00:01Saudara di tengah perjuangan warga melawan kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
00:07Sebuah ironi piluh justru terungkap.
00:11Dan siapakai yang seharusnya menjadi talang penyelamat nyawa kini justru terseret skandal rasuah keji.
00:18Selengkapnya dalam catatan Kompas TV bersama Valentina Sitorus.
00:22Ya Cynthia, terkait kasus ini saudara, 5 tersangka pun sudah ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
00:29Kini publik menanti, akankah ketegasan penyidikan mampu menyeret seluruh pihak yang terlibat tanpa pandang bulu?
00:38Inilah catatan Kompas TV, korupsi keji, dana penanganan bencana.
00:47Sampai mata aku tuh sering perih, dikos terus asapnya sampai masuk gitu sampai kokos.
00:53Jadi buat aktivitas juga pasti terganggu sih kak.
00:57Keluarga juga semua sakit, terutama yang bayi ini kemarin tuh umur 8 bulan kemarin tuh masuk rumah sakit kena bronkopronong
01:05ini.
01:06Ini kan warna biru, kan langitnya sekarang jadinya warna kayak gini. Sedih sih ngeliatnya.
01:12Di tengah kabut asap yang merenggut ruang hidup dan menyelimuti sejumlah daerah di Indonesia,
01:18sebuah ironi kejam justru terungkam.
01:21Lembaga yang seharusnya menjadi tameng terdepan penyelamat nyawa,
01:26kini terjerat skandal rasuah.
01:3014 Oktober 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan 5 tersangka dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa
01:37dengan menggunakan dana siap pakai untuk bencana.
01:41KPK menangkap kelima tersangka saat operasi tangkap tangan di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BNPB.
01:49Salah satu dari 5 tersangka diantaranya adalah adik dari ex-kepala BNPB Letjen Suharyanto
01:55yang berstatus sebagai tenaga ahli BNPB.
01:59Ketua KPK Setio Budianto menegaskan penetapan tersangka tanpa melihat sosok.
02:05Pihak swasta, kemudian ada pihak yang berasal dari badan tersebut sebagai tersangka.
02:13Tersangka ada 5 orang, sudah dimasukkan ke rutan KPK juga semua.
02:19Pak, apakah benar salah satu tersangkanya itu adiknya kepala BNPB, Pak?
02:23Ya, terinformasi seperti itu.
02:24Tapi pastinya nanti akan dikonfirmasi kembali karena kita tidak melihatnya siapa dia.
02:29Ini kan yang dimintai pertanggung jawaban adalah subjek yang melakukan atau diduga melakukan perbuatan melawan hukum.
02:38BNPB pun menghormati seluruh proses hukum dan berjanji akan bersikap kooperatif
02:43membuka akses informasi serta data yang dibutuhkan oleh penyidik KPK.
02:47Kami tetap menghormati proses hukum dan ajas peraduga tak bersalah yang sedang terjadi saat ini.
02:57BNPB tentu menghormati kewenangan aparatur penegak hukum untuk menangani perkara ini.
03:05Pelayanan penanggulangan bencana tetap berjalan sebagaimana berjalan selama ini.
03:13Dan kami akan terus melaksanakan tugas tanggung jawab kami kepada publik, kepada warga terutama,
03:23warga masyarakat Indonesia yang terdampak bencana.
03:27Di tengah kasus dugaan korupsi di BNPB, Presiden Prabowo Subianto mengganti letjen Suharyanto dengan letjen Kristomai Sianturi.
03:36Usai diambil sumpah, Jenderal Bintang 3 ini memastikan tidak akan ada intervensi dalam bentuk apapun terhadap pengusutan KPK.
03:46Kalau kasus OTT kemarin, jadi kami serahkan sepenuhnya kepada apapun terhadap pengusutan hukum untuk memproses hukumnya.
03:53Tidak ada intervensi dari BNPB. Silahkan apapun terhadap pengusutan hukum memproses itu sesuai aturan perlangan lain.
03:58Tapi Bapak akan bersih-bersih BNPB nggak Pak?
04:01Tentu dong. Tentu dong. Kan saya bilang konsolidasi internal.
04:05Janji dong.
04:07Wakil Ketua KPK periode 2015-2019, Laode Muhammad Syarif meminta penyidikan korupsi BNPB diperluas.
04:16Ia meyakini, tersangka tenaga ahli hanya menjalankan perintah atasan tanpa kewenangan anggaran.
04:23Sekaligus menegaskan bahwa dana bencana selalu rawan dikorupsi.
04:28Mengapa gampang dikorupsi itu dana-dana bencana itu?
04:32Karena bisa penunjukkan langsung, tidak perlu tender, karena ini adalah keadaan genti.
04:38Bisa disebut tergantung telunjuk daripada pimpinan tertinggi.
04:42Oke, lakukan A, B, C, D.
04:45Dengan akuntabilitas yang bisa...
04:47Pimpinan tertinggi itu artinya kepala BNPB ya Pak Laode ya?
04:50Ya, kepala BNPB.
04:52Apalagi misalnya kemarin itu juga sudah diperiksa sistemanya seperti itu.
04:55Jadi itu kalau misalnya, apa namanya, yang disebut sebagai staf khusus atau staf ahli,
05:03dia bukan, dia tidak memiliki kuasa.
05:08Jadi dia bekerja untuk dan atas nama biasanya.
05:13Rekam jejak kelam ini bukanlah yang pertama.
05:16Dana kemanusiaan di negeri ini sudah berulang kali jadi bancakan.
05:23Pada 2021, KPK pernah mengungkap suap dana hibah BNPB
05:28untuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Kolaka Timur senilai Rp39 miliar.
05:34Mei 2026 lalu, Kejati Sulawesi Utara mengungkap korupsi bantuan bencana
05:40sebesar Rp22,7 miliar untuk korban erupsi Gunung Ruang.
05:46Kini publik menanti ketegasan penegak hukum.
05:49Dana bencana seharusnya menjadi talang penyelamat,
05:54bukan ajang serakah para birokrat.
05:59Di tengah puing dan asap, setiap rupiah berarti besar
06:04bagi korban yang terdampak untuk melanjutkan kehidupan.
06:09Tim Liputan, Kompas TV.
06:16Kita tentu sepakat, Saudara, bila korupsi adalah tindak kejahatan luar biasa.
06:21Karena tidak saja merusak secara ekonomi,
06:24tetapi korupsi juga merampok hak publik untuk hidup layak.
06:41Bahkan pengadilan internasional yang didirikan berdasarkan statuta Roma
06:46menyamakan korupsi dengan tindak kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida.
06:52Meskipun begitu, kita tetap gagal memahami
06:56mengapa ada pihak yang tega mengkorupsi dana siap pakai darurat bencana
07:01di saat rakyat negeri ini berjuang untuk tetap hidup dalam bencana yang melanda.
07:13Keji, mungkin itulah kata yang tepat untuk melukiskan amarah publik
07:18terhadap praktek korupsi dana penanganan bencana
07:21yang terjadi di Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB.
07:32Karena tindakan para tersangka telah merampas hak korban bencana
07:37untuk mendapatkan bantuan dan perlindungan yang layak dari negara.
07:41Laporan BNPB menyebut, secara kumulatif saat ini tercatat
07:45422 orang meninggal dunia, 17 orang masih dinyatakan hilang,
07:523257 orang terluka, dan 5,7 juta korban bencana masih mengungsi.
08:00Ironisnya lagi, uang hasil bancakan korupsi tidak saja disimpan
08:05atau dialihwujudkan dalam bentuk logam mulia,
08:09tetapi juga diinvestasikan dalam pasar uang kripto
08:12sebagai upaya pencucian uang.
08:21Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK telah menetapkan 5 orang tersangka,
08:27yakni Pejabat Pengelola Dana Bantuan dan Kedaruratan Bencana
08:31yang merangkap sebagai Pejabat Pembuat Komitmen,
08:35tenaga ahli, pihak swasta, dan adik kandung
08:38dari mantan Kepala BNPB, Letnan Jenderal Soeharyanto.
08:50Kita patut mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto
08:54untuk segera mengganti Kepala BNPB
08:57dari Soeharyanto ke Letnan Jenderal Kristome Sianturi
09:01pasca OTT KPK.
09:03Apalagi pemeriksaan sementara KPK menyebut
09:06praktek korupsi terjadi karena memanfaatkan jejaring kedekatan pribadi,
09:11yakni dengan menempatkan keluarga
09:13atau orang dekat dari Pejabat BNPB
09:16pada sejumlah vendor yang mengerjakan proyek penanganan bencana.
09:20Kita berharap KPK bisa terus membongkar kasus korupsi ini,
09:25termasuk memeriksa mantan Kepala BNPB Soeharyanto,
09:29sampai terungkap siapa aktor pengendali,
09:33pengambil keputusan, jaringan penyedia,
09:36hingga aktor lain yang terlibat.
09:38Apalagi praktek maling ini
09:40sudah berjalan selama 3 tahun lamanya.
10:00Sementara itu,
10:01Letnan Jenderal Kristome Sianturi
10:03sebagai Kepala BNPB yang baru
10:05punya dua tugas utama yang harus segera dijalankan,
10:10yakni membenahi institusi
10:12dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap BNPB.
10:16Pembenahan institusi dimulai
10:18dari menghilangkan budaya nepotisme
10:20yang telah berjalan selama ini
10:22dan memastikan agar orang-orang
10:25yang duduki jabatan penting di BNPB
10:27adalah orang yang memiliki integritas,
10:30profesionalitas,
10:31dan kompeten di bidang masing-masing.
10:34Langkah perbaikan ini juga harus dibarengi
10:37dengan memperkuat check and balances
10:39dalam mekanisme penunjukan langsung
10:41terkait pengadaan untuk keperluan darurat penanganan bencana,
10:45termasuk menciptakan sistem yang terbuka,
10:48sehingga pengawasan dapat dilakukan
10:51tanpa harus memperlambat mekanisme proses yang berjalan.
10:55Sementara untuk membalikan kepercayaan publik,
10:58Letjen Christomei harus bisa menjamin
11:00seluruh operasi tanggap darurat,
11:03penanganan kebakaran hutan,
11:04dan distribusi logistik tetap berjalan optimal.
11:14Negara harus selalu hadir di setiap bencana,
11:17bekerja cepat menyelamatkan nyawa,
11:20memenuhi kebutuhan dasar pengungsi,
11:22dan memastikan kehidupan masyarakat berjalan kembali.
11:27Demikian catatan Kompas TV.
11:29Sampai jumpa di pekan depan.
11:31Sampai jumpa di pekan depan.