16:04dalam peristiwa seperti ini
16:05ketika ternyata
16:07ditemukan
16:07ada ketidakjujuran
16:08dan ketidakadilan
16:09dalam proses
16:10apakah partai-partai politik
16:12setia pada nilai-nilai demokrasi
16:14sehingga mereka
16:14mau mengoreksi
16:15kesalahan itu
16:16jadi memang
16:17gak ada sanksi pidana
16:19dan administrasi ya
16:20tapi
16:20ya kita lihat saja
16:21apakah misalnya
16:22Golkar
16:23atau yang lain Nasdem
16:25dan seterusnya
16:25betul
16:26masih individu-individu
16:28sifatnya
16:28tapi kan ini akan
16:29masih bergulir terus
16:30dan
16:30tapi kalau masih diam
16:32apa dampaknya
16:33Mbak Bivit
16:34bagaimana maaf
16:35kalau masih diam aja
16:37apa dampaknya
16:39ya
16:39dampaknya tentu saja
16:41sama sekali
16:41tidak ada koreksi
16:42dan ini makin meyakinkan
16:44apa yang disebut oleh
16:45FIDEM ya
16:45variety of democracy
16:46itu untuk
16:47tahun ini
16:48memberikan predikat
16:49kepada Indonesia
16:50sebagai electoral autocracy
16:51jadi sebenarnya sudah
16:53autocracy
16:54tidak demokrasi
16:55cuma masih jalan
16:56elektoralnya
16:56saya kira jadi
16:57meyakinkan
16:58karena situ
16:59oke
16:59tapi Mbak Bivit
17:01Anda kan juga menjadi
17:01ahli kemarin di MK
17:03Anda juga mengikuti
17:04setiap prosesnya
17:04sampai putusan
17:05pertanyaannya
17:06apakah Anda
17:06sebenarnya juga
17:07sudah memprediksi
17:08bahwa endingnya
17:09akan seperti ini
17:10artinya DPR
17:11ya diem-diem aja
17:14saya kira ini
17:15belum ending ya
17:15Mbak
17:16saya kira ini
17:17masih terus berikutnya
17:18saya yakin
17:18kalau kita diskusi
17:19dalam ruang tertutup
17:20dengan Pak Ridwan
17:21mungkin ada banyak
17:22cerita lain
17:22jadi belum ending
17:24tapi saya memang
17:25ada dugaan kuat
17:26waktu itu
17:27bahwa
17:27ada
17:28tembok-tembok
17:29politik yang akan
17:30dihadapi oleh
17:31mahkamah konstitusinya
17:32makanya bahwa
17:34mereka
17:34menyatakan
17:35tidak dapat diterima
17:36tapi membuka
17:37ruang politik
17:38yang seperti itu
17:39buat saya
17:39adalah dugaan saya
17:40waktu
17:41sidang berlangsung
17:42nah kalau ada
17:43menurut Mbak Bivit
17:44tadi adalah
17:45ada tembok politik
17:46siapa kira-kira
17:47yang menembok ini
17:49tentu saja
17:50konfigurasi politik kita
17:52kita semua tahu
17:52sekarang mayoritas
17:53koalisinya Pak Prabowo
17:55Kim Plus
17:55ya jadi
17:57dan kita juga bisa
17:58membaca situasinya
17:59dari komposisi
18:00hakim
18:01kemudian juga
18:03siapa saja
18:04elite politiknya
18:04dan jangan lupa
18:06ada skandal
18:07putusan 90 dulu ya
18:09kita sebut saja
18:09skandal lah
18:10walaupun ini sudah lewat juga
18:11tapi kan kita
18:12mesti membaca itu
18:13dalam konteks politik
18:14nah jadi kalau
18:15dia
18:17oke
18:18terjadi karena
18:20elite sedang
18:21menguasai penuh
18:22oke
18:23makanya disebut dengan
18:24elektoral autokrasi
18:25termasuk juga dengan
18:26pengaruh kuat dari
18:27Pak Jokowi
18:28Bang Rituan
18:30Pak Jokowi sudah
18:31selesai ya
18:32saya kira ya
18:32tapi kan beberapa
18:33waktu lalu kemarin
18:34juga ketemu dengan
18:35Pak Prabowo
18:36loh
18:37ya oke
18:38otomatis lah
18:39sebagai
18:39apa namanya
18:40sebagai penerus
18:41dan memang Pak Prabowo
18:43kan berpikir komitmen
18:44di dalam
18:45kampanye
18:46jelas-jelas
18:47pasangan Prabowo
18:48Jibrant itu
18:50melanjutkan
18:50apa yang dilakukan
18:52oleh Jokowi
18:53Ma'ruf Amit
18:54melanjutkan
18:55jadi kalau mama
18:56itu ada hubungan
18:57oke-oke saja
18:58tidak ada yang salah
18:59nah itu
19:00jadi saya kira
19:01Pak Jokowi
19:02dalam hal ini
19:03ya kalau diminta
19:04pertimbangan
19:05oleh Pak Prabowo
19:07itu wajar
19:08apalagi Pak Prabowo
19:09kan pernah jadi
19:10menhamnya Pak Jokowi
19:11jadi hal yang
19:12yang biasa-biasa saja
19:15nah tetapi saya yakin
19:17DPR
19:18kita kan sudah ada
19:20DPR itu ada tugasnya
19:21itu satu
19:22bikin undang-undang
19:23dua
19:24pengawasan
19:25tiga
19:26bikin anggaran
19:27terus ada
19:28apa namanya
19:29kegiatan-kegiatan
19:31luar negerinya
19:32diplomasi luar negeri
19:35pengawasannya
19:36itu pengawasan
19:37jadi
19:37perasaan
19:38sebentar
19:38perasaan pengawasannya
19:39itu adalah pengawasan
19:41di periode yang
19:42sedang dijalani oleh
19:44anggota DPR
19:45oke
19:45cari kerjaan
19:46DPR sekarang
19:47ngawasi yang sebelumnya
19:49itu tugas-tugas saya
19:51kemarin
19:51kita pun juga sudah selesai
19:53sudah jelas
19:54kok tugas anggota DPR itu
19:55bahwa
19:56ini seperti
19:56kalau memang itu
19:58ada unsur pidana
20:00maka
20:01DPR bisa
20:02membuat
20:03pansus
20:04di dalam rangka
20:05impeachment
20:06impeachment
20:07nah itu
20:08panjang itu
20:09urusannya
20:09kan itu juga bergulir tuh
20:10di bar es krim
20:11jadi artinya masih menunggu juga ya
20:12soal itu ya
20:14yang mana
20:15ya gak ada
20:16gak ada
20:17laporan soal dugaan
20:18pidananya nih
20:18ke bar es krim
20:19gak ada
20:20pidananya
20:21pidana apa
20:22baru laporan
20:23masih bang
20:24anak saya ya
20:25saya kasih tau
20:26anak saya itu juga
20:26lulusan dari Jerman
20:28dari Potsdam University
20:29sama
20:30mereka
20:31kalau mau periksa
20:32semua periksa
20:33ijazah-ijazah itu
20:34ya ada di Danantara
20:36itu banyak anak-anak
20:37luar negeri semua itu
20:38orang Indonesia
20:39yang sekolah di luar negeri
20:40itu
20:41di DPR aja
20:42DPR
20:43DPRD itu
20:43periksa semua
20:44ijazah SMA-nya
20:45berantakan semuanya
20:47kalau mau bicara
20:48masalah
20:49melihat masa lalu
20:50tapi kan gak lihat
20:51masa lalu
20:52sekarang kita lihat
20:53ke depan
20:54maka ini pelajaran
20:55buat kita
20:56terutama
20:57kepentingan pendidikan
20:58aturan itu
20:59harus diperjelas
21:00bahwa ijazah itu
21:02kalau dia sudah
21:03di atas
21:04dia gak perlu lagi
21:05masa
21:05apa namanya
21:06melihat kembali
21:07saya sarjana
21:08insinyur
21:09oke masalahnya
21:10MK kan juga menyatakan
21:11tak temukan bukti
21:11ijazah itu yang juga
21:12dipertanyakan sama
21:13masyarakat
21:13biar clear
21:14tapi kalau gitu
21:14sekarang saya tanyain ke
21:15Bang Freddy
21:16saya mau menyapa dulu
21:16tadi
21:17karena sempat terputus
21:18Bang Freddy
21:18aman ya Bang?
