Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
​Dilema Lingkungan di Balik AI, Hemat Air atau Hemat Listrik?-Melek Teknologi

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:02Teman MTV Airlines, tau gak?
00:04Tiap kali kamu minta AI bikin gambar atau jawab pertanyaan,
00:07ada ribuan server raksasa yang kepanasan dan butuh pendingin ekstra.
00:10Tapi, menyelamatkan air di data center justru bisa merusak udara.
00:14Hai, balik lagi sama aku Naza di MTV R9, segmen Melek Teknologi.
00:17Kali ini kita bakal ngebahas kalau teknologi AI juga membutuhkan air lho.
00:21Ekspansi AI memang butuh infrastruktur masing.
00:23Reset terbaru di jurnal Nature Sustainability memperkirakan
00:27lonjakan server AI di Amerika Skate aja dari tahun 2024 sampai 2030
00:31bisa menyedot air hingga lebih dari 1,1 meter kubik per tahun.
00:36Angka yang fantastis cuma buat mendinginkan mesin.
00:38Masalahnya, sistem pendingin data center punya dilema rumit.
00:42Kalau kita pakai sistem pendingin berbasis air biar hemat listrik,
00:45air bersih ya sedot.
00:46Kalau kita pangkas konsumsi airnya dan diganti ke sistem pendingin udara biasa,
00:50server butuh daya listrik jauh lebih besar.
00:53Karena sebagian besar listrik dunia masih dari bahan bakar fosil.
00:56Hemat air malah otomatis melonjakan jejak emisi karbon.
01:00Jadi, enggak selamanya hemat air itu langsung ramah lingkungan.
01:03Ternyata yang bikin AI benar-benar hijau itu butuh keseimbangan rumit
01:06antara konsumsi energi, air, dan karbon.
01:09Menurut kamu, efisiensi mana yang harus jadi prioritas utama para raksasa teknologi?

Dianjurkan