Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Anggota Ombudsman RI, Fikri Yasin, menyayangkan langkah penghancuran sejumlah bangunan yang diduga merupakan hunian mewah di dalam lapas Cibinong.

Ia menilai Lapas Cibinong seharusnya menjadi pintu masuk untuk melakukan koreksi yang lebih besar terhadap seluruh lembaga pemasyarakatan.

Fikri bahkan menilai penghancuran bangunan dan penghilangan sejumlah barang dapat menyulitkan proses audit.

Menurut Fikri, salah satu barang bukti penting yang dimiliki Ombudsman adalah rekaman video ketika tim melakukan pemeriksaan langsung di kawasan lapas.

Menurut Fikri, seharusnya dilakukan audit bersama terlebih dahulu untuk mengungkap persoalan secara menyeluruh, bukan justru menghilangkan sejumlah fasilitas maupun bangunan yang bisa menjadi barang bukti.

Fikri kemudian menceritakan adanya seorang penghuni yang langsung menutup dan mengunci pintu ketika tim Ombudsman masuk.

Tim Ombudsman kemudian mendokumentasikan seluruh ruangan, termasuk sejumlah foto pribadi yang berada di dalam hunian.

Fikri menyebut tidak hanya satu narapidana yang diduga menghuni bangunan mewah tersebut.

Salah satunya disebut bernama Ahmad Albani. Menurut Fikri, Ahmad Albani menempati sebuah rumah yang terdiri dari empat kamar.

Dalam pemeriksaan tersebut, tim Ombudsman juga menanyakan kepada penghuni mengenai alasan mereka berada di hunian tersebut.

Jawaban yang diterima, menurut Fikri, mereka ditempatkan oleh petugas.

Ketika ditanya apakah hunian tersebut disewa dan mengenai nominal sewanya, penghuni disebut tidak memberikan angka.

Ombudsman juga mendorong agar penanganan kasus tidak berhenti pada pencopotan atau sanksi administratif, namun sanksi pidana.

Fikri menilai penanganan yang hanya berujung pada pencopotan akan terlalu sederhana untuk persoalan yang terjadi di Lapas Cibinong.

Baca Juga Hunian Mewah Lapas Cibinong: Ada Villa, Cluster hingga Mobil Mewah | DIPO di https://www.kompas.tv/video/694436/hunian-mewah-lapas-cibinong-ada-villa-cluster-hingga-mobil-mewah-dipo

