00:00Saudara Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB menjadikan Kalimantan Tengah sebagai salah satu fokus penanganan kebakaran hutan dan lahan.
00:08Luas area yang menjadi perhatian mencapai 335 hektare.
00:15Hingga 25 September kebakaran di sekitar 255 hektare lahan berhasil dipadamkan.
00:23Penanganan masih menghadapi terkendala atau menghadapi kendala, saudara, terutama kondisi lahan gambut yang memungkinkan api bertahan di bawah permukaan.
00:32Kondisi lahan yang kering, keterbatasan akses air, serta angin kencang membuat api dengan cepat menyebar, ditambah kabut asap yang menurunkan
00:40jarak pandang.
00:41Untuk mengatasi kondisi ini, Satgas melakukan pembasahan dan pendinginan lahan gambut, serta menempatkan tangki air portable hingga menggunakan drone thermal
00:50untuk mendeteksi titik api di bawah permukaan.
00:54BNPB juga membuka akses menuju titik api, membuat kanal, serta menyiapkan tampungan air agar proses pemadaman dan pendinginan lebih efektif.
01:08Yaitu penanganan di Kalimantan terkendala kebakaran pada lahan gambut.
01:12Ini sifatnya memang gambut, akses air dan sumber air relatif terbatas karena memang kering.
01:18Angin kencang ini yang membuat kepala api itu bisa menyebar kemana-mana.
01:24Kepala api itu artinya memang bagian yang cepat menyebar dan itu sangat ditakuti oleh teman-teman yang ada di Satgas
01:32Darat untuk memadamkan.
01:34Dan tentu juga ada kabut asap dan jarak pandang ini yang rendah.
01:39Namun demikian kita selalu melakukan upaya seperti melakukan pemadaman, penyekatan, pembasahan dan pendinginan gambut.
01:47Menempatkan tangki air portable sehingga nanti bisa berupaya mendapatkan air dengan mudah.
01:55Mengoptimalkan pompa dan sumber air alternatif, menggunakan drone thermal sehingga kita dapat melihat di bawah itu, di bawah tanah itu
02:03memang ada titik api atau tidak.
02:05Kadang-kadang di atas sudah padang tapi di bawah belum, ternyata ada barahnya.
02:11Ini juga kita lakukan sehingga kita dapat menginjeksi air atau surfaktan sehingga bisa memadamkan api lebih banyak lagi.