00:00Selamat jalan Mas Guru
00:02Terima kasih telah menjadi seniman besar bagi Indonesia
00:06Terima kasih telah menjadi maistru budaya yang mengejarkan kepada kita
00:11Bahwa modernitas tidak harus membuat bangsa ini kehilangan akar
00:16Terima kasih telah berjuang sebagai seorang marhainis dan berjuang patah
00:21Dan terutama, terima kasih
00:24Karena sepanjang hidup
00:26Mas telah menunjukkan satu hal yang sederhana tetapi sangat dalam
00:31Bahwa musib Indonesia adalah pekerjaan seorang hidup
00:37Semoga Allah subhanahu wa ta'ala mengampuni segala kehilangan
00:41Menerima seluruh amal kibadah
00:44Melapangkan kubur mas
00:46Menerangi perjalanan mas dan menempatkan mas di tempat yang terbaik di sisi anda
00:52Selamat jalan Mas Guru
00:54Uang lahir dengan tenang
00:56Al-Fatihah
01:00Bismillahirrahmanirrahim
01:02Bismillahirrahmanirrahim
01:14Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
01:24Hari ini kita kehilangan seorang putra bangsa, Mas Guru Soekarno Putra.
01:36Beliau bukan hanya putra dari Presiden pertama kita, proklamator kita, dan pejuang kemerdekaan kita.
01:49Mas Guru telah melakukan banyak hal untuk negeri ini, untuk saudara-saudara kita rakyat Indonesia melalui mahakaryanya di bidang seni.
02:05Semua tahu bahwa kecintaan Mas Guru kepada Indonesia tercinta diekspresikan dalam karya seninya.
02:16Apakah lagu, apakah pagelaran seni dengan suara Mahardika yang sangat terkenal, dan lagu-lagu beliau, juga lukisan-lukisan beliau.
02:27Di samping itu, beliau juga menjadi wakil rakyat, anggota parlemen, yang dengan setia, tenang, sabar, mendengarkan percakapan yang ada di
02:40negara ini.
02:42Sungguh peran yang tidak boleh kita lupakan, hari ini kita masih mengucapkan selamat jalan kepada Mas Guru dengan iringan doa
02:53semoga Allah s.w.t. menerimanya dan hidup tenang di si Allah s.w.t.
03:00Secara pribadi, teman-teman, saya juga punya kenangan indah dengan beliau.
03:06Waktu saya memimpin Indonesia, secara khusus beliau saya undang ke kantor presiden di Istana Negara.
03:17Dan juga cukup lama kami berbincang-bincang tentang banyak hal, mendengarkan pikiran-pikiran beliau, bukan justru bukan di bidang politik,
03:28tapi apa yang bisa dilakukan bangsa ini melalui pendekatan budaya, pendekatan seni, sangat-sangat menarik.
03:38Kemudian, kami juga tetap menjaga silatur rahim kami, meskipun tidak terlalu sering.
03:44Dua tahun yang lalu, barangkali farewell saya dengan beliau, kami sama-sama diundang untuk menyumbangkan lukisan-lukisan kami dalam pameran
03:57lukisan yang diselenggarakan oleh Kompas.
04:00Kalau tidak salah, Mas Guru menyumbangkan dua lukisannya, saya juga sama, dan corak ataupun aliran dari lukisan kebetulan mirip.
04:12Beliau seorang realis dengan karyanya yang luar biasa, saya juga belajar menjadi realis impresionis.
04:20Disitulah kami dengan santai berbincang-bincang kembali dengan Mas Guru.
04:25Dan kita semua mengenal beliau, karya-karyanya, barangkali masih ingat kita, ada karya beliau yang, nyanyian beliau yang berjudul
04:39Kala Sang Surya Tenggelam, yang dinyanyikan oleh Krise.
04:44Ada juga Galih dan Ratna.
04:49Lagu itu dinyanyikan oleh Krise, bintang filmnya tadi memberikan sambutan, Bung Rano Karno dengan Mbak Yesi Kusman.
04:57Itu hanya salah satu karya beliau, masih banyak lagi yang beliau lakukan.
05:03Dan yang penting mengenang Guru Soekarno Putra, mengenang seniman budayawan besar Indonesia, mengenang seseorang yang sangat mencintai negaranya, memiliki nasionalisme
05:20yang positif, dadanya berkobar-kobar apa yang bisa dilakukan oleh bangsa Indonesia.
05:26Itulah testimoni saya, itulah apa yang hendak saya lakukan bersahabat dengan beliau.
05:32Terima kasih.
05:35Sebenarnya tiga bulan yang lalu saya nengok beliau di rumah sakit ya, kita ngobrol banyak, beliau masih cerita soal seni,
05:42budaya gitu ya, cerita tentang Pancasila gitu, itu luar biasa lah menurut saya.
05:47Terus yang kemarin kita nggak tahu, saya hanya dikabari dari kawan-kawan DPP, kemudian saya di Jogja, sehingga sampai proses
05:56-proses kritis kita check and re-check aja.
05:58Sampai dengan tadi pagi baru saya dikabari oleh mereka dan saya melihat memang beliau orang yang sangat serius untuk urus
06:07seni dan budaya, legend pada soal ini.
