Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 20 jam yang lalu
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut, penyebab kematian perlu didalami lebih lanjut dengan melihat kondisi kesehatan dan riwayat penyakit warga.

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:05Ya kalau dari segi bencana ya, habis 48 yang meninggal dunia, itu kan tidak ada lagi yang meninggal akibat gempa
00:17susulan.
00:19Kemudian yang punya data masalah meninggal setelah itu, itu Kementerian Kesehatan pasti lebih rinci datanya.
00:27Tapi sepengetahuan saya ya usia tua, sakit jantung gitu ya, mungkin juga ada beberapa yang sudah sakit sebelumnya meninggal.
00:38Cuma sebagai perbandingan ya, kami punya data 3 tahun terakhir dari 2023, 2024, 2025.
00:48Itu dalam 1 tahun, masyarakat Pulau Flores ini tidak ada gempa pun meninggalnya, ada juga yang meninggal alami.
00:57Jadi mungkin perlu dilihat lagi ya, data itu, apakah memang gara-gara pengungsian, di pengungsian ini yang terdapat kekurangan sehingga
01:11mengakibatkan tidak dirawat dengan baik sehingga meninggal gitu.
01:16Ini perlu didalemi ini.
01:17Dan kami memang dalam kapasitas dari segi kesehatan ya, perlu nanti minta data juga di Kementerian Kesehatan.
01:25Ya, ada yang lansia, ada yang bayi ya, kemudian dilihat apakah sebelumnya sudah punya penyakit bawaan atau enggak.
01:34Tapi kalau misalnya dalam kondisi segar bugar, selamat dari gempa tidak langsung, kemudian masuk ke tempat pengungsian, habis itu meninggal
01:43akibat misalnya, mohon maaf ya, sakit tidak diberikan obat misalnya.
01:49Kelaparan, nah itu mungkin kami disalahkan siap kami.
01:52Ini makanya perlu kita kaji lagi lebih dalam ya.
01:55Jadi untuk menjawab pertanyaan itu, tentu saja dari pihak BNBB juga akan melihat kasusnya satu persatu, kami juga akan koordinasi
02:02dengan Kementerian Kesehatan.
02:03Terima kasih Pak Pak.
02:04Terima kasih.

Dianjurkan