Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Sopir truk korban dugaan pembakaran yang dilakukan bosnya sendiri di Karangasem, Bali, akhirnya meninggal dunia.

Setelah berhari-hari menjalani perawatan intensif akibat luka bakar parah, korban mengembuskan napas terakhir di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar saat akan menjalani operasi kedua.

I Gede Selamet, sopir truk yang diduga dibakar hidup-hidup oleh bosnya sendiri, mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 07.00 WITA di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.

Orang tua dan keluarga tak kuasa menahan air mata setelah mendapatkan kabar bahwa anak tercintanya meninggal dunia. Sejumlah warga juga silih berganti berdatangan ke rumah duka untuk mengucapkan belasungkawa.

Rencananya, jenazah korban untuk sementara akan dititipkan di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar sambil menunggu hari baik.

Salah satu keluarga mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, Gede Selamet meninggal setelah akan menjalani operasi tahap kedua. Namun, pasien mengalami gangguan pernapasan.

Dengan meninggalnya Gede Selamet, ia meninggalkan peran sebagai tulang punggung keluarga.

#aniaya #pembakaran #bos #pembunuhan

Baca Juga Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Sopir Korban Dugaan Pembunuhan di Jayawijaya di https://www.kompas.tv/regional/691150/tim-gabungan-evakuasi-jenazah-sopir-korban-dugaan-pembunuhan-di-jayawijaya

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/692670/tangis-keluarga-pecah-sopir-truk-korban-dugaan-pembakaran-meninggal-dunia-borgol
Transkrip
00:00Kita ke berita kriminal lainnya, sodara sopir truk korban dugaan pembakaran yang dilakukan bosnya sendiri di Karangasembali akhirnya meninggal dunia.
00:09Setelah berhari-hari menjalani perawatan intensif akibat luka bakar parah, korban pun mengembuskan napas terakhir di RSUP Profesor Ngurah Raiden
00:18Pasar saat akan menjalani operasi kedua.
00:33Igede Selamet, sopir truk yang dibakar hidup-hidup oleh bosnya sendiri, mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 7 waktu Indonesia Tengah
00:43di RSUP Profesor Ngurah Raiden Pasar.
00:46Orang tua dan keluarga tidak kuat menahan air mata setelah mendapatkan kabar anak terkasihnya meninggal dunia.
00:54Nampak juga sejumlah warga sili berganti datang ke rumah duka untuk mengucapkan bela sungkawa.
01:01Rencananya, kinesa korban untuk sementara akan dititip di RSUP Profesor Ngurah Raiden Pasar sambil menunggu hari baik,
01:09mengingat saat ini wilayah desa adat Muncan akan digelar upacara agama.
01:15Salah satu keluarga bilang informasi dari keluarga Gede Selamet meninggal setelah akan melakukan operasi tahap kedua.
01:24Namun pasien mengalami gangguan pernapasan dengan meninggalnya Gede Selamet yang menjadi tulang punggung keluarga ini sangat terpukul
01:32dan perasaannya sangat sedih mengingat orang tua dan adiknya untuk hidup kedepannya.
01:47Saya mendapat informasi dari yang menjadi penjaga di sana, jam 7 pagi sudah pasien sudah menunggu dunia.
01:57Dan tindak lanjutnya, saya sebagai keluarga sudah merumbung di sini dengan saya menitipkan judul jenazahnya di sana sampai tanggal yang
02:08belum saya tutupkan.
02:09Nanti tanggal 1, saya baru melakukan kepada pihak adat dan selesinya sudah ada dua asis seperti di Bali.
02:17Akan saya lakukan seperti bukarannya itu.
02:26...geram terhadap si korban karena si korban ini adalah salah satu karyawannya yang mana pelaku adalah pemilih armada truk,
02:34kemudian korban adalah sopirnya yang tidak menyetorkan uang hasil nambang ya, uang hasil penggunaan truk.
02:46Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan