00:00Ada dirjan yang gak bisa disentuh
00:02Nah itu dirjan-dirjan yang kita sebut deep state
00:07Jadi birokrasi yang gak mau diatur
00:12Raja kecil
00:13Saya pernah komplain ke Pak Jokowi
00:19Beliau presiden saya menterinya
00:21Saya bilang Pak, Bapak presiden saya minta waktu menghadap Bapak
00:25Paling lambat 3 hari Bapak terima saya
00:27Ini salah satu menteri Bapak
00:30Sudah satu tahun saya minta ketemu, dia gak mau ketemu saya
00:38Kami lanjutkan satu meja The Forum
00:41Dan tadi sebelum jeda, Bung Bahtra mengatakan bahwa
00:44Banyaknya komposisi kabinet itu bagian dari budaya Indonesia gotong royong
00:49Dan membangun Indonesia harus dengan gotong royong
00:51Sementara Bung Ferry mengatakan bahwa
00:53Ya banyak sekali contoh-contoh negara yang bisa melihatnya
00:57Melihat porsi kabinetnya dengan slim
01:00Tapi dengan fungsi yang sangat besar
01:02Bung Uki akan ada komentar juga
01:05Oh iya, saya hanya ingin merespon satu contoh
01:08Jadi yang diungkapkan oleh Uda Ferry
01:10Bahwa Amerika Serikat aja menterinya cuma 15
01:13Misalnya seperti itu ya
01:15Itu adalah hal yang betul
01:16Tapi bahwa menteri di Amerika itu hanya 15 di dalam kabinetnya
01:20Itu tidak bisa dilepaskan dari sistem pemerintahan mereka yang federalistik
01:25Jadi banyak sekali kewenangan-kewenangan
01:28Banyak sekali ranah-ranah
01:30Itu bukan sistem bang
01:58Yang sekali lagi apple to apple
02:00Ya itu tidak sama karena mereka federalistik
02:03Saya perlu membantahkan ini kerancuan dalam ilmu
02:06Dalam ilmu ketata negara bang
02:09Tidak ada relasi sistem pemerintahan dengan bentuk negara
02:12Kalau abang mau menggunakan pendekatan federalisme
02:15Indonesia bahkan menekati sistem itu dengan konsep otonomi seluas-luasnya
02:20Jadi penjelasan abang soal jumlah komposisi menteri itu tidak benar
02:25Karena pemerintahan federal di Amerika juga berkuasa penuh
02:29Terhadap pemerintahan negara bagian
02:31Bahkan bisa mengambil alih
02:32Jadi contoh itu akan membuat ketimpangan kerancuan dalam menggerakkan negara
02:39Indonesia itu mencontoh memang sistem Amerika
02:42Karena the mother of presidential system is Amerika
02:46Tidak ada yang lain mereka contoh
02:49Jadi presiden ketika mencontoh Singapur, UK, Kanada, Timur-Leste
02:55Itu contoh yang salah
02:56Karena contoh yang diambil
02:58Tapi Amerika Serikat juga lebih salah bang Ferry
03:01Amerika Serikat itu contoh yang lebih salah lagi
03:04Kalau misalnya kita ingin mengatakan Amerika Serikat aja lebih kecil
03:08Jadi kalau udah Ferry sedang mengatakan
03:10Amerika tidak lebih kecil, Amerika lebih besar
03:13Kabinetnya maksud saya
03:14Kalau udah Ferry mau mengatakan bahwa
03:17Indonesia juga sedang menetapkan sistem yang namanya regional otonomi
03:22Otonomi daerah
03:23Itu ke-otonomiannya tidak se-level
03:27Otonomi daerah yang bergaya federalisme itu dirusak oleh Presiden Jokowi-Dodo
03:33Karena membalikkan sentralistik
03:36Presiden Abang Uki itu yang mengubahnya
03:38Oke baik
03:39Jadi apa yang Abang ceritakan ada kaitannya dengan konsep kabinet
03:42Ada dong Pak
03:45Tentang apa perdebatan ini memang masih terus bergulir sampai saat ini
03:49Meskipun juga tadi Bung Ferry mendapat ini di eranya Pak Jokowi
03:53Sudah agak dalam terkutip agak rusak
03:55Tapi ya ada kepentingan-kepentingan dan filosofis politik yang perlu juga dipertimbangkan
04:01Mengingat juga kita punya, Presiden kita punya hak priorogatif
04:04Tapi saya ingin bertanya ke Bung Bahtra
04:06Tentang momen yang menarik tadi malam
04:09Kita kembali lagi ke hubungan antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo
04:12Tadi malam ada pertemuan di Kertanegara
04:15Di kediamannya Pak Prabowo
04:17Kira-kira apa yang dibahas
04:19Apa ini ada kaitannya juga dengan reshuffle yang baru saja dilakukan
04:23Dan tadi malam juga ada sidang putusan Mahkamah Konstitusi
04:27Soal ijazah Wakil Presiden kita Mas Gibran Raka Bumi
04:30Apa-apa yang dibahas
04:32Ya kalau kita lihat perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo kan
04:38Kami termasuk Girindra yang bukan karena beliau ketua umum kami ya
04:42Memberi apresiasi yang setinggi-tingginya
04:46Cara pandang beliau terhadap melihat negara ini
04:49Kami melihat beliau adalah toko yang sangat egaliter
04:51Seringkali Pak Prabowo mengundang para toko-toko bangsa kita
04:56Untuk berdiskusi baik itu yang sejalan dengan pemerintahan
05:01Dan kadang-kadang juga yang diundang
05:02Yang mungkin cara pandangnya berbeda terhadap pemerintahan
05:06Apalagi termasuk misalnya mantan-mantan Presiden kita
05:10Bukan hanya sama Pak Jokowi
05:11Beberapa pekan yang lalu beliau juga berkunjung ke kediaman
05:15Ibu Megawati Soekarno Putri
05:17Dan sebelum-sebelumnya juga kemudian mengajak Pak SBY
05:21Jadi Pak Prabowo ini mengajarkan kepada kami
05:24Partai Girindra dan itu semboyannya
05:26Atau apa namanya filosofinya Pak Prabowo
05:28Bahwa seribu kawan itu terlalu sedikit
05:32Satu musuh itu terlalu banyak
05:33Jadi beliau selalu mengajarkan kepada kami
05:35Untuk membangun hubungan yang baik
05:37Kepada sesama para tokoh-tokoh bangsa kita
05:40Tanpa terkecuali termasuk juga dengan Uda Ferry dan teman-teman yang lain
05:44Begitupun misalnya dengan kawan-kawan partai politik
05:47Jadi kita memang selalu diajarkan sama Pak Prabowo
05:50Untuk bagaimana menjalin hubungan yang baik
05:52Antara sesama anak bangsa
05:54Yang tentu kan kadang-kala kita berbeda cara pandang
05:58Atau berbeda pendapat
05:59Tetapi itu kan menambah hasanah kita
06:01Untuk kemudian bagaimana bangsa kita bisa
06:03Kita arahkan kepada yang lebih baik
06:05Tapi mengapa mengambil momentum ketika ada
06:07Momen yang juga krusial di Mahkamah Konstitusi
06:09Pada saat ada putusan soal ijazahnya Mas Gibran
06:13Bahwa misalnya ada interpretasi lain
06:15Saya kan tidak bisa menghalangi misalnya Bang Ferry
06:18Atau misalnya Mas Uki
06:19Menyampaikan interpretasinya sendiri
06:21Tapi yang paling penting bahwa tentu kan Pak Jokowi
06:24Pernah memimpin bangsa ini selama 10 tahun
06:26Dan Pak Jokowi juga meninggalkan begitu banyak legasi
06:30Dan tentu Pak Prabowo juga sering menyampaikan dalam pidatonya
06:35Bahwa bukan hanya sama Pak Jokowi
06:36Bukan hanya sama Ibu Mega
06:37Sama Pak SB
06:39Termasuk juga mungkin para pendiri bangsa kita
06:42Yang selalu beliau sampaikan adalah
06:43Bagaimana legasi yang dibaik
06:45Yang apa namanya tinggalkan oleh para pemimpin terdahulu
06:49Harus kita teruskan terus kemudian
06:51Bahwa kemudian setiap pemimpin itu ada kelemahan-kelemahan
06:54Nah inilah yang terus dibenahi, diperbaiki
06:56Karena tentu juga mantan-mantan presiden
06:59Pengalaman yang panjang
07:01Apalagi Mas kalau kita tahu bahwa
07:03Bangsa kita ini kan tantangannya tidak mudah
07:06Bukan hanya soal faktor internal
07:08Tapi faktor eksternal yang kadangkala
07:10Apa namanya situasi global ini
07:12Yang penuh ketidakpastian
07:13Yang mengharuskan mungkin Pak Prabowo
07:15Berdiskusi dengan banyak
07:16Kalau publik mengatakan hubungannya pasang surut
07:20Kurang harmonis terakhir Bung Guki
07:21Setelah tadi malam hubungannya harmonis lagi
07:24Atau bagaimana setelah ada pembicaraan serius
07:27Sepertinya pada saat makan malam
07:29Ya pertama-tama yang harus kita lihat itu
07:32Yang dimaksud pasang surut itu adalah
07:35Komunikasi empat mata
07:36Dengan kesibukannya Pak Prabowo itu kan presiden
07:40Ya kan gak mungkin
07:41Seminggu sekali ketemu dengan Pak Jokowi
07:45Ya walaupun mungkin tetap saja
07:47Sebenarnya tetap hopeng atau besti
07:49Tapi kan sekali lagi soal kesibukan
07:52Itu pasang surut
07:53Nah saya dapat menjamin ya
07:57Bahwa kebestian mereka itu
08:00Masih terjaga sampai sekarang
08:01Karena di berbagai kesempatan
08:03Kami bersama Pak Jokowi
08:05Itu mendengar seruan langsung dari Pak Jokowi
08:09Ya baik itu sewaktu di NTT
08:12Baik itu sewaktu lagi di Cirebon
08:15Baik itu sewaktu lagi di Bandung
08:17Dan lain sebagainya
08:18Tetap Pak Jokowi
08:20Menginstruksikan kepada kami
08:22Untuk menyukseskan
08:25Pemerintahan Prabowo Gibran
08:27Oke gitu sekali lagi
08:29Tetap instruksinya sama
08:30Menyukseskan pemerintahan Prabowo Gibran
08:32Dan kalau menurut saya ini gak lepas ya
08:34Dari pandangan retrospektif kita
08:38Terhadap bagaimana hubungan dua tokoh ini berlangsung
08:41Kalau tadi kan saya bilang
08:43Dukung Prabowo Gibran
08:44Sampai selesai
08:46Misalnya seperti itu kan
08:46Kedepan
08:47Kebelakangnya juga kita harus lihat
08:49Jadi kita sama-sama tahu bahwa
08:52Pak Jokowi itu kan dibawa
08:53Dari Solo ke Jakarta itu oleh Pak Prabowo juga
08:55Ya
08:56Kemudian beliau menjadi gubernur
08:58Dan disinilah karir
09:00Politiknya secara nasional
09:02Kemudian sangat bersinar sekali
09:03Kemudian 2014-2019
09:06Justru berhadapan-hadapan
09:07Berkompetisi
09:08Dan ini sangat keras sekali
09:10Dengan Pak Prabowo
09:10Gak ada hubungannya dengan
09:11Sebenarnya
09:13Sebenarnya
09:13Sebenarnya
09:14Sebenarnya
09:14Sebenarnya
09:14Sebenarnya
09:14Sebenarnya
09:16Kemudian
09:18Pak Jokowi mengajak Pak Prabowo
09:20Berkoalisi bersama
09:21Setelah pemilu 2019
09:22Disitu
09:23Kemudian Pak Jokowi mengatakan
09:25Bapak seorang patriot
09:26Kemudian Pak Prabowo mengatakan
09:28Bapak di dadanya
09:29Itu merah putih
09:30Dan
09:31Kebestian mereka
09:32Berlangsung sampai dengan sekarang
09:34Dan itu sudah melampaui
09:36Kepentingan
09:36Politik jangka pendek
09:38Itu sudah melampaui
09:39Kepentingan
09:39Politik jangka pendek
09:40Dan
09:41Kalau misalnya
09:42Kemudian kita melihat
09:43Hari ini ada
09:44Ya udah lama gak ketemu
09:46Ya udah sekian bulan
09:47Gak bicara empat mata
09:48Kalau ketemu sih
09:48Hampir setiap bulan ya
09:49Kan ada
09:50Seremoni-seremoni
09:51Kemarin itu
09:52Di MPR ketemu
09:52Kemarin itu
09:53Tujuh belasan
09:54Di istana ketemu
09:55Kemarin itu
09:56HUTNI ketemu
09:57Cuman memang
09:57Kalau yang ketemu
09:58Empat mata
09:59Ngobrol panjang
10:00Nah itu kan
10:00Dilihat lagi kesibukannya
10:02Jadi
10:03Bahwa kemarin itu
10:05Ketemu
10:05Ya itu adalah
10:06Ekspresi
10:07Memang mereka besti
10:08Mereka bersahabat
10:09Saling bertukar pikiran
10:10Pak Prabowo juga
10:11Sudah pernah menyatakan
10:12Pak Jokowi itu
10:13Sepuluh tahun
10:14Memimpin Indonesia
10:15Tentu valid
10:16Kalau misalnya ditanya
10:17Pendapatnya
10:17Apalagi Pak Jokowi
10:18Ini belum lama
10:19Artinya pendapat-pendapat
10:21Pak Jokowi
10:21Pengalamannya itu
10:22Masih relevan
10:22Dengan tantangan zaman
10:23Dan
10:24Ketika ditanya
10:25Apakah ini
10:26Ada kaitannya
10:27Dengan MK kemarin
10:28Saya dapat pastikan
10:30Gak ada
10:30Ini
10:30Ini pertemuan
10:31Yang sebenarnya
10:32Saya sudah mendengar ya
10:33Jadwalnya
10:34Jadi bukan besti lagi
10:35Setelah pertemuan semalam
10:36Dan ada situ
10:37Kebestiannya
10:38Dengan ada
10:38Ke MKan kemarin itu
10:40Tidak ada hubungannya
10:41Oke
10:41Lalu
10:42Bagaimana sebenarnya
10:43Saudara
10:44Publik bisa diyakini
10:45Dengan kinerja pemerintahan
10:46Hasil reshuffle ini
10:48Karena kita
10:48Bicara reshuffle
10:49Dan hubungan
10:50Pasang surut
10:50Antara Pak Jokowi
10:51Dan Pak Prabowo
10:52Bagaimana
10:53Diyakinkan
10:54Publik diyakinkan
10:55Dengan kinerja pemerintahan
10:56Hasil reshuffle