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/JSik1bpFMgA



#lapascibinong #koruptor #napi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/694484/hunian-mewah-lapas-cibinong-dibongkar-ombudsman-upaya-hilangkan-barang-bukti-dipo
Transkrip
00:00Saya ingin apaguri yang lebih baik dilakukan investasi mendalam terhadap kasus ini.
00:05Sekiranya memang apa yang ditemukan oleh Ombudsman benar,
00:09maka kami tidak segan-segan mengambil satu langkah tegas terhadap
00:12petugas pemasarakatan dan pejabat pemasarakat yang terlibat
00:15dalam pengadaan pasitas-pasitas yang tidak sesuai dengan peruntukan ini.
00:20Usai polemik hunian mewah di lapas kelas 2A Cibino,
00:23Dirjen Kemen Imipas, Mas Hudi,
00:25mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral
00:27terhadap peristiwa yang terjadi di lapas Cibino.
00:30Sementara Dirjen Kemen Imipas memberi sanksi kepada 17 orang,
00:33termasuk salah satunya,
00:35memecat kalapas Cibino, Wisnu Haniputranto, sebagai ASN.
00:40Sudah 17 orang yang diberikan sanksi hukuman disiplin.
00:48Kalapas lama dan kalapas baru kita periksa dan kita jatuh hukuman.
00:53Yang 17 itu termasuk kalapas Cibino, Wisnu?
00:56Iya, iya.
00:57Dia diberhentikan atau disiplin berhentikan?
00:59Diberhentikan.
01:00Diberhentikan.
01:00Diberhentikan, oke.
01:00Ya.
01:01Pak, diberhentikan menjadi ASN atau kalapas?
01:03Iya, iya.
01:03Diberhentikan menjadi ASN.
01:08Ini adalah kontainer yang juga didatangi oleh ombudsman
01:15dan disebut sebagai homestay.
01:19Karena ada tiga jenis hunian mewah yang diduga oleh ombudsman
01:22ada di lapas pas 2A Cibino.
01:23Yang pertama adalah berbentuk homestay.
01:25Yang kedua berbentuk kluster.
01:27Dan yang terakhir tadi sudah kita datangi adalah berbentuk villa.
01:31Oke.
01:32Ini adalah salah satu ruangan yang juga didatangi oleh ombudsman.
01:38di sebelah pintu masuk ada ruang tamu ya.
01:43Dan ini masih ada meja.
01:44Ini juga kemudian saat itu ditemukan oleh ombudsman.
01:47Ada tiga buah kulkas yang ada di sini.
01:52Dan di area lainnya ada kamar.
01:57Di depan ada tiga kamar.
01:59Dan di bagian belakang juga ada sejumlah kamar lainnya.
02:03Saya akan coba menuju ke titik lainnya, saudara.
02:09Saya akan coba melihat dan juga mencari temuan ombudsman lainnya.
02:14Yang disebut terdapat fasilitas gym termasuk juga simulator golf.
02:20Yang sedang dalam proses pembangunan.
02:23Ini adalah area gym ya.
02:26Yang sangat berdekatan dengan salah satu kunian mewah.
02:30Oke.
02:30Alat-alatnya pun cukup lengkap ya.
02:32Memang ruangannya tidak terlalu besar.
02:34Tetapi sangat cukup untuk kemudian digunakan.
02:39Oleh penghuni dari bangunan yang tadi kita sudah datangi, saudara.
02:47Yang tepat berada di sebelah area gym adalah
02:50Satu ruangan yang disebut oleh pihak
02:57Dari lapas merupakan area loker.
03:01Tetapi area ini, saudara, diduga kuat oleh ombudsman
03:04Merupakan area simulator golf.
03:08Yang masih dalam proses pembangunan.
03:10Betul bahwa di sini ada sejumlah
03:12Ornamen kayu menyerupai loker.
03:14Tetapi
03:16Untuk tempat penyimpanan nampaknya ini cukup minim.
