Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan kondisi stok BBM nasional dan penerimaan negara dari sektor energi serta mineral dan batu bara ke Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil menerangkan bahwa ketahanan stok BBM bersubsidi jenis Biosolar maupun Pertalite (RON 90) saat ini berada di kisaran 16 hingga 18 hari.

Sementara itu, ketersediaan BBM nonsubsidi dan jenis lainnya berada di atas 20 hari.

"Untuk cadangan BBM kita sekarang untuk Pertalite, Bapak Presiden, di angka 16 sampai 18 hari. Ini yang subsidi, RON 90. Kalau yang lainnya semua di atas standar minimum nasional," ujar Bahlil dalam Sidang Kabinet Paripurna, Rabu (21/10/2026).

Video editor: Lintang

#bahlil #bbm #prabowo

Baca Juga Menko Airlangga Lapor Presiden Prabowo soal Stimulus Akhir 2026 di https://www.kompas.tv/nasional/697835/menko-airlangga-lapor-presiden-prabowo-soal-stimulus-akhir-2026



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/697840/bahlil-lapor-prabowo-stok-bbm-nasional-aman-cadangan-pertalite-16-18-hari
Transkrip
00:00Bapak Presiden dan Bapak Ibu semua, kami laporkan Bapak Presiden
00:03terkait dengan kondisi BBM kita untuk cadangan BBM kita sekarang
00:11untuk pertelahit Bapak Presiden di angka 16-18 hari.
00:15Ini yang subsidi, RON 90.
00:18Kalau yang lainnya semua di atas standar minimum nasional.
00:23Ijin kami laporkan di kejadian kemarin di Bali,
00:26itu sesungguhnya yang terjadi adalah bukan persoalan cadangan nasionalnya.
00:31Tetapi distribusi dari Jawa Timur ke Bali itu yang terlambat kapal kurang lebih sekitar
00:38harusnya masuk setengah 6 pagi, masuknya malam.
00:42Alhamdulillah hari ini di Bali Bapak Presiden stoknya sudah mencapai 12 hari.
00:46Cuman memang kita harus antisipasi di beberapa wilayah
00:49yang akibat daripada cuaca ini pendangkalan sungai.
00:54Di Kalimantan itu terjadi pendangkalan sungai,
00:57di Papua juga, di Asmat itu terjadi pendangkalan sungai
01:00yang tadinya bisa lewat laut, sekarang kita harus putar lewat darat.
01:04Jadi secara umum untuk stok nasional kita
01:07insya Allah aman di atas rata-rata.
01:11LPG juga di atas rata-rata, 13 hari, yang lainnya di atas 20 hari.
01:16Perpres sudah ditandatangani
01:18untuk pengadaan seluruh CRUD, BBM, dan LPG akan dilakukan langsung secara G2G lewat BLU.
01:27Untuk solar Bapak Presiden, Alhamdulillah sudah tidak kita lakukan impor.
01:32Jadi clear khususnya solar M48, solar CN51 kita masih sebagian melakukan impor.
01:38Kami laporkan bahwa untuk kondisi listrik di Batam yang kemarin sempat error sudah bisa tertangani.
01:45Dan sekarang program kita untuk listrik adalah bagaimana memastikan
01:49di semua wilayah tidak ada lagi pembangunan bergilir.
01:53Yang berikut slide menyangkut dengan ekspor batubara.
01:57Kami laporkan bahwa dalam APBN, pendapatan target APBN kita di PNBP,
02:04itu target PNBP kita di 2026,
02:09sebesar Rp133,63 triliun.
02:13Realisasi sampai dengan Januari-Oktober sekarang Bapak Presiden,
02:17kami laporkan sudah mencapai Rp127,74 triliun.
02:22Atau sudah mencapai 98,42 persen.
02:27Dibandingkan dengan volume, dengan periode yang sama di 2025,
02:33itu baru mencapai Rp94,98 triliun.
02:37Tapi sekarang sudah mencapai Rp127 triliun.
02:39Target kita nanti untuk membantu Menteri Keuangan dalam rangka menambal defisit terhadap subsidi BBM,
02:46itu kita akan mencapai Rp165 triliun, Pak Menteri Keuangan.
02:50Jadi surplus sekitar 30 triliun lebih.
02:54Ini untuk PNBP.
02:56Januari sampai September 2025, ekspor batu bara kita itu Rp374 juta.
03:04Sementara pada periode yang sama di Januari sampai September,
03:07itu menjadi Rp343 juta.
03:09Terjadi koreksi kurang lebih sekitar Rp30 juta.
03:12Tetapi pendapatan negara kita naik.
03:15Jadi barang produksi turun, pendapatan naik.
03:18Nah ekspor kita, Januari-September di 2025, itu Rp21 miliar.
03:26Nah Januari sampai September sekarang sudah mencapai Rp23,71, hampir Rp24 miliar.
03:32Di satu sisi, Pak Presiden, kami laporkan juga terkait dengan ekspor nikel.
03:38Nah sampai dengan Agustus, itu kita sudah melakukan ekspor kurang lebih sekitar Rp24,55 miliar USD.
03:50Kalau Januari-Agustus 2025, itu Rp21,22.
03:54Demikian, terima kasih.
03:59Kami laporkan bahwa dalam APBN, pendapatan target APBN kita di PNBP,
04:05itu target PNBP kita di 2026, sebesar capai 98,42 persen.
04:14Dibandingkan dengan volume, dengan periode yang sama di 2025.
04:23Cara baru nonton di Smart TV, nonton live streaming,
04:27dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
04:31Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
04:36Cari Kompas TV melalui pencarian.
04:39Pilih aplikasi, lalu install.
04:42Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
04:47Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.

Dianjurkan