00:00Saudara kita ke berita selanjutnya, kualitas udara Singapura mendekati kategori sangat tidak sehat selama 24 jam terakhir
00:06karena kabut asap dari Karhutlah di Indonesia.
00:08Sejumlah ikon kota di Singapura tertutup kabut asap tebal pada Sabtu lalu.
00:12Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura pada Sabtu lalu langsung mengeluarkan peringatan bahwa polusi udara lokal akan memburuk dalam beberapa minggu
00:18mendatang
00:19karena angin terus membawa kabut asap dari Indonesia.
00:21Sebuah kelompok kerja yang melibatkan 28 lembaga pemerintah telah mengadakan pertemuan untuk mempersiapkan serangkaian langkah penanggulangan.
00:28Pemerintah Singapura menyebut bahwa mereka terus berkomunikasi dengan pemerintah Indonesia mengenai bantuan dalam upaya mengatasi kabut asap.
00:41Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim secara resmi menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk mengatasi masalah Karhutlah yang memicu kabut asap lintas
00:48batas.
00:49Anwar Ibrahim telah menghubungi Presiden Indonesia Prabowo Subianto secara langsung melalui panggilan telepon untuk membahas situasi darurat kabut asap ini.
00:56PM Anwar Ibrahim menyatakan bahwa Presiden Prabowo menyambut baik komunikasi tersebut dan sepakat untuk segera ambil langkah-langkah mitigasi
01:03yang diperlukan untuk meredam titik api di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
01:11Lalu bagaimana situasi dan kondisi kabut asap dari Indonesia yang terbawa ke Malaysia dan Singapura kita sudah terhubung dengan Lutisia
01:19Pitna ketua PPI Malaysia dan ada juga Indrawi warga negara Indonesia yang berada di Singapura.
01:25Singapura. Selamat malam Mbak Lutisia dan Mas Indra.
01:31Iya malam.
01:33Saya ke Mbak Lutisia dulu di Malaysia ya. Mbak Lutisia tadi di Kuala Lumpur Mbak ya?
01:38Betul, betul sekali.
01:39Kondisi terakhir bagaimana pengamatan Anda kabut asap di Malaysia? Di sana, di Kuala Lumpur tepatnya?
01:45Oke, jadi di Malaysia itu justru sempat membaik dua minggu yang lalu kalau nggak salah.
01:49Tapi sekarang itu sudah memburuk banget yang dimana tadi saya kepo sebelum ini siaran mulai saya googling.
01:54Sekarang kan kebetulan saya lagi berposisi di Johor karena lagi ada acara di Johor Baru dan itu udah menyentuh di
02:00angka 170-an something kalau nggak salah di Johor Baru yang dimana saya juga ngerasain banget sampai tenggorokan sakit, bener
02:06-bener kabut asap dimana-mana dan warga pakai masker semua kayak gitu sekarang di Malaysia.
02:13Adakah pertanyaan dari warga negara sana juga Anda sebagai warga negara Indonesia di sana? Banyakkah pertanyaan kepada Anda gitu? Apa
02:19yang terjadi di Indonesia dan bagaimana penanganan sih sejauh ini? Ada nggak pertanyaan-pertanyaan seperti itu?
02:24Banyak banget mas pertanyaan-pertanyaan terutama saya kan pelajar juga ya jadi banyak banget teman-teman pelajar yang justru nanya
02:29gimana nih situasi terkini dan segala macem dan yang saya bisa bilang ya lagi berupaya dan segala macem tapi ya
02:36saya juga sebagai pelajar disini juga merasakan cuma bisa berharap yang terbaik saya tiap kali ketemu sama mungkin dari Kak
02:42Beri atau segala macem juga saya curhat ini gimana terus abis itu teman-teman juga suka bilang aduh jerebu-jerebu
02:47kayak gitu jadi saya juga cuma kayak iya gimana saya juga terdampak gini-gini gitu sih mas.
