00:09Kami menerima di kantor partai, karena memang sejak kamis kemarin DPR sudah reses.
00:17Kami mendengarkan apa yang mereka akan sampaikan, dan sudah terjadi dialog.
00:24Saya kira teman-teman langsung mendengar saja, resmi dari mereka, nanti resmi dari kami.
00:30Pertama tentu kami AS yang berkenan menerima kehadiran kita dalam rangka mengusung supaya partai-partai politik,
00:39khususnya yang punya perwakilan di DPR itu, berkenan untuk menggunakan hak angket dalam hal yang berhubungan dengan dugaan tidak adanya
00:51izasah Sudara Gibran.
00:54Alhamdulillah pertemuannya cukup baik, konstruktif, tetapi tentu akan kita lihat ke depan seperti apa yang akan terjadi,
01:01karena bagaimanapun ini bukan di ruang kosong ya, bukan di ruang paku gitu.
01:06Tapi saya mengapresiasi dan kami semua mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Presiden PKS selama ini,
01:14dan mudah-mudahan ini nanti bisa bertemu dengan praksi-praksi yang lain, karena besok kita juga akan bertemu dengan PKB,
01:21dan mudah-mudahan setelah ini boleh jadi akan ada praksi-praksi yang lain juga berkenan.
01:27Yang pada intinya kita punya kesamaan satu hal bahwa segala yang berhubungan dengan kecurangan, keculasan di dalam pelaksanaan pemilu khususnya,
01:39yaitu harus dibongkar dan dihentikan.
01:42Karena bukan buat siapa-siapa, buat bangsa ini, karena kita tidak ingin pemilik kuta yang sudah dianggap demokratis itu justru
01:50pintu bagi orang untuk melakukan kecurangan dan jadi pemimpin.
01:54Nah ini yang mungkin yang perlu ditekankan, dan oleh karena itulah kami juga menyampaikan ada perlunya untuk melihat proses penyetaraan
02:05itu,
02:05karena kita tahu banyak sekali warga negara kita yang juga melakukan penyetaraan,
02:09tetapi tidak semudah yang didapatkan terdengar oleh kita itu oleh Sudara Gibran dalam satu hari,
02:16dengan dokumen yang tidak terlalu lengkap, tapi bisa keluar gitu.
02:19Dan bersamaan dengan itu juga, mengingat bahwa ini mestinya sudah masuk pada tahapan di mana pemerintah mengumumkan siapa timsel penyelenggara
02:30pemilu yang dibentuk,
02:32karena sesuai dengan jadwal, penyelenggara pemilu kita ini akan diganti,
02:39dan oleh karena itu kami mengusulkan juga tadi supaya ke depan partai-partai politik harus benar-benar selektif untuk memilih
02:46siapa yang akan jadi penyelenggara pemilu,
02:48sehingga tidak terjadi kasus-kasus seperti yang saat ini.
02:54Lebih tepat angket sebenarnya ya, jadi angket nanti tentu angket itu bisa membentuk pansus yang berhubungan untuk menyelidiki soal ijazah
03:04Sudara Gibran,
03:06karena sekarang ini kan pengikut kirban lah atau pendukung Gibran itu selalu menyebut bahwa ijazah itu ada,
03:14oleh karena itu biar dibongkar bersama-sama.
03:16Yang kedua adalah soal tim seleksi dibentuk sesegera mungkin,
03:20tapi sekaligus mengingatkan karena ujung dari tim seleksi ini nanti ada di partai politik,
03:24agar benar-benar bisa selektif untuk memilih siapa nanti yang menjadi penyelenggara pemilu.
03:29Kalau PKB besok jam berapa di mana?
03:31Besok di praksi PKB jam 10 pagi.
03:51Tentu tidak menyambutnya,
03:54tapi dalam pengertian tidak ada yang mengatakan,
03:57oh kami tidak, kami bersikap menolak angket misalnya tidak ada.
04:01Jadi Alhamdulillah semuanya masih mengatakan terbuka kemungkinan ini terjadi,
04:06tetapi tentu melihat sejauh mana urgensinya,
04:10sejauh mana pertautannya mungkin dengan kekuatan partai politik yang lain.
04:17Bagi kita sudah sementara ya,
04:20itu sinyal positif lah bahwa partai-partai politik tidak langsung menyatakan tertutup untuk angket itu.
04:29Belum, belum berkirim surat.
04:32Satu-satu dulu.
04:49Saya agak kaku menyebut Wakil Presiden Gibran sekarang ini.
04:55Makanya saya sering mengelirkan sekarang Sudara Gibran gitu ya.
04:58Setelah Mahkamah Konstitusi, di teks itu disebutkan Pak Presiden sebetulnya.
05:04Tidak ditemukan ijazahnya.
05:07Bukan tidak ditemukan, tidak ada ijazahnya.
05:09Itu sehingga saya di poin 3.7 ya,
05:13yang menyebutkan tidak ada ijazah Sudara Gibran.
05:16Bagi saya itu sudah terdiskualifikasi dengan sendirinya.
05:20Meskipun secara hukum legal formalnya belum ya.
05:23Makanya saya mendorong angket itu, kita mendorong angket itu biar legal formalnya itu terjadi gitu.
05:28Nah, oleh karena itu agak kaku saya menyebut sekarang itu Bapak Wakil Presiden gitu.
05:34Bagi saya lebih tepat disebut Sudara Gibran yang sekarang masih menjabat sebagai Wakil Presiden gitu lah kira-kira.
05:42Apakah termasuk yang terbuka juga untuk kemudian mendorong angket di DPR?
05:47Ya, pertama kami sampaikan ya, terima kasih penghargaan kepada teman-teman yang datang ke lembaga partai.
05:58Artinya mereka menghormati demokratisasi dan menghormati proses hukum yang ada di negara kita.
06:07Mereka itu PKS terbuka.
06:09Bukan saja isu-isu seperti ini, di fraksi kami pun punya hari-hari aspirasi publik pada hari Selasa.
06:17Jadi, ini adalah wilayah ritual atau kebiasaan keharusan kami sebagai partai politik membuka aspirasi masyarakat.
06:25Dan aspirasi yang disampaikan ini menjadi perhatian publik pada saat ini,
06:29karena ini menyangkut tindak lanjut dari putusan MK.
06:34Masuk kepada kami berbagai aspirasi meminta tindak lanjut putusan MK yang terakhir terkait ijazah SMA Pak Gibran,
06:45atau kami sebut gampangnya ijazah Sakit lah.
06:48Ijazah Sakit ini pihak banyak meminta tindak lanjut, ya.
06:53Karena putusan MK itu final and binding, tentu ya kita hargai ini.
06:59Bagian dari pendewasan politik dan hukum kita.
07:04Permintaan publik adalah meningkat lanjut secara hukum dan konstitusional.
07:09Jadi, permintaan itu ya memang sesuatu yang wajar dalam iklim demokrasi, ya.
07:15Nah, pintunya memang kemudian karena kami di partai politik, kami pun anggota kami di DPR,
07:22permintaan teman-teman itu tindak lanjut di DPR.
07:24Nah, ini sedang reses ya.
07:28Kami akan menyampaikan kepada fraksi PKS di DPR untuk berdialog dengan berbagai fraksi di sana,
07:36dengan pimpinan DPR, apa langkah terbaik yang perlu diambil terhadap kasus ijazah GED ini,
07:45karena ini juga melibatkan KPU, melibatkan DIGDASMEN, ya, pendidikan dasar menengah, ya, juga di situ terlibat.
07:55Mungkin juga komisi hukum terlibat di situ.
07:58Kita ingin memberi ruang biar teman-teman fraksi kita menindak lanjuti dengan berbagai fraksi yang ada dan pimpinan DPR.
08:04Kita buka ruang itu.
08:06Dan harapan kita yang ketiga adalah kasus seperti ini untuk pembelajaran kita, ya.
08:14Pendewasan demokratisasi kita, ketaatan kita kepada aturan hukum, karena semua pejabat itu ya dilantik dengan sumpah jabatannya, ya.
08:25Kita ingin ke depan agar masyarakat Indonesia merasa bahwa DPR bekerja mendengar suara mereka sebagai wakil rakyat,
08:39dan kami sebagai partai politik yang juga punya wakil-wakil kami di sana, juga kami menjembatani, ya.
08:45Ada pun waktunya memang sekarang sedang reses, jadi mungkin kita tindak lanjuti setelah reses, ya.
08:52Dan kami, karena kami tentu, kami salah satu di antara lapan fraksi yang ada, tentu ini tidak bisa tergantung hanya
08:58kepada kami, ya.
08:59Bagaimana sikap-sikap teman-teman fraksi lainnya.
09:02Apakah di umumkan 6 Oktober kemarin, maaf, itu belum ada pertemuan antar para polisi di DPR, ya, Pak Presiden?
09:11Sekiranya belum ada. Belum ada. Belum ada pembicaraan tentang itu.
09:13Tapi kalau akan menginisiasinya sih PKS Maju Paling Depan untuk serius meminta teman-teman di fraksi dari partai-partai lain
09:22untuk juga membahas ini?
09:23Ya, beri waktulah kita PKS berdialog dengan teman-teman, ya. Saya kira itu.
09:29Tapi kalau melihat dari audiensi tadi, apakah sudah memenuhi dasar untuk nantinya akan digunakan hak angkat untuk di DPR, atau
09:34seperti itu?
09:38Saya kira kita di fraksi, itu akan membicarakan ini pada tingkat mungkin pada pimpinan fraksi, dan juga kita punya anggota
09:48-anggota di komisi.
09:54Dengan pendidikan menengah, dasar dan menengah, ya, atau ada komisi hukum, teman-teman itu biar mereka berbuat, sehingga saya kira
10:02bisa nanti kita lihat bagaimana perkembangan.
10:04Sekali lagi, teman-teman kan tahu, yang namanya politik nggak bisa, satu fraksi berbuat nggak bisa.
10:11Tentu harus ada kesamaan cara pandang. Apa yang terbaik untuk bangsa dan negara kita ke depan, itulah yang kita akan
10:17ambil sama-sama.
10:18Ya, saya kira itu.