Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV Sejumlah tokoh nasional menyampaikan duka cita atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra.

Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno menyampaikan kata sambutan terakhir dalam prosesi pemakaman Guruh Soekarnoputra di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026).

Rano mengenang Guruh sebagai seniman besar dan maestro budaya yang memiliki kontribusi terhadap perkembangan seni dan budaya Indonesia.

Duka cita juga disampaikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

SBY menyebut Guruh sebagai putra bangsa yang memberikan kontribusi besar melalui karya-karyanya di bidang seni dan budaya.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh juga menyampaikan penghormatan terakhir.

Ia mengenang Guruh sebagai sosok yang sarat dengan budaya dan melahirkan banyak kreativitas di bidang seni tari dan budaya Indonesia.

Presiden ke-7 RI Joko Widodo turut menyampaikan duka cita melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Jokowi menyampaikan terima kasih dan penghormatan atas dedikasi serta sumbangsih Guruh bagi bangsa dan negara, khususnya di bidang seni, budaya, dan politik.

Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan ucapan duka atas meninggalnya Guruh melalui fitur Story di akun Instagram resminya, @prabowo.

Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi.

Politikus sekaligus seniman berusia 73 tahun tersebut sebelumnya dikabarkan kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama.

Video Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692831/deretan-duka-tokoh-dari-jokowi-hingga-prabowo-kenang-sosok-guruh-soekarnoputra-parasot
Transkrip
00:00Selamat jalan Mas Guru
00:02Terima kasih telah menjadi seniman besar bagi Indonesia
00:06Terima kasih telah menjadi maistru budaya yang mengejarkan kepada kita
00:11Bahwa modernitas tidak harus membuat bangsa ini kehilangan akar
00:16Terima kasih telah berjuang sebagai seorang marhainis dan berjuang patah
00:21Dan terutama, terima kasih
00:24Karena sepanjang hidup
00:26Mas telah menunjukkan satu hal yang sederhana tetapi sangat dalam
00:31Bahwa musib Indonesia adalah pekerjaan seorang hidup
00:37Semoga Allah subhanahu wa ta'ala mengampuni segala kehilangan
00:41Menerima seluruh amal kibadah
00:44Melapangkan kubur mas
00:46Menerangi perjalanan mas dan menempatkan mas di tempat yang terbaik di sisi anda
00:52Selamat jalan Mas Guru
00:54Uang lahir dengan tenang
00:56Al-Fatihah
01:00Bismillahirrahmanirrahim
01:02Bismillahirrahmanirrahim
01:14Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
01:24Hari ini kita kehilangan seorang putra bangsa, Mas Guru Soekarno Putra.
01:36Beliau bukan hanya putra dari Presiden pertama kita, proklamator kita, dan pejuang kemerdekaan kita.
01:49Mas Guru telah melakukan banyak hal untuk negeri ini, untuk saudara-saudara kita rakyat Indonesia melalui mahakaryanya di bidang seni.
02:05Semua tahu bahwa kecintaan Mas Guru kepada Indonesia tercinta diekspresikan dalam karya seninya.
02:16Apakah lagu, apakah pagelaran seni dengan suara Mahardika yang sangat terkenal, dan lagu-lagu beliau, juga lukisan-lukisan beliau.
02:27Di samping itu, beliau juga menjadi wakil rakyat, anggota parlemen, yang dengan setia, tenang, sabar, mendengarkan percakapan yang ada di
02:40negara ini.
02:42Sungguh peran yang tidak boleh kita lupakan, hari ini kita masih mengucapkan selamat jalan kepada Mas Guru dengan iringan doa
02:53semoga Allah s.w.t. menerimanya dan hidup tenang di si Allah s.w.t.
03:00Secara pribadi, teman-teman, saya juga punya kenangan indah dengan beliau.
03:06Waktu saya memimpin Indonesia, secara khusus beliau saya undang ke kantor presiden di Istana Negara.
03:17Dan juga cukup lama kami berbincang-bincang tentang banyak hal, mendengarkan pikiran-pikiran beliau, bukan justru bukan di bidang politik,
03:28tapi apa yang bisa dilakukan bangsa ini melalui pendekatan budaya, pendekatan seni, sangat-sangat menarik.
03:38Kemudian, kami juga tetap menjaga silatur rahim kami, meskipun tidak terlalu sering.
03:44Dua tahun yang lalu, barangkali farewell saya dengan beliau, kami sama-sama diundang untuk menyumbangkan lukisan-lukisan kami dalam pameran
03:57lukisan yang diselenggarakan oleh Kompas.
04:00Kalau tidak salah, Mas Guru menyumbangkan dua lukisannya, saya juga sama, dan corak ataupun aliran dari lukisan kebetulan mirip.
04:12Beliau seorang realis dengan karyanya yang luar biasa, saya juga belajar menjadi realis impresionis.
04:20Disitulah kami dengan santai berbincang-bincang kembali dengan Mas Guru.
04:25Dan kita semua mengenal beliau, karya-karyanya, barangkali masih ingat kita, ada karya beliau yang, nyanyian beliau yang berjudul
04:39Kala Sang Surya Tenggelam, yang dinyanyikan oleh Krise.
04:44Ada juga Galih dan Ratna.
04:49Lagu itu dinyanyikan oleh Krise, bintang filmnya tadi memberikan sambutan, Bung Rano Karno dengan Mbak Yesi Kusman.
04:57Itu hanya salah satu karya beliau, masih banyak lagi yang beliau lakukan.
05:03Dan yang penting mengenang Guru Soekarno Putra, mengenang seniman budayawan besar Indonesia, mengenang seseorang yang sangat mencintai negaranya, memiliki nasionalisme
05:20yang positif, dadanya berkobar-kobar apa yang bisa dilakukan oleh bangsa Indonesia.
05:26Itulah testimoni saya, itulah apa yang hendak saya lakukan bersahabat dengan beliau.
05:32Terima kasih.
05:35Sebenarnya tiga bulan yang lalu saya nengok beliau di rumah sakit ya, kita ngobrol banyak, beliau masih cerita soal seni,
05:42budaya gitu ya, cerita tentang Pancasila gitu, itu luar biasa lah menurut saya.
05:47Terus yang kemarin kita nggak tahu, saya hanya dikabari dari kawan-kawan DPP, kemudian saya di Jogja, sehingga sampai proses
05:56-proses kritis kita check and re-check aja.
05:58Sampai dengan tadi pagi baru saya dikabari oleh mereka dan saya melihat memang beliau orang yang sangat serius untuk urus
06:07seni dan budaya, legend pada soal ini.
06:10Kita bergerak, kemudahan.
06:12Kita semua kehilangan seorang sahabat, teman, mas guru.
06:24Saya mengenal mas guru sudah lama sekali dan mas guru ini bukan hanya seniman, budayawan, musikus, tetapi juga politisi, tetapi
06:36juga seorang kreator.
06:38Saya mengenal secara pribadi dengan mas guru dan karyainya sudah banyak, semua orang tahu tentang itu.
06:45Kita semua merasa kehilangan dan saya secara pribadi mendoakan agar mas guru dilapangkan jalannya dan apa yang ditinggalkan oleh mas
06:54guru itu mudah-mudahan tetap menjadi apa ya,
06:59perekat di hati kita bagi, bukan hanya pengaku mas guru, tetapi orang-orang yang merasakan itu karena jiwa nasionalisme mas
07:07guru itu sangat tinggi sekali.
07:09Mungkin kalau ada pertanyaan silakan.
07:11Pak, terakhir mungkin terakhir ketemu sama beliau kapan?
07:13Saya tiga minggu yang lalu ketemu dengan beliau dan mungkin sebulan yang lalu saya juga menerima beliau.
07:21Memang terakhir-terakhir ini kondisi kesehatannya mulai mengalami penurunan, tetapi beliau masih bersemangat untuk bisa berkarya dan beliau masih berkeinginan
07:31untuk GSP itu bisa ditampilkan kembali.
07:35Bahkan beliau bekerja sama dengan beberapa seniman yang lainnya, termasuk pada waktu itu ketika ada monolog yang dilakukan oleh Maudi,
07:44jadi sebenarnya awalnya sutradaranya itu mas guru, tetapi karena kesehatan mas guru akhirnya mau di sutradaranya yang lain.
07:51Jadi saya cukup intensif berinteraksi dengan mas guru.
07:56Sepetau, Pak Buk, penyakitnya apa beliau?
07:58Kalau urusan sakit nanti urusan dokter lah, tapi intinya beliau luar biasa ya.
08:03Ikut ke pemakaman juga?
08:04Saya ikut ke pemakaman.
08:06Bumika barusan sampai, beliau dari Menado.
08:09Kenapa?
08:10Rencana pemakaman setelah disolatkan langsung berangkat.
08:15Karena memang keluarga kan ditunggu Bumega-Bumega barusan sampai tadi.
08:19Berapa jam berapa, Pak?
08:21Mungkin setengah jam yang lalu.
08:22Setengah jam.
08:23Ya, baik. Makasih ya.
08:25Saya ke pemakaman.
08:29Ya, kita hari ini merasa berduka sitai.
08:34Seorang adik bagi saya, seorang sahabat dalam perkenalan yang cukup panjang ya.
08:42Ya, dia telah berpulang.
08:44Kita mendoakan agar dia dilemparkan di sisi yang baik lah.
08:48Bagaimanapun sosok guru kita kenal sebagai yang lebih syarat dengan budaya ya.
08:55Sebagai seorang budayawan menurut saya.
08:57Kita semuanya berangkali ketika kalian kembali mungkin masa remaja kalian atau masa kecil dengan suara mardikanya.
09:09Dia merupakan sosok yang melahirkan banyak kreativitas dari seni, tari, dan budaya kita.
09:15Banyak hal-hal lain.
09:17Dia sering berkonsentrasi sama saya.
09:21Dulu juga pernah bicarakan apakah saya pantas untuk menjadi pimpinan, pusuk pimpinan partai.
09:29Nah, saya ingatkan.
09:32Sebenarnya sebagai kakak saya bilang, kamu lebih cocok untuk lebih fokus di dalam bidang seni budaya ya.
09:41Jadi, saran ini dia ikutin juga.
09:44Nah, komunikasi ini tetap berjalan baik ya.
09:48Dan mudah-mudahan lah.
09:50Kita mengenal dia sebagai seorang yang sebenarnya orang yang syarat mudah untuk bergaul kepada siapa saja.
09:58Ya, itulah dia.
09:59Pak Surir, sejak kapan tahu Pak Guru sendiri sakit?
10:04Saya baru tahu terus terang aja kemarin sore ya.
10:10Dan tadi saya pagi sudah mendapatkan berita, beliau telah berpulang.
10:15Ya, itulah dia.
10:17Pak Surir, dari mungkin diskusi, obrol-obrol santai, apa yang paling berkesan, apa yang paling diingat, mungkin ada yang selalu
10:25dikenang dari sosok guru Soekarno Putra?
10:28Ya, sebenarnya dia, seperti saya katakan tadi, saya menghargai dia sebagai sosok seorang budayawan, seorang seni.
10:37Dia lebih di sana sebenarnya, yang saya pahamin, kekuatan, talenta yang ada pada dirinya.
10:47Tapi dia juga sekaligus sebagai anggota DPR juga kan.
11:27Terima kasih telah menonton!
11:52Terima kasih telah menonton!
12:36Cara baru nonton di Smart TV, nonton live streaming, dan ribuan tayangan kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
12:44Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
12:49Cari Kompas TV melalui pencarian.
12:52Pilih aplikasi, lalu install.
12:55Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
13:00Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga!

Dianjurkan