Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, berdampak pada aktivitas dan kesehatan warga, termasuk pengemudi ojek online (ojol) yang tetap harus bekerja di luar ruangan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bagaimana perjuangan para pengemudi ojol mencari nafkah di tengah ancaman polusi udara?

Simak perbincangan bersama Ketua Ojol Palangka Raya, Gandy Setiawan.

#palangkaraya #kalteng #pengemudiojol

Baca Juga Motor Sport Lawan Arah di Tol Cijago Depok, Satu Orang Tewas | SAPA SIANG di https://www.kompas.tv/regional/695687/motor-sport-lawan-arah-di-tol-cijago-depok-satu-orang-tewas-sapa-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/695690/full-pengemudi-ojol-palangka-raya-tetap-cari-nafkah-di-tengah-kabut-asap-karhutla-sapa-siang
Transkrip
00:00Lalu bagaimana nasib warga yang tetap harus bekerja di tengah kabut asap, kita juga telah bergabung dengan Ketua Ojek Online
00:07atau OJOL Palangkaraya, ada Mas Gandhi Setiawan.
00:11Selamat siang Mas Gandhi. Mas Gandhi ini banyak teman-teman OJOL atau Ojek Online yang juga mau tidak mau harus
00:18beraktifitas, mencari nafkah, mencari rezeki di tengah kabut asap yang melanda di sana.
00:22Bagaimana hingga kini Mas, dampak yang dirasakan teman-teman di sana?
00:26Nah, dampak yang paling dirasakan untuk driver-driver di Palangkaraya khususnya, jarak pandang berkurang.
00:40Dari jarak pandang tersebutlah kadang bisa terjadi kecelakaan untuk mitra OJOL yang ada di Palangkaraya.
00:49Kurang lebih sudah ada satu bulan ini dua korban kecelakaan yang menyebabkan mitra di lapangan harus dirawat di rumah sakit.
01:03Dikarenakan jarak pandang yang memang agak susah, yang semakin hari di Palangkaraya ini semakin tebal, mengakibatkan kefokusan seorang driver di
01:15lapangan itu agak sedikit terganggu.
01:18Dan juga pernafasan kami di lapangan pun kadang terasa sesak dan juga sangat terganggu pada intinya seperti itu Mas.
01:30Ketika jarak pandang yang mengakibatkan dalam satu bulan terakhir ada dua pengemudi OJOL alami kecelakaan akibat kebut asap.
01:39Mas Ghandi, ada ceritakah pada saat itu ketika teman-teman OJOL narik atau mengemudikan motornya di jalan di tengah kebut
01:50asap soal jarak pandang, kesehatan kepada Anda?
01:59Untuk mitra-mitra di Palangkaraya mungkin saya selalu mengingatkan teman-teman di lapangan sebelum onbeat harus menggunakan masker.
02:19Terus membawa obat-obatan seperti inhaler, obat tetes mata, terus pelindung mata seperti ngaca mata hitam pada saat siang hari.
02:31Dan juga yang paling penting adalah perbanyaklah mengkonsumsi air putih.
02:38Menggunakan masker dan mengkonsumsi banyak air yang selalu diimbau oleh rakyat-rakyat sesama pengemudi OJOL online.
02:44Mas Ghandi, ini kalau kita lihat di belakang Anda pun warnanya sudah kuning begitu loh.
02:50Dan banyak pengemudi tadi juga mengaku jarak pandang terbatas, harus menggunakan masker, imbau untuk terus minum, itu juga terus saling
02:58mengingatkan satu sama lain.
02:59Ini juga pastinya berdampak dengan penghasilan. Bagaimana para pengemudi OJOL ini mengantisipasi penghasilan yang mungkin sebelum kabut asap jauh lebih
03:09banyak dibandingkan sekarang?
03:12Untuk penghasilan rata-rata OJOL di Palangkaraya yang menurut pantauan saya pribadi dan teman-teman di lapangan agak menurun.
03:23Apalagi yang sangat berdampak itu pada layanan antarjemput penumpang atau bisa dikatakan go ride untuk bojek, grab bike untuk grab.
03:35Karena untuk daerah Palangkaraya, 50% itu anak-anak sekolah, itu adalah customer pelangganan kami setiap hari pada jam sekolah.
03:49Dari SD, SMP, SMA, sampai perguruan tinggi.
03:54Jadi kurang lebih dua bulan setengah, hampir tiga bulan ini memang aktivitas belajar-mengajar di Palangkaraya libur dan dilakukan PJJ
04:09di rumah.
04:10Itu sangat mempengaruhi.
04:12Kemungkinan kalau orderan go put mungkin agak sedikit normal, dikarenakan orang malas keluar.
04:21Jadi kalau untuk pengemudi penumpang yang berkurang hampir 50%, sementara untuk makanan ini kita berambah karena banyak masyarakat yang malas
04:30untuk beraktifitas di luar karena kabut asap gitu ya Mas Gandi ya.
04:33Nah Mas Gandi kalau misalnya bisa bercerita ketika kabut asap ini melanda, ini jauh lebih pekat atau lebih tebal di
04:41pagi atau malam hari Mas Gandi?
04:43Adakah antisipasi juga dari teman-teman pengemudi jika memang lebih tebal di pagi hari, nariknya di malam hari atau sebaliknya?
04:50Atau seperti apa sih Mas Gandi?
04:52Siap kalau asap tebal itu pagi bangun tidur itu sangat pekat, sangat tebal.
05:02Karena mungkin di bawah angin, kalau sudah ke sore itu semakin tebal, tapi kalau sudah ke malam, contoh jam 7,
05:11jam 8, jam 9 itu agak berkurang.
05:14Jadi untuk intensitas asap di Palangkarayan ini mungkin dari jam pagi sampai malam sekitar jam 7 itu masih pekat, tapi
05:25mungkin di atasnya agak berkurang.
05:27Makanya saya pun sering bilang sama teman-teman, di saat kabut asap ini yang biasanya kerja 12 jam 1 hari,
05:40mungkin sekarang ini berkurang jadi 7 sampai 8 jam saja.
05:46Gitu adalah.
06:18Jika dibandingkan 2-3 bulan lalu, seperti apa kondisinya Mas Gandi?
06:26Perbedaannya mungkin 3 bulan terakhir ini asap semakin tebal dan sangat perubahan itu sangat kami rasakan.
06:38Dari segi pendapatan, dari segi kesehatan pun sangat terancam bagi kami di lapangan, tapi saya selalu mengimbau sih teman-teman
06:52di lapangan.
06:53Tetap mengutamakan keselamatan, jaga kesehatan, keluarga selalu menunggu di rumah, kita pulang dengan selamat.
07:03Amin, amin, mudah-mudah tidak ada lagi terjadi kecelakaan Mas Gandi, kita berdoa bahwa kabut asap ini bisa segera teratasi.
07:12Harapan dari Mas Gandi sendiri kepada pemerintah mungkin, apabila pemerintah menonton gitu, baik itu dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,
07:20soal penanganan karuhutlah ini, silahkan Mas Gandi.
07:23Ini adalah suara hati teman-teman OJOL atau Ojek Online begitu ya.
07:28Jadi saya sebagai perwakilan OJOL di Palangkaraya, sebagai petua OJOL di Palangkaraya,
07:35saya ingin memberikan saran untuk pemerintah khususnya di Palangkaraya dan pusat,
07:41tolong jangan sekedar himbawan, tolong buktikan dengan aksi dari pemerintah sekalian
07:51untuk memberantas karuhutlah yang terjadi di kota Pangkaraya ini.
07:58Karena kami sebagai driver OJOL di lapangan sangat berdampak dalam hal apapun,
08:04dari segi kesehatan dan juga penghasilan.
08:08Saya memohon sekali lagi kepada Bapak Gubernur, dengan pihak kepolisian,
08:15saya minta tolong tindak tegas oknum yang memang membakar lahan
08:21ataupun terbukti membakar lahan yang di Kalimantan Tengah, tolong diusut sampai tuntas.
08:27Dan juga untuk oknum-oknum yang mempunyai lahan, tolong saya minta tolong dengan sangat.
08:34Jangan membersihkan lahan itu dengan cara membakar.
08:41Karena sangat berdampak bagi kami yang setiap hari mengais rejeki di jalan raya atau di luar rumah.
08:51Itu saja sih.
08:52Baik. Terima kasih atas ceritanya Ketua OJOL Palangkaraya, Mas Ghandi Setiawan.
08:58Kami doakan, mudah-mudahan masalah ini segera teratasi.
09:01Salam hormat buat terkarakan OJOL yang mencari rezeki di tengah kabut asap di Palangkaraya.
09:07Terima kasih, Mas Ghandi.
09:09Terima kasih.

Dianjurkan