00:00Memang dipadamkan nyala lagi, dipadamkan nyala lagi.
00:02Jadi effort bersama sangat dibutuhkan saat ini
00:05dan juga kita harus memikirkan semuanya terdampak di sini.
00:42Sabun ini awalnya digunakan oleh Jepang.
00:47Memang dia khusus publiknya membuat sabun kecantikan.
00:51Kita membuat plot kecil.
00:53Ada plot ukuran 10x10.
00:57Supaya tidak menyebar, kita kasih pengaman di kelilingnya, kita kasih seng.
01:02Kemudian kita bakar, kita tunggu selama 24 jam.
01:08Kan terbakar semua, kalau 24 jam itu gambut juga terbakar.
01:11Kemudian kita siram.
01:13Kita bandingkan yang menggunakan sabun dengan air.
01:18Ternyata menggunakan air lebih banyak.
01:22Lebih banyak air yang digunakan untuk memadamkan kebakaran itu.
01:27Sedangkan menggunakan sabun hanya sedikit.
01:29Lebih sedikit.
01:30Nah, kami buat lagi penelitian yang lebih sekali kecil.
01:33Dengan membuat kotak dengan ukuran 1,5x1,5.
01:37Kita mau melihat berapa banyak air yang diperlukan.
01:40Nah, dari hasil penelitian kami,
01:42bahwa di dalam ukuran 1,5x1,5 itu,
01:45kita siram pakai air,
01:47memerlukan air sekitar kurang lebih 19 liter.
01:52Tapi dengan menggunakan sabun,
01:54hanya memerlukan air 3,7 liter.
01:58Campuran sabun dengan air.
01:59Lebih sedikit.
02:00Kita lakukan penelitian tahun 2024 di Unfar ini.
02:05Kita membuat plot ukuran besar dengan ukuran 20x20.
02:10Yang itu kita bakar.
02:12Nah, itu yang kita bisa memastikan bahwa menggunakan sabun ini lebih sedikit.
02:18Untuk saat ini,
02:19aku fokuskan kepada pengumpulan donasi
02:21untuk membantu teman-teman pejuang lapangan yang luar biasa banget.
02:25Turut ikut pemadaman juga.
02:27Turut ikut pemadaman juga.
02:29Dan merasakan sendiri betapa lelahnya,
02:32betapa kadang merasa powerlessnessnya.
02:34Karena memang dipadamkan, nyala lagi, dipadamkan, nyala lagi.
02:37Jadi, effort bersama sangat dibutuhkan saat ini.
02:40Dan juga kita harus memikirkan semuanya terdampak di sini.
02:44Dari manusianya, satwanya juga.
02:46Dan ada banyak satwa yang perlu dilindungi.
02:48Seperti orangutan, contohnya.
02:49Jadi, aku bersama teman-teman dari Borneo Orangutan Survival Foundation.
02:54Bisa pada akhirnya memantau beberapa titik kebakaran gitu ya.
02:58Supaya menge-ensure dan menyemangati semuanya.
03:01Dan juga increase awareness.
03:03Dalam pentingnya penanganan dan support untuk semuanya ada di lapangan.
03:08Pasti itu melelahkan sekali gitu kan.
03:09Medannya susah gitu ya.
03:11Di hutan terus.
03:12Tadi aku sangat senang bersama para mahasiswa-mahasiswi dari Universitas Parangkarya.
03:17Ini kita posisi lagi di belakang 200 meter dari gedung MIPA.
03:21Dan semuanya turut di sini untuk ikut memadamkan api.
03:24Dan aku ingin menyemangati para mahasiswa-mahasiswi di situasi saat ini gitu ya.
03:29Dan juga mengajak para mahasiswa-mahasiswa di fakultas lain untuk ikut dalam pemadaman api.
03:41Dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
03:46Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
03:50Cari Kompas TV melalui pencarian.
03:53Pilih aplikasi, lalu install.
03:56Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
04:01Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.
Komentar