00:00Saudara-saudara, ibarat suatu lingkaran, ibarat mana yang lebih dulu, telur atau ayam.
00:14Kita butuh pendidikan yang baik, tapi kita butuh investasi yang besar, kita butuh dana yang besar.
00:23Karena itu, sumber daya bangsa harus diamankan, sumber daya bangsa harus dijaga, sumber daya bangsa tidak boleh dicuri, tidak boleh
00:42diselewengkan, tidak boleh dikorupsi.
00:52Korupsi, penyelewengan, penyalahgunaan, pewenang, sesungguhnya adalah awal kehancuran bangsa.
01:06Saudara-saudara, gagasan mendidikan sekolah semacam tarunan Nusantara berawal dari kesadaran bahwa bangsa yang berhasil,
01:28Bangsa yang unggul, memerlukan pemimpin-pemimpin yang unggul.
01:36Pemimpin yang unggul harus diseleksi yang baik.
01:43Seleksi yang baik, unggul, tidak unggul hanya otaknya, unggul badannya, unggul jiwanya, unggul hatinya.
01:58Saudara-saudara, orang pinter, tapi hatinya jahat, sangat berbahaya.
02:08Yang terjadi adalah penderitaan, ketidakadilan, bencana.
02:15Karena itu, SMA Tarunan Nusantara lahir sebagai gagasan untuk mencari tunas-tunas pemimpin-pemimpin yang baik.
02:31Gagasan awal adalah kita cari anak-anak yang terpinter dari seluruh Indonesia,
02:45dari semua golongan, dari semua suku, semua ras, dan semua agama.
02:54Dan ide awal adalah diberi biaya siswa penuh,
03:00supaya tidak ada perbedaan anaknya orang miskin, tapi pinter, harus dapat kesempatan.
03:09Itu gagasan awal, dan itu gagasan yang kita ingin pertahankan sekarang.
03:17Saudara-saudara,
03:22Sekolah semacam SMA Tarunan Nusantara memang bisa dipandang elitis,
03:34tapi sebetulnya maksudnya adalah untuk mencari bibit-bibit yang baik, bibit-bibit unggul.
03:44Ibarat kita akan menghadapi Olimpiade.
03:51Kita harus punya lembaga kadrisasi atlet.
04:01Kita harus didik, harus memberi dia latihan yang baik, saranannya baik, perlengkapan yang baik.
04:09Saudara-saudara,
04:11Ini ibarat kita mau berhasil sebagai bangsa,
04:14kita perlu insinyur yang hebat,
04:18kita perlu ilmuwan yang hebat,
04:22kita perlu dokter-dokter yang hebat,
04:25kita perlu ahli-ahli biologi yang hebat,
04:30kita perlu penemu-penemu teknologi yang hebat.
04:37Dari mana kita tidak bisa nunggu seolah-olah bibit-bibit itu akan jatuh dari pohon.
04:48Tidak.
04:50Kita harus mencari,
04:54kita harus memberi kesempatan.
04:57Dan nanti maksudnya adalah,
05:03bibit-bibit unggul ini,
05:05hasil daripada lembaga ini,
05:08akan berkarya,
05:11akan berbuat,
05:14akan memberi
05:18kebaikan untuk negara,
05:20akan memberi penemuan untuk negara,
05:24akan memberi
05:27kekayaan untuk negara.
05:30Ini maksudnya.
05:34Sekarang,
05:35dari SMA TN
05:37yang pertama
05:40yang dibentuk
05:43di Magelang,
05:48sekian puluh tahun yang lalu,
05:51berapa tahun yang lalu?
05:54Angkatan pertama.
05:57Tahun
05:5790?
06:0090.
06:02Berarti 36 tahun yang lalu.
06:09Dibentuk
06:10waktu itu
06:11oleh Panglima
06:13ABRI waktu itu,
06:15Pak Benny Murdani,
06:16dan sekarang
06:18hasilnya sudah ada
06:21Menteri Koordinator,
06:23sudah ada berapa?
06:24Ada dua,
06:25Menko,
06:27sudah ada
06:28Jenderal,
06:30sudah ada
06:31Menseknek,
06:35sudah ada
06:36Seskap,
06:43Kepala BMKG,
06:48Kepala
06:49BNPB,
06:51juga lulusan TN,
06:57Kepala Badan Gizi Nasional,
07:02TN,
07:02mungkin di Kabinet
07:04banyak sekali
07:06TN sudah mulai muncul.
07:15Dan saya harus
07:17katakan,
07:19saya harus akui
07:22yang dari TN
07:24kinerja dan prestasinya
07:27baik.
07:37Kalau saya bilang
07:39baik sekali,
07:40nanti mereka
07:40kurang motivasi,
07:42jadi baik,
07:44supaya mereka
07:45ngejar
07:45baik sekali.
07:48Kalau baik sekali
07:49itu
07:51A,
07:53A itu nilainya
07:55berapa?
07:5690?
07:5893 gitu ya,
08:0094.
08:02Kau 100
08:03itu milik Tuhan.
08:05Iya gak?
08:08Bener?
08:10Bener.
08:11Sampai jumpa.
08:11selamat menikmati