02:52Ya saya bisa terbayang ya menjadi warga negara Indonesia di sana yang sedang negaranya sedang diprotes begitu.
02:59Nah saya ke Mas Indi, Mas Indi di Singapura ya Mas Indi ya bagaimana kondisinya di Singapura sejauh ini? Saya
03:04lihat kota-kota apa pantauan kota bahkan ikon-ikon kota sudah tertutup abut asap apa betul masih kondisinya seperti itu?
03:10Ya memang betul bahwa kualitas udara Singapura sedang menurun hingga rentang tidak sehat akibat kepulauan asap dari Sumatera dan Kalimantan.
03:20Langitnya berkabut keputihan, bau sangit juga tersium di ruang.
03:24Bahkan ada baunya ya tercium di sana?
03:27Ya masih bisa di cip. Menanggapi kondisi ini warga menanggapi secara terukur dan disiplin dengan membatasi aktivitas luar-luarungan.
03:35Beralih menggunakan masker apabila berpergian, menyalakan pembersih udara, HEPA dalam rumah,
03:44serta rutin juga memantau aplikasi cuaca resmi yang dikeluarkan oleh National Environmental Agency atau NEA
03:51menggunakan indikator 1 hour PM 2.5 dan 24 hour pollutant standard index atau PSE.
03:59Jadi selama ini ada reaksi yang cukup baik lah dari segi komunikasi pemerintah dengan warga untuk mitigasi hal-hal tersebut.
04:11Oke, sejauh ini respons warga negara Singapura yang mungkin membaca literatur atau artikel tentang pemerintahan pemerintah
04:18tentang kabut asap di Indonesia dan kebakaran hutan lahan bagaimana?
04:22Ya saya sebagai yang berkembung di bidang pembangunan berkelanjutan,
04:29Banyak yang tidak paham bahwa isu kabut asap itu adalah bagian dari dinamika ekonomi politik regional yang kompleks ya
04:35dimana ada perikatan modalitas negara dan ini bukan saja hanya salah orang yang ada di hutan
04:42tapi juga mungkin sebuah mata rantai yang perlu diperbaiki
04:46berpadu yang terbatasan mekanis pemerintahan hukum akibat prinsip non-intervensi ASEAN
04:51sehingga ada ketimpangan antara manfaat ekonomi di hulu dan hilir
04:55dan ini perlu dipahami, menurut saya harus ada diskusi dengan warga Singapura
05:00untuk memahami bahwa ini bisa kita atas bersama.
05:04Oke, saya kembali ke Mbak Uti di Kuala Lumpur.
05:10Mbak Uti kalau di sana, kalau di Indonesia kan banyak sekali sudah keluhan-keluhan ispa,
05:15bahkan sudah puluhan ribu kasusnya terutama di Kalimantan.
05:17Kalau di Kuala Lumpur sudah ada warga atau mungkin sudah banyak warga yang mengeluhkan penyakit pernafasan di sana?
05:24Iya, sudah banyak sakit tenggorokan, sakit pernafasan, juga kalau misalnya mereka harus kuliah
05:30itu benar-benar matanya perih, terus tenggorokan sakit, batuk-batuk terus yang di mana
05:35sejauh pengetahuan saya itu akhirnya kemarin tanggal 9 atau 10 Oktober
05:39itu dari pemerintahan dan juga kerajaan di Malaysia itu baru memerintahkan untuk sekolah-sekolah itu online.
05:45Jadi makanya sekarang kuliah, sekolah itu semua di-online kan
05:47karena sudah tidak sehat banget untuk kondisi sekarang dari efek dari kahutlah ini di Malaysia, kayak begitu.
05:54Oh jadi tidak hanya di Indonesia, bahkan di Kuala Lumpur, di Malaysia juga sekarang
05:57aktivitas belajar-mengajar sudah online ya, karena memang ada kabut asap pekat ini.
06:02Sudah berlangsung berapa lama Mbak Uti?
06:04Kalau di online kan itu baru di minggu ini Mas, sebetulnya.
06:07Karena akhirnya situasi kan kemarin yang sempat saya bilang
06:10di mana situasi sudah mulai terkontrol, langit di Malaysia itu sempat jernih.
06:14Saya akuin sempat jernih ya di mana, wah sudah mulai mendingan, sudah mulai sembuh di Malaysia
06:18terus abis itu mulai Twin Tower nggak kelihatan lagi, sama kayak di Singapura Twin Tower nggak kelihatan
06:22KL Tower nggak kelihatan, di mana akhirnya per tanggal 9 atau 10
06:26akhirnya dari kerajaan dan juga dari pemerintahan
06:28menginisiasikan untuk mengonline-kan semua dan kegiatan di luar juga diminimalisir.
06:32Kalau tadi kata Mbak Uti sempat clear gitu, apa namanya di Kuala Lumpur,
06:38kalau di Singapura sempat ada kondisi serupa atau ini sudah berlangsung berapa lama
06:42pekatnya asap atau kabut asap yang ada di Singapura Mas Indi?
06:47Sudah dua bulan, tapi alhamdulillah hari ini sempat hujan.
06:51Dan itu sempat clear sky jadinya pada saat hujan?
06:54Mungkin berkurang 10%.
06:56Oh, 10% saja ya.
06:59Tapi saya rasa kalau misi hujan akan datang dan mudah-mudahan bisa lebih bersih.
07:05Kalau di circle Anda Mas Indi, di lingkungan pekerjaan Anda,
07:08sudah ada yang terkena dampak langsung?
07:10Misalnya sakit dan segala macam dan apa yang mereka keluhkan?
07:13Ya mungkin kebetulan karena faktor usia juga ya,
07:16banyak yang sudah mungkin punya kondisi serupa.
07:20Saya sendiri juga mulai ada batuk-batuk ring sudah hampir 3 minggu
07:24dan saya rasa memang caranya harus seperti tadi,
07:27seperti Prof sampaikan, menjaga imunitas dengan baik dan tetap peluang raga di dalam rumah.
07:36Oke, saya juga mau menanyakan soal komunikasi antara negara,
07:41antara Indonesia, pemerintah Indonesia, dan juga Singapura, dan juga Malaysia.
07:44Saya ke Mas Indi dulu.
07:45Kan beberapa waktu yang lalu pemerintah Singapura menyatakan akan memberikan bantuan
07:50untuk penanganan kabut asap dan kebakaran hutan lahan di Indonesia.
07:53Ada informasikah langsung dari sana bantuan penanganan seperti apa
07:56yang akan diberikan oleh pemerintah Singapura kira-kira?
07:59Ya mungkin pada saat ini kerjasamanya hanya masih sebatas identifikasi titik-titik hotspot ya.
08:06Kalau untuk menurunkan boots on the ground,
08:11saya rasa itu adalah keahliannya pihak Indonesia,
08:15terus terang dengan jumlah human resource yang lebih banyak.
08:20Dan ini saya rasa perlu bantuan dari Singapura mungkin dari segi satellite imaging dan mapping.
08:26Oke, satellite imaging ya.
08:30Kalau di Kuala Lumpur dari pemerintahan Malaysia,
08:33Perdana Menteri Anwar Ibrahim juga sudah berkomunikasi kabarnya
08:36dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
08:39Kira-kira bantuan apa kalau dari Malaysia yang akan diberikan kepada Indonesia?
08:43Mbak Uti?
08:44Kalau sejauh yang saya tahu, saya belum ada info terkait itu,
08:47tapi bukti yang paling baru aja terlaksana itu yang dimana pemerintah Malaysia itu langsung dengan tegas itu menyuruh untuk online.
08:55Itu aja udah merupakan bantuan yang dimana untuk meminimalisir kayak yang tadi Mas Indi udah bilang batuk-batuk.