21:22iya nih
21:22maaf nih gangguan sinyal
21:23ah gak apa-apa Bang
21:24yang penting bisa
21:25dengar suara Abang
21:26Bang Freddy
21:27nah apakah
21:28menurut Anda nih
21:29sebagai loyalisnya
21:30Mas Gibran
21:33pertanyaannya adalah
21:34apakah
21:35ketika
21:36apakah
21:37jangan-jangan
21:37ada kesengajaan
21:38dari partai-partai
21:39koalisi
21:39atau partai-partai
21:40politik
21:40yang sengaja
21:41diam
21:42karena
21:42nunggu nih
21:43di Pilpres
21:452029
21:45ini bisa menjadi
21:46senjata
21:47untuk menjegal
21:48Mas Gibran
21:48kalau mau
21:49nyalonin lagi
21:52ya
21:53saya rasa
21:53ini gak ada hubungannya
21:55bicara tentang
21:562029 ya
21:58ya ini
21:58memang
21:59ada dampak ya Bang
22:00syarat pencalonan
22:03dan kemudian
22:04kemarin juga sudah keluar
22:05putusan MK
22:06ya
22:06katakanlah itu
22:08menjadi polemik
22:09katakanlah itu
22:10menjadi polemik
22:10justru
22:11itu menjadi evaluasi
22:13ya
22:13buat
22:13buat apa namanya
22:16KPU
22:16buat Dik Dasman
22:19ya
22:20buat
22:21jadi bolanya
22:22KPU dan Dik Dasman
22:25ya bolanya
22:27bolanya
22:28tapi untuk
22:29evaluasi
22:30untuk
22:302029 ya
22:32kan
22:32per hari ini juga
22:33seperti kata Bang Ridwan
22:35tadi
22:35sudah banyak
22:36diasporan yang berbicara
22:38tentang itu
22:38apakah
22:39negara kita ini
22:40apakah sistem pendidikan
22:41kita ini
22:42tidak malu
22:44apa
22:44kalau tidak
22:45menyetarakan pendidikan
22:46dengan luar negeri
22:47apakah mau membiarkan
22:48proses itu
22:49seperti itu
22:51ya
22:51saya rasa tidak
22:52saya rasa justru
22:53ke depannya
22:54ini menjadi evaluasi
22:55adalah
22:56kemendik Dasman kita
22:57ya
22:58KPU kita
22:59DPR kita
23:00justru
23:01akan membuat sistem
23:02yang lebih bagus
23:04untuk mengakomodir
23:05yang seperti itu
23:07ya
23:07ini jadi temuan bagus
23:09untuk evaluasi
23:10jadi tidak ada
23:10tidak ada masalah
23:11secara hukum
23:12disini yang
23:13merugikan
23:14saya rasa
23:15untuk buat Dik
23:16Gibrang baik
23:16kepentingan politik
23:17ke depan
23:17maupun per hari ini
23:19demikian
23:20oke
23:20gak ada
23:21masalah buat
23:22Mbak Mas Gibrang
23:23malah yang diminta
23:24evaluasi adalah
23:25KPU dan juga
23:26Dik Dasman
23:27Mbak Bivit
23:28ya
23:29pun kalau misalnya
23:30KPU mau
23:31dievaluasi
23:32maupun Dik Dasman
23:33mau dievaluasi
23:33kan membutuhkan
23:34juga DPR
23:35itu makanya
23:36DPR harus responsif
23:37tapi buat saya
23:38masalahnya
23:39sebenarnya pelik sekali
23:40karena
23:41kalau
23:41kalau berbicara
23:42kesalahan KPU
23:43kan kita harus
23:44mengecek lebih jauh
