Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Direktur Eksekutif Trias Politika Agung Baskoro menilai ada pertimbangan risiko politik dengan kasus gugatan ijazah Wapres Gibran Rakabuming.

Menurut Agung, secara politik Gibran hingga kini belum berlabuh ke partai parlemen mana pun.

Dalam konteks tersebut, Agung juga menyoroti pengaruh atau Jokowi effect yang menurutnya masih ada, tetapi tidak lagi sebesar ketika Joko Widodo menjabat sebagai presiden.

"Jokowi effect masih berefek, tapi tidak sebesar ketika Pak Jokowi menjabat sebagai presiden," kata Agung.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692835/partai-khawatir-dukung-gibran-jokowi-effect-menurun-ini-kata-pengamat
Transkrip
00:00Agung, sorry, saya patung dulu. Tapi kalau sampai sekarang artinya dari istana atau partai koalisi pendukung di 2024-nya tidak
00:05memberikan dukungan dan memilih diam, artinya apa?
00:09Artinya memang, ya pertama tadi sempat disinggung, Mas Gibran secara politik memang sampai hari ini kan belum berlabuh ke partai
00:17manapun, kecuali secara kultural dekat dengan PSG.
00:20Dan PSG kan hari ini bukan partai parlemen, Mbak Sindi. Jadi kalau untuk mendukung Mas Gibran secara personal, ini juga
00:27partai-partai khawatir residunya akan terdampak ke mereka.
00:30Yang kedua, secara institusional, keterikatan politik dengan Mas Gibran ini kan minimalis.
00:36Karena Mas Gibran dalam tanda petik, tidak masuk ke partai parlemen manapun, hanya dekat secara kultural dengan partai non-parlemen
00:43atas nama PSG.
00:44Jadi kalau didukung, benefitnya apa sih buat kita? Malah-malah jadi kontraproduktif.
00:49Berarti Mas Agung, Jokowi efeknya sudah tidak besar lagi?
00:54Jokowi efek masih berefek, tapi tidak sebesar ketika Pak Jokowi menjabat sebagai presiden, Mbak Sindi.
01:01Dan ini akan terus mengalami tren penurunan kalau serangan-serangan politik yang dihadapi oleh Pak Jokowi, Mas Gibran dan keluarga,
01:08tidak dihadang dengan kekuatan yang semestinya. Tidak dibentengi dengan maksimal oleh PSI, oleh melawan, atau pihak-pihak lain seperti itu.
01:18Oke, Bang David apakah Anda juga setuju ketika mendukung Mas Gibran, artinya ada risiko negatif yang harus dihadapi oleh partai
01:27politik?
01:27Apakah itu masuk dalam hitung-hitungan partai Anda?
01:31Sebenarnya enggak, enggak sama sekali.
01:33Karena begini ya, pertama gini, tadi kalau dikatakan Mas Agung bahwa ini akan memberikan dampak secara opini ya.
01:41Tetapi kan problem di MK itu bukan soal opini, bukan soal opini, ini soal konstitusi.
01:47Soal hukum tata negara ya, soal legitimasi Undang-Undang Dasar NRI 1945 ya.
01:53Jadi kita yakin sekali bahwa ini tidak akan punya dampak sama sekali secara konstitusi, secara hukum, karena pasti ini akan
02:01ditolak.
02:02Nah, sekarang ini kan ujian juga bagi MK sendiri, wibawa MK ini tengah dipertaruhkan ya.
02:08Jadi tanpa supporting partai politik pun, saya yakin dengan sembilan orang hakim-hakim yang punya integritas itu,
02:16rasa-rasanya ini pertaruhan wibawa MK sendiri, kalau apa yang disampaikan Mas Agung itu, keraguan itu misalnya kalau ini memberikan
02:25dampak,
02:26katakanlah mengikuti tabuhan gendang dan sebenarnya ini pelecehan konstitusi, pelecehan terhadap MK oleh orang-orang yang mengajukan gugatan ini.
