Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut September menjadi tantangan terbesar karena bertepatan dengan puncak musim kemarau dan potensi El Nino.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, pemerintah menyiapkan lima langkah utama yang harus dilakukan secara terintegrasi.

Pertama, mulai dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), water bombing, memperkuat pasukan darat, hingga penegakan hukum terhadap pihak yang diduga melakukan pembakaran hutan dan lahan.

"Perintah Pak Presiden jelas. Yang kecil maupun yang besar, yang secara ilegal dan ada pidananya melakukan tindakan pidana pembakaran, akan kita hukum," tegasnya.

Raja Juli menegaskan pemerintah akan bekerja maksimal menghadapi ancaman karhutla pada September.

Video Editor: Lintang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/688542/full-menhut-raja-juli-blak-blakan-soal-karhutla-ungkap-instruksi-presiden
Transkrip
00:00Baik, pagi ini saya sudah melakukan press conference di Manggala
00:05memberikan update ke media secara terbuka
00:12bahwa Alhamdulillah tren karhutlah kita
00:17dilihat dari hotspot, titik panas
00:21terus menurun
00:24bahkan di Riau sudah dua hari ini nol, titik panas
00:28di Jambi juga nol
00:29di Kalimantan Selatan 22 titik panas
00:37di Palembang 20
00:39dan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah juga menurun
00:44tapi angkanya masih di 200an
00:48jadi memang relatif tinggi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat
00:52jadi Alhamdulillah ini ada keberhasilan
00:55untuk mengurangi titik-titik hotspot
00:58namun ini tidak boleh membuat kita berbangga hati
01:03membuat kita jumawa
01:06menepuk dada
01:07karena tantangan terberat itu justru pada bulan September
01:11September adalah puncak Kemarau, puncak El Nino
01:16dan oleh karena itu tadi saya mengatakan ada 5 faktor yang harus bekerja secara bersama-sama
01:24kalau kita ingin di September ini menang melawan karhutlah
01:28pertama OMC
01:30operasi modifikasi cuaca
01:33saya sudah sepakat dengan ketua BNPB
01:37kepala BMKG
01:39kita punya BMKG dan BNPB yang sangat profesional Alhamdulillah
01:43kita sepakat
01:45dimanapun tersedia bibit awan
01:48bibit awan hujan yang bisa disemai
01:50kita akan lakukan OMC
01:52di Riau kita lakukan OMC Alhamdulillah hujan
01:54di Sumatera Selatan kemarin sampai tengah malam
01:57airport saya minta dibuka ya kepada Dan Lanut
02:02supaya dibuka karena ada potensi OMC kita lakukan
02:05karena sesungguhnya yang paling efektif itu ya OMC
02:07ketika tidak ada hujan alami
02:09kita buat operasi musik dari cuaca ini
02:11pertama OMC
02:14kedua yang efektif itu masih dari udara waterbombing
02:17kalian semua teman-teman media sudah tahu
02:20sekarang ada sekitar 53 helikopter dan pesawat
02:24yang sudah beroperasi di daerah-daerah karhutlah kita
02:28untuk melakukan waterbombing dari udara
02:31hari ini akan datang
02:33minggu ini akan datang satu dari Sumsel
02:35dan saya dengar Pak Menhan juga ada kerjasama
02:37dengan Jepang yang akan datang bantuan
02:39dua atau tiga heli tambahan untuk waterbombing
02:42ketiga ya ketiga yang penting itu adalah pasukan darat
02:46oleh itu saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Panglima TNI
02:49kepada Pak Kapolri dengan seluruh jajaran
02:52sampai Babinsa sampai Babinkan Tipnas
02:54luar biasa
02:56masyarakat pudli api luar biasa ya
02:59terutama juga Manggala Agni Kemenhut
03:01luar biasa bertarung di lapangan
03:04dan data beberapa provinsi menunjukkan
03:07Satgas Darat ini lebih efektif ketimbang waterbombing
03:12memang waterbombing itu untuk daerah-daerah yang susah sekali dijangkau ya
03:16tapi kalau ada masih bisa dijangkau oleh manusia
03:18lahan yang berhasil dipadamkan oleh Satgas Darat
03:24TNI, Polri, Manggala Agni, BNPB lagi itu
03:27Darkal, PMI itu jauh lebih besar
03:30oleh karena itu kita dorong terus memperkuat
03:32pasukan darat
03:34keempat penegakan hukum
03:36kepolisian, Gakum Kami, LH, Kejaksaan
03:39semua sekarang sedang bekerja
03:41untuk memastikan orang kapok
03:42orang khawatir
03:44orang gak mau lagi melakukan pembakaran hutan
03:46baik yang kecil maupun yang besar
03:47dan itu juga yang menunjukkan
03:49angkanya membaik nih
03:50angkanya membaik
03:51yang kelima kesadaran publik
03:53kalau publiknya masyarakatnya masih mau bakar
03:58buka lahan, bakar
04:00yang besarnya juga
04:02mau untung sendiri
04:03mau murah
04:05melakukan penegakan dengan membakar
04:07usaha yang empat tadi ini
04:09dari OMC sampai keperluan hukum itu gak ada gunanya
04:11jadi lima ini harus bekerja dengan baik
04:13ya sekali lagi angka dari statistik yang kita miliki
04:19hotspot kita bisa kita tekan
04:20dengan lebih rendah
04:24selama Agustus ini
04:25namun sekali lagi lima ini harus bekerja dengan serius
04:29lima kemudian harus bekerja secara terintegrasi
04:31di September ini
04:32karena September bagi saya adalah ladang perjuangan
04:35untuk membuktikan bahwa kita bisa mengatasi karhuda
04:38oke, makasih banyak
04:43perintah pak presiden
04:45perintah pak presiden
04:47clear ya
04:47yang kecil maupun yang besar
04:51yang secara ilegal
04:54dan ada pidananya melakukan
04:56tindakan pidana
04:57pembakaran itu akan kita hukum
04:59jadi enam ini
05:01sudah apa namanya
05:04saksi amistasi
05:05dalam proses pencabutan
05:06masih amistasi
05:08ada empat puluh
05:09yang sedang berproses pidana
05:10termasuk tadi saya mencatat
05:12ada lapan puluh dua
05:13di kepolisian yang juga pidana
05:15jadi kita gak main-main dengan musis ini
05:16ini berapa koroperasi
05:17sama berapa yang masih berpikir
05:18nanti
05:18nanti ini karena ini udah masuk
05:19rena hukum ya
05:20nanti akan kami umumkan secara resmi
05:22kalau sudah jelas
05:24kita gak segan-segan untuk mencabut itu
05:26asalnya kan sudah sampai Filipina tuh pak
05:28sekarang bagaimana tuh
05:33cara baru nonton di Smart TV
05:35nonton live streaming
05:37dan ribuan tayangan Kompas Grammedia
05:39langsung dari Smart TV kamu
05:41cara installnya
05:43buka Google Play Store di Smart TV kamu
05:46cari Kompas TV melalui pencarian
05:49pilih aplikasi lalu install
05:51selesai
05:52kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV
05:56download Kompas TV apps di TV kamu
05:59sekarang juga
Komentar

Dianjurkan