23:45dan saya
23:45saya kira
23:46memang ada persoalan
23:47karena kan mengecek
23:48lebih jauh itu
23:49dalam arti
23:50apakah sebenarnya
23:51Pak Prabowo
23:52atau bahkan
23:53anggota-anggota
23:54partai koalisi
23:54sebenarnya tahu
23:56situasi itu
23:57karena kalau misalnya
23:58KPU kemudian
23:59diperiksa
24:00apakah ada
24:00kesalahan yang disengaja
24:01karena itu temuan
24:03karena saya mengikuti
24:03betul ya sidangnya ya
24:04berarti kan
24:06ada keterlibatan
24:07dari partai-partai
24:08koalisi
24:09nah barangkali
24:10ini salah satu tembok
24:11yang sekarang
24:11sedang dihadapi
24:12oke
24:13nah kalau gitu
24:14pertanyaan selanjutnya
24:15adalah dan terakhir juga
24:16kira-kira perlu
24:17didesakan seperti apa
24:18Mbak Bifid
24:18untuk memberikan
24:19kepastian juga
24:20buat masyarakat nih
24:22perlu gak
24:23DPR ini perlu
24:24didorong
24:24seperti apa nih
24:25supaya bisa menanggapi
24:26jangan diam-diam
24:27ya
24:28menurut saya sih
24:31dibuat saja dulu
24:32pansusnya
24:32sekali lagi
24:33nanti kan
24:34pansus ini
24:35belum tentu
24:36kan belum tentu loh
24:37berujung pada
24:38pemakjulan
24:38bisa saja
24:39misalnya
24:40diselidiki dulu
24:41diselidikinya secara
24:43ini ya
24:43bukannya pro justisia
24:44seperti pengadilan
24:45tapi diselidiki dulu
24:46sesuai kewenangan DPR
24:47untuk melihat
24:48oke KPU
24:49salahnya di mana
24:49misalnya
24:50kemudian artinya
24:52ke depan
24:52evaluasinya bagaimana
24:54jangan-jangan
24:54anggota KPU
24:55juga perlu diberi sanksi
24:56karena fatal sekali
24:58sebenarnya
24:59dan juga
24:59kalau memang
25:00kata Pak Ridwan
25:01perbaiki dong sistemnya
25:02di Kementerian Pendidikan
25:04belikan rekomendasi
25:06itu juga
25:06tapi yang utama
25:07adalah respon dulu
25:08jangan diem saja
25:10itu kita lihat
25:11respon dulu
25:11jangan diem saja
25:12terima kasih Mbak Bivit
25:13untuk pandangannya
25:14Bang Ridwan
25:15terima kasih Bang Fredis
25:16terima kasih
25:16selamat malam
25:17selamat malam
25:19Saudara kebakaran
25:21melanda sebuah gudang
25:22penyimpanan sembako
25:23di kawasan industri
25:24Pulau Ganung
25:24Jakung, Jakarta Timur
25:43Tiga warga Arab Saudi
25:45Tiga warga Arab Saudi tewas
25:46dalam serangan yang diluncurkan
25:47Houthi ke Bandara Internasional
25:49King Khalid
25:50di Riyadh Arab Saudi
25:52Terima kasih telah menonton!
25:54Terima kasih telah menonton!
26:01Terima kasih telah menonton!
26:03Terima kasih telah menonton!
26:03Terima kasih telah menonton!
26:03Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan