00:015 jurnalis dilaporkan hilang kontak, seandang meliput erupsi anak Krakatau.
00:06Pencarian 5 jurnalis dan 3 ABK.
00:09Pencarian terhadap 5 jurnalis dan 3 ABK yang hilang kontak.
00:17Sebuah kapal cepat berisi 5 jurnalis foto dan 30 kapal dinyatakan hilang di Selat Sunda.
00:238 orang di dalamnya hilang tanpa jejak.
00:2710 hari pencarian telah berakhir.
00:31Tapi setelah 5 hari pencarian dilakukan, 1 jenazah ditemukan.
00:38Bukan di Selat Sunda, tapi di Pulau Engganung, Bengkulu.
00:43Berjarak sekitar 345 hingga 350 km dari anak gunung Krakatau.
00:51Gimana mungkin arus laut membawa seseorang sejauh itu?
00:54Apakah ini benar-benar karena arus?
00:56Atau ada penjelasan lainnya yang belum kita ketahui?
01:00Yuk kita kulik Sobat Kompas TV.
01:03Semua berawal pada 7 September 2026, kapal cepat KM Aropadatu 1 berangkat dari dermaga Pagedongan Carita Banten sekitar pada pukul
01:1314.00 WIB.
01:15Di dalamnya ada 8 orang, terdiri dari 1 ABK, 1 kapten kapal, 1 pemandu, dan 5 jurnalis foto yang hendak
01:25meliput erupsi anak gunung Krakatau.
01:28Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 18.13 WIB dengan posisi rombongan berada di sekitar bugusan anak gunung Krakatau.
01:38Setelah itu kapal dinyatakan hilang kontak.
01:41Operasi sargabungan pun dikerahkan dengan melibatkan 523 personel, puluhan kapal, dan drone thermal mengisir wilayah hingga ribuan mil laut persegi
01:54selama 10 hari.
01:5610 hari pencarian berlalu hingga operasi resmi dihentikan pada 17 September.
02:00Tapi 5 hari sebelum itu, tepatnya Sabtu 12 September, warga menemukan sesosok jenazah tanpa identitas di pesisir Sawang, Bengkok, Desa
02:09Kayapu, Kula Ungganu, Bengkulu Utara.
02:12Jenazah itu sempat disebut Mr. X karena pemeriksaan awal tidak langsung cocok dengan data para korban.
02:20Baru pada Rabu 23 September, tim DVI Polri memastikan lewat tes DNA bahwa jenazah tersebut adalah Surakman yang berumur 60
02:29tahun.
02:29Yang merupakan ABK KM Arupa Datu 1.
02:34Penemuan ini memastikan satu hal, namun memunculkan pertanyaan baru.
02:38Bagaimana bisa jenazah berpindah sejauh 345 hingga 350 km?
02:45Salah satu faktor yang paling mungkin dilihat adalah arus laut.
02:49Berdasarkan data BMKG pada 7 September 2026,
02:53Pemantauan HF Radar Array di Carita dan Tanjung Lesung menunjukkan arus permukaan bergerak dominan ke arah barat daya menuju Samudera
03:01Hindia.
03:02Kecepatannya tercatat sekitar 0,4 hingga 0,9 knot setara 0,74 hingga 1,67 km per jam.
03:11Tinggi gelombang saat itu berkisar 0,3 hingga 1,2 meter.
03:15Jadi pada hari kapal hilang kontak, arus di Selat Sunda memang mengalir menjauh ke arah barat daya, ke Samudera Hindia.
03:24Tapi apakah arus inilah yang langsung membawa Surakman hingga ke Enggano?
03:30Belum tentu.
03:30Berdasarkan data BMKG, selama periode operasi SAR terkait kejadian hilangnya speedboot yang membawa rombongan jurnalis di sekitar Selat Sunda,
03:40data BMKG memprediksi kondisi arus permukaan di Selat Sunda bergerak ke arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan berkisar
03:481 hingga 30,
03:50sehingga dapat menjelaskan kemungkinan penemuan jenazah korban yang ditemukan di sekitar Pulau Enggano.
03:57Arus merupakan faktor utama yang mempengaruhi arah gerak objek di laut.
04:02Namun, jalurnya tidak selalu berupa garis lurus karena arah dan kecepatan arus dapat berubah secara spasial maupun temporal.
04:11Selain arus laut, faktor yang perlu diperhitungkan antara lain arah dan kecepatan angin, gelombang, pasang surut,
04:18serta karakteristik objek yang hanyut.
04:20Kombinasi faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan objek mengalami pergeseran arah dan kecepatan selama berada di laut.
04:29Berdasarkan penjelasan dari Apil Akbar, prakirawan BMKG mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi,
04:37maka dapat disimpulkan bahwa gerakan objek dapat disebabkan oleh angin, pasang surut, dan karakteristik objek yang hanyut.
04:46Dapat kita ketahui bahwa jalur arus dari Selat Sunda hingga Bengbulu ini dapat menentukan kemana arah pencarian lima jurnalis dan
05:00dua kru kapal selanjutnya diarahkan.
05:04Sekian, terima kasih Sobat Kompas TV. Sampai jumpa.
05:17Terima kasih.