Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
KALIMANTAN, KOMPAS.TV - Artis Sherina Munaf ikut terjun dalam uji coba penggunaan busa sabun kecantikan dari Jepang sebagai salah satu alternatif teknologi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Uji coba yang dilakukan bersama Unit Pelaksana Teknis CIMTROP Universitas Palangkaraya ini kembali dilakukan di tengah kondisi kebakaran lahan gambut yang masih terjadi dan keterbatasan air akibat krisis air di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Baca Juga Wamenkes Dante Bicara Soal Keracunan MBG Bukan KLB & Soroti Perkara Karhutla di https://www.kompas.tv/video/688981/wamenkes-dante-bicara-soal-keracunan-mbg-bukan-klb-soroti-perkara-karhutla

Peneliti CIMTROP Universitas Palangkaraya menyebut penggunaan busa dapat menghemat kebutuhan air dibandingkan pemadaman menggunakan air saja.

Dalam uji coba pada lahan seluas 1,5 meter persegi, pemadaman dengan air membutuhkan sekitar 19 liter, sedangkan campuran air dan busa hanya membutuhkan sekitar 3,7 liter.

Teknologi ini sebelumnya juga telah diuji oleh CIMTROP sejak 2012 dan kini kembali dicoba sebagai salah satu upaya menghadapi karhutla di tengah keterbatasan sumber air

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/688988/sherina-munaf-ikut-terjun-padamkan-karhutla-uji-coba-matikan-api-dengan-busa-sabun-dari-jepang
Transkrip
00:00Memang dipadamkan nyala lagi, dipadamkan nyala lagi.
00:02Jadi effort bersama sangat dibutuhkan saat ini
00:05dan juga kita harus memikirkan semuanya terdampak di sini.
00:42Sabun ini awalnya digunakan oleh Jepang.
00:47Memang dia khusus publiknya membuat sabun kecantikan.
00:51Kita membuat plot kecil.
00:53Ada plot ukuran 10x10.
00:57Supaya tidak menyebar, kita kasih pengaman di kelilingnya, kita kasih seng.
01:02Kemudian kita bakar, kita tunggu selama 24 jam.
01:08Kan terbakar semua, kalau 24 jam itu gambut juga terbakar.
01:11Kemudian kita siram.
01:13Kita bandingkan yang menggunakan sabun dengan air.
01:18Ternyata menggunakan air lebih banyak.
01:22Lebih banyak air yang digunakan untuk memadamkan kebakaran itu.
01:27Sedangkan menggunakan sabun hanya sedikit.
01:29Lebih sedikit.
01:30Nah, kami buat lagi penelitian yang lebih sekali kecil.
01:33Dengan membuat kotak dengan ukuran 1,5x1,5.
01:37Kita mau melihat berapa banyak air yang diperlukan.
01:40Nah, dari hasil penelitian kami,
01:42bahwa di dalam ukuran 1,5x1,5 itu,
01:45kita siram pakai air,
01:47memerlukan air sekitar kurang lebih 19 liter.
01:52Tapi dengan menggunakan sabun,
01:54hanya memerlukan air 3,7 liter.
01:58Campuran sabun dengan air.
01:59Lebih sedikit.
02:00Kita lakukan penelitian tahun 2024 di Unfar ini.
02:05Kita membuat plot ukuran besar dengan ukuran 20x20.
02:10Yang itu kita bakar.
02:12Nah, itu yang kita bisa memastikan bahwa menggunakan sabun ini lebih sedikit.
02:18Untuk saat ini,
02:19aku fokuskan kepada pengumpulan donasi
02:21untuk membantu teman-teman pejuang lapangan yang luar biasa banget.
02:25Turut ikut pemadaman juga.
02:27Turut ikut pemadaman juga.
02:29Dan merasakan sendiri betapa lelahnya,
02:32betapa kadang merasa powerlessnessnya.
02:34Karena memang dipadamkan, nyala lagi, dipadamkan, nyala lagi.
02:37Jadi, effort bersama sangat dibutuhkan saat ini.
02:40Dan juga kita harus memikirkan semuanya terdampak di sini.
02:44Dari manusianya, satwanya juga.
02:46Dan ada banyak satwa yang perlu dilindungi.
02:48Seperti orangutan, contohnya.
02:49Jadi, aku bersama teman-teman dari Borneo Orangutan Survival Foundation.
02:54Bisa pada akhirnya memantau beberapa titik kebakaran gitu ya.
02:58Supaya menge-ensure dan menyemangati semuanya.
03:01Dan juga increase awareness.
03:03Dalam pentingnya penanganan dan support untuk semuanya ada di lapangan.
03:08Pasti itu melelahkan sekali gitu kan.
03:09Medannya susah gitu ya.
03:11Di hutan terus.
03:12Tadi aku sangat senang bersama para mahasiswa-mahasiswi dari Universitas Parangkarya.
03:17Ini kita posisi lagi di belakang 200 meter dari gedung MIPA.
03:21Dan semuanya turut di sini untuk ikut memadamkan api.
03:24Dan aku ingin menyemangati para mahasiswa-mahasiswi di situasi saat ini gitu ya.
03:29Dan juga mengajak para mahasiswa-mahasiswa di fakultas lain untuk ikut dalam pemadaman api.
03:41Dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
03:46Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
03:50Cari Kompas TV melalui pencarian.
03:53Pilih aplikasi, lalu install.
03:56Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
04:01Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.
Komentar

Dianjurkan