06:10Kita bergerak, kemudahan.
06:12Kita semua kehilangan seorang sahabat, teman, mas guru.
06:24Saya mengenal mas guru sudah lama sekali dan mas guru ini bukan hanya seniman, budayawan, musikus, tetapi juga politisi, tetapi
06:36juga seorang kreator.
06:38Saya mengenal secara pribadi dengan mas guru dan karyainya sudah banyak, semua orang tahu tentang itu.
06:45Kita semua merasa kehilangan dan saya secara pribadi mendoakan agar mas guru dilapangkan jalannya dan apa yang ditinggalkan oleh mas
06:54guru itu mudah-mudahan tetap menjadi apa ya,
06:59perekat di hati kita bagi, bukan hanya pengaku mas guru, tetapi orang-orang yang merasakan itu karena jiwa nasionalisme mas
07:07guru itu sangat tinggi sekali.
07:09Mungkin kalau ada pertanyaan silakan.
07:11Pak, terakhir mungkin terakhir ketemu sama beliau kapan?
07:13Saya tiga minggu yang lalu ketemu dengan beliau dan mungkin sebulan yang lalu saya juga menerima beliau.
07:21Memang terakhir-terakhir ini kondisi kesehatannya mulai mengalami penurunan, tetapi beliau masih bersemangat untuk bisa berkarya dan beliau masih berkeinginan
07:31untuk GSP itu bisa ditampilkan kembali.
07:35Bahkan beliau bekerja sama dengan beberapa seniman yang lainnya, termasuk pada waktu itu ketika ada monolog yang dilakukan oleh Maudi,
07:44jadi sebenarnya awalnya sutradaranya itu mas guru, tetapi karena kesehatan mas guru akhirnya mau di sutradaranya yang lain.
07:51Jadi saya cukup intensif berinteraksi dengan mas guru.
07:56Sepetau, Pak Buk, penyakitnya apa beliau?
07:58Kalau urusan sakit nanti urusan dokter lah, tapi intinya beliau luar biasa ya.
08:03Ikut ke pemakaman juga?
08:04Saya ikut ke pemakaman.
08:06Bumika barusan sampai, beliau dari Menado.
08:09Kenapa?
08:10Rencana pemakaman setelah disolatkan langsung berangkat.
08:15Karena memang keluarga kan ditunggu Bumega-Bumega barusan sampai tadi.
08:19Berapa jam berapa, Pak?
08:21Mungkin setengah jam yang lalu.
08:22Setengah jam.
08:23Ya, baik. Makasih ya.
08:25Saya ke pemakaman.
08:29Ya, kita hari ini merasa berduka sitai.
08:34Seorang adik bagi saya, seorang sahabat dalam perkenalan yang cukup panjang ya.
08:42Ya, dia telah berpulang.
08:44Kita mendoakan agar dia dilemparkan di sisi yang baik lah.
08:48Bagaimanapun sosok guru kita kenal sebagai yang lebih syarat dengan budaya ya.
08:55Sebagai seorang budayawan menurut saya.
08:57Kita semuanya berangkali ketika kalian kembali mungkin masa remaja kalian atau masa kecil dengan suara mardikanya.
09:09Dia merupakan sosok yang melahirkan banyak kreativitas dari seni, tari, dan budaya kita.
09:15Banyak hal-hal lain.
09:17Dia sering berkonsentrasi sama saya.
09:21Dulu juga pernah bicarakan apakah saya pantas untuk menjadi pimpinan, pusuk pimpinan partai.
09:29Nah, saya ingatkan.
09:32Sebenarnya sebagai kakak saya bilang, kamu lebih cocok untuk lebih fokus di dalam bidang seni budaya ya.
09:41Jadi, saran ini dia ikutin juga.
09:44Nah, komunikasi ini tetap berjalan baik ya.
09:48Dan mudah-mudahan lah.
09:50Kita mengenal dia sebagai seorang yang sebenarnya orang yang syarat mudah untuk bergaul kepada siapa saja.
09:58Ya, itulah dia.
09:59Pak Surir, sejak kapan tahu Pak Guru sendiri sakit?
10:04Saya baru tahu terus terang aja kemarin sore ya.
10:10Dan tadi saya pagi sudah mendapatkan berita, beliau telah berpulang.
10:15Ya, itulah dia.
10:17Pak Surir, dari mungkin diskusi, obrol-obrol santai, apa yang paling berkesan, apa yang paling diingat, mungkin ada yang selalu
10:25dikenang dari sosok guru Soekarno Putra?
10:28Ya, sebenarnya dia, seperti saya katakan tadi, saya menghargai dia sebagai sosok seorang budayawan, seorang seni.
10:37Dia lebih di sana sebenarnya, yang saya pahamin, kekuatan, talenta yang ada pada dirinya.
10:47Tapi dia juga sekaligus sebagai anggota DPR juga kan.
11:27Terima kasih telah menonton!
11:52Terima kasih telah menonton!
12:36Cara baru nonton di Smart TV, nonton live streaming, dan ribuan tayangan kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
12:44Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
12:49Cari Kompas TV melalui pencarian.
12:52Pilih aplikasi, lalu install.
12:55Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
13:00Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga!