Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Operasi pencarian korban speedboat Arupadatu 1 memasuki hari kedelapan, Selasa (15/9/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, mengatakan tim SAR gabungan mengerahkan 20 alat utama sistem senjata atau alut unsur laut dalam operasi pencarian.

Pencarian dilakukan di sejumlah sektor dengan luas area mencapai ratusan mil laut.

Tim yang dikerahkan menyasar pada beberapa titik dekat sebelah barat perairan Teluk Belimbing, sekitar perairan Panaitan, wilayah timur laut Pulau Panaitan hingga pesisir Anak Krakatau.

Tim bahkan melakukan pencarian hingga mendekati kawasan Anak Krakatau setelah menerima informasi yang beredar di media sosial.

Pencarian dilakukan dengan menurunkan sekoci, penyelam, serta menerbangkan drone.

Namun setelah dilakukan pengecekan silang di lapangan, informasi tersebut tidak menemukan hasil.

"Untuk hasil broadcast yang kita sebarluaskan, termasuk kapal-kapal dan ada beberapa tadi juga tim kita yang bertemu dengan nelayan, terutama di sekitaran Ujung Kulon, sampai saat ini masih nihil," ujar Al Amrad.(timecode 7:36)

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/690917/update-pencarian-jurnalis-hari-ke-8-masih-nihil-ini-penjelasan-basarnas
Transkrip
00:01Berdasarkan hasil pelaksanaan pencerahan dan pertolongan dari semua suruh yang terlibat untuk kondisi cuaca di lapangan itu berawan dan berkabut
00:13dengan jarak pandang kurang lebih 1 sampai dengan 1,5 nautical mile dengan tinggi gelombang yang bervariasi dari 0,5
00:25sampai dengan 2,5 meter.
00:26Alhamdulillah di sekitar Selat Sunda itu untuk gelombang itu dengan laporan teman-teman suruh di lapangan pencerah gabungan di lapangan
00:36dari keseluruhan alut baik dari SKAL, KRI, KN, SAR dan RIP termasuk RBB itu 0,5 sampai dengan 0,75
00:47sedangkan yang mengarah ke samuderaan dia itu kurang lebih paling maksimal sampai dengan 2,5.
00:54Untuk aktifkan penungguan akar katau pada hari ini masih memasuki level 3 dan tidak keadaannya erupsi untuk pelaksanaan di hari
01:04ke-8 ini.
01:05Untuk unsur air atau unsur laut yang terlibat dalam operasi SAR ada 20 alut yang terdiri dari KRI ada 4,
01:18KAL ada 2, RBB 1 dari angkatan laut.
01:24Terus ada KP 8 unit dari KOLAIRUT dan KN SAR ada 3 unit dari kantor SAR Banten, kantor SAR Jakarta
01:35dan kantor SAR Lampung.
01:36Untuk RIP sendiri ada 2 unit dari kantor SAR Lampung dan kantor SAR Banten.
01:41Untuk hasil pencarian dari sektor A, sektor A itu kurang lebih 1026 nautical mile yang dibagi dari 2 seru yang
01:55dilaksanakan oleh KRI Giliman dan KRI Lauser melaksanakan pencarian kurang lebih 10 jam.
02:03Di sebelah barat perairan Teluk Belimbing, Teluk Belimbing ini berada di Pulau Lampung sampai dengan hingga penat dengan hasil Nihil.
02:18Untuk sektor B sendiri dengan luas area kurang lebih 780 nautical mile,
02:24itu menggunakan KN SAR Antasena dan KP Sanjaya melaksanakan pencarian selama kurang lebih 10 jam di sekitaran perairan Panaitan dengan
02:37hasil Nihil.
02:40Untuk di sektor C sendiri, itu ada kurang lebih sekitar 825 nautical mile untuk luas area pencariannya.
02:48Menggunakan KN SAR Tertuka melaksanakan pencarian selama kurang lebih 9 jam di wilayah Timur Laut Pulau Panaitan hingga ke posisir
03:00Anak Gunung Krakatau dengan radius kurang lebih 4 km.
03:05Jadi untuk KN SAR Tertuka sendiri, itu melakukan searching di sekitar Anak Gunung Krakatau dari Panaitan dan sempat tadi melakukan
03:21monitoring
03:24kurang lebih 4 km dari Anak Gunung Krakatau dan menurunkan skoci, menurunkan serider untuk melakukan searching dengan informasi yang didapatkan
03:37pada tanggal 13 yang beredar di Instagram ya.
03:42Seperti itu, jarak serider yang diturunkan itu menerbangkan juga drone.
03:50Jarak mereka dari Gunung Anak Gunung Krakatau, pesisir kurang lebih 500 meter.
03:57Jadi teman-teman di lapangan bermain dengan waktu untuk memastikan dengan informasi yang kami dapatkan.
