- 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 terus dilakukan, termasuk penyisiran bagian dalam bangkai kapal dan opsi salvage untuk membalikkan kapal.
Dosen Teknik Perkapalan ITS Wasis Dwi Aryawan menjelaskan teknis salvage, kondisi arus dan cuaca yang harus diperhatikan, hingga risiko bagi penyelam saat memasuki kompartemen kapal yang berada di kedalaman sekitar 30 meter.
Selain operasi penyelamatan, Wasis membahas aspek teknis KM Virgo yang sebelumnya dirancang dan beroperasi di Jepang sebelum digunakan di Indonesia.
Menurutnya, perubahan karakter perairan dan pola operasi membutuhkan analisis mendalam terhadap stabilitas kapal, struktur, ramp door, kompartemen kedap air, posisi titik berat muatan, serta catatan perawatan.
Ia menekankan bahwa analisis mengenai proses terbaliknya kapal yang disampaikannya merupakan hipotesis akademis berdasarkan informasi publik dan bukan kesimpulan penyebab kecelakaan, karena investigasi KNKT masih berjalan.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Novaltri
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/691803/full-dosen-perkapalan-bahas-tragedi-km-virgo-stabilitas-kapal-dan-risiko-operasi-di-laut-jawa
Dosen Teknik Perkapalan ITS Wasis Dwi Aryawan menjelaskan teknis salvage, kondisi arus dan cuaca yang harus diperhatikan, hingga risiko bagi penyelam saat memasuki kompartemen kapal yang berada di kedalaman sekitar 30 meter.
Selain operasi penyelamatan, Wasis membahas aspek teknis KM Virgo yang sebelumnya dirancang dan beroperasi di Jepang sebelum digunakan di Indonesia.
Menurutnya, perubahan karakter perairan dan pola operasi membutuhkan analisis mendalam terhadap stabilitas kapal, struktur, ramp door, kompartemen kedap air, posisi titik berat muatan, serta catatan perawatan.
Ia menekankan bahwa analisis mengenai proses terbaliknya kapal yang disampaikannya merupakan hipotesis akademis berdasarkan informasi publik dan bukan kesimpulan penyebab kecelakaan, karena investigasi KNKT masih berjalan.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Novaltri
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/691803/full-dosen-perkapalan-bahas-tragedi-km-virgo-stabilitas-kapal-dan-risiko-operasi-di-laut-jawa
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:02Memasuki hari ke-9 operasi pencarian korban kapal Virgo yang terbalik, keluarga korban masih setia menunggu hingga menginap di Pelabuhan
00:10Trisakti Banjarmasin.
00:11Bahkan beberapa diantara memilih menginap dan tidur di bangku tunggu pelabuhan, memantau setiap perkembangan dan kedatangan tim sarah gabungan dari
00:20laut.
00:21Sementara itu tim sarah gabungan memfokuskan penyisiran di permukaan laut dan telah menyiagakan sebanyak 27 penyelam sambil menunggu kondisi arus
00:31bawah air membaik guna menjangkau bangkai kapal.
00:35Penyisiran bawah air masih menunggu kondisi arus di dalam air benar-benar aman karena arus bawah laut yang deras masih
00:42menjadi kendala utama untuk menjangkau bangkai kapal.
00:46Puluhan penyelam siap diterjunkan untuk menyisir ruang-ruang kapal guna mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di dalam bangkai kapal.
01:05Operasi pencarian dan pertolongan sar korban KM Virgo yang masih belum ditemukan diperpanjang hingga 7 hari ke depan.
01:13Salah satu opsi pencarian ialah menggunakan operasi salvage atau membalikan kapal.
01:18Lalu bagaimana teknisnya dan apa yang harus diperhatikan kita akan bahas bersama dosen teknik perkapalan sekaligus manajer Science Technopark Maritim,
01:29Institut Teknologi 10 November, Wasis Dwi Aryawan.
01:34Pak Wasis, selamat pagi.
01:39Selamat pagi Mas Jan.
01:41Pak Wasis, ini kan teknik salvage ini kayaknya banyak sekali orang yang baru mendengarnya.
01:47Ini kalau bisa dijelaskan secara awam, ini teknik penyelamatan seperti apa sih yang dimaksud?