03:19Dan juga tentu yang menjadi pertanyaan adalah
03:21Fungsi
03:22Dari bantalan yang ada di
03:24Tempat ini, saudara.
03:26Yang berwarna hitam ini.
03:37Setelah saya bersama dengan
03:38Wakil Ketua Komis 13 DPR RI
03:40Andrea Sugo Parera.
03:42Bungu Go, terima kasih
03:42Untuk waktunya.
03:44Luar biasa dipot.
03:45Baik.
03:45Saya ingin langsung tunjukkan Bungu Go bahwa
03:47Di depan kita
03:47Bisa ditunjukkan ya
03:49Ada satu truk yang kemudian
03:50Digunakan untuk kemudian membawa
03:52Sejumlah barang.
03:53Hal apa yang kemudian akan
03:55Dilakukan saat ini, Bang?
03:56Nah ini barang-barang yang sudah digularkan
03:58Tapi ini sudah kita minta
04:00Supaya ini menjadi catatan
04:01Untuk menjadi barang bukti.
04:03Oke, catatan untuk menjadi barang bukti.
04:05Ini barang bukti bahwa
04:06Apa yang tadi kita minta kepada Pak Irjen
04:10Supaya ini semua masuk menjadi catatan
04:12Barang bukti
04:13Bahwa di sini, di rumah ini, di tempat ini
04:16Ini dibangun
04:18Ya dalam tanda petik kemewahan-kemewahan
04:21Yang ada di lapas ini
04:22Kita lihat juga ini masih ada
04:24Pas minuman keras di sini
04:26Ada dispenser
04:28Ada AC
04:30Yang ini dilepas dan sebentar lagi akan dibongkar
04:34Akan dibongkar ya?
04:35Akan dibongkar
04:36Saya ditunjukkan ya
04:36Itu salah satu proses pemindahan kulkas
04:39Yang ada di sini
04:41Oke
04:42Dan ini sesuai dengan permintaan dari Komisi 13 DPRR
04:50Betul, betul
04:50Oke
04:51Ini juga semuanya dikeluarkan ya
04:56Nah ini kalau kita lihat ini kan
04:57Ini ya
04:58Bisa ditunjukkan ya
05:01Mungkin bisa ditunjukkan
05:02Ini adalah area yang kemudian
05:04Sangat terbuka dan sangat tidak aman
05:06Untuk standar lapas
05:08Ya karena dari sini kan bisa akses langsung keluar
05:11Ke kampung ya
05:14Dan di situ ada Kali Ciliwung
05:16Kali Ciliwung
05:18Kali Ciliwung ya mungkin ya
05:19Agak dalam sih memang
05:20Tapi kalau orang bisa berenang kan sebentar-sebentar juga bisa nyeberang ke sana
05:24Oke
05:25Artinya ketika kunian ini digunakan oleh
05:28Sejumlah nyara pidana tidak menutup kemungkinan ada akses untuk kabur
05:33Dan ini rumah dinas kalapas
05:46Dinas Kalapas yang kemarin ya
05:47Yang dinonaktifkan
05:49Wah dinas kalapas nonaktif
05:53Wisnu Hani Putranto
05:54Dan masih ada fotonya ya
05:56Masih ada Pak Wisnu
05:57Kayaknya udah siap-siap ya
05:58Mas ya
05:59Karena udah dinonaktifkan
06:01Oke
06:01Oh ini kamar gudang mungkin ini ya
06:05Ini kamar tidur ini harusnya
06:07Ini kamar tidur
06:08Karena mau pindah
06:09Tapi artinya coba dibandingkan dengan yang punya
06:11Bisa ditunjukkan ya
06:12Kasih kamtip tadi ya
06:13Sangat jauh dengan
06:15Iya
06:15Iya yang kasih kamtip tadi kan luar biasa itu
06:18Rumah dinas yang diduga hunian mewah
06:20Situasinya sangat jauh dengan kondisi rumah dinas kalapas
06:26Oke dan itu ada satu alat berat ya Bang ya
06:28Iya ini digunakan untuk menghancurkan
06:29Proses kita pembongkaran
06:31Artinya selain barang-barang yang berada di dalam hunian ini dikeluarkan disita
06:35Bukan barang beli negara kan
06:36Tetapi rumah ini juga dihancurkan
06:38Ini proses ya
06:41Pembongkaran
06:42Kita tidak ingin ini disalahgunakan
06:44Jadi setelah di-inventarisir
06:46Ini kita
06:47Kita hancurkan
06:48Setelah di-inventarisir
06:50Diancurkan
06:51Seluruhnya?
06:52Semuanya
06:52Saya akan tunjukkan sederhana lebih dekat lagi proses
06:55Dari
06:56Pembongkaran yang ada disini ya
07:00Ini adalah
07:02Bangunan yang kemudian sudah dihancurkan ya
07:04Satu hunian
07:06Yang tadi sudah dihancurkan dengan menggunakan alat berat
07:09Dan beberapa hunian lainnya nanti juga akan dihancurkan
07:12Menggunakan alat berat yang ada disini
07:14Kurang lebih ada
07:16Sepuluh
07:16Bangunan
07:17Atau perhunian mewah yang ada disini
07:19Dan kemudian tidak terdaftar
07:21Dalam sistem informasi
07:24Barang milik negara
07:25Satu upayanya ya
07:26Bisa dilihat ya
07:26Bagian samping
07:27Bagian kaca dan juga pintu
07:28Ini langsung
07:30Diancurkan
07:31Sudah
07:32Oke
07:38Dan pintu sudah hancur
07:39Terus juga bagian atap
07:40Dan juga
07:41Bagian pagar
07:51Saudara temuan Ombudsman pada 23 September
07:542026
07:55Membuka mata semua pihak
07:56Bahwa ada persoalan serius
07:58Di dalam lembaga
07:59Pemasyarakatan
08:00Apakah benar
08:01Bahwa terdapat jual beli
08:03Fasilitas yang sudah terjadi
08:05Secara lumrah
08:06Kepada narapidana
08:08Di dalam lapas
08:09Saya akan tanyakan secara langsung
08:10Kepada anggota Ombudsman
08:11Republik Indonesia
08:12Dengan Bapak Fikri Yassin
08:14Pak Fikri
08:15Terima kasih
08:15Untuk waktunya Pak
08:16Tidak hanya Ombudsman
08:17Tidak hanya Menteri IMIPAS
08:19Dan Kepala Bapisus
08:19Tetapi juga DPR
08:20Bersama
08:22Irjen
08:23Dari
08:23Kementerian IMIPAS
08:25Juga memantau secara langsung
08:26Temuan dari Ombudsman
08:28Dan sejumlah fasilitas dikeluarkan
08:30Dan sejumlah bangunan
08:32Yang diduga hunian mewah
08:33Dihancurkan
08:35Ombudsman sepakat dengan langkah ini?
08:37Ya itu yang kita sayangkan
08:38Menurut kami itu tidak benar
08:40Idealnya memang
08:42Ini diaudit bersama dulu
08:44Di sini
08:45Dalam rangka koreksi
08:46Lebih besar kepada semua lapas
08:48Tetapi juga
08:49Triggernya adalah
08:50Lapas Cibinong
08:51Maka
08:52Bagi kami
08:53Penghilangan barang bukti ini
08:56Ada upaya seperti
08:57Untuk mempercepat
08:58Menghilangkan
08:59Barang buktinya
09:01Supaya sulit untuk diaudit
09:03Dan salah satu
09:04Instrumen
09:06Ataupun barang bukti
09:06Yang mungkin bisa menjadi
09:08Barang bukti kunci adalah
09:10Video yang kemudian
09:11Sebelumnya sudah direkam juga
09:12Oleh pihak Ombudsman
09:13Dan kami punya semua buktinya
09:15Ombudsman punya semua buktinya?
09:17Punya semua
09:17Oke kita coba
09:18Play ya
09:18Salah satu video
09:19Ketika
09:20Ombudsman hendak masuk ya
09:22Ke salah satu hunian mewah
09:23Yang memang bentuknya
09:25Sangat mirip
09:26Seperti rumah klaster
09:27Dan di sini juga
09:28Betul terjadi intimidasi?
09:30Kita beradu fisik sama mereka
09:31Beradu fisik?
09:32Beradu fisik
09:33Dan ketika masuk
09:35Selain fasilitasnya mewah
09:36Tapi ada satu orang Pak
09:37Nah ini
09:38Ada satu orang
09:39Yang kemudian langsung menutup pintu
09:41Iya
09:42Orang ini
09:43Ini awalnya
09:45Tim kita
09:46Dia di sini
09:46Di sofa ini?
09:48Di sofa ini
09:48Nah di sini
09:50Sempat ditanya
09:51Bapak siapa?
09:51Ya Nafi
09:52Nah begitu ini karena kelihatan rame
09:54Dia ini lompat
09:55Mengunci pintu
09:55Mengunci pintu?
09:56Mengunci pintu
09:57Nah di sini
09:58Semua
09:59Saya perintahkan di sini
10:00Semua ruangan ini
10:01Jangan ada yang terlewatkan
10:02Dipisualkan semua
10:03Nah termasuk tadi
10:05Di
10:05Sorry
10:05Di sini
10:06Sebelah ini
10:07Foto dia ini
10:08Ada di sini
10:09Foto keluarganya
10:10Foto dia dengan anaknya
10:11Dengan istrinya
10:12Semua ada di situ
10:13Ada
10:14Arti
10:14Tidak hanya foto yang ditemukan oleh Ombudsman
10:17Atas nama Jimmy Masri
10:18Narapidana Lapas
10:19Kelas 2 Ciminong
10:20Orangnya ada
10:20Tapi orangnya adalah dia
10:21Ini
10:22Ini orangnya
10:25Tidak hanya satu
10:26Tapi ada sejumlah Nafi lainnya
10:27Yang juga diduga
10:29Menghuni
10:30Hunian mewah
10:30Saya akan coba tunjukkan
10:31Ini dua narapidana yang juga ditemui oleh Ombudsman
10:35Ini namanya Ahmad Albani
10:36Di sini kami bentrok dengan Anu
10:39Di depan ini
10:40Bentrok dengan petugas
10:42Untuk huniannya Pak
10:43Ahmad Albani ini
10:44Di hunian yang berbentuk apa Pak?
10:46Ini satu rumah
10:47Isinya empat kamar
10:48Satu rumah isinya empat kamar
10:50Jadi dia modelnya itu beda-beda
10:51Di sana itu
10:52Yang berwarna biru ya
10:53Rumah berwarna biru
10:54Ini rumah
10:55Ini Bapak ini yang kamar
10:56Nomor
10:56Dia ini disebelahnya ini
10:58Tapi bagian depan dia
11:00Bagian belakang ini
11:00Nah yang ini langsung ngunci pintu
11:02Ada yang satu kebuka
11:04Yang satu ngunci
11:04Nah kita tanyakan sama dia
11:06Kenapa Bapak di sini?
11:07Kami ditempatkan Pak
11:08Loh ditempatkan oleh siapa?
11:10Oleh petugas
11:10Itu hasil wawancaranya ya
11:12Petugas
11:13Terus ininya
11:13Bapak di sini sewa?
11:15Iya
11:15Berapa sewanya Pak?
11:17Ada nominal yang disampaikan?
11:19Enggak
11:19Itu
11:20Mereka semua sepakat
11:22Untuk gak ngomong berapa nilainya
11:23Apakah artinya jika terbukti
11:25Memang
11:26Pihak-pihak yang kemudian diperiksa
11:28Ini terbukti bersalah
11:30Tidak hanya sanksi administratif
11:32Tapi juga
11:33Harus diberikan sanksi pidana
11:35Harus diperiksa secara serius
11:37Oh ini jelas kok
11:39Oh ini jelas
11:40Di sini ada korupsinya
11:43Di sini ada pelanggaran hukumnya
11:45Semua harus diperiksa
11:46Bukan administratif
11:48Bukan hanya pencopotan
11:50Oke
11:50Kami mendorong untuk pidana
11:51Kalau cuma sekarang kita mendorong administratif
11:54Hanya pencopotan sementara dan sebagainya
11:57Agak keliru
11:59Terlalu sederhana kita memandang kasus Cibino
12:06Empat tahun Abang ditahan
12:08Dari 2018 hingga 2022
12:10Apakah pernah mendengar
12:11Bahwa betul ada hunian mewah di dalam lapas?
12:14Benar
12:14Ada hunian mewah di dalam lapas
12:16Ini kan kita bayar
12:17Abang tau numinannya berapa?
12:18Saya denger-dengar hampir 1M
12:20Terima kasih telah menonton!
12:21Terima kasih telah menonton!
12:21Terima kasih telah menonton!
12:22Selamat menonton!

Dianjurkan