04:05Dan setelah mereka melakukan cross-check tentang informasi tersebut, itu hasilnya Nihil.
04:15Untuk KRI Lepu sendiri melaksanakan pencarian kurang lebih 10 jam di sebelah Tenggara Gunung Anak Krakatau, itu dengan hasil Nihil.
04:25Untuk KRI Kerambit sendiri juga melaksanakan pencarian kurang lebih 8 jam di sekitaran Tenggara Pulau Sobesi dengan hasil Nihil.
04:33Untuk di sektor D, di sektor D itu dengan luas area pencarian kurang lebih 872 nautical mile.
04:44Dengan menggunakan alut KN Sar Pasu Dewa melaksanakan pencarian selama 10 jam 30 menit di perairan Barat Laut Gunung Anak
04:56Krakatau hingga perairan Legundi dengan hasil Nihil.
05:01Untuk KRI Kerambit sendiri melaksanakan pencarian kurang lebih 8 jam di sekitar Pulau Soeguh dengan hasil Nihil.
05:13Kalanyar melaksanakan pencarian kurang lebih 7 jam setengah di wilayah perairan Pulau Krakatau, Gunung Krakatau dengan hasil Nihil.
05:25Kalpahawang melaksanakan pencarian kurang lebih 7 jam di pesisir Barat Pantai Anyar hingga perairan Gunung Anak Krakatau, Sobesi itu dengan
05:38hasil Nihil.
05:38Jadi Kalpahawang ini melakukan penyusiran melingkar dari Pantai Anyar hingga Anak Krakatau terus naik ke utara, ke Pulau Sobesi dan
05:51itu hasilnya Nihil.
05:52Untuk di sektor F sendiri kurang lebih sekitar 459 notikal mile dengan menggunakan RIG 02 Banten melakukan pencarian di sekitar
06:06perairan sumur hingga tengkulak dengan hasil Nihil.
06:16Untuk RBB dari Angkatan Laut, RBB Pencang melaksanakan pencarian selama kurang lebih 9 jam di sekitar pesisir Pantai Anyar hingga
06:28carita dengan hasil Nihil.
06:29Untuk KP, KP 2016, KP 2013, KP 1010, KP 1012, KP 1007, KP 1003, dan KP URAN melaksanakan pencarian kurang
06:50lebih 9 jam sepanjang garis pantai sisi Barat dengan hasil Nihil.
06:56Selain itu juga kita sudah mewapelkan dengan hasil evaluasi kemarin bahwa kita berpanjang selama 3 hari.
07:05Kami mewapelkan kembali pencarian tersebut ke KSOP termasuk untuk memonitoring kapal-kapal yang melintas pemberitahuan informasi lebih lanjut termasuk ke
07:18kantor Sar Lampung, ke kantor Sar Bengkulu.
07:21Hingga ini juga informasi masih Nihil dan Bengkulu juga melakukan penyusirin di sisi Barat Bengkulu termasuk di Pulau Enggano dan
07:34itu sampai saat ini masih Nihil.
07:36Untuk hasil broadcast yang kita sebarluaskan termasuk di kapal-kapal dan ada beberapa tadi juga tim kita yang bertemu dengan
07:47nelayan terutama di sekitaran ujung kolon itu sampai saat ini masih Nihil.
07:52Mungkin itu demikian yang mungkin yang dapat kami sampaikan untuk hasil operasi SAR yang hari ke-8 nanti mungkin ditambahkan
08:05oleh Al-Anal yang sebagai koordinator KAL dan KRI.
08:10Silahkan mengatakan.
08:41Yang merupakan hasil evaluasi dari kegiatan SAR sebelumnya kemudian juga kami disini menggunakan perhitungan dari rekan-rekan pasar nasa dengan
08:53model SARMA mereka dan kita combine dengan data yang saya beroleh dari pusi hidrosal dan itu kita compare, kita kombinasikan
09:03sehingga untuk model pencarian
09:06ataupun area pencarian yang dilaksanakan pada hari ini seperti yang telah kita ketahui bersama hasilnya termasuk membagian sektornya dan kita
09:18akan tetap terus berkoordinasi untuk ke depan sampai dengan sesuai dengan waktu perpanjangan dari operasi SAR ini.
09:28Demikian.
09:41Terima kasih.
09:44Terima kasih.
09:47Terima kasih.
09:55Terima kasih.
10:13Terima kasih.
10:16Terima kasih.
10:31Terima kasih.
10:40Terima kasih.
10:49Terima kasih.
11:14Terima kasih.
11:28Terima kasih.
11:39Terima kasih.
11:49Terima kasih.
11:57Terima kasih.
12:06Terima kasih.
12:08Terima kasih.
12:17Terima kasih.
12:20Terima kasih.
12:29Terima kasih.
12:31Terima kasih.
12:32Terima kasih.
12:35Terima kasih.
12:37Terima kasih.
12:37Terima kasih.
12:38Terima kasih.
12:38Terima kasih.
12:39Terima kasih.
12:40Terima kasih.
12:41Terima kasih.
12:41Terima kasih.
12:42Terima kasih.
12:43Terima kasih.
12:44Terima kasih.
12:45Terima kasih.
12:46Terima kasih.
12:47Terima kasih.
