Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BERAU, KOMPAS.TV - Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, meluas hingga mendekati permukiman warga.

Asap akibat karhutla bahkan menyelimuti 12 kecamatan di wilayah Kabupaten Berau, termasuk Kota Tanjung Redeb.

Sulitnya mengakses titik api dan keterbatasan sumber air menjadi kendala utama petugas dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Berau.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berencana melakukan modifikasi cuaca untuk memicu turunnya hujan, sehingga dapat mengurangi dampak sekaligus membantu memadamkan karhutla.

Sementara itu, di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, asap karhutla mulai mengganggu aktivitas belajar dan mengajar siswa sekolah.

Sejumlah siswa terlambat datang ke sekolah karena orang tua memilih menunggu kabut asap mereda. Pengendara juga harus memperlambat laju kendaraan untuk menghindari risiko kecelakaan akibat jarak pandang yang terbatas.

Rutinitas menggunakan masker dan perlengkapan pelindung lainnya dari paparan asap juga membuat waktu persiapan anak sebelum berangkat ke sekolah semakin panjang.

Asap akibat kebakaran hutan dan lahan kini bahkan telah masuk ke rumah-rumah warga.

Baca Juga Api Meluas! Asap Tebal Karhutla Selimuti Bandara di Nabire, Papua Tengah di https://www.kompas.tv/regional/686930/api-meluas-asap-tebal-karhutla-selimuti-bandara-di-nabire-papua-tengah

#karhutla #kebakaranhutan #asap #kabutasap #kalimantan


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/686931/asap-akibat-karhutla-ganggu-aktivitas-anak-sekolah-di-berau-kaltim
Transkrip
00:00Beranjak ke Pulau Kalimantan, kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur meluas mendekati permukiman.
00:08Asap imbas karhutlah menyelimuti 12 kecamatan di kota Tanjung Radap, Berau.
00:19Sulit mengakses titik api dan keterbatasan sumber air jadi kendala utama petugas dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Berau.
00:27Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berencana memodifikasi cuaca agar hujan turun dan mengurangi dampak hingga memadamkan kebakaran lahan di sana.
00:46Terhitung oleh Januari, sudah 107 kasus, sehingga saat ini di bulan Agustus.
00:54Memang terbanyak itu di bulan Juli dan Agustus ini, dan wilayah yang luas.
01:00Kemudian kalau sudah kebakaran itu cuacanya cukup cerit dan angin sangat kencang.
01:05Biasanya itu mempercepat penyebaran.
01:07Ya, kesonil kita juga ya memang kadang, dan juga kealatan terkadang ada kealatan-kealatan kita yang sudah usangi.
01:17Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, asap imbas kebakaran lahan mengurangi waktu belajar dan mengajar siswa di sekolah.
01:25Siswa terlambat datang ke sekolah karena orang tua memilih menunggu kabut asap meredah
01:29dan melambatkan kecepatan kendaraan untuk menghindari risiko kecelakaan, mengingat jarak pandang terbatas.
01:36Erotunitas memasang masker dan perlengkapan pelindung dari paparan asap lainnya
01:40juga makin memperpanjang waktu persiapan anak berangkat ke sekolah.
01:44Asap kebakaran hutan dan lahan kini telah masuk ke rumah-rumah warga.
01:56Sudah masuk ke dalam rumah, Pak A, ada pang kendalanya, soalnya setiap hari terlambat harus sekolah.
02:03Ya, lebih memilih terlambat daripada mengambil risiko.
02:06Orang-orang kadang asma, kepala sakit, sakit tenggorokan, macam-macam-macamai.
02:13Saya nyarang terhirup asap.

Dianjurkan