Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PALANGKA RAYA, KOMPAS.TV - Usai dua hari diguyur hujan, kabut asap di Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya, Kalimantan Tengah terpantau menipis dengan jarak pandang berkisar 400 meter.

Meski jarak pandang membaik, kualitas udara masih kategori berbahaya.

Warga masih menggunakan masker guna menghindari ancaman gangguan pernapasan.

Dan inilah visual pantauan udara terkini di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Dalam visual terlihat asap masih menyala di beberapa bagian lahan yang berdekatan dengan jalan raya.

Diketahui dua hari lalu hujan sempat mengguyur wilayah Palangka Raya yang berdampak pada menipisnya kabut asap. Meski begitu, kondisi udara masih dalam kategori berbahaya.

Baca Juga Kemarau Panjang, Prajurit TNI di Jember Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/696485/kemarau-panjang-prajurit-tni-di-jember-gelar-salat-istisqa-dan-doa-bersama-kompas-siang

#palangkaraya #kabutasap #karhutla #hujan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/696487/diguyur-hujan-selama-2-hari-kabut-asap-karhutla-di-palangka-raya-menipis-kompas-siang
Transkrip
00:00Usai dua hari diguyur hujan, kebut asap di Palangkaraya terpantau menipis dengan jarak pandang berkisar 400 meter.
00:07Meski jarak pandang membaik, kualitas udara masih kategori berbahaya.
00:19Kondisi kebut asap di Jalan Yosudarso, Palangkaraya, Kalimantan Tengah terpantau menipis.
00:25Jarak pandang membaik berkisar 400 meter.
00:28Meski kebut asap menipis, kualitas udara di Palangkaraya masih dalam kategori berbahaya.
00:34Warga masih menggunakan masker guna menghindari ancaman gangguan pernapasan.
00:51Saudara, inilah visual pantauan udara terkini di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
00:56Dalam visual, terlihat asap masih menyala di beberapa bagian lahan yang berdekatan dengan jalan raya.
01:05Diketahui, dua hari lalu hujan sempat mengguyur wilayah Palangkaraya yang berdampak pada menipisnya kabut asap.
01:12Meski begitu, kondisi udara masih dalam kategori berbahaya.
01:22Kita akan pantau situasi terkini kabut asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah bersama dengan jurnalis Kompas TV, Zahwa Majid dan juru
01:30kamera Bimbo Wicaksana.
01:32Selamat siang, Zahwa.
01:34Dalam dua hari terakhir, hujan sempat turun.
01:37Lalu bagaimana dengan kondisi kabut asap di Palangkaraya pada siang hari ini, Zahwa?
01:45Ya Imran dan juga saudara, memang hujan sempat mengguyur kawasan Palangkaraya, Kalimantan Tengah dalam dua hari kebelakang.
01:53Namun, intensitas hujannya bisa terbilang sangat kecil, sangat tipis dan hanya berlangsung beberapa menit saja, tidak berlangsung lama.
02:03Dan maka dari itu bisa terlihat di sekitar saya kabut asap masih sangat besar, masih sangat terlihat begitu.
02:11Apalagi di tempat saya berdiri saat ini, masih banyak sekali titik-titik asap.
02:18Bahkan akan ditunjukkan oleh juru kamera Kompas TV Bimbo Wicaksana di sebelah kanan.
02:25Ada titik api baru yang disebabkan oleh kombinasi antara kemarau panjang dan juga angin yang begitu besar.
02:33Terdapat beberapa titik baru ini yang menyebabkan kabut asap masih terus terjadi hingga saat ini.
02:41Bahkan di beberapa titik mungkin terlihat sudah padam, namun asap-asap kecil masih keluar dari permukaan tanah.
02:49Karena memang ini merupakan sebuah karakteristik dari lahan gambut ini.
02:55Mereka ketika mineralnya terkena oleh terjadi kebakaran itu tidak hanya meluas di permukaan,
03:02namun juga masuk ke dalam permukaan tanah itu yang menyebabkan kabut asap yang begitu tebal yang terus terjadi berhari-hari.
03:11Dan Imron dan juga saudari di tempat saya berdiri saat ini masih sangat terasa hangat dari api yang dipadamkan begitu.
03:25Karena memang api-api itu belum sepenuhnya dipadamkan.
03:30Ada beberapa titik baru dan asap juga terus keluar dari lahan-lahan gambut di sebelah sini.
03:37Dan itu yang menyebabkan kabut asap terus terjadi di kawasan Palangkaraya, Kalimantan.
03:47Bahkan jika melihat indeks udara pada pagi hari ini, itu sudah mencapai lebih dari 680 mikrogram atau berbahaya.
03:57Karena memang berdasarkan indeks di atas 250 mikrogram itu sudah termasuk kategori berbahaya.
04:05Maka dari itu hingga hari ini masyarakat Palangkaraya masih menghirup udara yang tergolong berbahaya, Imron.
04:15Katakan meskipun hujan sempat turun, namun kabut asap pekat masih terjadi di sana lalu.
04:21Bagaimana dengan rencana operasi modifikasi cuaca termasuk yang mungkin saja bisa dilakukan oleh Satgas Udara?
04:30Ya, Imron dan juga saudara itu yang juga kami masih menunggu terkait rencana modifikasi cuaca di kawasan Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
04:41Namun jika melihat dari bagaimana kemodifikasi cuaca yang telah dilakukan 2 hari kebelakang, intensitas hujan yang terjadi itu lumayan sebentar
04:53begitu.
04:54Hanya terjadi beberapa menit dan hanya terjadi di beberapa titik.
04:58Dan terutama di titik-titik di mana yang menjadi perhatian untuk penanganan karhut lah begitu.
05:08Ada lebih tepatnya di seluruh Kalimantan Tengah ada 14 titik.
05:11Dan hingga saat ini kami juga masih menunggu apakah hari ini, sore hari ini akan dilakukan modifikasi cuaca kembali dengan
05:19hujan buatan
05:20atau akan dilakukan modifikasi cuaca hingga beberapa hari ke depan itu kami masih menunggu kepastiannya.
05:27Dan namun hingga saat ini kondisi cuaca di Palangkaraya, Kalimantan Tengah masih sangat panas dan juga disertai dengan angin yang
05:36begitu kencang.
05:37Itu yang membuat bagaimana api yang ada di beberapa lahan ini terus menyebar begitu.
05:43Karena dari lahan yang masih ada beberapa ada menyimpan bara api dan juga angin yang membuat menyebar ke seluruh wilayah
05:56lain.
05:56Itu yang membuat kabut asap terus menyelimuti Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Imron.
06:02Baik kabut asap masih tergolong tebal, kemudian jarak pandang terganggu dan masih ada titik api baru yang kembali muncul termasuk
06:09di lokasi Zahwa dan juga Bimo melaporkan.
06:12Terima kasih Jurnalis Kompas TV, Zahwa Majid dan Jurukamera Bimo Wicaksono melaporkan dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
06:18Tetap hati-hati teman-teman.
06:19Tetap hati-hati teman-teman.

Dianjurkan