12:47Terima kasih.
12:50Terima kasih.
12:50Terima kasih.
12:51Terima kasih.
12:51RIP 02 dan RIP 02 Lampung dan RIP 02 Banten yang video kalau teman-teman menyaksikan bahwa kami
13:02sampai naik ke daratan tersebut sebenarnya sudah termonitor sebelumnya ya terus di hari ketujuh
13:14kemarin ada rekan-rekan kita juga yang dari masyarakat melaksanakan pencarian sekitar Gunung Anakarakatau
13:22di hari ketujuh kemarin dan didampingi dengan RIP kami 3 unit kesana yang KN Bima dan KM Speedbud dari masyarakat
13:33itu sudah mengarah ke situ juga dan dengan Instagram yang kami dapat video tersebut kami pastikan lagi
13:42kembali hari ini karena itu masuk di search areanya KN Sartotuka dan KN Sartotuka juga memiliki
13:50serider di buritannya itu saya sampaikan coba merapatkan apabila kondisi memungkinkan dengan isu tersebut
14:04Alhamdulillah cuaca mendukung ya tadi kami memang sempat lost contact karena mungkin jaringan di sekitar
14:10dari situ setelah kami plotting mendapatkan titik korinat dari rekan-rekan KN Sartotuka itu berada
14:18di radius 4 km masuk di antara Pulau Rakata dan Pulau Sertung masuk ke dalam lebih dekatnya ke Pulau Sertung
14:32setelah itu diturunkanlah sirider merapat dan diterbangkan drone dengan objek tersebut kenapa kami
14:40bilang nyatakan nihil objek tersebut tidak nampak sama sekali seperti itu ya karena dengan target yang kita
14:50sudah cari adalah speedboot dan kami sudah juga berkoordinasi dengan pemilik kapal warna lambung
14:57lambung berarti bawa ya bawa kapal seperti apa warna putih termasuk yang warna apa dekjah warna putih juga
15:06itu tidak ada nampak sama sekali di sekitaran video yang kita dapatkan seperti itu ya
15:27kami tadi sudah sampaikan untuk bengkulu juga nih ya
15:55mungkin dari dari pola air dari dekter-rektur bisa menyampaikan silahkan
16:01izin mencampaikan tadi juga kami dapat kabar dari kabin dokes mengatakan
16:07sebagaimana kabin humas kemarin mengatakan bahwa disana tidak teridentifikasi sesuai dengan
16:15kawan kita yang sedang kita cari
16:19siap
16:20ya
16:23nah itu tim medis mungkin dia bisa jawab
16:35sampai saat itu nggak ada di ini kan cuma ke kepada DNAnya tidak istilahnya ciri-cirinya tidak ada
16:44Hai siap masih di dalam terima kasih cukup mungkin ya Bapak Ibu sekalian
16:52bawah laut mungkin sejauhnya ada rencana atau seperti apa-apa mungkin yang
16:56dan tadi menyisir untuk pindah atau proses penyelaman mungkin ada upaya dari basah nasa atau badai
17:05seperti yang kami sampaikan sebelum-sebelumnya ya Hai penyelaman itu dilakukan apabila
17:12target atau objek kita sudah bisa kita tentukan ya ya mungkin teman-teman sudah paham tuh ya kayak
17:22sekarang posisinya kita melakukan suatu penyelaman walaupun itu ditemukan juga kita juga harus memikirkan
17:29dengan masalah safety-nya seperti apa tapi jangan kita berpikir sejauh itu dulu targetnya dulu yang
17:35kita pengen tadi kan dengan informasi di yang beredar itu Oh targetnya di sini ya kami berupaya semaksimal
17:41mungkin ya rasa waswas kami tapi saya percamaikan sama tim kami di lapangan tim sergabungan di lapangan
17:48kalau memang itu kalian bisa membuktikan dengan apa yang beredar supaya ini jangan menjadi isu ya dengan
17:55cara tadi kami buktikan ya itu teman-teman kita di lapangan ada beberapa kapal termasuk
18:01tertukar sendiri karena memang tadi setelah melakukan searching kami sampaikan tolong melaksanakan
18:09memastikan dengan isu-isu tersebut ke untuk melakukan penyisiran di dalam gunungan agar
18:15mereka tahu seperti itu ya cukup ya rekan-rekan sekalian Bapak Ibu sekalian ya kita berharap masih
18:21tetap harapan yang sama semoga segera ditemukan secepat mungkin ya mantu dengan doanya semoga kita
18:28sehat selalu ya oke dan semoga kita masih setia sama-sama disini sampai misi dan tugas kita selesai
18:37sekian dan terima kasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
18:41Terima kasih
19:07Terima kasih
19:37Terima kasih
Komentar

Dianjurkan