00:00Lalu bagaimana nasib warga yang tetap harus bekerja di tengah kabut asap, kita juga telah bergabung dengan Ketua Ojek Online
00:07atau OJOL Palangkaraya, ada Mas Gandhi Setiawan.
00:11Selamat siang Mas Gandhi. Mas Gandhi ini banyak teman-teman OJOL atau Ojek Online yang juga mau tidak mau harus
00:18beraktifitas, mencari nafkah, mencari rezeki di tengah kabut asap yang melanda di sana.
00:22Bagaimana hingga kini Mas, dampak yang dirasakan teman-teman di sana?
00:26Nah, dampak yang paling dirasakan untuk driver-driver di Palangkaraya khususnya, jarak pandang berkurang.
00:40Dari jarak pandang tersebutlah kadang bisa terjadi kecelakaan untuk mitra OJOL yang ada di Palangkaraya.
00:49Kurang lebih sudah ada satu bulan ini dua korban kecelakaan yang menyebabkan mitra di lapangan harus dirawat di rumah sakit.
01:03Dikarenakan jarak pandang yang memang agak susah, yang semakin hari di Palangkaraya ini semakin tebal, mengakibatkan kefokusan seorang driver di
01:15lapangan itu agak sedikit terganggu.
01:18Dan juga pernafasan kami di lapangan pun kadang terasa sesak dan juga sangat terganggu pada intinya seperti itu Mas.
01:30Ketika jarak pandang yang mengakibatkan dalam satu bulan terakhir ada dua pengemudi OJOL alami kecelakaan akibat kebut asap.
01:39Mas Ghandi, ada ceritakah pada saat itu ketika teman-teman OJOL narik atau mengemudikan motornya di jalan di tengah kebut
01:50asap soal jarak pandang, kesehatan kepada Anda?
01:59Untuk mitra-mitra di Palangkaraya mungkin saya selalu mengingatkan teman-teman di lapangan sebelum onbeat harus menggunakan masker.
02:19Terus membawa obat-obatan seperti inhaler, obat tetes mata, terus pelindung mata seperti ngaca mata hitam pada saat siang hari.
02:31Dan juga yang paling penting adalah perbanyaklah mengkonsumsi air putih.
02:38Menggunakan masker dan mengkonsumsi banyak air yang selalu diimbau oleh rakyat-rakyat sesama pengemudi OJOL online.
02:44Mas Ghandi, ini kalau kita lihat di belakang Anda pun warnanya sudah kuning begitu loh.
02:50Dan banyak pengemudi tadi juga mengaku jarak pandang terbatas, harus menggunakan masker, imbau untuk terus minum, itu juga terus saling
02:58mengingatkan satu sama lain.
02:59Ini juga pastinya berdampak dengan penghasilan. Bagaimana para pengemudi OJOL ini mengantisipasi penghasilan yang mungkin sebelum kabut asap jauh lebih
03:09banyak dibandingkan sekarang?
03:12Untuk penghasilan rata-rata OJOL di Palangkaraya yang menurut pantauan saya pribadi dan teman-teman di lapangan agak menurun.
03:23Apalagi yang sangat berdampak itu pada layanan antarjemput penumpang atau bisa dikatakan go ride untuk bojek, grab bike untuk grab.
03:35Karena untuk daerah Palangkaraya, 50% itu anak-anak sekolah, itu adalah customer pelangganan kami setiap hari pada jam sekolah.
03:49Dari SD, SMP, SMA, sampai perguruan tinggi.
03:54Jadi kurang lebih dua bulan setengah, hampir tiga bulan ini memang aktivitas belajar-mengajar di Palangkaraya libur dan dilakukan PJJ
04:09di rumah.
04:10Itu sangat mempengaruhi.
04:12Kemungkinan kalau orderan go put mungkin agak sedikit normal, dikarenakan orang malas keluar.
04:21Jadi kalau untuk pengemudi penumpang yang berkurang hampir 50%, sementara untuk makanan ini kita berambah karena banyak masyarakat yang malas
04:30untuk beraktifitas di luar karena kabut asap gitu ya Mas Gandi ya.
04:33Nah Mas Gandi kalau misalnya bisa bercerita ketika kabut asap ini melanda, ini jauh lebih pekat atau lebih tebal di
04:41pagi atau malam hari Mas Gandi?
04:43Adakah antisipasi juga dari teman-teman pengemudi jika memang lebih tebal di pagi hari, nariknya di malam hari atau sebaliknya?
04:50Atau seperti apa sih Mas Gandi?
04:52Siap kalau asap tebal itu pagi bangun tidur itu sangat pekat, sangat tebal.
05:02Karena mungkin di bawah angin, kalau sudah ke sore itu semakin tebal, tapi kalau sudah ke malam, contoh jam 7,
05:11jam 8, jam 9 itu agak berkurang.
05:14Jadi untuk intensitas asap di Palangkarayan ini mungkin dari jam pagi sampai malam sekitar jam 7 itu masih pekat, tapi
05:25mungkin di atasnya agak berkurang.
05:27Makanya saya pun sering bilang sama teman-teman, di saat kabut asap ini yang biasanya kerja 12 jam 1 hari,
05:40mungkin sekarang ini berkurang jadi 7 sampai 8 jam saja.
05:46Gitu adalah.
06:18Jika dibandingkan 2-3 bulan lalu, seperti apa kondisinya Mas Gandi?
06:26Perbedaannya mungkin 3 bulan terakhir ini asap semakin tebal dan sangat perubahan itu sangat kami rasakan.
06:38Dari segi pendapatan, dari segi kesehatan pun sangat terancam bagi kami di lapangan, tapi saya selalu mengimbau sih teman-teman
06:52di lapangan.
06:53Tetap mengutamakan keselamatan, jaga kesehatan, keluarga selalu menunggu di rumah, kita pulang dengan selamat.
07:03Amin, amin, mudah-mudah tidak ada lagi terjadi kecelakaan Mas Gandi, kita berdoa bahwa kabut asap ini bisa segera teratasi.
07:12Harapan dari Mas Gandi sendiri kepada pemerintah mungkin, apabila pemerintah menonton gitu, baik itu dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,
07:20soal penanganan karuhutlah ini, silahkan Mas Gandi.
07:23Ini adalah suara hati teman-teman OJOL atau Ojek Online begitu ya.
07:28Jadi saya sebagai perwakilan OJOL di Palangkaraya, sebagai petua OJOL di Palangkaraya,
07:35saya ingin memberikan saran untuk pemerintah khususnya di Palangkaraya dan pusat,
07:41tolong jangan sekedar himbawan, tolong buktikan dengan aksi dari pemerintah sekalian
07:51untuk memberantas karuhutlah yang terjadi di kota Pangkaraya ini.
07:58Karena kami sebagai driver OJOL di lapangan sangat berdampak dalam hal apapun,
08:04dari segi kesehatan dan juga penghasilan.
08:08Saya memohon sekali lagi kepada Bapak Gubernur, dengan pihak kepolisian,
08:15saya minta tolong tindak tegas oknum yang memang membakar lahan
08:21ataupun terbukti membakar lahan yang di Kalimantan Tengah, tolong diusut sampai tuntas.
08:27Dan juga untuk oknum-oknum yang mempunyai lahan, tolong saya minta tolong dengan sangat.
08:34Jangan membersihkan lahan itu dengan cara membakar.
08:41Karena sangat berdampak bagi kami yang setiap hari mengais rejeki di jalan raya atau di luar rumah.
08:51Itu saja sih.
08:52Baik. Terima kasih atas ceritanya Ketua OJOL Palangkaraya, Mas Ghandi Setiawan.
08:58Kami doakan, mudah-mudahan masalah ini segera teratasi.
09:01Salam hormat buat terkarakan OJOL yang mencari rezeki di tengah kabut asap di Palangkaraya.
09:07Terima kasih, Mas Ghandi.
09:09Terima kasih.