Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Kritik Alokasi Anggaran Negara, Bhima Yudhistira Dorong Masyarakat Susun APBN Tandingan

Link terkait:
https://www.suara.com/news/2026/08/31/211624/jangan-diam-uang-rakyat-jadi-bancakan-masyarakat-diajak-susun-apbn-tandingan

Menteri Keuangan Kabinet Bayangan, Bhima Yudhistira, mengajak publik membuat APBN Tandingan guna mengawasi penggunaan anggaran pemerintah. Dalam seruan aksinya di Titik Nol Yogyakarta, ia menyentil alokasi dana fantastis untuk program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai kontras dengan persoalan masyarakat, seperti salah sasaran data penerima beasiswa.

Tak hanya mengkritik skema belanja dan dampak pembiayaan negara bagi perbankan, Bhima juga mendorong pembentukan Front Persatuan Nasional demi menyuarakan aspirasi anak muda, memperkuat gerakan akar rumput, serta menuntut keadilan dan pembukaan lapangan kerja.

Selengkapnya dalam video di atas

#BhimaYudhistira #APBN

Creative/Video Editor: Aqilah/Atha
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Kritik alokasi anggaran negara, Bima Yudistira dorong masyarakat susun APBN tandingan.
00:06Menteri Keuangan Kabinet Bayangan Bima Yudistira mengajak masyarakat menyusun APBN tandingan
00:12sebagai instrumen pengawasan terhadap prioritas anggaran pemerintah.
00:17Dalam aksi di Titik Nol Yogyakarta, Bima mengkritik alokasi anggaran fantastis
00:21hingga ratusan triliun rupiah untuk program seperti makanan bergizi gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.
00:29Kebijakan ini dinilai kontras dengan kondisi di lapangan.
00:32Seperti munculnya kasus pencabutan beasiswa anak kurang mampu akibat ketidakakuratan data desil.
00:40Selain mengkritik skema belanja dan pembiaya negara yang beresiko menekan perbankan,
00:45Bima menyadukan pembentukan Front Persatuan Nasional.
00:48Wadah konsolidasi lintas elemen ini digagas untuk merumuskan kebijakan tandingan,
00:54menjaga gerakan akar rumput, serta mendorong kampus lebih berani menyuarakan kritik.
01:00Langkah ini dinilai krusial untuk memberikan saluran politik bagi generasi muda,
01:05sekaligus mendesak perubahan struktur kekuasaan demi menjamin ketersediaan lapangan kerja dan rasa keadilan.
Komentar

Dianjurkan