00:01Pemerintah Indonesia masih membuka peluang ekspor listrik ke negara lain, termasuk Singapura.
00:06Namun, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan kesepakatan harga menjadi penentu kelanjutan rencana tersebut.
00:13Bahlil menyatakan ekspor listrik bisa dilakukan jika negara pembeli menyepakati harga yang ditawarkan pemerintah.
00:20Selama harganya cocok, ikuti harga kita memungkinkan dong.
00:23Tapi kalau harganya tidak cocok, kami akan memprioritaskan untuk kebutuhan di dalam negeri,
00:27kata Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta.
00:30Bahlil juga meminta BPI danantara tidak terpengaruh lobi untuk menurunkan harga listrik yang telah dihitung pemerintah melalui kementerian ESDM.
00:39Saya minta untuk danantara nggak boleh dilobi, untuk mau mengikuti agar harga bisa turun, ujarnya.
00:45Menurut Bahlil, kerjasama ekspor listrik harus menguntungkan kedua belah pihak.
00:49Jika harga belum disepakati, pemerintah tidak akan memaksakan ekspor.
00:52Menyangkut dengan ekspor listrik kita, saya katakan bahwa yang pertama kita perhatikan harus saling menguntungkan.
00:58Kalau harganya belum cocok, kita nggak bisa, kata Bahlil.
01:01Ia kembali menegaskan bahwa kebutuhan listrik dalam negeri harus dipenuhi terlebih dahulu.
01:06Kita harus memenuhi dulu apa yang menjadi kebutuhan kita di domestik, pungkasnya.
01:10Sedulunya, Bahlil menyebut Indonesia belum bisa mengekspor listrik dalam waktu dekat,
01:14karena masih membutuhkan pasokan untuk kebutuhan domestik.
01:17Sementara itu, negosiasi harga listrik hijau dengan Singapura telah berlangsung sejak Juli 2026.
01:23Presiden Prabowo Subianto juga telah menunjuk danantara untuk melaksanakan kerjasama perdagangan listrik lintas batas tersebut.