Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Perselisihan antara penghuni kompleks perumahan dan warga sekitar terjadi di kawasan Jatijajar, Tapos, Depok, Jawa Barat. Perselisihan dipicu peneguran terkait pembakaran sampah yang asapnya masuk ke rumah penghuni kompleks.

Keluhan mengenai asap pembakaran sampah disebut telah berulang kali disampaikan kepada pengurus RT, pihak pengembang, hingga petugas keamanan perumahan. Namun, pembakaran sampah masih terus terjadi.

Seorang warga penghuni kompleks yang keberatan dengan asap dan pernah menegur pelaku pembakaran mengaku mengalami kekerasan yang dilakukan sejumlah warga. Mediasi pun telah dilakukan, tetapi perselisihan berlanjut.

Situasi semakin rumit setelah warga di luar kompleks memasang tembok pembatas setinggi 90 sentimeter di tengah jalan masuk perumahan. Pemasangan tembok tersebut menyulitkan akses keluar masuk penghuni kompleks.

#depok #jatijajar #perselisihanwarga #pembakaransampah #konflikwarga #kompastv

Baca Juga Ricuh! Demo di India Tuntut Ketua KPU Mundur atas Dugaan Manipulasi Pemilu | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/695780/ricuh-demo-di-india-tuntut-ketua-kpu-mundur-atas-dugaan-manipulasi-pemilu-sapa-malam

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/695786/asap-pembakaran-sampah-picu-cekcok-penghuni-klaster-dan-warga-di-depok-berut
Transkrip
00:00Informasi pertama untuk Anda datang dari Jawa Barat,
00:03di mana perselisihan antar warga terjadi di kawasan Jati Jajar Tapos Depok.
00:08Buntut peneguran akibat bakar sampah.
00:11Perselisihan ini berlanjut hingga akses menuju perumahan ditutup warga.
00:23Perselisihan terjadi antara penghuni sebuah kompleks perumahan
00:26di kawasan Jati Jajar Tapos Depok, Jawa Barat dengan warga sekitar.
00:31Cekcok bermula dari keluhan asap pembakaran sampah yang masuk ke rumah penghuni kompleks.
00:37Persoalan telah berulang kali diadukan ke pengurus RT,
00:40pihak pengembang hingga petugas keamanan perumahan.
00:43Namun, pembakaran sampah masih terjadi.
00:47Tapi emang-emang kebawah angin asapnya,
00:50kalau kadang-kadang ada angin mungkin keburu dimatikan.
00:53Terus masuk ke area perumahan.
00:54Perumahan. Terus komplain.
00:56Mungkin ini ngekumpriin, ngekumpriin, ngekumpriin, ngekumpriin.
00:58Terus kudia dipiralin ke mana-mana kudia yang punya rumah ini.
01:03Warga klaster yang keberatan dengan asap
01:05dan pernah menegur pelaku pembakar sampah
01:08mengaku mendapat kekerasan yang dilakukan sejumlah warga.
01:12Mediasi pun telah dilakukan.
01:14Kemudian dari tanggung apa, dari tinggalnya emang dari kelurahan,
01:17dari tinggal mbak itu aja.
01:19Maksudnya emang enggak ada yang itu.
01:21Kalau jalan-nya kurang tahu saya watak jalan ini.
01:24emang itu saya jabatnya kan baru.
01:27Sil-silahnya-silahnya dimana saya enggak tahu.
01:30Itu aja.
01:31Tapi sempat ada cekcok, Pak?
01:33Cekcok apa?
01:34Perselisihan mungkin pemukulan atau apa?
01:36Enggak ada.
01:38Enggak ada?
01:39Pemicunya apa tadi?
01:41Mbak Kacampah aja itu, Pak.
01:44Tetapi perselisihan berlanjut
01:46hingga warga di luar klaster
01:47memasang tembok pembatas setinggi 90 cm
01:50di tengah jalan masuk kompleks perumahan.
01:53Hal ini menyulitkan akses keluar masuk klaster.
01:57Hidayatul Mulyadi, Kompas TV Depok, Jawa Barat.
02:01Terima kasih telah menonton!
02:03Terima kasih telah menonton!
02:06Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan