Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Temuan 22 korban selamat KM Virgo yang ternyata tidak tercatat dalam manifes, menimbulkan pertanyaan besar tentang sistem pendataan penumpang.

Manifes seharusnya menjadi data penting, bukan hanya untuk administrasi, tetapi juga untuk memastikan jumlah penumpang dan mempermudah proses evakuasi serta pencarian korban.

Lalu, bagaimana 22 orang bisa berada di atas kapal, namun tidak tercatat dalam manifes?

Apakah ada masalah dalam pengawasan keselamatan pelayaran?

Kita akan membahasnya bersama Djoko Setijowarno, Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia.

Baca Juga 3 Jenazah Korban KM Virgo Dievakuasi, Tim Penyelam akan Ditambah Cari 122 Korban Hilang? di https://www.kompas.tv/regional/691884/3-jenazah-korban-km-virgo-dievakuasi-tim-penyelam-akan-ditambah-cari-122-korban-hilang

#kmvirgo #kapalvirgo #korban

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/691886/full-dewan-penasihat-mti-soal-22-korban-km-virgo-tak-tercatat-manifes-siapa-lalai-sapa-malam
Transkrip
00:00Dan saudara temuan 22 korban selamat KM Virgo yang ternyata tidak tercatat dalam manifest
00:05menimbulkan pertanyaan besar tentang sistem pendataan penumpang.
00:10Manifest seharusnya menjadi data penting bukan hanya untuk administrasi
00:13tetapi juga untuk memastikan jumlah penumpang dan mempermudah proses evakuasi
00:18serta pencarian korban jika memang ada kasus kecelakaan seperti KM Virgo ini.
00:23Lalu bagaimana 22 orang ini bisa berada di atas kapal namun tidak tercatat dalam manifest?
00:28Apakah ada masalah dalam pengawasan keselamatan pelayaran?
00:31Kita akan bahas hal ini bersama Joko Stiowarno, Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia.
00:37Selamat malam Pak Joko.
00:39Selamat malam Mas Radhi.
00:41Pak Joko, kita tahu ada 22 yang akhirnya menurut KSOP Banjarmas ini tidak tercatat dalam manifest.
00:49Secara prinsip keselamatan pelayaran, sebenarnya seberapa serius persoalan ini
00:53dan di titik mana biasanya celah seperti ini terjadi, Pak Joko?
00:58Yang jelas itu, ini kan membuat penumpang ini kalau kecelakaan seperti ini,
01:06mereka tidak atau sulit mendapatkan kesantunan ya.
01:10Ini menjadi persoalan karena dengan data manifest itu otomatis kan kalau dia menjadi korban,
01:15jenisnya nanti ada kesantunan.
01:17Nah kalau tidak ada gini, ini mengalami kesulitan.
01:21Tapi semoga saja nanti PT. Jasa Radhi bisa melakukan kehususan lah,
01:28ada tindakan khusus bagi kelompok seperti ini.
01:30Tapi sebenarnya ini persoalan lama sudah dimintakan.
01:35Saya paham sekali KNKT itu setiap ada kecelakaan meminta agar manifest ini dibenarkan,
01:40dibenahilah artinya.
01:42Namun tidak pernah dilakukan.
01:45Banyak rekomendasi dari KNKT yang belum dilaksanakan.
01:49Padahal kalau kita mau belajar,
01:51yang kalau pesawat terbang mungkin sejak dulu sudah bagus.
01:54Bagaimana PT. Kretapi itu yang buruk sekali.
01:58Oh mereka bisa kalau sekarang ini.
02:00Memang tidak serta-merta sekali jadi itu tidak.
02:02Pasti ada kelompok-kelompok yang tidak suka ada perbaikan.
02:07Karena mereka sudah mapan dengan cara mereka mendapat keuntungan.
02:10Iya, betul.
02:11Terutama calon-calon tiket,
02:13belum lagi kalau di pelabuhan.
02:15Tapi ini kami lihat sudah agar lebih bagus namanya Petro.
02:19Pengatur truk, itu yang mengatur truk luar masuk coba.
02:22Mestinya pelabuhan itu dari yang steril seperti nyel stasiun.
02:25Sekarang kalau masuk ke peron itu ada ruang penunggu,
02:28sudah punya tiket.
02:29Ini kan tidak.
02:30Kita lihat pelabuhan-pelabuhan kita kan
02:31sembarangan orang bisa masuk.
02:33Tidak banyak pelabuhan yang steril.
02:36Saya lihat itu baru satu dua yang steril.
02:39Yang lainnya itu semua orang bebas masuk.
02:40Mestinya tidak boleh seperti itu.
02:43Dan mestinya ini bisa kok di era digitalisme sekarang.
02:46Ini kan mudah kalau dilakukan.
02:47Tinggal mau atau tidak.
02:50Itu saja.
02:51Oke.
02:52Berarti kalau tadi saya bertanya soal celah,
02:54mengapa ini bisa terjadi?
02:55Salah satunya itu tadi ya.
02:56Ada kendaraan-kendaraan yang masuk,
02:59namun tidak dipastikan berapa orang
03:01yang diangkut oleh kendaraan itu.
03:02Begitu ya, Pak Joko ya?
03:05Ini kalau kendaraan itu hanya membayar saja.
03:08Terkadang tidak terdata orangnya.
03:10Seperti kalau penyeberangan lah.
03:12Coba bus masuk itu.
03:14Apakah ada penumpangnya?
03:15Nggak ada.
03:15Cuma dia bayar bus sudah.
03:17Mau orangnya berapa terserah.
03:18Itu sebenarnya tidak boleh seperti itu.
03:21Dan pendataan itu tidak harus jauh hari kan.
03:23Kalau bisa ada yang jauh hari,
03:26kemudian ada yang seketika kan bisa.
03:28Oke.
03:28Salah, pasti itu bisa.
03:29Memang kalau langsung tidak bisa.
03:32Tapi akan dicoba terus-menerus.
03:34Oke.
03:34Dan nanti menemukan yang
03:36pasti sesuai dengan kebutuhan sekarang ini.
03:39Tapi yang jelas,
03:40ini tidak bisa tidak.
03:41Namanya manifesto harus
03:43sudah mulai sekarang.
03:44Pak Joko ini kan yang mengungkap
03:46adanya 22 orang
03:47yang tidak terdaftar dalam manifest ini
03:49adalah KSOP Banjarmasin.
03:51Yang mana KSOP Banjarmasin ini
03:53adalah pelabuhan ketibaan,
03:55bukan keberangkatan.
03:56Yang memberangkatkan kan KSOP Surabaya
03:58dari Tanjung Perak.
03:59Nah pertanyaannya,
04:00apakah memang KSOP Surabaya
04:02yang seharusnya memastikan
04:03setiap orang berada di atas kapal ini
04:05sudah tercatat dalam manifest?
04:06Atau ada otoritas lain yang memang
04:08secara khusus untuk melihat manifest ini?
04:10Dan memastikan apakah sesuai
04:11penumpang dengan manifest?
04:14Nah kalau KSOP itu
04:16dia lebih pada surat
04:17persetujuan untuk berlayar.
04:19Artinya kesiapan kapal itu sendiri.
04:21Nah kalau manifest ini kan
04:23di pihak pelabuhan lah ya.
04:25Otoritas pelabuhan ya?
04:27Ya, bukan orang.
04:27Ya, termasuk juga barangnya.
04:30Jadi barang itu apa jenisnya,
04:32bergatnya berapa, gitu kan.
04:34Itu terdata.
04:35Sekarang kan bebas semua.
04:37Kami melihat ke pelabuhan-pelabuhan
04:39yang ada di Jawa ke Kalimantan
04:40itu semua truknya itu
04:42kalau muat barang mesti odol.
04:44Nah padahal kita pengen
04:462027 jenis
04:47zero odol.
04:48Saya kira saya sudah menulis
04:49di harian kompasan ini
04:50tidak mungkin itu.
04:52Pasti mundur.
04:53Ya, karena kesiapan-kesiapannya juga
04:55pelabuhan itu
04:56setidaknya dia punya jembatan timbang.
04:58Pelabuhan mana kita punya jembatan timbang?
05:00Saya dapat info katanya
05:02baru di Surabaya.
05:03Tapi yang lainnya tidak.
05:05Ya, kita kurang 4 bulan lagi
05:07belum mendeteksi jenis barang apa
05:10yang dibawa.
05:11Ya, nah itu juga
05:12yang harus tahu
05:13kalau tiba-tiba dia bawa barang
05:14yang berbahaya
05:15yang tidak terdeteksi
05:16kan beberapa peristiwa
05:17juga pernah terbakar
05:18juga di tengah laut.
05:21Nah itu rekomendasi itu
05:22sebenarnya
05:23sudah diberikan ke NKNK
05:24itu sejak lama itu.
05:26Tapi itu kembali lagi.
05:28Tidak pernah atau
05:29tidak pernah di
05:30apa ya
05:30ya tidak dikubri
05:31selalu dianggap hal biasa.
05:33Kalau peserta seperti ini
05:34Pak Joko
05:34tapi secara spesifik
05:36secara spesifik
05:36otoritas pelabuhan
05:37yang Anda maksud ini
05:38siapa?
05:39Supaya orang awam juga
05:40bisa sama-sama
05:41meng-crosscheck gitu.
05:42Misalnya kalau memang
05:43ada otoritas yang
05:44berwenang
05:45untuk mengecek manifest ini
05:46bisa langsung di-crosscheck
05:47begitu Pak.
05:49Ya, kalau di pelabuhan
05:50kan ada PT Pelindo.
05:52Pelindo ya?
05:52Pelabuhannya ya.
05:53Oke.
05:54Itu dari Pelindo.
05:56Oke, berarti Pelindo yang
05:58punya
05:58kalau di penyebangan
06:01kalau di penyebaran kan
06:02PT ASDP.
06:03PT ASDP, oke.
06:29PT Pelindo.
06:30Ya, kalau pemilik kapal kan
06:32mereka yang
06:33dalam tanda kutip
06:34memiliki
06:36dampak komersialnya
06:38begitu.
06:38Tapi yang otoritas
06:39dari pemerintahnya adalah
06:40mungkin PT Pelindo ya
06:41yang punya
06:43otoritas
06:43atau wawanan
06:44untuk mengecek manifest ini.
06:45Nah, kalau gitu
06:46pertanyaan saya selanjutnya.
06:47Kalau dalam kasus
06:48KM Virgo ini
06:49apakah
06:50kapal seharusnya
06:51tidak diperbolehkan
06:52berangkat
06:52jika penumpang aktual
06:54tidak sesuai
06:55dengan manifest?
06:55Pak Joko.
06:58Nah, itu juga
07:00akhir dari PT Pelindo juga.
07:02Jadi,
07:03mereka mau ngecek juga
07:04gitu ya.
07:06Sesuai atau tidak,
07:07ya, kalau itu memang
07:08tidak sesuai
07:09itu kan bisa disalahkan
07:10juga pihak
07:11apa,
07:12yang menjualkan tiket.
07:14Betul.
07:14Ya kan,
07:15kenapa mereka memberi data
07:16yang tidak tepat.
07:17Ya.
07:17Jadi,
07:18tanggung jawab juga
07:19ada pada
07:19operator kapal.
07:21Oke.
07:22Bapaknya ada sinergia
07:24antara pelabuhan
07:25pihak pelabuhan
07:26dengan
07:27pemilik kapal.
07:28Oke.
07:29Seperti hanya
07:29kalau di
07:30apa nam?
07:31Di darat
07:32ada terminal
07:33ada PO bus.
07:34Ya, terminal dan PO bus
07:35yang sama-sama
07:35harus memastikan itu ya, Pak.
07:37Oke, berarti
07:37PT Pelindo
07:38dan operator kapal
07:40ini punya
07:41apa,
07:42tanggung jawab
07:42ketika memang
07:43ada ketidaksesuaian manifest
07:44seperti yang diungkap
07:45oleh KSOP Banjarmasin.
07:46Kita tunggu nanti
07:47tindak lanjutnya bagaimana.
07:49Tentu saja
07:50ada penelusuran
07:50dan penyelidikan
07:52dari KNKT
07:53lebih lanjut.
07:54Terima kasih.
07:55Pak Joko Setiawarno
07:56Dewan Penasehat
07:56Masyarakat Anasportasi Indonesia
07:57telah berbagi informasinya
07:59di Sapa Indonesia Malam.
07:59Sampai jumpa lagi, Pak.
08:00Selamat malam.
Komentar

Dianjurkan