Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 menit yang lalu


JAWA BARAT, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan korupsi dan penyalahgunaan wewenang dapat menjadi awal kehancuran sebuah bangsa.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak menjaga kekayaan negara dan tidak melakukan penyelewengan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026).

"Sumber daya bangsa tidak boleh dicuri, tidak boleh diselewengkan, tidak boleh dikorupsi. Korupsi, penyelewengan, penyalahgunaan wewenang, sesungguhnya adalah awal kehancuran bangsa," tegasnya.

Baca Juga Potret Prabowo Bertemu Pengusaha, Kadin Ungkap Capaian Investasi di https://www.kompas.tv/nasional/699075/potret-prabowo-bertemu-pengusaha-kadin-ungkap-capaian-investasi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699132/presiden-prabowo-korupsi-sesungguhnya-adalah-awal-kehancuran-bangsa
Transkrip
00:00Saudara-saudara, ibarat suatu lingkaran, ibarat mana yang lebih dulu, telur atau ayam.
00:14Kita butuh pendidikan yang baik, tapi kita butuh investasi yang besar, kita butuh dana yang besar.
00:23Karena itu, sumber daya bangsa harus diamankan, sumber daya bangsa harus dijaga, sumber daya bangsa tidak boleh dicuri, tidak boleh
00:42diselewengkan, tidak boleh dikorupsi.
00:52Korupsi, penyelewengan, penyalahgunaan, pewenang, sesungguhnya adalah awal kehancuran bangsa.
01:06Saudara-saudara, gagasan mendidikan sekolah semacam tarunan Nusantara berawal dari kesadaran bahwa bangsa yang berhasil,
01:28Bangsa yang unggul, memerlukan pemimpin-pemimpin yang unggul.
01:36Pemimpin yang unggul harus diseleksi yang baik.
01:43Seleksi yang baik, unggul, tidak unggul hanya otaknya, unggul badannya, unggul jiwanya, unggul hatinya.
01:58Saudara-saudara, orang pinter, tapi hatinya jahat, sangat berbahaya.
02:08Yang terjadi adalah penderitaan, ketidakadilan, bencana.
02:15Karena itu, SMA Tarunan Nusantara lahir sebagai gagasan untuk mencari tunas-tunas pemimpin-pemimpin yang baik.
02:31Gagasan awal adalah kita cari anak-anak yang terpinter dari seluruh Indonesia,
02:45dari semua golongan, dari semua suku, semua ras, dan semua agama.
02:54Dan ide awal adalah diberi biaya siswa penuh,
03:00supaya tidak ada perbedaan anaknya orang miskin, tapi pinter, harus dapat kesempatan.
03:09Itu gagasan awal, dan itu gagasan yang kita ingin pertahankan sekarang.
03:17Saudara-saudara,
03:22Sekolah semacam SMA Tarunan Nusantara memang bisa dipandang elitis,
03:34tapi sebetulnya maksudnya adalah untuk mencari bibit-bibit yang baik, bibit-bibit unggul.
03:44Ibarat kita akan menghadapi Olimpiade.
03:51Kita harus punya lembaga kadrisasi atlet.
04:01Kita harus didik, harus memberi dia latihan yang baik, saranannya baik, perlengkapan yang baik.
04:09Saudara-saudara,
04:11Ini ibarat kita mau berhasil sebagai bangsa,
04:14kita perlu insinyur yang hebat,
04:18kita perlu ilmuwan yang hebat,
04:22kita perlu dokter-dokter yang hebat,
04:25kita perlu ahli-ahli biologi yang hebat,
04:30kita perlu penemu-penemu teknologi yang hebat.
04:37Dari mana kita tidak bisa nunggu seolah-olah bibit-bibit itu akan jatuh dari pohon.
04:48Tidak.
04:50Kita harus mencari,
04:54kita harus memberi kesempatan.
04:57Dan nanti maksudnya adalah,
05:03bibit-bibit unggul ini,
05:05hasil daripada lembaga ini,
05:08akan berkarya,
05:11akan berbuat,
05:14akan memberi
05:18kebaikan untuk negara,
05:20akan memberi penemuan untuk negara,
05:24akan memberi
05:27kekayaan untuk negara.
05:30Ini maksudnya.
05:34Sekarang,
05:35dari SMA TN
05:37yang pertama
05:40yang dibentuk
05:43di Magelang,
05:48sekian puluh tahun yang lalu,
05:51berapa tahun yang lalu?
05:54Angkatan pertama.
05:57Tahun
05:5790?
06:0090.
06:02Berarti 36 tahun yang lalu.
06:09Dibentuk
06:10waktu itu
06:11oleh Panglima
06:13ABRI waktu itu,
06:15Pak Benny Murdani,
06:16dan sekarang
06:18hasilnya sudah ada
06:21Menteri Koordinator,
06:23sudah ada berapa?
06:24Ada dua,
06:25Menko,
06:27sudah ada
06:28Jenderal,
06:30sudah ada
06:31Menseknek,
06:35sudah ada
06:36Seskap,
06:43Kepala BMKG,
06:48Kepala
06:49BNPB,
06:51juga lulusan TN,
06:57Kepala Badan Gizi Nasional,
07:02TN,
07:02mungkin di Kabinet
07:04banyak sekali
07:06TN sudah mulai muncul.
07:15Dan saya harus
07:17katakan,
07:19saya harus akui
07:22yang dari TN
07:24kinerja dan prestasinya
07:27baik.
07:37Kalau saya bilang
07:39baik sekali,
07:40nanti mereka
07:40kurang motivasi,
07:42jadi baik,
07:44supaya mereka
07:45ngejar
07:45baik sekali.
07:48Kalau baik sekali
07:49itu
07:51A,
07:53A itu nilainya
07:55berapa?
07:5690?
07:5893 gitu ya,
08:0094.
08:02Kau 100
08:03itu milik Tuhan.
08:05Iya gak?
08:08Bener?
08:10Bener.
08:11Sampai jumpa.
08:11selamat menikmati

Dianjurkan