02:36Sebenarnya pelecehan besar, karena apalagi di situ salah satu bunyinya adalah,
02:39tolong MPR, jadi mereka memerintahkan MPR untuk mempersiapkan dua nama untuk melakukan penggantian kepada Wak Presi Gibran.
02:47Ini pelecehan sekali.
02:48Berarti bukan karena nggak solid di kabinet, makanya nggak ngasih dukungan ke Mas Gibran, Bang David?
02:54Ya, justru soliditas itu masih sangat terjaga di kabinet, karena sekarang kan tadi saya katakan energi ini lagi fokus,
03:01menangani berbagai problem-problem kebangsaan, termasuk bencana-bencana di berbagai tempat,
03:06yang terbaru ini di Solok, Sumpah Barat.
03:09Nah, itu sehingga, emang rasa-rasanya bukan karena tidak mensupport,
03:15tetapi karena terlalu kecil problem ini untuk menggunakan kekuatan kestik.
03:20Karena kita yakin MK ini akan menolak bahwa MK melakukan proses,
03:24yaitu itu bagian dari rana dan prosedural yang ada.
03:27Tetapi secara substansi konstitusi, substansi hukum, kita sangat yakin itu akan mental nanti.
03:32Nah, ini MK yang mempertaruhkan wibawa mereka kalau di luar itu prosesnya.
03:38Oke, kalau gitu Mas Agung, tapi kalau Anda melihat juga bagaimana posisi MK saat ini,
03:42kita lihat ada beberapa hakim yang berasal dari backgroundnya politik,
03:45sejauh mana tekanan atau mungkin hitung-hitungan pertimbangan politik ini juga,
03:49pada akhirnya akan berpengaruh pada sidang yang sedang berlangsung dengan gugatan terhadap Gibran.
03:55Ya, tapi sebelum kita bahas soal MK, sebenarnya saya agak terkejut ya,
04:02ketika misalkan KPU tidak melakukan verifikasi faktual terhadap keterangan penyetaraan ijazah itu.
04:11Dan kemudian bawah itu tidak diberikan izin misalkan.
04:14Walaupun memang ada dasar-dasar hukum, aturan main yang mengatakan bahwa itu tidak perlu di masa itu.
04:20Tapi begini, Mas Agung, di situ Anda melihat berarti ada intervensi politik juga saat itu,
04:26sampai tidak diverifikasi?
04:28Ya, sangat mungkin ya, karena kan pemilu pesta politik semacam itu.
04:31Jadi maksud saya, publik akhirnya jadi tahu kok begini bekerjanya.
04:35Seperti itu, jadi kalau tadi Bang David Pajung bilang ini marwah MK dipertaruhkan,
04:41justru dipertaruhkannya di sini buat saya mengawasi,
04:44mengoptimalkan kerja-kerja yang dilakukan oleh KPU dan Bawaslu yang tidak maksimal itu.
04:48Kok baru sekarang?
04:50Itu loh pertanyaan saya, kenapa begini?
04:53Jadi kalau saya justru ingin menyampaikan pesan di sini,
04:58ya berikan keleluasaan kepada hakim MK untuk bekerja.
05:01Kita tahu diproposi dari 9 hakim ini skornya berapa Mbak Sindi.
05:05Oke, nah nanti berarti...
05:073, 4, 5, atau seterusnya.
05:08Tapi yang jelas, kita berikan keleluasaan apapun itu.
05:12Yang jelas, yang paling penting, perlu ada revisi undang-undang paket politik pemilu.
05:16Untuk memastikan itu tidak berulang lagi.
05:19Oke, Mas Agung.
05:19Kesalahan, diruan yang dilakukan oleh Bawaslu dan KPU.
05:22Oke, dan nanti kita lihat juga di tanggal 28 putusan selainnya ya.
05:26Akan seperti apa?
05:27Mas Angung, Bang David, terima kasih sudah berbagi di Kompas Petang.
05:30Saya selalu semuanya.
05:33Usaha jendela saudara timnas Indonesia memulai turnamen FIFA Asian Cup 2026 dengan positif.
05:40Melawan The Lions Singapura, Garuda menang 2-0.
05:43Kemenangan ini jadi modal untuk melawan Malaysia hari Senin pekan.
05:47Selamat menikmati.

Dianjurkan