Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 9 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Dokter Tifa menyebut saksi Dian Sandi Utama sebagai "biang keladi" polemik ijazah Joko Widodo (Jokowi) yang telah berlangsung sekitar 600 hari.

Pernyataan itu disampaikan Tifa usai menjalani sidang perkara ijazah Jokowi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (22/10/2026).

Tifa mempersoalkan unggahan Dian Sandi pada 1 April 2025 yang menyebut gambar digital yang diunggahnya sebagai ijazah asli Jokowi.

Menurut Tifa, dalam pemeriksaan silang terungkap bahwa Dian Sandi bukan pengunggah pertama gambar tersebut dan mendapatkannya dari akun X lain, @hyperpoison.

Tifa juga menyoroti percakapan antara Dian Sandi dan akun tersebut yang, menurut penafsirannya, menunjukkan bahwa sumber gambar digital itu tidak jelas.

Ia turut mempersoalkan sejumlah ketidaksesuaian dalam keterangan Dian Sandi dan berita acara pemeriksaan (BAP), termasuk soal waktu mengenal Jokowi dan tanggal pertemuan di Solo.

Atas dasar itu, Tifa menyatakan pihaknya mempertimbangkan melaporkan Dian Sandi ke Polda Metro Jaya.

Pernyataan mengenai dugaan pengelabuan dan ketidaksesuaian keterangan tersebut merupakan klaim pihak Tifa yang masih perlu diuji melalui proses hukum.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Rizal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/697415/tifa-sebut-dian-sandi-biang-keladi-polemik-ijazah-jokowi-sebut-keributan-sampai-600-hari
Transkrip
00:00Saya baru sampaikan bahwa berdasarkan dari keterangan yang diberikan oleh saksi tadi dan hasil cross examination kami terbukti bahwa yang
00:10menjadi biang keladi dari semua keributan selama 600 hari ini adalah ya orang ini.
00:16Ya orang ini yang mengaku-ngaku dia melihat yang asli sehingga publik dikecohkan atas apa yang dia katakan pada utasnya
00:27tanggal 1 April 2025.
00:31Dia mengatakan pada utasnya buat yang ributin fotokopi ijazah Pak Jokowi yang saya upload pada utas biar kalian tenang lebarannya
00:38ini saya upload yang asli.
00:40Ini adalah pengecohan, pengelabuhan ya karena seluruh masyarakat Indonesia dibuat seakan-akan percaya bahwa dia melakukan pemotretan atau membuat foto
00:52asli dari ijazah Jokowi Dodo.
00:56Ternyata dari cross examination tadi terungkap bahwa dia bukan pemosting yang pertama bahkan dia mendapatkan postingan ini, benda digital ini,
01:10ini bukan ijazah ini benda digital itu dari satu akun yang sekarang sudah tidak ada lagi, sudah hilang, sudah kabur
01:17akunnya.
01:18Yaitu akun Ad Hyper Poison.
01:21Bahkan pada komunikasi yang terjadi oleh yang bersangkutan ini Dian Sandi dengan akun Ad Hyper Poison tersebut yang dilakukan oleh
01:32Dian Sandi pada 27 April 2025 sampai 1 Mei 2025
01:37yang ditayangkan dan menjadi alat bukti yang tadi ditayangkan oleh JPU terlihat bahwa akun Ad Hyper Poison pun mengaku bahwa
01:47benda ini asal comot.
01:49Benda ini tuh asal comot saja dan dia pun dapat dari akun X yang lain.
01:56Artinya bisa jadi Dian Sandi ini adalah pengupload yang kesekian kali di X.
02:03Artinya dia hanya mengaku-ngaku saja sebagai orang yang betul-betul seakan-akan melihat.
02:09Untuk itu kami pertimbangkan untuk melaporkan Dian Sandi ini laporan polisi ke Polda Metro Jaya.
02:15Karena telah memberikan keterangan palsu kepada masyarakat dan melakukan pengelabuhan.
02:20Sehingga mungkin nanti akan kita pertimbangkan beberapa pasal yang terkait dengan hal ini.
02:24Berikutnya tadi ketika saya ditanya ada sebuah pernyataan kesaksian yang sangat penting dari Dian Sandi Utama yang relevan dengan BAP
02:34yang bersangkutan.
02:35Pada BAP yang bersangkutan pada poin 5 pertanyaan 5 dia mengatakan bahwa dia mengenal saudara Jokowi Dodo.
02:42Ketika kami desak kenal kapan? Tahun 2022. Artinya dia kenal baru 4 tahun.
02:49Kemudian dia juga mengaku disitu bahwa dia bukan saudara, dia bukan keluarga.
02:54Tetapi yang bersangkutan Dian Sandi Utama pada tanggal 1 Mei 2025 ketika diwawancarai oleh salah satu media yaitu Madilok,
03:05forum keadilan, disitu pada menit ke-52 dan seterusnya dia bercerita bahwa dia seakan-akan sangat mengenal saudara Jokowi Dodo.
03:14Bahkan dia mengatakan disitu bahwa nama Jokowi Dodo sebelumnya adalah Purwoko dan kemudian ganti lagi menjadi Mulyono.
03:25Dan tadi dia katakan bahwa dia sudah menyampaikan keterangan tersebut bahwa dia memperoleh nama Purwoko itu dari salah seorang anggota
03:35keluarga dari saudara Jokowi Dodo yang dia tidak mau menyebutkan jati dirinya.
03:39Atas kesakian ini kita yakinkan bahwa kita akan konfrontasikan kepada pelapor yaitu saudara Jokowi Dodo.
03:48Sebab jika saudara Jokowi Dodo menyampaikan pernyataan yang berbeda, maka saksi ini melakukan keterangan palsu di bawah sumpah melanggar pasal
03:58373 terancam hukuman 7 tahun.
04:01Dan tadi masih banyak sekali sebetulnya bagaimana kami memblender, merujak dari BAP-BAP yang bersangkutan.
04:09Seperti misalnya yang bersangkutan memparas.
04:12BAP pertamanya itu di hari Senin tanggal 21 Mei 2025.
04:18Kita cek bahwa pada tanggal 21 Mei 2025 itu harinya bukan Senin, tapi Rabu.
04:24Ini fatal sekali untuk BAP.
04:27Karena itu kami minta untuk menghadirkan penyidik.
04:30Kenapa bisa sepatal ini, seceroboh ini penyidik dalam membuat BAP.
04:34Dan cerobohnya juga Dian Sandi ini menyetujui dengan memparas tanggal yang salah tersebut.
04:41Kemudian yang kedua juga ada ketidaksinkronan antara kesaksian BAP yang diberikan oleh Dian Sandi,
04:48bahwa dia bertemu saudara Jokowi Dodo di Solo tanggal 22 Mei 2026.
04:53Tapi pada BAP berikutnya yang dia lakukan di bulan Februari 2026,
04:58dia mengatakan bahwa dia bertemu saudara Jokowi Dodo di tanggal 23 Mei 2026.
05:04Dan kemudian beberapa hal juga yang menarik tadi kami sudah ungkap.
05:09Saudara-saudara, teman-teman semua bisa melihat tayangan langsung pada akun dari PN Jakarta Timur.
05:17Kita bisa melihat penggalian-penggalian yang kami lakukan tadi kepada saksi.
05:22Berikutnya nanti setelah ISOMA, kita akan melakukan cross-examination kepada saksia kedua
05:28yang tak kalah penting yaitu saudara Dumatno Bediut.

Dianjurkan