Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Jepang merupakan salah satu pasar kopi terbesar di dunia. Namun, dari total impor kopi Jepang senilai US$2,55 miliar pada 2025, pangsa Indonesia baru 2,6%.

Padahal, kopi Nusantara punya kekayaan cita rasa, dari Sumatra hingga Papua, yang berpotensi memikat konsumen Jepang.

Persoalannya bukan sekadar kualitas. Produktivitas yang rendah, konsistensi pasokan, hingga harga yang semakin mahal menjadi tantangan kopi Indonesia untuk bersaing.

Pameran kopi internasional SCAJ 2026 di Tokyo menjadi salah satu ajang untuk memperkenalkan potensi kopi Nusantara sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

Kopi Indonesia kaya potensi, mampukah memenangkan persaingan di pasar Jepang?

#kopi #indonesia #jepang #nusantara #tokyo

Baca Juga Petani Milenial Bangkitkan Kopi Ciremai 'Go Internasional': Kejar Sertifikasi, Bidik Pasar Global di https://www.kompas.tv/regional/691529/petani-milenial-bangkitkan-kopi-ciremai-go-internasional-kejar-sertifikasi-bidik-pasar-global

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697403/kopi-indonesia-kaya-rasa-tapi-mengapa-pangsa-pasarnya-di-jepang-masih-kecil-kompas-siang
Transkrip
00:13Jepang bukan hanya dikenal dengan tradisi minum teh,
00:17tetapi juga menjadi pasar kopi terbesar dan paling menghargai kualitas di dunia.
00:22Negara matahari terbit ini menempati peringkat keempat konsumen kopi dunia
00:28dengan total konsumsi mencapai hampir 400 ribu ton sepanjang 2025.
00:36Indonesia pun menjadi salah satu negara pemasok kopi ke pasar Jepang.
00:41Salah satunya hadir melalui Kurasu, perusahaan kopi spesialti asal Kyoto
00:46yang mengelola kedai kopi sekaligus menyangrai
00:50dan memasarkan biji kopi dari berbagai negara termasuk Indonesia.
00:56Perusahaan kopi di Indonesia, kami menemukan bahwa ada banyak diversitas.
01:01Tidak.
01:02Tidak.
01:02Tidak.
01:02Tidak.
01:02Tidak.
01:03Tidak.
01:04Tidak.
01:05Tidak.
01:09Tidak.
01:19Tidak.
01:20Tidak.
01:22Tidak.
01:25Tidak.
01:25Tidak.
01:25Tidak.
01:26Tidak.
01:27Tidak.
01:28Tidak.
01:28Tidak.
01:29Tidak.
01:30Tidak.
01:31Tidak.
01:33Tidak.
01:54Tidak.
01:55Rendahnya produktivitas dan penurunan hasil panen membuat harga kopi Indonesia semakin tinggi hingga berpotensi membuat calon pembeli beralih ke produk
02:05kopi dari negara lain.
02:07Jadi produk kita itu sekarang berantemnya sama harga jual.
02:11Jadi banyak orang yang tertarik sama kopi Indonesia akhirnya mundur dengan harga.
02:16Produktivitas kopi negara kita sangat rendah dibandingkan negara yang lain.
02:20Ketika produktivitas rendah otomatis barang yang berkualitas bagus akan jadi sedikit.
02:25Ketika barangnya sedikit otomatis harganya menjadi tinggi.
02:28Ketika orang jatuh cinta dengan kopinya mereka kaget dengan harganya akhirnya mereka turun ke kualitas yang lebih rendah.
02:34Dan akhirnya kualitas rasanya tidak akan secantik kalau kita pakai barang yang bagus.
02:38Jadi kalau mau dibenerin di mana mungkin cara paling benar adalah kita memperbaiki dulu tata cara tanam kita.
02:45Kita tingkatkan dulu produktivitasnya.
02:53Kopi Indonesia terus menjajaki peluang di pasar internasional termasuk juga Jepang.
02:58Namun demikian di tengah ketatnya persaingan kopi dari berbagai negara,
03:04bangsa pasar kopi Indonesia di Jepang masih relatif kecil.
03:11Sepanjang 2025, total impor kopi Jepang mencapai 2,55 miliar dolar Amerika Serikat.
03:19Dari nilai itu, kopi Indonesia baru menyumbang 67,37 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar 2,6 persen.
03:29Artinya, ruang untuk memperluas bangsa pasar kopi Indonesia di Jepang masih terbuka lebar.
03:36Salah satu upaya membuka peluang pasar dilakukan melalui pameran kopi internasional SCAJ 2026
03:44yang diikuti 35 negara.
03:47Digelar di Tokyo, Jepang beberapa waktu lalu.
03:50Dengan dukungan Bank Indonesia, sejumlah pelaku UMKM kopi tanah air memperkenalkan produknya
03:57sekaligus menjajaki peluang kerjasama dengan calon pembeli internasional.
04:01Kita harapkan kita bisa meningkatkan ekspor dari kopi ini,
04:08di mana kopi ini bisa ekspor tentunya bisa meningkatkan taraf hidup dari petaninya juga,
04:15begitu juga untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita secara umum.
04:21Di tengah besarnya peluang pasar global, keunggulan cita rasa saja tak cukup.
04:27Produktivitas, konsistensi pasokan, dan harga yang kompetitif
04:31menjadi kunci agar kopi Indonesia tak hanya diminati,
04:35tetapi juga mampu memperluas pasar ekspor.
04:38My Sister Tarigan, Adini Anissa, Kompas TV, Tokyo, Jepang.

Dianjurkan