00:00Nah, terhusus kepada misalnya, contoh lain lah misalnya, kalau selain partai yang saya sebut tadi itu, lebih khusus lagi menurut
00:07saya, Pak Prabowo tidak perlu lagi melantik ataupun menggunakan ataupun meminta ketua partai menjadi anggota kabinetnya.
00:20Kenapa gitu? Karena terlalu sibuk ketua partai itu, ngurusin partai iya, ngurusin ini iya gitu. Jadi, kalau mau agak profesional
00:28sedikit, mintalah kepada partai itu, kirim orang lah, jangan anda gitu.
00:32Nah, ini kan semua ketua partai ikut bersama dengan Pak Prabowo. Kesulitannya apa? Kesulitannya begitu Pak Prabowo mau kata-kata,
00:41karena kinerja yang dianggap tidak terlalu optimal.
00:44Jadi, apa istilahnya? Konflik politiknya bisa lebih kuat, karena yang mau diresafil ini ketua partai.
00:51Beda kalau anggota partai diresafil, kayak kemarin misalnya, ya kan, Agus Gumiwang diresafil dengan orang yang lain, tapi dari partai
01:00yang sama, ada ininya.
01:03Tidak ada konflik-konfliknya gitu. Tapi kalau ketua partai, ada urusan maruah partai di dalam.
01:09Jadi, kalau ketua partai misalnya diganti gitu ya, apalagi pergantiannya dianggap karena tidak optimal gitu ya, di dalam pekerjaannya.
01:20Ini urusannya kok karena sekedar urusan tidak dapat jabatan, urusannya tidak setengah berat kursi, tapi ini urusan soal maruah partai
01:27gitu loh.
01:28Gimana nama partai kita ini kalau kita ketua umumnya di nilai presiden, tidak bisa bekerja kan?
01:34Oke, ini yang menarik begitu ya, ada dugaan konflik politik ketika kemudian yang disinyalir begitu ya, pekerjaannya kurang optimal begitu
01:47ternyata ketua umum partai politik begitu ya.
01:50Nah, ini juga menjadi pertanyaan tentu.
01:52Usulan Gerindra ini lebih mencerminkan ketidakpuasan terhadap kinerja menteri yang disebut tadi jurubicara Kamaru Samad terhadap kinerja menteri?
02:01Atau kemudian, pertanyaan selanjutnya, ini jadi strategi partai jelang dinamika politik ke depan ya?
02:09Sorry, yang diusulkan oleh Bung Kamaru Samad siapa ya?
02:13Belum ada secara rinci, Kamaru Samad hanya mengatakan 42 menteri dan juga wakil menteri.
02:19Kita akan dengarkan lagi bagaimana cuplikan wawancara jurubicara partai Gerindra Kamaru Samad berikut ini.
02:25Terlebih dahulu.
02:30Data sementara menunjukkan ada 42 menteri dan wamennya itu tidak kerja berdasarkan KPI yang ada.
02:39Kami sedang terus mengkaji dan melibatkan beberapa ekonom senior kita untuk mengkaji lebih mendalam.
02:46Dan kita akan menyampaikan hal ini kepada Presiden supaya 3 tahun terakhir ini bisa lebih produktif mendeliver melalui orang-orang
02:55yang memiliki kompetensi di dalam kabinet pemerintahan ini.
03:03Nah itu tadi kita sudah mendengarkan begitu ya Bung Kamaru Samad mengatakan tidak secara rinci tapi 42 menteri dan wakil
03:10menteri tidak bekerja, tidak sesuai dengan KPI.
03:14Nah ini dasarnya memang ketidakpuasan berdasarkan KPI, kinerja, atau kemudian ada strategi lain soal dinamika politik ke depannya?
03:26Kalau sampai 48, berapa tadi, 42 menteri, itu kan artinya hampir mencapai sekitar 9, 85 persen yang dianggap tidak optimal
03:38bekerja itu gitu.
03:39Dan itu saya kira tidak ada lagi usahnya dengan politik gitu, karena itu bisa kena semua.
03:45Dan 85 persen itu ya menurut saya juga kemungkinan besar itu berasal dari partai-partai politik.
03:50Anggota kabinet yang berasal dari partai politik.
03:53Saya akan terus bisa itu tinggal sekitar 6 orang lagi kan.
03:58Nah 6 orang ini kan kemungkinan besar adalah menteri-menteri yang berhubung, yang katakanlah yang non-partai gitu.
04:04Jadi maksudnya yang lain tuh, persis seperti yang saya ungkapkan tadi tuh, Bung Kamaru Samad juga kayaknya tidak terlalu puas
04:13kinerja dari menteri-menteri yang berasal dari partai politik gitu.
04:18Nah itu yang mungkin mau di-applaus secara total, apakah penyertaan partai politik di dalam kementerian ini masih tepat apa
04:26tidak gitu.
04:27Nah itu satu.
04:29Bisa saja kemudian orang partainya tetap ada, tetapi mestinya Pak Prabowo buat kriteria.
04:36Ini, ini, ini yang saya inginkan.
04:38Model ini, model ini yang saya butuhkan gitu.
04:40Jadi tidak partai yang menyerahkan begitu saja Pak Prabowo tinggal pakai.
04:45Akhirnya seperti yang sekarang.
04:47Nggak konek gitu.
04:48Antara, antara orang dengan pekerjaan yang dimaksudkan saat yang bersamaan.
04:52Kalau ditegur kesulitan karena hubungannya dengan kata-kata misalnya ketua partai.
04:57Oleh karena itu, menurut saya, ya, saya saran saya ke Gerindra, tolong dibuatkan aja kriteria calon-calon menteri yang tepat
05:07untuk mengisi jabatan,
05:09apa namanya itu ya, jabatan kementeri yang di kabinatnya Pak Prabowo.
05:14Nah, salah satu yang saya mau katakan itu misalnya, tidak boleh ketua umum partai.
05:19Tinggal milih.
05:20Anda mau jadi ketua umum atau Anda mau jadi ketua partai.
05:23Jadi nggak bisa dua-duanya.
05:24Oke, tidak ada rangkap jabatan begitu ya.