Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
KOMPAS.TV - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan tren titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali meningkat pada hari ini (2/9/2026).

Padahal, jumlah hotspot di enam provinsi termasuk Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah sempat turun pada akhir Agustus 2026.

"Setelah kemarin semua 6 provinsi yang prioritas trennya turun, namun hari ini Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menunjukkan kembali hotspot yang meningkat. Artinya, prioritas utama sekarang ini secara nasional tetap Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah," kata Raja Juli, usai peninjauan karhutla di Jambi, Rabu (2/9/2026).

Baca Juga Menhut Raja Juli: Karhutla Hampir Pasti Dibakar, Bukan Kebakaran Alami di https://www.kompas.tv/nasional/688723/menhut-raja-juli-karhutla-hampir-pasti-dibakar-bukan-kebakaran-alami



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/688725/titik-hotspot-naik-menhut-raja-juli-kalbar-kalteng-jadi-prioritas
Transkrip
00:00Hari ini, Kalimantan Barat dan Kabali Berklimatan Tengah menunjukkan kembali hotspot yang berlindung.
00:09Pertama, saya ingin menyampaikan tenskara nasional.
00:14Setelah kemarin, semua enam provinsi yang prioritas dan yang turun.
00:21Namun, hari ini, Kalimantan Barat dan Kabali Berklimatan Tengah menunjukkan kembali hotspot yang berlindung.
00:31Artinya, prioritas pertama sekarang ini saya nasional tetap Kalimantan Barat dan Kabali Berklimatan Tengah.
00:41Lepas itu, besok kami ke Pertiaraan untuk kerjangan kembali dengan seluruh sekedar yang ada,
00:50dengan Pak Penul, Pak Penul, Pak Penul, Pak Penul, Pak Penul, beberapa teman saya kembali melakukan evaluasi
00:57sekalian membuat rencana apa yang bisa kita lakukan untuk mitigasi dan memastikan kembali di koron kembali
01:05agar angka baik itu hotspot atau pricepot yang sudah diterimitasi di tempat turun.
01:13Jadi, dua itu yang berlindungi dari masalah, khusus itu Dambi, seperti yang dikatakan tadi,
01:19trennya baik, bahkan per hari kemarin hotspot yang sudah diterimitasi di tempat turun.
01:28Itu data per jam 23.59 untuk hari yang lalu.
01:33Data pagi hari ini bertambah hotspotnya, hotspotnya dicek kembali dari sebelum sampaikan kepada PBB,
01:41relatif, relatif oke, namun sekarang ini harus dijaga secara baik.
01:47Sekali lagi, puncak karutai ini adalah bulan September.
01:52Ini medan perjuangan yang ada, perjuangan yang justru di September ini.
01:58Jadi, semua, semua terhadap, pemerintah, TNI, PONI, masyarakat,
02:06diharapkan sama-sama untuk berpartisipasi untuk mengatasi kekosoran.
02:34Yang paling saya pahami adalah 42 kasus yang sekarang sedang berproses di dunia hutanam.
02:43Memang diantaranya sudah, apa namanya, sudah berlaku proses pencahutan izin.
02:51Dan saya sudah beritahkan, tidak hanya di perusahaan komisasi,
02:55tapi kalau ada indikasi pidana, harus ada perusahaan pidana.
03:11Sebelah kiri, Pak.
03:24Cara baru nonton di Smart TV.
03:26Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Grammedia langsung dari Smart TV kamu.
03:32Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
03:36Cari Kompas TV melalui pencarian.
03:40Pilih aplikasi, lalu install.
03:42Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
03:47Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.
03:51Terima kasih.
03:51Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan