Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PALANGKA RAYA, KOMPAS.TV Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, terus dilakukan. Namun, kabut asap kian pekat dan berdampak pada aktivitas warga.

Data dari BMKG menunjukkan indeks kualitas udara di Palangkaraya mencapai 606 mikrogram per meter kubik. Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara masuk dalam kategori berbahaya.

Hingga kini, upaya pemerintah dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan masih terus dilakukan. Namun, minimnya sumber air di lokasi kebakaran membuat upaya pemadaman karhutla pada lahan gambut belum bisa maksimal.

Baca Juga Makin Pekat! Kabut Asap di Palangka Raya Menguning Imbas Karhutla | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/693343/makin-pekat-kabut-asap-di-palangka-raya-menguning-imbas-karhutla-kompas-malam

#palangkaraya #karhutla #kabutasap #kalimantantengah #bmkg

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/693378/kabut-asap-di-palangka-raya-kian-pekat-kualitas-udara-masuk-kategori-berbahaya-kompas-siang
Transkrip
00:01Saudara kita kesorotan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya terus dilakukan, namun kabut asap kian pekat.
00:12Kepulauan asap tebal berdampak buruk hingga berdampak pada aktivitas warga.
00:18Dari data BMKG menunjukkan indeks kualitas udara di Palangkaraya mencapai angka 606 mikrogram per meter kubik.
00:30Yang menunjukkan kualitas udara masuk dalam kategori berbahaya.
00:34Hingga kini upaya pemerintah dalam penanggulangan kejadian kebakaran hutan dan lahan masih terus dilakukan.
00:40Namun minimnya sumber air di lokasi kebakaran membuat upaya pemadaman karhutlah pada lahan gambut belum bisa maksimal.
00:49Saat ini lumayan menanggu aktivitas, apalagi kan yang berjualan tiap hari ya.
00:56Ya, otomatis orang juga males keluar, jadi pendapatan juga menurun.
01:02Itu sih yang paling berdampak untuk aktivitas di luar pasti orang mengurangi.
01:08Saya pun gitu sebenarnya, cuma karena tuntutan pekerjaan yang memang harus dilakukan ya mau nggak mau.
01:19Saudara, informasi terkini kita akan bergabung dengan jurnalis Kompas TV, Kurnia Tarigan.
01:25Kurnia, jadi hingga siang ini perkembangan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di sana seperti apa?
01:31Bisa Anda ceritakan?
01:32Ya, selamat siang Fidi, Renata dan Saudara.
01:37Bisa kami informasikan kondisi terkini dari Palangkaraya hingga kini kebakaran hutan dan lahan masih saja terus terjadi di Palangkaraya.
01:47Bahkan menurut data dari BPBD Kota Palangkaraya hingga kini luas lahan yang terbakar sudah mencapai 1.353 hektare dengan 717
01:59kali kejadian.
02:01Tentu dengan kondisi kebakaran hutan yang hingga kini masih terus terjadi.
02:08Berdampak buruk bagi kualitas udara di Palangkaraya yang tentunya akan mengganggu seluruh aspek kehidupan warga Palangkaraya.
02:19Menurut data dari BMKG, hingga pukul 10 waktu Indonesia bagian Barat sudah mencapai kualitas udara di Palangkaraya,
02:30sudah mencapai 1.009 mikrogram per meter kubik atau sudah berada dalam level indeks kualitas udara berbahaya,
02:42di mana tingkat polusi udara serius dan mengganggu kesehatan seluruh populasi.
02:49Bisa kita bayangkan kondisi seperti ini.
02:52Sudah dua bulan dialami warga Palangkaraya.
02:55Warga Palangkaraya berharap agar pemerintah bisa lebih intens dan maksimal dalam penanganan karhutlah di Palangkaraya.
03:05Agar kabut asap yang sejak pagi tadi hingga siang ini masih terus semakin pekat boleh menghilang,
03:15sehingga kegiatan dan aktivitas warga serta kesehatan warga boleh menjadi normal kembali.
03:22Baik, lalu aktivitas warga saat ini seperti apa? Misalnya sekolah atau aktivitas lain mereka,
03:31apakah ada himbawan juga dari pemerintah untuk seluruh warga penegakan,
03:36ditegakkan aturan untuk menggunakan masker atau seperti apa bisa Anda ceritakan?
03:41Ya tentu Fidi, saat ini Palangkaraya dengan tingkat populasi indeks kualitas udara yang sangat berbahaya,
03:49pemerintah kota Palangkaraya dan pemerintah provinsi Kalimantan Tengah
03:54telah menyiapkan fasilitas rumah oksigen hampir di seluruh puskesmas.
04:01Bahkan relawan-relawan juga menyiapkan rumah oksigen
04:05yang bisa digunakan secara gratis oleh seluruh warga Palangkaraya.
04:10Namun, kondisi itu juga sangat mengganggu,
04:14terkhusus bagi siswa yang sudah lebih dari satu bulan
04:18harus menjalani pembelajaran jarak jauh dari rumah.
04:21Sementara aktivitas warga di kota Palangkaraya,
04:26seperti beberapa yang pernah kami ajak untuk komunikasi dengan terpaksa,
04:32harus tetap melakukan aktivitas di tengah kabut asap yang mengancam kesehatan.
04:37Bahkan di ruas jalan jarak pandang juga berangsur-angsur semakin memendek,
04:43sehingga membuat warga harus waspada di saat beraktivitas di ruas jalan Fidi.
04:49Baik, asap pekat berbahaya sudah dua bulan terjadi di Palangkaraya.
04:56Dan ini mengganggu aktivitas warga,
04:59mengancam juga kesehatan mereka.
05:01Terima kasih, Kurnia Tarigan,
05:03untuk laporannya dari Palangkaraya.
05:05Terima kasih, Kurnia Tarigan.

Dianjurkan