Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyebut dirinya sebagai seniman dan tak lagi aktif berpolitik praktis.

"Saya sekarang seniman, tidak lagi aktif di politik praktis, politik kekuasaan, apalagi day politics," ujar SBY saat memberikan orasi ilmiah dalam Dies Natalis ke-68 FISIP Unpad, Selasa (13/10/2026).

"Sudah ada generasi yang lebih muda. Orang tua, mentor hanya memberikan dorongan rest to blessing agar mereka sukses dalam menjalankan misi politik," lanjutnya.

Baca Juga Orasi Ilmiah SBY di Unpad: Politik Itu Kejam, tetapi Ada Etikanya di https://www.kompas.tv/nasional/695935/orasi-ilmiah-sby-di-unpad-politik-itu-kejam-tetapi-ada-etikanya

#sby #politik #susilobambangyudhoyono

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695943/sby-sebut-dirinya-seniman-tidak-lagi-aktif-politik-praktis-sudah-ada-generasi-yang-lebih-muda
Transkrip
00:00Saya sekarang seniman, tidak lagi aktif di politik praktis, politik kekuasaan, apalagi day to day politics.
00:09Sudah ada generasi yang lebih muda.
00:11Politisi biasanya yang dipikirkan pemilihan umum berikutnya lagi.
00:17Betul?
00:18Kalau Gubernur, Bupati, Wali Kota, Presiden semoga terpilih kembali.
00:22Itu sah, tidak salah.
00:24Anggota DPR RI, DPD, DPRD terpilih kembali, tidak salah.
00:29Politisi, tapi negarawan harus memikirkan masa yang jauh ke depan.
00:35Statement.
00:37Statement itu tidak harus mantan presiden, bukan semua bisa menjadi negarawan.
00:41Kalau memikirkan kepentingan bangsa dan negaranya, country over party, country first, jangan dibalik.
00:51Jangan partai politik yang diutamakan, negaranya belakangan, wrong.
00:57Ada kata-kata, loyalty to my party, yang punya partai politik, ends when loyalty to my country begins.
01:10Saya sekarang seniman, tidak lagi aktif di politik praktis, politik kekuasaan, apalagi day to day politics.
01:20Sudah ada generasi yang lebih muda.
01:22Orang tua, mentor, hanya memberikan dorongan, rest to blessing, agar mereka sukses dalam menjalankan misi politik.
01:31Politik itu keras, politik itu kejam, tapi tetap ada moralnya, ada etikanya.
01:37Nah disitulah pilihan yang mesti kita pilih.
01:41I love democracy.
01:43Meskipun demokrasi juga ada masalah-masalahnya, tapi dibandingkan dengan sistem yang lain, for me is better.
01:51Politik, saya masuk politik sebentar, meskipun sudah masa lalu saya, ada punya wajah.
01:56Wajah buruk dan wajah baik.
01:59Ada reasons masing-masing, ada idola masing-masing.
02:03Tetapi kalau kita bisa pilih jalan yang lebih baik, why not?
02:09Memang lebih capek barangkali, lebih harus berkorban, tetapi itu berkah.
02:14Nah ini masih bagian awal dari politik, nanti kalau lebih luas lagi, saya sedang membuat novel Pak Rektor.
02:29Novel yang pertama akan segera kami luncurkan, judulnya Diana Memang Manja.
02:35Ini ada romansnya, ada kisah percintaannya, ada misterinya, ada kegaibannya.
02:44Sehingga silahkan baca sendiri nanti.
02:46Tapi novel yang berikutnya lagi adalah,
02:50It is about politics, money and power.
02:57Novel ini berangkat dari percakapan saya, bulan Januari, dengan empat orang di sebuah kafe di kawasan Cipaganti, Bandung.
03:10Akan menarik sekali, silahkan dibaca nanti.
03:13You will be knowing well, jalan menuju politik yang bagus, mencapai kekuasaan dengan cara yang bagus.
03:23Setelah kekuasaan diperoleh, juga digunakan secara bagus.
03:28Everything is there, ada benturan pendapat dari yang ikut percakapan itu.
03:33Jadi ini bukan ekocamber, bukan selalu membenarkan pikirannya sendiri.
03:38Jangan selalu membenarkan orang yang kuat, tapi perkuatlah kebenaran.
03:43Ini juga penting.
03:53Jangan selalu membenarkan pikirannya sendiri.

Dianjurkan