00:00Agung, sorry, saya patung dulu. Tapi kalau sampai sekarang artinya dari istana atau partai koalisi pendukung di 2024-nya tidak
00:05memberikan dukungan dan memilih diam, artinya apa?
00:09Artinya memang, ya pertama tadi sempat disinggung, Mas Gibran secara politik memang sampai hari ini kan belum berlabuh ke partai
00:17manapun, kecuali secara kultural dekat dengan PSG.
00:20Dan PSG kan hari ini bukan partai parlemen, Mbak Sindi. Jadi kalau untuk mendukung Mas Gibran secara personal, ini juga
00:27partai-partai khawatir residunya akan terdampak ke mereka.
00:30Yang kedua, secara institusional, keterikatan politik dengan Mas Gibran ini kan minimalis.
00:36Karena Mas Gibran dalam tanda petik, tidak masuk ke partai parlemen manapun, hanya dekat secara kultural dengan partai non-parlemen
00:43atas nama PSG.
00:44Jadi kalau didukung, benefitnya apa sih buat kita? Malah-malah jadi kontraproduktif.
00:49Berarti Mas Agung, Jokowi efeknya sudah tidak besar lagi?
00:54Jokowi efek masih berefek, tapi tidak sebesar ketika Pak Jokowi menjabat sebagai presiden, Mbak Sindi.
01:01Dan ini akan terus mengalami tren penurunan kalau serangan-serangan politik yang dihadapi oleh Pak Jokowi, Mas Gibran dan keluarga,
01:08tidak dihadang dengan kekuatan yang semestinya. Tidak dibentengi dengan maksimal oleh PSI, oleh melawan, atau pihak-pihak lain seperti itu.
01:18Oke, Bang David apakah Anda juga setuju ketika mendukung Mas Gibran, artinya ada risiko negatif yang harus dihadapi oleh partai
01:27politik?
01:27Apakah itu masuk dalam hitung-hitungan partai Anda?
01:31Sebenarnya enggak, enggak sama sekali.
01:33Karena begini ya, pertama gini, tadi kalau dikatakan Mas Agung bahwa ini akan memberikan dampak secara opini ya.
01:41Tetapi kan problem di MK itu bukan soal opini, bukan soal opini, ini soal konstitusi.
01:47Soal hukum tata negara ya, soal legitimasi Undang-Undang Dasar NRI 1945 ya.
01:53Jadi kita yakin sekali bahwa ini tidak akan punya dampak sama sekali secara konstitusi, secara hukum, karena pasti ini akan
02:01ditolak.
02:02Nah, sekarang ini kan ujian juga bagi MK sendiri, wibawa MK ini tengah dipertaruhkan ya.
02:08Jadi tanpa supporting partai politik pun, saya yakin dengan sembilan orang hakim-hakim yang punya integritas itu,
02:16rasa-rasanya ini pertaruhan wibawa MK sendiri, kalau apa yang disampaikan Mas Agung itu, keraguan itu misalnya kalau ini memberikan
02:25dampak,
02:26katakanlah mengikuti tabuhan gendang dan sebenarnya ini pelecehan konstitusi, pelecehan terhadap MK oleh orang-orang yang mengajukan gugatan ini.
02:36Sebenarnya pelecehan besar, karena apalagi di situ salah satu bunyinya adalah,
02:39tolong MPR, jadi mereka memerintahkan MPR untuk mempersiapkan dua nama untuk melakukan penggantian kepada Wak Presi Gibran.
02:47Ini pelecehan sekali.
02:48Berarti bukan karena nggak solid di kabinet, makanya nggak ngasih dukungan ke Mas Gibran, Bang David?
02:54Ya, justru soliditas itu masih sangat terjaga di kabinet, karena sekarang kan tadi saya katakan energi ini lagi fokus,
03:01menangani berbagai problem-problem kebangsaan, termasuk bencana-bencana di berbagai tempat,
03:06yang terbaru ini di Solok, Sumpah Barat.
03:09Nah, itu sehingga, emang rasa-rasanya bukan karena tidak mensupport,
03:15tetapi karena terlalu kecil problem ini untuk menggunakan kekuatan kestik.
03:20Karena kita yakin MK ini akan menolak bahwa MK melakukan proses,
03:24yaitu itu bagian dari rana dan prosedural yang ada.
03:27Tetapi secara substansi konstitusi, substansi hukum, kita sangat yakin itu akan mental nanti.
03:32Nah, ini MK yang mempertaruhkan wibawa mereka kalau di luar itu prosesnya.
03:38Oke, kalau gitu Mas Agung, tapi kalau Anda melihat juga bagaimana posisi MK saat ini,
03:42kita lihat ada beberapa hakim yang berasal dari backgroundnya politik,
03:45sejauh mana tekanan atau mungkin hitung-hitungan pertimbangan politik ini juga,
03:49pada akhirnya akan berpengaruh pada sidang yang sedang berlangsung dengan gugatan terhadap Gibran.
03:55Ya, tapi sebelum kita bahas soal MK, sebenarnya saya agak terkejut ya,
04:02ketika misalkan KPU tidak melakukan verifikasi faktual terhadap keterangan penyetaraan ijazah itu.
04:11Dan kemudian bawah itu tidak diberikan izin misalkan.
04:14Walaupun memang ada dasar-dasar hukum, aturan main yang mengatakan bahwa itu tidak perlu di masa itu.
04:20Tapi begini, Mas Agung, di situ Anda melihat berarti ada intervensi politik juga saat itu,
04:26sampai tidak diverifikasi?
04:28Ya, sangat mungkin ya, karena kan pemilu pesta politik semacam itu.
04:31Jadi maksud saya, publik akhirnya jadi tahu kok begini bekerjanya.
04:35Seperti itu, jadi kalau tadi Bang David Pajung bilang ini marwah MK dipertaruhkan,
04:41justru dipertaruhkannya di sini buat saya mengawasi,
04:44mengoptimalkan kerja-kerja yang dilakukan oleh KPU dan Bawaslu yang tidak maksimal itu.
04:48Kok baru sekarang?
04:50Itu loh pertanyaan saya, kenapa begini?
04:53Jadi kalau saya justru ingin menyampaikan pesan di sini,
04:58ya berikan keleluasaan kepada hakim MK untuk bekerja.
05:01Kita tahu diproposi dari 9 hakim ini skornya berapa Mbak Sindi.
05:05Oke, nah nanti berarti...
05:073, 4, 5, atau seterusnya.
05:08Tapi yang jelas, kita berikan keleluasaan apapun itu.
05:12Yang jelas, yang paling penting, perlu ada revisi undang-undang paket politik pemilu.
05:16Untuk memastikan itu tidak berulang lagi.
05:19Oke, Mas Agung.
05:19Kesalahan, diruan yang dilakukan oleh Bawaslu dan KPU.
05:22Oke, dan nanti kita lihat juga di tanggal 28 putusan selainnya ya.
05:26Akan seperti apa?
05:27Mas Angung, Bang David, terima kasih sudah berbagi di Kompas Petang.
05:30Saya selalu semuanya.
05:33Usaha jendela saudara timnas Indonesia memulai turnamen FIFA Asian Cup 2026 dengan positif.
05:40Melawan The Lions Singapura, Garuda menang 2-0.
05:43Kemenangan ini jadi modal untuk melawan Malaysia hari Senin pekan.
05:47Selamat menikmati.