01:54Baik Mas Jan, jadi salvage itu sebetulnya adalah teknik dalam rangka mengambil bangkai kapal yang ada di dasar laut.
02:04Nah dalam kasus ini sebetulnya di dalam bangkai kapal itu yang sekarang sudah ada di dasar laut itu masih ada
02:12banyak korban yang belum ditemukan.
02:15Nah oleh karena itu para penyelam tadi sebetulnya yang pertama yang dilakukan mereka sebelum mengangkat bangkai kapal dalam proses salvage,
02:27mereka masih mencari korban-korban yang terperangkap di dalam ruangan-ruangan di dalam kapal.
02:33Nah ruangan-ruangan di dalam kapal tentu ruangan-ruangan itu kedap, ditutup dengan pintu yang cukup kedap.
02:43Sehingga para penyelam tadi harus masuk ke ruangan atau membuka ruangan dengan mungkin memecahkan jendela, membuka pintu dan lain sebagainya.
02:51Mungkin saat ini yang dilakukan oleh para penyelam itu adalah seperti itu Mas.
02:58Oke, ini berarti operasi salvage.
03:01Menurut Anda kapan waktu yang tepat begitu untuk diputuskan operasi salvage ini?
03:07Karena ini kan sudah dilakukan, mengapa waktunya sekarang tidak sebelumnya atau ada pertimbangan lain terkait waktu ini?
03:16Mungkin karena mereka menunggu cuaca.
03:18Dalam hal ini tentu tadi sudah disebutkan adalah arus.
03:22Arus laut yang kencang dan juga posisi kapal yang harus settle dulu, tidak boleh bergerak.
03:28Itu karena itu akan membahayakan para penyelamnya.
03:31Nah, oleh karena itu mungkin mereka menunggu supaya kapal ini dalam kondisi settle, tidak bergerak, tidak dinamis.
03:40Demikian juga terk-terk atau kendaraan yang ada di dalam kapal juga sudah diam.
03:46Kemudian baru mereka bisa memasuki, mencoba untuk mencari di ruangan-ruangan di dalam kapal yang tertutup oleh pintu-pintu.
03:57Itu kira-kira, Mas.
04:00Pak Wasis, ini Anda menyebutkan kondisi-kondisi yang memang menjadi syarat idealnya dilakukan operasi salvage.
04:07Ada kondisi-kondisi apa lagi sih, Pak, yang bisa dijelaskan kepada pemirsa Kompas TV?
04:13Sebetulnya kondisi ideal seperti apa ketika tim memutuskan untuk, ya, kita putuskan untuk melakukan operasi salvage.
04:22Selain juga tadi disebutkan ada kondisi atau posisi kapal yang settle.
04:27Ya, tadi cuaca, Mas. Cuaca terutama arus.
04:30Karena kalau arusnya masih kulat, itu akan mengganggu proses salvage itu sendiri.
04:37Sehingga mungkin itu juga akan bisa membahayakan dari para petugas penyelam-penyelam itu.
04:46Termasuk mungkin kedalaman, Mas. Masih dalam kedalaman 30 meter, ya.
04:51Mungkin juga nanti kapal itu bisa ditarik ke kedalaman yang lebih dangkal sehingga para penyelam juga mudah untuk melakukan salvage
05:01atau mencari korban-korban yang masih ada di dalam kapal.
05:06Oke. Kalau kita berbicara soal prinsip, Pak Wasis, bagaimana sih sebenarnya kapal sebesar KM Virgo ini kan cukup besar
05:14dapat dibalik kembali ke posisi normal dengan operasi salvage ini juga dilakukan?
05:19Sebetulnya ada dua cara, tetapi cara yang paling efisien itu biasanya adalah menggunakan balon, ya.
05:28Yang kemudian balon itu akan diisi udara sehingga ada buoyensi tambahan di situ
05:33dan kemudian itu bisa mengangkat bangke kapal tadi, kemudian itu akan bisa dibalik.
05:39Cara kedua adalah menggunakan crane, tapi tentu karena kapal sangat berat, ini akan sangat, biayanya sangat mahal sekali.
05:48Nah, oleh karena itu sepertinya tim salvagenya akan menggunakan balon-balon yang akan diisi udara,
05:56yang akan ada buoyensinya, daya apungnya sehingga itu bisa mengangkut, bisa mengangkat bangke kapal
06:03dan kemudian dibalik supaya kapal yang bagian atas di atas, yang bawah di bagian bawah.
06:11Kurang lebih seperti itu, Mas Jan.
06:13Oke, kalau kita melihat soal kendalanya, Pak Wasis, apa sih yang patut diantisipasi oleh tim terkait dengan kendala
06:22dan ada potensi kendala seperti apa yang kemungkinan ditemukan oleh tim ketika melakukan operasi seperti ini?
06:29Operasi seperti ini tentu sangat berbahaya, karena pada kedalaman 30 meter
06:34dan saya pikir tim sudah tahu kira-kira bahayanya apa, mungkin mereka juga sudah membuat list risiko-risiko yang terjadi,
06:45termasuk di dalamnya mungkin kalau misalnya kapal itu masih bergerak, bisa itu membahayakan timnya sendiri.
06:53Atau kalau misalnya ada kompartemen yang belum terisi air penuh.
06:59Nah, dalam kondisi flooding itu bisa menyedot penyelam-penyelam itu ke dalam kapal yang tentu itu tidak diinginkan.
07:07Kurang lebih seperti itu bahayanya, Mas.
07:09Oke, jadi kalau sudah diketahui apa saja tantangan dan juga bahayanya,
07:14apa yang perlu dipersiapkan dan apa yang perlu diantisipasi di awal?
07:20Tentu para penyelam tadi akan hati-hati ya, kemudian mereka juga tentu akan melakukan latihan-latihan
07:32supaya bahaya-bahaya tadi bisa dimitigasi, Mas.
07:37Oke, Pak Wasis ini kan tujuan utama dari operasi ini adalah mencari korban.
07:44Lalu bagaimana memperhitungkan risiko dari pembalikan kapal agar posisi korban dari dalam kapal dapat dievakuasi
07:50juga dengan aman gitu. Bagaimana solusi yang win-win yang bisa dilakukan oleh tim di sana?
07:57Solusinya tentu menunggu cuaca baik, Pak, terutama arus tadi.
08:02Karena arus yang kuat itu bisa membawa para penyelam-penyelam tadi larut, larat ya.
08:11Atau mungkin juga dia tidak bisa bekerja secara efektif.
08:15Jadi saya rasa kendala utamanya adalah arus laut tadi yang cukup kuat ya.
08:21Mungkin itu akan ditunggu oleh para penyelam supaya arusnya sudah reda.
08:26Dan barangkali kalau memungkinkan tadi, Mas, bangkai kapal itu bisa ditarik ke tempat yang lebih dangkal.
08:36Supaya penyelamnya juga bisa bekerja dengan baik.
08:40Oke, dalam operasi salvage ini, Pak Wasis, apakah ada perbedaan dari misalkan tonase ataupun berat dari kapal itu sendiri?
08:48Apakah jika misalkan KM Virgo memiliki berat sekian dan juga kapal yang lain yang pernah dilakukan beratnya berbeda, itu ada
08:55teknis tertentu nggak yang berbeda?
08:59Tentu, Mas.
09:00Tadi seperti saya katakan tadi, itu bisa menggunakan crane.
09:06Tetapi itu akan mahal sekali karena beratnya kapal itu sekitar berapa ya, 7 ribuan ya ton ya.
09:14Sehingga dibutuhkan crane yang sangat besar, floating crane, dan itu sewanya akan sangat mahal.
09:20Maka tadi saya rasa mereka akan menggunakan balon tadi dengan kehati-hatian untuk membalikan kapal.
09:28Itu dari sisi bangkai kapal, Mas.
09:30Tetapi mungkin sekarang ini kan mereka fokus untuk merescue korban-korban yang belum bisa diambil dari dalam kapal itu, Mas.
09:42Oke, berarti yang perlu dilakukan langkah awal adalah merescue kemungkinan adanya korban yang terjebak di dalam kapal begitu.
09:51Apakah seperti apa? Apakah ini ada standar waktu tersendiri terkait dengan pencarian korban di dalam kapal sebelum akhirnya ada operasi
09:59salvage ini?
10:00Namun kita bahas selesai jeda. Pak Wasis tetap bersama kami di Breaking News Kompas TV.
10:21Tim penyelam Basarnas terus mencari korban terbaliknya kapal Virgo di Laut Jawa dengan menyisir bagian dalam kapal yang karang.
10:30Tim menemukan satu jenazah korban minggu siang.
10:35Seusai dievakuasi, jenazah dibawa menggunakan helikopter ke Banjarmasin.
10:41Temuan jenazah korban kecelakaan kapal Virgo akan dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara untuk identifikasi.
11:12Operasi pencarian korban KM Virgo diperpanjang mulai Sabtu 19 September 2021.
11:21Keluarga korban terus menanti dalam doa dan asa soal nasib anggota keluarga mereka yang masih dalam pencarian.
11:49Selain di Banjarmasin, sebagian keluarga korban juga menunggu di posko terpadu Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
11:57Salah satunya Giono.
11:58Sudah sepekan ia menginap di posko Pelabuhan Tanjung Perak, menanti kabar tentang adiknya bernama Agus Ribut Setiobudi.
12:07Namun Giono bingung, karena nama adiknya tidak tercantum di dalam daftar manifest,
12:12sementara nomor polisi truk yang dikendari adiknya tertera dalam lembaran manifest.
12:42Kini sepekan setelah tragedi terbaliknya kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa,
12:47tim SAR masih mencari 125 korban yang masih dinyatakan hilang.
12:52Tim Liputan, Kompas TV
12:59Sudah kita kembali bahas terkait dengan operasi salvage bersama dosen teknik perkapalan
13:06sekaligus manajer Science Technopark Maritim Institute Teknologi 10 November,
13:11Wasis Dwi Aryawan.
13:12Pak Wasis, tadi saya sempat bertanya terkait dengan prioritas terkait dengan operasi salvage ini.
13:20Anda menyebutkan bahwa awalnya memang yang lebih diprioritaskan pertama adalah
13:24dengan penyisiran atau pencarian korban begitu.
13:27Apakah pencarian korban ini disisir seluruh kapal?
13:31Dan apakah ada batas waktu tertentu hingga diputuskan untuk diangkat kapal tersebut?
13:38Baik, idealnya memang begitu Mas.
13:40Semua korban tentu harus ditemukan karena keluarga akan menunggu.
13:45Namun demikian tentu ada faktor-faktor teknis.
13:48Nah, barangkali Basarnas tahu persis berapa hari yang harus dibutuhkan untuk merizki korban-korban.
13:59Namun demikian biasanya tentu ada batasan hari.
14:03Nah, itu yang menentukan adalah Basarnas Mas.
14:06Dan sekarang ini kan sudah diperpanjang lagi.
14:09Oleh karena itu tentu kita harus menunggu kira-kira bagaimana Basarnas memutuskan ini.
14:14Sampai kapan mereka harus tetap mencari korban-korban yang belum ditemukan.
14:22Nah, setelah diputuskan untuk berhenti mencari korban-korban tadi,
14:28tentu kewajiban dari pemilik kapal untuk men-selfage kapalnya itu sendiri Mas.
14:34Karena kapal itu kalau masih di sana dia akan mengganggu keselamatan pelayaran.
14:40Begitu Mas Jan.
14:41Oke.
14:42Pak Awas, saya juga membaca tulisan Anda di Harian Kompas terkait dengan KMP Virgo ini.
14:47Anda menyebutkan bahwa pengoperasian kapal motor penumpang
14:51ataupun KMP Virgo Transport 8 ini tidak sesuai dengan desain awal begitu.
14:57Bisa dijelaskan lebih jauh terkait hal ini, Pak Awas.
15:00Baik, jadi yang dimaksud tidak sesuai desain awal ini adalah bahwa kapal ini dahulunya didesain dan dibangun pada rute di
15:12Jepang.
15:13Kemudian rute itu dibindahkan ke Indonesia, di mana karakteritik daripada rute tadi sangat berbeda.
15:21Semua fasilitas berbeda termasuk fasilitas yang ada di pelabuhan.
15:25Nah, oleh karena itu tentu ketika kapal ini dipindahkan operasinya,
15:32maka mereka harus melakukan analisis yang sangat mendalam.
15:36Saya beri contoh, Mas.
15:37Kalau yang paling gampang kita lihat adalah ramdor.
15:43Kalau aslinya ramdornya itu dari depan, di depan dan di belakang.
15:48Jadi kalau kapal kendaraan mau masuk, dia dari belakang keluar dari depan atau sebaliknya.
15:55Karena pelabuhannya di Jepang sana bisa dilakukan dengan sandar tekan lulus.
16:02Namun di Indonesia tidak bisa, dia harus sejajar.
16:06Nah, oleh karena itu mereka memodifikasi ramdor tadi dari samping.
16:12Itu salah satu contoh yang untuk praktikal.
16:15Tapi yang paling penting lagi, bahwa tadi kondisi perairan awal itu sangat berbeda.
16:23Karena di Jepang adalah kondisinya, awalnya itu adalah di laut yang tertutup.
16:29Sehingga kondisi cuatanya sangat berbeda di laut Jawa yang tentu itu adalah lautan terbuka.
16:36Mungkin di Jepang sana tinggi gelombangnya cuma 1 meter.
16:41Kecepatan angin mungkin 15.
16:43Tetapi di pulau Jawa, maksudnya di laut Jawa, tinggi gelombang itu bisa sampai 3-4 meter.
16:50Nah, itu tentu kondisi itu akan berbeda.
16:54Sehingga itu dalam teknikal, itu adalah sangat berpengaruh terhadap stabilitas kapal.
17:00Sehingga stabilitas kapal tadi harus benar-benar diperiksa, dicek untuk kondisi yang baru tadi.
17:07Nah, setelah menyesuaikan tentu harus ada mitigasi-mitigasi yang dilakukan
17:12supaya kondisi stabilitas yang beroperasi di laut Jawa tadi
17:18bisa memenuhi kriteria stabilitas yang disaratkan oleh regulasi.
17:24Kira-kira secara garis besar seperti itu, Mas Jan.
17:27Pak Wasis, ini berarti apakah artinya, menurut Anda bahwa tidak sesuainya desain awal kapal ini
17:36otomatis menambah risiko kecelakaan?
17:39Betul.
17:40Kalau itu tidak dilakukan analisis dengan benar.
17:43Artinya, kalau kita lakukan analisis dengan benar,
17:47maka kita bisa melis risiko-risiko, kemudian mitigasi-mitigasi yang dilakukan.
17:55Misalnya, jumlah muatan tidak boleh melebih sekian.
18:01Seperti itu kira-kira, Mas Jan.
18:03Kemudian, kriteria stabilitas harus lebih ketat dibandingkan dengan yang ada di awalnya di Jepang sana.
18:10Begitu, Mas Jan.
18:11Oke, Pak Wasis, kalau ini sudah diketahui ada dugaan ketidaksesuaian desain
18:19ataupun tidak sesuai dengan desain awal,
18:23apa jadi yang perlu dimitigasi dan juga dievaluasi agar kejadian serupa tidak terjadi kembali?
18:31Begini, jadi supaya kejadian tidak terulang lagi,
18:36maka ketika kapal tadi mau masuk ke Indonesia dengan operasi,
18:44operasi yang berbeda, itu dilakukan perhitungan-perhitungan hidrodinamis,
18:50stabilitas kapal yang mendalam.
18:53Seperti misalnya begini, Mas.
18:54Kalau kita lihat di media, jadi ini hipotisya akademis, Mas.
19:00Kalau kita melihat data dari media,
19:04tentu ini bukan kesimpulan,
19:06karena saat ini KNKT sedang bekerja,
19:10tentu kita harus menunggu hasil KNKT itu.
19:13Nah, kalau kita lihat,
19:14proses tenggelamnya kapal itu sangat cepat sekali.
19:18Info dari survivor itu antara 5 sampai 10 menit.
19:25Nah, kalau itu kita lihat,
19:27bahwa sepertinya ketika kapal sedang berlayar,
19:32ada ombak yang cukup besar,
19:34itu menyebabkan kapal miring.
19:37Nah, kemudian kapal miring tadi
19:39akan diikuti oleh gerakan-gerakan dari kendaraan
19:43yang ada di deck yang cukup luas itu.
19:48Nah, perubahan titik berat kapal yang berubah,
19:53itu akan menyebabkan stability loss.
19:56Jadi, kemampuan kapal untuk kembali pada kondisi semula,
20:00itu akan sulit sekali.
20:02Karena ada momen dari gerakan
20:05atau perpindahan titik berat
20:07muatan kendaraan tadi, itu satu.
20:09Kemudian kedua,
20:10kalau itu sudah miring, semakin miring
20:13karena perpindahan kendaraan tadi,
20:17maka kemungkinan besar akan ada
20:21air yang masuk ke deck
20:23karena ada bukaan dari ram door.
20:28Kalau ram doornya tidak kedap air.
20:31Nah, kita lihat bahwa
20:34kapal itu biasanya dalam bentuk kompartemen-kompartemen M.
20:36Tapi kalau kapal Ferry Roro ini,
20:39decknya sangat luas sekali.
20:40Nah, kalau air masuk,
20:42maka ada namanya free service effect.
20:45Jadi, itu akan menyebabkan semakin besar
20:49momen untuk kapal tadi kembali.
20:53Dan momen pengembalinya itu akan sangat kecil.
20:56Sehingga itulah kira-kira dua sebab tadi.
21:01Yang diawali dari kapal kena gelombang tadi
21:05menyebabkan kapal kemudian itu terbalik.
21:08Kira-kira secara teknis,
21:10hipotesa akademik berdasarkan data yang ada di publik,
21:13mungkin itu analisis sementaranya, Mas.
21:16Oke, Pak Wasis,
21:17kalau kita lihat kan bahwa KM Virgo ini
21:19kapal bekas Jepang dengan tentunya
21:22perairan di Jepang berbeda dengan Indonesia.
21:25Apabila pemerintah Indonesia
21:27ataupun siapapun begitu ya,
21:29yang pihak otoritas yang ada di Indonesia
21:30ingin membeli kapal dari luar negeri
21:33dengan perairan yang berbeda,
21:35apa yang perlu diperhatikan begitu?
21:36Apakah memang sebaiknya hentikan dulu
21:39begitu kalau misalkan ada kapal yang dijual dari Jepang
21:42untuk digunakan di Indonesia
21:42atau seperti apa sebetulnya?
21:46Sebetulnya tidak perlu itu.
21:48Sepanjang mereka melakukan analisis, Mas,
21:51secara detail,
21:52baik dari sisi struktur,
21:54kemudian dari sisi stabilitas kapal,
21:58maupun nanti ketika dioperasikan
22:00selalu mengikuti SOP-SOP
22:03atau peraturan-peraturan
22:05yang sebetulnya sudah cukup rigid
22:07di tempat di Indonesia ini, Mas.
22:10Sepanjang itu aturan itu diikuti
22:12saya rasa tidak masalah.
22:15Oke, berarti kalau kita belajar dari kasus ini,
22:18secara fisik dari kapal
22:20apa saja yang perlu diperhatikan?
22:22Karena memang tentunya berbeda kapal baru
22:24dengan kapal yang kita beli bekas
22:26dari negara lain.
22:27Namun kita bahas selesai jeda.
22:28Pak Wasis, tetaplah bersama kami
22:30di Breaking News Kompas TV.
22:38Sebenarnya Anda masih bersama kami
22:40di Breaking News Kompas TV
22:42dan kita lanjutkan perbincangan
22:45bersama Wasis Dwi Aryawan,
22:48dosen teknik perkapalan
22:49dan manajer sain teknopark
22:51Maritim Institut Teknologi 10 November.
22:54Pak Wasis, tadi saya berbicara
22:56terkait dengan kapal
22:58atau pembelian kapal dari luar negeri.
23:00Pertanyaannya adalah
23:00sebenarnya apa sih yang patut diperhatikan oleh kita
23:03terkait dengan fisik kapal begitu?
23:06Tentunya membeli kapal
23:08ataupun membangun kapal yang baru
23:10dengan membeli kapal yang sudah lama
23:11beda begitu, berbeda.
23:13Dan juga pastinya cara penggunaannya
23:16dan juga banyak yang perlu diperhatikan.
23:18Apa yang perlu dilihat dari kapal yang memang sudah bekas
23:22begitu dari negara orang lain
23:24untuk dioperasikan di perairan Indonesia?
23:28Baik, Mas Yan.
23:30Jadi ada tiga hal barangkali
23:32secara garis besar yang harus kita perhatikan.
23:35Yang pertama adalah tentu struktur kapal.
23:39Struktur kapal itu
23:40termasuk apakah tebal part
23:44itu harus diukur dengan baik
23:47dan itu harus sesuai dengan
23:50regulasi
23:51yang dikeluarkan oleh klasifikasi.
23:54Kemudian
23:55apakah corrosion allowance
23:57nanti juga sudah memenuhi
23:59kalau kapal itu akan dioperasikan
24:01beberapa tahun di Indonesia.
24:03Dan itu dari sisi struktur.
24:05Kemudian dari sisi permesinan
24:08tentu harus diperiksa semua
24:10permesinan yang ada di kapal tadi
24:11termasuk mesin induk
24:13dan mesin bantu-bantu yang lain.
24:15Seperti misalnya
24:16sistem bilga.
24:18Karena kalau ada air yang masuk
24:20ke dalam kapal
24:23sistem bilga ini akan bisa digunakan
24:25untuk mengeluarkan kembali
24:27air yang masuk ke kapal tadi.
24:29Itu juga harus diperiksa.
24:30Kemudian dari
24:33pintu-pintu
24:34itu yang pintu baik
24:35pintu yang watertight
24:37maupun yang lettertight
24:38pintu kedap air
24:40itu harus betul-betul diperiksa.
24:43Karena kapal itu terdiri dari
24:44beberapa kompartemen
24:46untuk mendapatkan
24:49buoyancy tadi.
24:51Kompartemen-kompartemen
24:52yang tadi diperlukan.
24:54Manakala salah satu kompartemen
24:56tadi bocor
24:56maka dia tidak akan
24:58ke kompartemen yang lain.
25:00sehingga setiap kompartemen
25:02tadi harus kedap.
25:03Ada pintu-pintunya
25:04itu harus watertight
25:05dan itu harus
25:06diperiksa betul.
25:08Termasuk tadi
25:08yang paling rawan
25:10adalah ramp door tadi.
25:11Yang mana ramp door tadi
25:13berhubungan langsung
25:14dengan luar
25:15dengan air laut.
25:17Manakala ada gelombang
25:18kemudian ada
25:21gerakan-gerakan kapal
25:22dimana pintu rampa tadi
25:25kecelup air
25:25maka dia harus
25:26betul-betul kedap
25:28dan integrity-nya
25:29harus tinggi.
25:31Kemudian
25:32sistem-sistem yang lain
25:35termasuk
25:36di dalamnya
25:37harus ada
25:38yang namanya
25:38stability booklet.
25:40Nah stability booklet itu
25:42digunakan
25:43atau loading komputer
25:45itu digunakan
25:46untuk memeriksa
25:47kapal
25:48ketika dia mau berangkat.
25:50Yang diperiksa itu
25:51bukan hanya
25:53kapal
25:53tidak overload
25:55tetapi juga
25:55posisi titik berat
25:57dari
25:59barang
26:00atau kendaraan
26:00yang diangkut
26:01di kapal tadi.
26:02Karena
26:03stabilitas kapal itu
26:05ditentukan dua hal
26:06yang paling krusial
26:07yaitu
26:08berat muatannya sendiri
26:09dan
26:10posisi titik berat.
26:11Dan itu harus dihitung
26:12oleh kru kapal
26:13ketika
26:14kapal tadi
26:15mau berangkat.
26:16Sehingga
26:16kalau kapal tadi
26:18menghadapi
26:19cuaca buruk
26:20stabilitasnya
26:21masih sangat baik
26:22dan sesuai
26:23dengan kriteria-kriteria
26:24yang ada di peraturan.
26:26Nah kira-kira itu
26:27dan juga tidak kalah
26:28pentingnya mas
26:29maintenance records.
26:31Jadi
26:31tentu kapal itu
26:34umurnya itu
26:35tidak menjadi
26:36kendala
26:36asal kapal tadi
26:38diperiksa dengan baik.
26:40Itu ada di
26:41maintenance record
26:41di dalam kapal itu.
26:42Itu yang
26:43harus diperhatikan
26:44kira-kira
26:45mas Yan.
26:45Oke berarti
26:46maintenance disini
26:47perawatan begitu.
26:48Kalau kita berbicara
26:49soal
26:49kendaraan saja
26:51mobil dan motor
26:52butuh perawatan
26:52apalagi kapal
26:53dengan
26:55bentuk
26:55dan juga
26:56ukuran yang
26:57sangat besar.
26:58Perawatan seperti
26:59apa sih idealnya
27:00Pak Wasis
27:01dengan tadi
27:01ada tiga hal
27:02yang perlu diperhatikan
27:03apalagi ini kapal
27:04yang memang
27:04usianya
27:05sudah lama
27:06begitu hampir
27:0740 tahun.
27:08Apa perawatan
27:09berkala seperti
27:09apa saja
27:10yang perlu dilakukan?
27:12Jadi
27:12by regulation
27:14mas
27:14semua kapal
27:15setiap tahun
27:16itu harus diperiksa
27:17harus diperiksa
27:18oleh
27:18badan independen.
27:21nah oleh
27:22karena itu
27:23kalau
27:24diperiksa
27:25tadi
27:26tidak memenuhi syarat
27:27maka dia harus
27:28dilakukan
27:28maintenance.
27:29Nah itu
27:30diperiksa
27:30setiap tahun Pak
27:31tetapi
27:31setiap
27:32dua setengah
27:32tahun
27:33menurut
27:34kud dari
27:36Biroklasifikasi
27:38dia harus
27:38dilakukan
27:40pemeriksaan
27:41intermedia
27:41kalau
27:43di dalam
27:43pemeriksaan
27:44intermedia
27:44tadi
27:45ditemukan
27:45kebocoran
27:47atau
27:47kerusakan
27:48yang cukup
27:49maka dia harus
27:50naik dock
27:50nah itu
27:51dari
27:52intermedia
27:53dua setengah
27:53tahun
27:53ada pemeriksaan
27:54nanti yang
27:55yang
27:56lima tahun
27:57itu wajib
27:58kapal itu
27:58harus naik dock
27:59untuk diperiksa
28:00semua
28:01struktur
28:02baik struktur
28:03yang ada
28:03di bawah
28:04laut
28:04di bawah air
28:06maupun
28:06yang di atas
28:07termasuk
28:08juga semua
28:08permesinan
28:09dan sistem
28:10yang ada
28:10itu diperiksa
28:12semua
28:12untuk kapal penumpang
28:13tadi
28:14setiap tahun
28:14itu pasti diperiksa
28:15oleh
28:16badan independen
28:17ya
28:18klasifikasi
28:19yang memeriksanya
28:21kira-kira
28:21seperti itu
28:22mas
28:22Pak Wasis
28:24Anda menyebutkan
28:24tadi bahwa
28:25usia
28:25tidak terlalu penting
28:27disini
28:28tapi perawatan
28:28yang lebih penting
28:29namun juga
28:30banyak pertanyaan
28:30terkait dengan
28:31usia kapal
28:32apakah
28:33ini jadi
28:34perlu pertimbangan
28:35ketika kita
28:36membeli
28:37kapal bekas
28:38begitu dengan usia
28:39yang sangat lama
28:40seperti
28:40KM Viego ini
28:41usianya sudah
28:42hampir 40 tahun
28:43karena dibangun
28:44pada tahun
28:441987
28:45namun kita
28:46bahas
28:47selesai jeda
28:47Pak Wasis
28:48tetaplah bersama kami
28:49di Breaking News
28:50Kompas TV
28:50bersama teman
28:51dan rekan saya
28:52nanti
28:52Niputu Trisnanda
28:53sesaat lagi
28:54telah bersama kami
28:54selamat menikmati
Komentar