- 5 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA Rembang KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menekankan pentingnya nilai ketuhanan dalam menjalankan tugas, termasuk bagi aparat kepolisian.
Menurut Gus Baha, rasa takut terhadap hukum dan aparat memang dapat mencegah seseorang melakukan tindak pidana.
Namun, bagi orang yang berketuhanan, rasa takut kepada Tuhan seharusnya menjadi landasan utama dalam menjaga perilaku.
"Kalau orang yang berketuhanan tentu nomor satu takut Tuhan, takut Allah Subhanahu wa ta'ala," kata Gus Baha, dilansir dari Youtube TV Radio Polri.
Gus Baha menjelaskan, seseorang tetap akan menjaga diri dari perbuatan buruk meski tidak ada polisi atau masyarakat yang mengawasi apabila memiliki kesadaran bahwa Tuhan selalu melihat setiap perbuatannya.
"Jadi kalau orang ini berketuhanan Yang Maha Esa, di mana pun dia tetap takut melakukan tindak pidana karena tahu di mana-mana Tuhan itu melihat," katanya.
Menurut Gus Baha, nilai tersebut juga sejalan dengan sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa.
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Rizaldi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692985/pesan-gus-baha-depan-kapolri-di-momen-ngaji-kebangsaan-nomor-satu-takut-tuhan
Menurut Gus Baha, rasa takut terhadap hukum dan aparat memang dapat mencegah seseorang melakukan tindak pidana.
Namun, bagi orang yang berketuhanan, rasa takut kepada Tuhan seharusnya menjadi landasan utama dalam menjaga perilaku.
"Kalau orang yang berketuhanan tentu nomor satu takut Tuhan, takut Allah Subhanahu wa ta'ala," kata Gus Baha, dilansir dari Youtube TV Radio Polri.
Gus Baha menjelaskan, seseorang tetap akan menjaga diri dari perbuatan buruk meski tidak ada polisi atau masyarakat yang mengawasi apabila memiliki kesadaran bahwa Tuhan selalu melihat setiap perbuatannya.
"Jadi kalau orang ini berketuhanan Yang Maha Esa, di mana pun dia tetap takut melakukan tindak pidana karena tahu di mana-mana Tuhan itu melihat," katanya.
Menurut Gus Baha, nilai tersebut juga sejalan dengan sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa.
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Rizaldi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692985/pesan-gus-baha-depan-kapolri-di-momen-ngaji-kebangsaan-nomor-satu-takut-tuhan
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:01Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:06Salam kebangsaan, salam atas nama ingin menata Indonesia yang baik
00:15Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillah, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:19Syedina Muhammad wa'ala'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:22Yang kami hormati, yang semua kita menghormati Bapak Kapolri
00:28Bapak Alistia Sikit
00:32Disini ada juga yang saya hormati Bapak Komjen Yuda, Bapak Irjen Jawari, Bapak Joni Edison Isir, Monton Pak Kapolda
00:43Yang namanya ribet, tapi insya Allah gak suka ribet
00:48Disini ada pengurus PBNU, gak tau ini, masih bendara Pak Sekjen gak tau
00:54Yang jelas agak jantungan, karena Pak Kapolri dalil, dia pengurus PBNU udah bisa dalil
01:02Semua anggota polisi, dimanapun yang saya hormati
01:06Karena Pak Sekjen ini orang Jogja, selama di Jogja beliau orang Meguo, jadi
01:12Akhlak atas nama orang Jawa itu sudah baik, saling menghormati
01:17Begini, saya sering diskusi sama Pak Sikit, ini sebab kelihatan akrab, gak saya panggil sentral saya
01:24Sering diskusi sama Pak Sikit
01:26Apapun baiknya polisi atau tentara atau pegawai-pegawai negara yang lain
01:32Itu ada sisi karena itu tugasnya
01:35Dan dapat fasilitas
01:38Itu yang menjadikan satu kewajiban yang gak bisa ditawar, karena memang itu tugasnya, dan diperuntukkan ke sana
01:45Kalau tokoh-tokoh masyarakat, itu kan kultural
01:50Tapi saya pastikan, tidak ada kejahatan, itu unsurnya dua
01:54Satu, takut ditangkap polisi
01:57Dua, takut ada problem sosial
02:01Jadi kalau orang tidak terlibat kriminal
02:03Itu mesti satu, takut malu, takut tangkap polisi atau apa
02:07Kalau orang yang berketuhanan, tentu nomor satu, takut Tuhan, takut Allah SWT
02:13Ini penting saya utarakan sehingga nanti sila pertama ketuhanan yang Maha Esa
02:19Itu menurut saya itu satu kenikmatan yang luar biasa
02:21Karena ada hal-hal yang hanya bisa dijelaskan
02:24Kalau kita percaya adanya Tuhan yang Maha Esa
02:28Seperti tadi Pak Kapolri cerita, kita sudah usaha, tapi tetap yang menentukan Allah SWT
02:34Misalnya kita pakar sosial terbaik
02:37Pakar ekonomi terbaik
02:38Semua yang kita rencanakan terlaksana di Indonesia
02:42Kalau ada gempa yang dasar, mau apa?
02:44Kalau meteor jatuh, mau apa?
02:47Kalau air dihilangkan Allah dari bumi, mau apa?
02:52Sehingga ketergantungan orang pada Tuhan itu harus muncul terus
02:57Saya pernah dimintai nasihat seorang mahasiswa yang mau kuliah di Inggris
03:03Oleh keluarganya, Gus, ini anaknya tokoh terkenal
03:07Ini minta nasihat
03:08Saya bilang, kalau suatu saat Anda melihat Inggris atau swista tanahnya baik
03:13Semuanya makmur
03:14Anda jangan lalu benci Indonesia tidak seperti Inggris
03:17Kata saya Anda pecundang
03:20Karena orang mencintai negaranya itu inginnya itu berbuat baik
03:24Menata
03:25Bukan membandingkan, lalu mengadili, lalu mendiskreditkan
03:31Itu kan ibarat Anda punya istri pas-pasan setiap keluar melihat orang cantik
03:36Terus, kok istri saya tidak seperti itu? Itu lelaki pecundang
03:40Karena Anda juga tidak siap
03:41Setiap istri Anda ketemu orang ganteng
03:43Waduh, kok suami saya tidak seperti itu?
03:45Kan tidak siap juga
03:47Kalau suami yang baik melihat istri yang kurang baik itu
03:50Wah, istri saya unik
03:52Oh tidak cantik, kok saya bisa cinta?
03:56Nanti istri kamu juga bangga
03:57Saya ini istri yang hebat
03:59Oh suami saya itu sudah jelek, tidak berestasi
04:01Kalau saya tetap apa?
04:02Cinta
04:02Jangan-jangan diguna-guna
04:06Nah, Indonesia juga begitu
04:08Melihat Eropa yang maju misalnya
04:11Atau melihat Timur Tengah yang kaya raya
04:13Anak-anak kecil naik mobil-mobil sport
04:15Kita masih mungkin naik mobil pick-up
04:18Tapi kita tidak salah bahagia
04:21Karena kita hidup di negara sendiri
04:25Coba Anda misalnya di Eropa atau di Arab Saudi
04:28Raya-raya
04:29Tetap tangan Indonesia
04:33Karena terus ketika kita di sana naik mobil sport
04:36Terus irungi pesek itu tidak ganteng
04:39Anda mungkin hartanya cukup
04:42Tapi tetap Anda di cipir
04:43Hei pendatang gitu
04:44Tapi kalau kita di Indonesia kan gagah
04:46Karena penduduk apa?
