Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Prabowo Tiba-Tiba Jeda Pidato: Kok Ada yang Senyum Ya?

Presiden Prabowo Subianto sempat menghentikan pidatonya dan melontarkan teguran spontan kepada para ketua umum partai politik yang mendadak tersenyum saat dirinya membahas keterbatasan kursi kepemimpinan. Momen unik tersebut terjadi saat acara di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (21/10/2026), di mana ia memberikan tanggapan atas kritik publik yang menilai postur Kabinet Merah Putih terlalu gemuk.

Prabowo menegaskan bahwa luas fisik wilayah Indonesia sebanding dengan Benua Eropa yang dinaungi oleh puluhan negara dengan puluhan kabinet berbeda. Ia menekankan bahwa Indonesia yang berpenduduk hampir 300 juta jiwa ini tetap mampu mengendalikan pemerintahan secara solid di bawah satu kabinet. Dalam pidato yang sama, Presiden juga menyoroti penanganan krisis bencana alam hingga memerintahkan pengusutan tuntas kasus karhutla yang diduga melibatkan kelalaian korporasi. Melalui arahan tersebut, ia meminta sinergi TNI, Polri, Kejaksaan, hingga lembaga intelijen untuk menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan.

Selengkapnya dalam video di atas.

#PrabowoJedaPidato #PrabowoSorotiSenyumanSaatPidato

Creative/Video Editor: Aqilah/Rizal
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Saya tidak mau mengulangi-ulangi, mengutak-utik yang sudah liwat.
00:13Negara sebesar kita, dinamika politik sebesar kita, pasti persaingannya keras.
00:24Kursi terbatas.
00:27Kok ada yang senyum, pemimpin partai ini sadar.
00:35Kursi terbatas, presiden hanya satu.
00:42Kita dituduh, kabinet gemuk.
00:47Iya kan?
00:51Tidak efisien.
00:52Tapi, saudara-saudara, saya ingatkan, negara kita hampir 300 juta.
01:04Negara kita fisiknya sebesar Eropa.
01:08Eropa itu 30 negara, ada 30 kabinet, ada 30 Menteri Keuangan, ada 30 Panglima TNI, ada 30 Jaksa Agung, ada
01:2430 Kapolri.
01:30Indonesia satu kabinet, saudara-saudara.
01:35Mana yang tidak efisien?
01:40Mana yang tidak efisien?
01:45Dan kita mampu mengendalikan, ada bencana alam, kita hadapi.
01:54Sumatera bagian utara kemarin, habis-habisan kita turun.
02:02Gempa bumi, apa itu, krakatau, karhutlah.
02:10Kita kompak, kita hadapi.
02:12Kita tidak puas, kita belajar.
02:14Tapi, saudara-saudara, ternyata hasil penyelidikan kita di lapangan bahwa fenomena karhutlah tidak semata-mata alamiah.
02:31Ada campur tangan manusia dan menurut saya harus kita sikapi dengan hati-hati, dengan teliti.
02:39Saya minta kepolisian, kejaksaan, kementerian kehutanan, dibantu TNI, dibantu intelligence untuk selidiki.
02:56Karena ternyata banyak korporasi-korporasi ikut bertanggung jawab.
03:09Terima kasih.

Dianjurkan