09:01Saya juga jujur, ini Tenggorokan juga lagi sakit.
09:03Jadi dari situ aja itu udah lumayan membantu kayak gitu.
09:06Dan juga ya mungkin seperti yang Mas Indi udah bilang dari satellite imaging dan segala macem,
09:10itu bakal sangat amat membantu juga.
09:11Karena ini kan jadi udah terdampak ke kita, jadi ya kita saling bantulah satu sama lain kayak begitu.
09:17Berarti kalau kurang lebih hampir sama ya dengan pemerintah Singapura,
09:20bantuan yang akan diberikan oleh pemerintah Malaysia.
09:23Saya kembali lagi sama Mas Indi.
09:23Mas Indi, kalau informasi yang saya dapat, Mas Indi sekitar 20 tahun sudah berada di Singapura ya?
09:30Betul, ya.
09:30Nah, selama Mas Indi di Singapura selama 20 tahun,
09:33ini kan Indonesia juga beberapa kali mengalami kebakaran hutan dan lahan,
09:37dan lu juga anak abut asap yang juga sempat mampir ke Singapura.
09:40Dari tahun ke tahun, apakah ini yang paling parah atau Anda pernah mengalami yang lebih parah dari ini?
09:47Tidak setiap tahun parah, tapi yang parah terakhir adalah 2023.
09:52Oke.
09:52Jadi tiga tahun terakhir oke, maksudnya cukup seasonal polusinya,
09:58tapi ini kembali parah lagi.
10:00Saya rasa ada semacam hubungan antara bisnis pemukaan lahan dan pembakaran hutan yang perlu kita lihat polanya ya.
10:14Dan sempat diklaim juga oleh pemerintah Indonesia bahwa ada beberapa lahan di Indonesia
10:20yang juga dimiliki oleh Singapura dan Malaysia.
10:23Ini sempat didengar juga oleh warga negara Indonesia di sana?
10:27Ya, tentunya memang ini bisa jadi topik diskusi yang sama baik-baik ya,
10:32di mana ada, saya telah disahabatkan, ada keterikatan modal di negara dan relasi bisnis politik
10:37di sekitar Indonesia, Malaysia, Singapura, yang tentunya sebagai produsen oil terbesar di dunia.
10:44Baik.
10:45Singkat terakhir untuk masing-masing, Mbak Uti,
10:48apa pesan Anda untuk pemerintah Indonesia sebagai warga negara Indonesia yang ada di Kuala Lumpur saat ini
10:53terkait kabut asap yang sempat mampir di Malaysia dan juga segala problematikanya di sana?
10:59Iya, mungkin kalau misalnya dari saya ya lebih sigap lagi,
11:02karena kan ini juga dampaknya sudah bisa dilihat nggak cuma di Malaysia dan di Singapura,
11:06tapi banyak negara juga yang terdampak.
11:08Jadi langkah sigap dan juga langkah yang benar-benar efektif dan berdampak lah,
11:12yang diharapkan segera dilakukan oleh dari pemerintahan Indonesia juga,
11:16agar dampak ini nggak makin menyebarai ke negara-negara lain.
11:19Mas Indi, silakan. Ada pesan untuk pemerintah Indonesia?
11:24Mungkin kita bisa melihat lagi pada prinsip non-intervensi ASEAN yang kita bisa tinjau lagi
11:28agar bisa lebih keterbukaan, transparansi antara ASEAN members.
11:33Ini yang harus-harus dijalin komunikasinya begitu ya, kurang lebih.
11:36Terima kasih warga negara Indonesia yang berada di Singapura,
11:41ada Mas Indra di Sumarjan,
11:43serta Ketua PPI Malaysia yang berada di Johor saat ini ya.
11:46Lutisia Pitna telah berbagi informasi dan penjelasannya di Sapa Indonesia Malam.
11:50Selamat malam, sampai jumpa lagi Mbak dan Mas.