04:48Asli
04:49Wajahnya ya asli
04:50Dan ganteng-ganteng banget
04:51Kan pas
04:52Sama Indonesia
04:54Jadi
04:55Makanya saya ini kalau tadi Pak Kapolri bilang
04:57Mendatangkan gesbak ke Mabes itu susah
05:00Itu bukan susah
05:01Susah banget
05:01Ya, susah banget itu
05:07Karena
05:07Saya itu sering di hudang menteri
05:10Saya mesti bilang
05:10Saya itu suka sama pejabat Indonesia
05:12Karena tadi
05:13Umar dan ulama itu kayak
05:15Ya dua sisi mata uang
05:19Tapi
05:19Ini cerita
05:20Tapi tidak bisa tersinggung
05:21Biasa aja
05:23Biasa aja
05:24Tidak bisa tersinggung
05:25Biasa aja
05:27Ada seorang kia ini
05:28Tidak bisa tersinggung
05:29Biasa aja
05:29Kalau tersinggungan berarti Anda
05:30Tidak bermental patriotik
05:35Ada kia itu
05:36Itu yang pengajian
05:37Sama satu instansi
05:39Kebetulan kia itu bapak saya
05:41Itu wanitianya ditanya
05:43Nanti acaranya apa
05:44Ngaji Pak Yai
05:46Ternyata perdebatan di instansi itu
05:48Nanti pantasnya kiainya disangoni berapa
05:51Tidak kok berpikir
05:53Nanti itu kita menyerap ilmu
05:55Apa
05:57Ya semoga
05:58Kekurang ajaran ini berkurang
06:01Makanya saya sama Pak Pak Wari dekat
06:03Karena beliau itu
06:03Kesini tiga kali
06:05Kadang nilpon konsultasi
06:06Jadi
06:07Bagus lah
06:08Artinya motifnya itu
06:09Menata Indonesia
06:11Yang jelas jangan dirembuk
06:13Gusbak dikasih berapa
06:15Itu
06:15Itu gak
06:16Ngawor itu lah
06:17Karena saya itu
06:20Termasuk kia yang
06:21Sudah itu lah
06:22Sudah dekati resi lah
06:23Sudah sama dunia
06:24Sudah biasa aja
06:27Jadi
06:29Apa tradisi itu
06:31Dikurangin
06:32Kalau memang secara kultur
06:33Yang ngundang itu ngasih
06:35Ya karena
06:35Biasa ngundang-nggak ngundang
06:37Kalau sesama teman yang baik
06:38Kan biasa saling ngasih
06:39Gak harus urusan pengajian
06:41Orang merantuk
06:43Ke Malaysia
06:44Ya mesti temannya bantu
06:45Kita merantuk di Jakarta
06:47Di Jogja
06:47Temannya bantu
06:48Adat ngasih-mengasih itu kan
06:50Adat yang elegan
06:51Adat yang baik
06:52Kenapa harus di
06:54Apa
06:55Kompensasikan dengan
06:58Dakwah agama
06:59Itu kan lucu
07:00Maksudnya
07:00Dakwah agama itu kan
07:01Ikhlas beramal
07:02Kayak sembuhnya kemenang
07:04Kok terus
07:05Dipikir
07:07Nah hal-hal seperti ini
07:08Mohon kita kurangi
07:09Sehingga
07:10Ketemunya ulama dan umarok
07:12Benar-benar berpikir
07:13Negara ini mau dibawa kemana
07:15Saya beri contoh
07:17Orang itu kalau tidak membunuh
07:18Itu bagus
07:20Tidak narkoba bagus
07:21Tidak asusila itu bagus
07:22Tapi motif bagus itu
07:24Karena apa
07:25Dia berpikir
07:26Dengan tidak melakukan itu
07:27Maka dia gak ngalami
07:29Problem sosial
07:32Tapi pikiran itu
07:33Akan bahaya
07:34Ketika si potensi
07:35Kejahatan ini
07:36Di tengah hutan
07:37Gak ada polisi
07:38Gak ada sansi masyarakat
07:39Dia hanya satu
07:40Sama perempuan itu
07:42Atau satu sama calon korban
07:43Mau dibunuh
07:44Karena gak ada sansi sosial
07:46Gak ada polisi
07:46Dia bisa berbuka
07:47Nekat
07:48Jadi kalau orang ini
07:49Berketuhanan yang maha
07:51Esa
07:52Dimanapun dia
07:52Tetap takut melakukan
07:54Tidak pidana
07:54Karena tahu
07:55Dimana-mana
07:56Tuhan itu melih
07:58Jadi solusi kebangsaan ini
08:00Sudah luar biasa
08:01Didirikan oleh
08:02Bapak-bapak pendiri
08:03Bangsa ketuhanan
08:04Yang Maha Esa
08:05Karena tadi
08:05Kita bisa berorasi
08:07Kalau anda asusila
08:08Kalau anda bunuh
08:09Kalau anda gini-gini
08:10Ngalami sanksi sosial
08:12Tapi masalahnya
08:13Bisa saja
08:14Dalam kondisi yang gak
08:15Terdetek oleh
08:16Sanksi sosial
08:18Atau tidak punya akibat
08:19Sanksi sosial
08:20Karena hidup di pedalaman
08:21Atau pas sendirian
08:22Atau gak mungkin terlacak
08:23Oleh deteksi polisi
08:25Atau apa
08:25Tapi berkahnya
08:27Berketuhanan yang Maha
08:28Esa
08:29Kita mudah
08:30Jadi orang baik
08:32Sebelum tangan-tangan
08:33Kemensos
08:34Sebelum tangan-tangan
08:35Umarok datang
08:37Bahkan sebelum
08:38Ada negara ini
08:39Coba yang menata
08:40Negara ini siapa
08:41Tokoh-tokoh agama
08:44TNI
08:44Di kampung-kampung
08:45Dikasih makan
08:47Ketela
08:47Uwi
08:47Makanya kata
08:48Bapak Maimun
08:49Guru saya sering cerita
08:50Di kebun saya itu
08:52Mesti ada ketela
08:52Sama Uwi
08:53Kata Bapak Maimun
08:53Itu dulu yang merdekakan
08:55Indonesia
08:56Karena ketika tentara
08:58Di kampung-kampung
08:59Itu yang
09:00Ngerawat
09:01Kiai-kiai
09:01Yang daerah sini
09:02Mungkin daerah lain
09:03Tokoh-tokoh
09:04Bahaya lain
09:05Kayak di NTT
09:05Di beberapa daerah
09:07Maka pahlawan kita
09:08Termasuk selain
09:09Kiai-kiai
09:09Ada Patimura
09:10Ada macem-macem
09:12Itu dirawat
09:13Sebelum ada negara
09:14Jenderal Sudirman
09:15Kemana-mana dirawat
09:17Karena apa
09:18Keinginan merdeka
09:19Keinginan berbuat baik
09:20Keinginan heroik
09:21Itu gak ada anggaranya
09:24Maka saya sekarang
09:25Itu sering cerita
09:26Ke orang-orang
09:27Yang susah
09:28Kalau nunggu
09:29Anggaran Kemensosab
09:30Bilang
09:30Dulu anda
09:31Nunggu Allah Ta'ala
09:32Kok sekarang
09:33Nunggu Menteri
09:35Buat imannya
09:36Tetap
09:36Ditambah
09:37Eh enak menowo
09:38Dapat
09:39Kalau enggak
09:39Enggak apa-apa
09:41Supaya
09:42Iman kita pada Tuhan
09:43Tidak luntur sama
09:45Sekali
09:47Jadi ngaji ini
09:48Enggak lama
09:49Nanti ada dialat
09:50Tapi kenapa
09:50Enggak lama
09:51Enggak perlu lama
09:52Karena menurut saya
09:52Rasa kebangsaan
09:53Sudah jadi perilaku sosial
09:56Orang paling soleh
09:57Di Indonesia pun
09:58Kalau naik bis
09:59Ya naik aja
09:59Dia enggak akan tanya
10:00Ini yang punya muslim
10:01Apa enggak
10:02Paling yang ditanyakan
10:03Mahal apa enggak
10:06Jadi enggak
10:07Enggak mikir
10:07Artinya itu
10:09Sudah
10:09Sudah baik
10:10Bahkan orang Indonesia
10:12Biasa belanja produk-produk
10:13Jepang
10:14Padahal dulu
10:14Jajah kita
10:16Bahkan kita pun
10:17Melatih sepak bola
10:18Dari Belanda
10:19Padahal dulu
10:19Jajah kita
10:22Jadi perilaku
10:23Kebangsaan itu
10:24Enggak perlu
10:24Didiskusikan panjang
10:25Libar
10:26Karena
10:26Semakin banyak diskusi
10:27Itu nanti ada versi
10:29Yang seakan-akan
10:30Benar
10:31Tapi tidak benar
10:32Misalnya versi
10:33Nyon Sewu
10:34Kalau di Jawa itu
10:35Versi tukang
10:36Nyalah nol
10:37Artinya dia
10:38Butuh diskusi itu
10:39Ada korban yang disalahkan
10:41Itu kan malah repot
10:42Setiap enggak ada
10:43Keamanan
10:44Nyalahkan polisi
10:44Kalau di perbatasan
10:46Tergaku
10:46Nyalahkan TNI
10:47Kalau ada susila
10:48Nyalahkan Kiai
10:49Tidak sukses
10:50Membina masyarakat
10:52Saya katakan
10:53Saya pastikan
10:54Kalau menurut agama
10:55Yang salah itu
10:56Ya yang salah
10:56Bukan yang lainnya
10:58Yang salah ya yang salah
10:59Bukan yang lainnya
11:00Jadi misalnya
11:01Ada tindak pidana
11:04Yang salah ya pelakunya
11:05Baru kedua kita berpikir
11:07Kenapa itu terjadi
11:08Oh pelakunya
11:10Enggak pernah ngaji
11:11Mental agamanya rendah
11:13Oh polisinya disitu
11:16Nyon Sewu
11:17Misalnya
11:18Enggak tegas
11:18Oh sistem masyarakatnya
11:21Pidana itu biasa
11:22Karena disitu memang
11:23Kampung narkoba
11:24Misalnya
11:24Masyarakatnya
11:25Enggak merasa
11:26Anti
11:26Sama
11:27Perbuatan seperti itu
11:29Nah
11:30Mau saya
11:30Seminar-seminar itu
11:32Temanya seperti itu
11:33Sehingga
11:33Enggak perlulah
11:35Saling menyalahkan
11:35Karena itu
11:36Enggak kultur kita
11:37Kultur kita itu
11:37Kata
11:38Nabi
11:39Semua kalian itu
11:40Penjaga
11:41Bukan
11:42Pengamat
11:43Bukan
11:43Kita ini aktor
11:44Bukan pengamat
11:45Kita ini penjaga
11:47Riaya itu penjaga
11:50Makanya saya itu
11:51Termasuk
11:52Tanpa niat
11:53Sok suci
11:54Sok benar sendiri
11:55Saya ini orang yang paling
11:56Susah diundang
11:57Karena tadi kata
11:58Bapak
11:58Takutnya itu yang undang
12:00Rapatnya itu bukan
12:01Gus Bapak nanti
12:02Ngendikan apa
12:02Rapatnya itu
12:03Pantesnya dikasih berapa
12:06Nah ini harus tobat
12:07Semuanya harus tobat ini
12:10Itu ngawur betul
12:11Nah nanti karena
12:15Yang datang itu
12:16Tahu begitu
12:17Terus yang
12:17Kyainya kadang
12:18Udah
12:19Ngomong apa saja
12:20Paling mereka percaya
12:21Enggak
12:22Enggak presisi
12:22Kalau di dalam polisi itu
12:24Karena
12:25Jadi mohonlah
12:26Supaya kita-kita
12:27Sebagai
12:28Tokoh
12:29Sebagai panutan
12:30Sebagai yang tanggung jawab itu
12:31Yang presisi lah
12:33Ya misalnya saya
12:35Sebagai
12:35Kiai lah
12:37Saya kalau
12:38Munajat
12:38Asyik
12:39Bahwa alam raya ini
12:40Milik Tuhan yang
12:41Maha islam
12:41Milik Allah
12:42Bahwa semua
12:43Hamba Allah itu
12:44Ajaran agama
12:45Pasti nyuruhnya
12:46Disuruh berbuat baik
12:47Jika saya melihat Pak Kapolri
12:50Ya positif
12:50Melihat siapapun positif
12:52Soal manusia punya salah
12:54Ya manusia itu tempat salah
12:55Manusia itu benar saja salah
12:57Apalagi apa
12:58Salah
12:59Kalau dalam kitab tasawuf itu
13:01Ada ungkapan begini
13:02Manusia itu siapa
13:04Manusia itu
13:05Makanat
13:05Mahasinuhu
13:06Masawiyah
13:07Ketika baik saja jelek
13:08Apalagi ketika
13:09Jelek
13:11Saya ini termasuk
13:12Kata orang banyak
13:13Saya ini termasuk
13:13Kitab yang dimatur
13:14Nuni
13:14Kiki-kiki desa
13:15Karena kalau saya datang
13:16Kiki-kiki desa
13:17Kiki-kiki desa itu
13:19Masjub
13:19Masjubku rapayu
13:21Makanya saya sering
13:22Bilang ke Pak Ribut
13:23Pak Latif Usman
13:24Jalan sering datang
13:25Kerembang
13:25Kasian Kapolresnya
13:26Kecapean hormat
13:32Ternyata Kapolres ya
13:33Kalau sering kedatangan
13:34Atasan itu
13:35Ya gak suka
13:36Karena
13:38Biasa dihormati
13:40Terus
13:41Harus apa
13:42Ini Pak Kapolres
13:43Harus tahu
13:43Ini kisah nyata
13:45Mbak Maimun itu kan
13:47Kiainya-kiai
13:47Mbak Maimun itu
13:48Mbak Maimun itu
13:49Kiainya
13:50Itu ada
13:51Ini kisah nyata
13:52Ada santri
13:53Yang dulu itu mondok ke Kiai itu
13:55Saya kenal betul namanya Kiai itu
13:56Pakil saja
13:57Misalnya Kiai ini
13:58Namanya Zahid
13:58Santrinya itu
14:00Buang kayaknya
14:00Karena si Kiai Zahid ini
14:02Misalnya di kampung itu
14:03Semuanya cium tangan
14:04Semuanya cium tangan
14:06Semuanya hurmat
14:06Dan dia bangga
14:08Sebagai santrinya
14:09Karena kawasan situ
14:10Semuanya hurmat
14:10Sama Kiainya
14:11Suatu saat
14:12Ini kisah nyata
14:13Kiainya kan
14:15Ngajinya di
14:15Hormat
14:16Cium tangan
14:17Sama Mbak Maimun itu
14:18Waduh
14:19Kiai saya keyok
14:21Anak itu
14:22Langsung pidamondok
14:23Ke Mbak Maimun
14:27Karena dia gak mau
14:28Punya Kiai yang
14:29Keyok
14:31Punya Kiai yang kalah
14:32Itu gak mau
14:33Ya semoga
14:36Bapak-bapak ada
14:37Seperti itu
14:39Jadi
14:40Ya saya berkali-kali cerita
14:43Saya pernah diudang
14:44Di desa gak datang
14:45Terus tak pikir kan
14:46Kiai situ
14:47Gimana gitu
14:48Karena
14:49Ternyata Kiainya datang
14:50Makasih Gus
14:51Anda gak datang
14:52Kenapa?
14:53Kalau ada datang
14:54Lakonya gak saya
14:54Tapi Anda
14:55Ya kan lumayan
14:57Ya artinya begini ya
15:00Ilmu sosial itu
15:01Presisinya harus tepat
15:03Kalau
15:05Atasan gak datang
15:06Tidak merakyat
15:07Kalau keseringin datang
15:09Bikin repot
15:10Ya gitu aja
15:12Paham tau ini gak usah tersinggung
15:13Biasa aja ini
15:14Kan ini kajian ilmiah
15:16Cocok gak cocok
15:16Harus cocok
15:20Ya kalau gak datang
15:21Namanya atasan gak peduli apa?
15:23Anak buah
15:24Kalau keseringin datang
15:26Bikin repot
15:27Kalau polisi tersinggung ya
15:30Di dunia Kiai ya sama ya gitu
15:32Di dunia itu
15:33Coba kalau kamu jadi menantunya
15:35Orang mertua
15:36Kamu sering datang
15:37Sering loh
15:38Kalau datang ngirimkan warisan
15:39Gak apa-apa
15:40Datang-datang terus
15:41Pusing gak?
15:45Keseringin
15:45Gak ada samun nafek
15:47Pusing gak?
15:47Seringin
15:48Pusing kan?
15:49Kalau keseringin
15:50Kalau kadang-kadang
15:52Pas kangen datang
15:53Terus
15:54Bawa uang ya
15:55Seneng
15:57Jadi sistem sosial itu
15:58Memang ukurannya susah
16:01Ada kaya kampung
16:02Yang merantau di Jakarta
16:04Jadi Kiai
16:04Itu kagetnya minta ampun
16:06Keseorang Jakarta itu
16:07Angkuh-angkuh
16:08Kalau ditanya
16:08Tidak jawab
16:10Terus saya bilang
16:12Ajaran Nabi itu
16:13Memuliakan tetangga
16:14Mungkin kalau memuliakan
16:15Di kampung
16:15Ketemu tanya
16:16Kalau di Jakarta
16:17Ketemu
16:18Diagep kepo
16:18Diagep
16:20Ngerusak privasi
16:20Orang
16:22Jadi sama-sama menghormati
16:24Itu caranya
16:24Begin
16:27Jadi
16:28Ngaji kebangsaan ini
16:29Saya bercerita ini
16:31Yang diceritakan Pak Kapolri
16:32Ini
16:33Sebagai analogi
16:34Kenapa kita berketuhanan
16:36Karena kita ini
16:37Tidak aktor
16:38Kita gak ikut nyeptakan bumi
16:40Gak ikut nyeptakan air
16:41Apapun baiknya sistem negara
16:44Gak bisa apa-apa
16:45Ngadepi bencana alam itu
16:47Gak bisa apa-apa
16:47Di semua negara
16:49Tidak hanya Indonesia
16:49Manusia hanya bisa ikhtiar
16:52Sebab itu
16:53Merasa bertuhan
16:54Itu baik sekali
16:56Karena itu
16:57Cara menjawab
16:59Psikologi kita
17:01Misalnya ini ya
17:02Ini analogi saja
17:03Ini kan dari besi
17:05Tangan saya ini dari besi
17:06Ini kertas
17:07Terus Anda saya tanya
17:08Kertas sama besi kuat mana
17:10Pasti Anda jawab kuat besi
17:12Tapi jawaban Anda
17:13Menurut ilmu Tauhid
17:14Ilmu Tuhan itu salah
17:16Ternyata apa
17:17Besi yang kamu kira kuat
17:19Saya aktornya
17:20Saya subyeknya
17:22Saya subyeknya
17:22Mau saya hancurkan
17:24Kertas yang lemah
17:25Mau saya abadikan
17:27Akhirnya apa
17:29Ini hancur
17:29Ini abadi
17:31Karena apa
17:32Ya alam raya
17:33Seperti itu
17:36Terserah yang punya
17:37Apa terserah
17:38Ampun
17:39Jadi harusnya ada jawab
17:41Besi sama kertas kuat mana
17:42Sebetulnya kuat besi
17:44Tapi terserah yang punya
17:45Jadi harus tambahin
17:46Sebetulnya
17:48Kuat besi
17:50Tapi terserah yang
17:50Punya
17:52Tapi jangan diteruskan
17:54Di karir polisi
17:55Ini sama ini
17:56Pinter mana
17:57Pangkatnya kok tinggi ini
17:58Terserah atasannya
17:59Jangan
18:01Jangan
18:02Jangan
18:02Jangan diteruskan itu
18:03Tidak baik
18:04Tapi kalau itu
18:06Jadi bahan penelitian
18:07Ya monggol
18:09Ini kan ilmiah
18:10Ini kan forum apa
18:11Ilmiah
18:12Saya juga ditawarin
18:14Gue Yusvan
18:14Jadi pengurus NU
18:16NU itu milik publik
18:17Jangan mentang-mentang
18:18Bendara
18:19Terus ngatur-ngatur
18:21Ya jadi
18:21Di berketuhanan
18:22Kira-kira seperti itu
18:24Ada orang itu
18:25Nyuan saya
18:26Ini kisah nyata
18:26Cerita ke saya
18:27Gue saya ini
18:28Sekolah itu gobloknya
18:29Minta ampun
18:30Tapi sekarang saya jadi orang kaya
18:31Kenapa?
18:33Saya ini kerja di Malaysia
18:34Manager saya itu
18:35Cari karyawan yang goblok
18:36Karena bisa dipercaya
18:38Tidak neko
18:40Akhirnya dia dipercaya
18:41Kaya
18:42Yang pinter
18:44Dianggap nanti
18:45Nyadap
18:47Kepinteran manajernya
18:48Akhirnya
18:48Tidak jadi orang
18:49Dicurigai
18:50Terus
18:51Ya makanya tadi
18:53Terserah yang
18:54Punya
18:56Makanya Allah sering
18:57Ngingatkan kita
18:58Bagaimana kamu merasa aman
19:01Di bumi ini
19:01Di surat tabar
19:02Mungkin bisa diteliti
19:03Oleh orang-orang
19:04Mu'i atau
19:05N.O.
19:05Atau Muhammadiyah
19:06Atau siapapun
19:08Bagaimana kamu merasa aman
19:09Di bumi
19:10Sementara potensi
19:11Meteorik dari langit
19:12Bisa jatuh
19:14Bumi yang seperti ini
19:15Rentan
19:16Potensi ada
19:17Macem-macem lah
19:18Alam raya
19:20Oksigen
19:20Rawan ada
19:21Macem-macem
19:22Makanya sering
19:23Tadi Pak Kapolri bilang
19:24Tetap semuanya itu
19:25Alhamdulillah
19:26Wasyukurillah
19:26Selalu
19:27Kita bersandar
19:28Sama Tuhan
19:28Yang Maha
19:29Karena sekali sistem ini
19:32Rubah
19:32Itu ya selesai
19:33Jadi apapun baik
19:35Politik kita
19:37Keuangan kita
19:38Manajemen kita
19:39Kalau alam tidak berjabat
19:40Mau
19:41Dan disitu
19:42Alhamdulillah Indonesia itu
19:44Sila pertama Pancasila
19:46Ketuhanan Yang Maha
19:47Lalu yang terakhir
19:49Saya cerita
19:50Kenapa ditambahin
19:51Kemanusiaan yang adil
19:52Dan beradab
19:54Mengatasnamakan Tuhan
19:55Itu bisa subjektif
19:56Makanya banyak aliran-aliran sesat
19:58Yang aneh-aneh
19:59Mesti mengatasnamakan
20:00Tuhan
20:01Bahkan kemarin
20:02Rame kan awal Ramadan
20:03Saja ada yang bilang
20:04Ditelpon Tuhan
20:05Untuk menentukan
20:06Awal apa
20:08Ramadan
20:10Wah kalau semuanya
20:11Bilang gitu
20:12Nanti saya bilang
20:12Pak Kapolri saya ditelpon Tuhan
20:14Supaya Bapak ngangkat ini
20:15Ya repot
20:17Kalau gitu
20:19Sehingga
20:20Berketuhanan itu
20:21Harus ada ukuran objektif
20:22Punya perilaku yang
20:24Apa
20:25Yang beradab
20:27Kemanusiaan yang adil
20:29Dan
20:29Sehingga kita
20:31Mengatasnamakan Tuhan
20:31Itu pantas
20:32Menghormati orang
20:35Kalau kita berbeda
20:37Saling menghormati
20:39Mengatasnamakan
20:39Perilaku yang baik
20:41Dan itu
20:41Perintah Tuhan itu pantas
20:42Pantes itu layak
20:45Sehingga
20:46Agama yang datang
20:48Dan diakui di Indonesia
20:50Itu pasti
20:51Ketika muamalah
20:52Kalau agama
20:54Kan lakum dinukum
20:55Waliyadin
20:55Tapi ketika muamalah
20:56Transaksi sosial
20:57Atau
20:58Perilaku sosial
21:00Atau
21:00Apapun
21:01Itu harus kemanusiaan
21:02Yang adil
21:02Dan
21:03Berat
21:04Karena kalau
21:05Mengatasnamakan agama saja
21:06Makanya
21:06Aliran-aliran sesat
21:08Di seluruh dunia
21:09Yang
21:11Mengatasnamakan Tuhan
21:12Mulai
21:12Yang bunuh diri
21:14Mulai
21:14Menganggap nyawa orang lain
21:15Tidak penting
21:16Mulai
21:16Macem-macem
21:19Aliran yang baik
21:20Tentu ditandai
21:21Kemanusiaan yang adil
21:23Dan beradab
21:24Yang terkenal
21:25Ajaran KIK kita adalah
21:26Punya
21:27Hablin minah
21:28Punya ikatan dengan Allah
21:29Dan punya
21:29Hablin
21:30Minah
21:31Saya kira demikian
21:33Dan sesuai protab
21:33Nanti ada cara
21:34Tanya jawab
21:35Mungkin sampai
21:36Ya maksimal
21:37Empat atau berapa
21:38Jangan banyak-banyak
21:39Mas Mujiono
21:39Nanti
21:40Nanti kalau saya
21:42Ketok pinter
21:44Jadi diulajen
21:44Nengan ya
21:45Gak siap
21:45Kalau ketok
21:47Goblok
21:47Ya
21:47Masuk
21:48Giai Goblok
21:49Kalau empat
21:51Ilmu saya cukup
21:51Tapi kalau delapan
21:53Sebagiannya ke Pak Kapolri
21:55Tapi gak boleh tanya
21:56Pak
21:56Kapan saya naik pangkat
21:57Gak boleh
21:57Gak boleh pertanyaannya
21:59Gitu
21:59Gak boleh
21:59Itu udah etis
22:02Ya saya kira demikian
22:04Siap