Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Setelah membentangkan spanduk berisi desakan agar pemerintah menangani dampak krisis iklim terhadap kenaikan biaya hidup, enam aktivis Greenpeace akhirnya dipulangkan.

Mereka diizinkan pulang setelah sempat tertahan selama kurang lebih delapan jam sejak dibawa oleh tim Bidokkes Polda Metro Jaya, Selasa siang.

Polisi menyebut, keenam aktivis Greenpeace dibawa ke Mapolda Metro Jaya untuk pemeriksaan kesehatan.

Tim pendamping hukum menyebut aksi tersebut dilakukan enam aktivis lingkungan ini untuk menyuarakan keprihatinan terhadap kebakaran hutan dan lahan, meningkatnya biaya hidup, serta sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak tepat.

Tim hukum juga memastikan tidak ada pelanggaran pidana yang dilakukan oleh keenamnya. Tak ada kerusakan yang dilakukan.

Aksi pemasangan spanduk mengkritik kebijakan terkait penanganan krisis iklim yang dilakukan oleh enam aktivis lingkungan ini viral di media sosial.

Aksi ini juga menjadi sorotan karena dua aktivis lingkungan ini adalah perempuan yang berani memanjat monumen untuk mendorong penanganan krisis iklim.

Walau sudah diturunkan, gerakan memasang foto spanduk ini ramai dilakukan di media sosial.

Baca Juga Bareskrim Polri Bongkar Situs Judi Online Boxkia: 4 Orang Ditangkap, Ini Perannya di https://www.kompas.tv/nasional/697328/bareskrim-polri-bongkar-situs-judi-online-boxkia-4-orang-ditangkap-ini-perannya

#polisi #greenpeace #aktivis #spandukgreenpeace

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/697337/6-aktivis-greenpeace-dipulangkan-polisi-tak-ada-penangkapan-hanya-periksa-kesehatan-sapa-pagi
Transkrip
00:00Kini kita beralih ke dalam negeri, 6 aktivis Greenpeace Indonesia yang sempat dibawa ke Polda Metro Jaya
00:05akhirnya dipulangkan usai memanjat dan membentangkan sepanduk di Monumen Patung Selamat Datang, Punderan Hotel Indonesia.
00:18Setelah membentangkan sepanduk berisi desakan agar pemerintah menangani dampak krisis iklim terhadap kenaikan biaya hidup,
00:256 aktivis Greenpeace akhirnya dipulangkan.
00:27Mereka diizinkan pulang setelah sempat tertahan selama kurang lebih 8 jam sejak dibawa oleh tim bidok ke Polda Metro Jaya
00:35selasa siang.
00:37Polisi menyebut, ke-6 aktivis Greenpeace yang dibawa ke Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan kesehatan.
00:45Diberikan penanganan medis, kami juga sudah mengirim beberapa dokumentasi pada saat pelaksanaan,
00:52termasuk pendampingan dari pihak ILBHI juga melakukan pendampingan.
00:56Dan tadi malam, yang bersangkutan sudah kembali ke rumah masing-masing.
01:01Jadi kami luruskan tidak ada penangkapan.
01:05Tetapi kepolisian dalam hal ini memprioritaskan kondisi medis, kondisi psikis dari orang yang berada di ketinggian.
01:14Tim pendamping hukum menyebut aksi tersebut dilakukan 6 aktivis lingkungan ini untuk menyuarakan keprihatinan terhadap kebakaran hutan dan lahan,
01:24meningkatnya biaya hidup, serta sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak tepat.
01:30Tim hukum juga memastikan tidak ada pelanggaran pidana yang dilakukan oleh ke-6nya.
01:35Tak ada kerusakan yang dilakukan.
01:38Selamat datang di Bundaran HI.
01:41Aksi ini dilakukan untuk menyuarakan keresahan masyarakat
01:46karena ada banyak, seperti kita semua ketahui dan berita sama-sama,
01:51kebakaran hutan dan lahan,
01:52dan juga kesulitan hidup warga,
01:55biaya yang terus melambung tinggi,
01:56dan mempertanyakan banyak kebijakan pemerintah yang keliru.
02:00Melakukan aksi damai tanpa kekerasan.
02:03Kalau kawan-kawan perhatikan, sejak awal aksi ini dimulai di pagi hari sampai kemudian di siang hari,
02:10tidak ada satupun kerugian, kerusakan atau korban atau barang yang rusak.
02:16Aksi pemasangan Spanduk mengkritik kebijakan terkait penanganan krisis iklim
02:20yang dilakukan oleh 6 aktivis lingkungan ini viral di media sosial.
02:24Aksi ini juga menjadi sorotan karena 2 aktivis lingkungan ini adalah perempuan
02:29yang berani memanjat monumen untuk mendorong penanganan krisis iklim.
02:35Walau sudah diturunkan, gerakan memasang foto Spanduk ini ramai dilakukan di media sosial.

Dianjurkan