Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Dosen STH Indonesia Jentera, Bivitri Susanti, menyebut Gibran Rakabuming seharusnya mundur dari jabatan Wakil Presiden usai putusan MK terkait ijazah.

"Saya bilangnya bola dingin kepada Gibran sendiri," ujar Bivitri Susanti saat acara Eksaminasi Putusan MK bersama eks Wamenkumham Denny Indrayana dan kawan-kawan pada Kamis (8/10/2026).

"Mestinya sih kalau dia punya etika dan juga ada rasa malu harusnya sih mengundurkan diri buat saya dan kami enggak jadi soal siapa yang akan menggantikan," lanjutnya.

Bivitri juga menyoroti DPR, KPU, hingga Bawaslu pascaputusan MK tersebut.

Baca Juga Feri Amsari Komentari Putusan MK Terkait Ijazah Wapres Gibran: Kalau DPR Tak Bertindak, Aneh di https://www.kompas.tv/nasional/694871/feri-amsari-komentari-putusan-mk-terkait-ijazah-wapres-gibran-kalau-dpr-tak-bertindak-aneh

#putusanmk #ijazahgibran #mahkamahkonstitusi #breakingnews

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/694873/bivitri-sebut-seharusnya-gibran-mundur-dari-wapres-pasca-putusan-mk-soroti-dpr-hingga-kpu
Transkrip
00:00Terima kasih, selamat siang, selamat menikmati.
00:05Saya barangkali mau menghasil catatan juga buat kalau teman-teman mau mengutip ke barusan,
00:11nama-nama beliau adalah Prof. H.T. Agulan dari Universitas Surabaya,
00:17dan yang sebelumnya Prof. A. An Bibianto dari Universitas Dari Jaya.
00:23Saya, D. Fitri Susanti dari Sekolah Hukum Jendera,
00:26dan kami ini memang ada di KALS, Constitutional and Agricultural Society,
00:31dan saya lagi di Bia Mana untuk mengetuai presidium KALS.
00:36Nah, kami hari ini, hukum itu saja, Mas Dini juga anggota KALS.
00:42Jadi ada pertautan memang, tapi kami hari ini ingin mengatasnamakan KALS.
00:52Karena yang ingin kami sampaikan dari awal, tadi ada Prof. Susi B. Haryanti dari Universitas Pajajaran,
00:59ada, saya pernah kita di ASRI, Paslimos ada pada kenal, Universitas Andalas.
01:04Nah, kami semua hari ini kumpul rame-rame, karena kami mau bilang,
01:09kami paham bahwa ada tuduhan kepada, misalnya, Mas Dini sendiri,
01:15mungkin mau memajukan siapa nih, sebagai calon pewakil presiden.
01:21Itu kami nggak tutup mata ya, kami paham ada situasi itu.
01:24Bahkan terhadap kami juga ada tuduhan seperti itu sih,
01:28apa sih yang mau dinaikin ya sama Mbak Dibit, gitu.
01:30Padahal, kalau buat kami di KALS,
01:33makanya saya tekankan KALS-nya,
01:35kami kan belajarnya memang hukum tata negara dan hukum administrasi negara.
01:38Jadi sebenarnya buat kami, dan saya udah cek,
01:41Pak Intelligen saya udah ngecek Mas Dini juga,
01:44jadi nggak nge-pros-pros amat juga, gitu.
01:47Dan makanya saya yakin sekali ketika Mas Dini ngobrol sama teman-teman KALS
01:53dan meminta saya, Mbak Dibit, Anggaini, yang sudah juga akan bergabung,
01:57terus kemarin Mas Yancey, Arizona, juga sebagai ahli.
02:01Harusnya Uda Feli juga waktu itu datang sebagai saksi,
02:04tapi lagi berhalangan waktu itu.
02:06Makanya kami yakin untuk membantu.
02:08Mas Dini, karena sumber-sumber intelijen kami sudah membuat kami yakin
02:14bahwa ini bukan soal menjatuhkan Gibran, terus menaikkan siapa, gitu.
02:19Nggak ada soal itu.
02:20Tapi persoalan hukum tata negara,
02:23yang memang, dan hukum administrasi negara juga,
02:26yang memang harus diluruskan.
02:28Karena kita semua kan,
02:29kalau ada masalah dalam ketatuan negara,
02:32harus belajar supaya ada,
02:34kalau dalam kisih lahamnya itu,
02:36ketidak berulangan.
02:38Masa nanti 2029 mau begini lagi?
02:412034 mau begini lagi?
02:43Sampai kapan bangsa ini terus menerus
02:47menyedihkan situasinya,
02:49bahkan dalam konteks ketatuan negaraan?
02:50Nah, jadi itu dulu teman-teman buat-buat basis pembicaraan,
02:56karena agak-agak ini juga ya,
02:58menyebalkan.
02:59Tapi ya, teman-teman lihat aja nanti.
03:01Dan bahkan ada yang menuduh,
03:02kami mendukung Presiden Prabowo secara membagi buta,
03:07sehingga menyingkirkan Gibran dari kursikan Presiden dan warna Presiden, gitu.
03:13Padahal di dalam benak kami,
03:16itu soalnya soal hukum.
03:18Bukan soal wajah si A, si B, si C,
03:20partai A, partai B, partai C.
03:22Nggak ada.
03:23Tapi kalau nggak percaya, ya nggak apa-apa.
03:25Nah, ada hal yang ingin saya sampaikan,
03:27supaya tidak mengulang,
03:28sesuai saran Mas Deni.
03:30Pertama, jadi ada lima hal,
03:34tapi pendek-pendek kok.
03:35Yang pertama adalah soal jurdil.
03:39Jadi salah satu argumen waktu di persidangan,
03:44yang terus-menerus saya bawa juga,
03:46adalah soal kejujuran dan keadilan.
03:49Nah, ini kan semacam diberikan catatan buruk ya,
03:53jujuran, keadilan, orang ngomongin prosedur.
03:57Padahal yang saya maksud dengan kejujuran,
04:00adalah asas di dalam konstitusi kita.
04:03Konstitusi kita dalam pasal mengenai pemilu,
04:07mengatur asas langsung umum bebas,
04:09rahasia, jujur, dan adil.
04:11Jadi bukan kejujuran dalam arti dasar Dharma Pramuka, gitu.
04:14Nggak.
04:14Ini asas konstitusional.
04:17Makanya, dia masuk kata-kata itu
04:20ke dalam argumen kami.
04:22Jurdilnya dalam konteks itu.
04:24Nah, jadi yang kami perhatikan adalah,
04:28kalau kami juga,
04:30saya baca,
04:31saya main medsos banget ya,
04:33jadi saya baca thread,
04:34baca segala macem,
04:36Instagram, dan lain sebagainya.
04:38Kan ada yang berusaha untuk memberikan justifikasi,
04:41sebagian saya kira briefnya,
04:44dari sebelah ya,
04:46karena itu di copy paste tuh,
04:47saya udah screenshot,
04:49sama banget isinya.
04:51Tapi oke lah,
04:52buat yang itu,
04:53nggak apa-apa.
04:53Mereka dibayar,
04:54mereka cari uang ya.
04:55Kita nggak ada 19 juta lapangan pekerjaan,
04:57nggak apa-apa lah,
04:58mereka cari uang.
04:58Tapi saya mau kasih,
05:00mau klarifikasi juga,
05:02untuk publik yang nggak dibayar,
05:04tapi jadi bikin pusing.
05:05Karena public sphere kita dikotori oleh orang-orang yang dibayar itu.
05:10Klarifikasinya adalah begini,
05:11perkara ini memang bukan soal ijazah per se.
05:17MK itu bukan seperti lembaga pemverifikasi ijazah.
05:23Jadi buat kami,
05:24ini bukan soal,
05:26kami mau ngotot bilang,
05:27katakanlah,
05:28Gibran itu cuma SMP atau apa.
05:31Bukan itu.
05:32Kami mau bilang,
05:33aturan main di Indonesia,
05:35untuk menjadi wakil presiden,
05:37memang harus menyertakan
05:42bukti soal ijazah SMA-nya.
05:45Kalau Anda ambil program yang sama
05:47atau mirip dengan Gibran,
05:49dengan segala macam itu,
05:50yang Mas Denny pasti ngerti sekali,
05:52karena beliau keluarganya juga bersekolah di sana,
05:54jadi bukan yang nggak ngerti juga,
05:57itu silakan.
05:59Alhamdulillah juga,
06:00puji Tuhan.
06:01Tapi kan Anda nggak mau jadi cawapres,
06:03gitu loh.
06:04Yang kita lagi persoalkan di sini,
06:06kok ada aturan main
06:09yang dibengkok-bengkokkan
06:11karena seseorang mau menjadi kandidat
06:14wakil presiden,
06:15dan itu digunakan
06:18atau dilaksanakan
06:20dengan menyalahgunakan posisi bapaknya.
06:23Itu yang kami persoalkan.
06:25Kami sih nggak pengen ijazahnya apa
06:30mau dipajang,
06:31nggak, nggak, bukan soal itu.
06:33Soal penyalahgunan kekuasaan.
06:35Dan ini kan nggak berdiri sendiri.
06:36Makanya kami,
06:37saya, Ferry,
06:38sama Huceng,
06:40sebenarnya
06:40dari kemarin-kemarin
06:42agak
06:44gimana ya,
06:45merasa bahwa
06:46tuh kan,
06:47dirty vote satu itu bener.
06:49Sekarang terbukti betul.
06:51Dan maka teman-teman harus ngeliatnya
06:52bareng dengan apa yang kami paparkan
06:54di dirty vote,
06:55termasuk bagian
06:56putusan MK 90.
06:58Dan ini keluarnya 4 hari.
06:59Eh, 4 hari ya,
07:00kalau nggak salah.
07:01Pokoknya dalam waktu 1 minggu itu
07:02dalam sebelum
07:04putusan MK keluar.
07:06Eh, maksud saya ini itu adalah
07:08peraturan KPU-nya
07:09diubahnya gitu ya.
07:109 Oktober.
07:119 Oktober ya.
07:13Jadi,
07:14mari lihat dalam
07:16rangkaian itu.
07:17Pakai helikopter view gitu loh.
07:19Ya, itu ya.
07:20Satu ya.
07:20Jadi,
07:21bukannya kami minta
07:22MK menjadi tukang
07:23verifikasi jasa.
07:25Bukan.
07:25MK itu memang salah satu
07:27wewenangnya adalah
07:29persisian hasil pemilihan umum.
07:31Yang kedua,
07:32saya sempat bilang di media sosial saya
07:34ada bola panas 3.
07:37Setengah panas 1.
07:39Nah, bola panas 1 ke DPR.
07:41kenapa
07:44ini sekarang
07:45jadi kewajiban
07:46bagi DPR
07:47jatuhnya.
07:49Waktu awal,
07:50waktu saya memberikan
07:52keterangan ahli
07:52di sidang,
07:53sebenarnya kan saya bilang
07:54kurang lebih
07:55saya setuju
07:56dengan dalilnya
07:57pemohon
07:58bahwa
07:58kita bicara
08:00diskualifikasi,
08:01bukan pemakzulan.
08:02makanya
08:03kami datang
08:04ke MK.
08:06Nah,
08:06itu pendapat
08:07waktu memberikan keterangan ahli.
08:09Tapi sekarang,
08:09kan MK memang
08:10sudah mengeluarkan putusan.
08:12Dan artinya
08:13dia sudah memberikan
08:16reasoning-nya,
08:18pertimbangannya.
08:19Teman-teman bisa lihat
08:20di halaman 376
08:21putusan.
08:22bahwa
08:23menurut mereka
08:25ini sekarang
08:26Gibran Raka Buming Raka
08:27tidak lagi menyandang
08:28satu sebagai calon
08:29wakil presiden.
08:30Maka sekarang
08:32bukan lagi
08:32Mahkamah Konstitusi
08:33yang berwenang.
08:34Ya sudah,
08:36MK sudah menilikan
08:36seperti itu.
08:37Kami manut.
08:39Kenapa?
08:40Karena itu pengadilan.
08:41Dengan segala kritiknya.
08:43Sehingga
08:44kalau MK sudah
08:45kasih legal reasoning
08:47seperti itu,
08:48memberikan semacam
08:49arahan,
08:50maka
08:51DPR
08:52kalau memang
08:53mereka taat
08:54dalam konteks
08:55negara hukum
08:56rule of law
08:57dan mereka nyambung
08:58sama cita-cita warga
08:59harusnya mereka
09:01menindaklanjuti ini.
09:02Nah ini yang saya
09:03maksud dengan bola panas itu.
09:04Tindaklanjuti dong.
09:05Jangan didiamkan saja.
09:07Nah kami paham
09:08bahwa ada upaya
09:09tapi kempes ya.
09:11Mungkin teman-teman
09:12sudah dapat ya saya yakin.
09:13Ada
09:13apa yang beredar
09:15ada salah satu
09:17anggota partai
09:19yang sudah mengedarkan
09:20impeachment
09:21terus kemarin
09:22saya talk show
09:22di sebuah stasiun
09:23televisi
09:23ada salah satu
09:25partai yang lainnya
09:26bilang mau mulai
09:27hak angket
09:28misalnya
09:29kalau yang satu
09:30sudah kempes
09:31yang hak angket
09:32saya nggak tahu
09:32tapi menurut saya
09:34memang harus
09:35ditindaklanjuti.
09:36Kalau mau pakai
09:37angket dulu
09:37itu boleh angket
09:39menyatakan pendapat
09:40dan kemudian
09:41kirim ke MK.
09:42Kira-kira begitu.
09:43Kita tidak punya referensi
09:45memang bagaimana
09:45pasal 7B ini dilaksanakan.
09:48Tapi
09:51bisa dicoba
09:52melalui hak angket dulu.
09:54Soalnya kalau pasal 7B
09:55kan hanya bilang
09:55pokoknya
09:56DPR
09:57dengan kurum
09:57hadir 2 per 3
09:58persetujuan 2 per 3
10:00mengajukan
10:01perkaranya ke MK
10:02bukan persisian
10:04asib pemilihan umum lagi
10:05tapi pemakzulan
10:06kalau MK-nya
10:07mengabulkan
10:08MK kirim putusan
10:09ke DPR
10:10kemudian DPR
10:11mengundang DPD
10:12sehingga mereka
10:13akan menjadi
10:14MPR.
10:15MPR bersidang
10:17dengan kurum
10:17kalau saya tidak salah
10:182 per 3
10:20hadir
10:22dan 3 per 4
10:22setuju
10:23atau saya kebalik ya
10:23nanti mohon dicek ya
10:24teman-teman ya
10:25pasal 7B ya
10:26konstitusi.
10:27Nah jadi
10:28silahkan dimulai
10:29proses itu.
10:30Buat saya jadi penting.
10:31Nah kemudian
10:32bola panas kedua
10:33ke DPR itu
10:34soal tindak lanjut
10:36terhadap KPU.
10:37Satu hal yang dibuat
10:39loud and clear
10:40dinyatakan dengan
10:41loud and clear
10:42oleh MK
10:42dalam putusannya adalah
10:43ini KPU
10:45tidak melaksanakan
10:46tugasnya dengan baik
10:47ternyata.
10:49Ada apa?
10:51MK tidak bisa
10:52jadi penyidik.
10:55MK
10:56menurut
10:56Pasal 24C
10:57yang sudah undang dasar
10:58bukan ke situ.
10:59Maka dia sebenarnya kan
11:02memberikan
11:03catatan
11:03buat penegak hukum
11:05dan itu bisa
11:06dimulai juga
11:06dari
11:07DPR
11:08jadi
11:09apa namanya
11:10ada
11:12ada
11:12investigasi
11:13yang
11:15yang secara politik
11:17dilakukan oleh DPR
11:18tapi nanti ada bola panas
11:19yang lain kan
11:19pada penegak hukum
11:21yang pro justisia
11:22karena MK bilang
11:24disitu loud and clear
11:25ini ada masalah nih
11:26KPU-nya ini
11:27dan Bawaslu juga
11:28udah
11:29kami notice
11:30bahwa setiap ada pertanyaan
11:31yang terkait Bawaslu
11:33ada pertanyaan
11:33pasti dia bilang tidak
11:36dalam
11:36proses
11:37di persidangan
11:38kenapa?
11:38karena Bawaslu juga merasa
11:39kok ini ada yang aneh nih
11:41dan saya kira
11:42kita udah baca
11:43di KPP sudah mengeluarkan
11:44putusan juga
11:45terhadap
11:46anggota KPU ini
11:46tapi artinya
11:47DPR
11:48kalau mereka responsif
11:50dan ingin
11:51ada perbaikan
11:52bagi pemilu
11:53di negara ini
11:54dia harus bikin move
11:58setidak-tidaknya
11:59mereka menyatakan
12:01anggota KPU yang sekarang
12:02tidak boleh dipilih lagi
12:04sebentar lagi
12:04mau pemilihan
12:05tidak boleh sama sekali
12:07tapi yang terbaik
12:08adalah juga
12:09kalau dari sekarang
12:09misalnya udah
12:10pecat semua
12:12karena itu
12:14di dalam sidang MK
12:15dalam putusan MK
12:16teman-teman please
12:17baca putusannya
12:18biar gak
12:18ini ya
12:19biar yakin betul
12:22MK mengatakan itu
12:23dalam proses
12:25yang harusnya ngecek
12:26ijazahnya
12:27dan lain sebagainya
12:28kan memang seharusnya
12:29bukan MK
12:31seharusnya siapa?
12:32KPU
12:32karena ini
12:34ngomongin cawapres
12:35nah kira-kira begitu
12:36jadi bola panas
12:39ketiganya
12:39tadi udah saya sebut
12:40keapalat penegak hukum
12:41kalau ada yang melaporkan
12:42segeralah investigasi
12:43nah
12:44bola setengah panas
12:46saya bilangnya
12:46kalau di media sosial saya
12:48itu adalah
12:49ke
12:51partai politik
12:52untuk tidak lagi
12:53mencalonkan
12:54Gibran Raka Buming Raka
12:56kenapa?
12:57ya tentu saja
12:58bukan hanya
13:00persoalan ijasa ya
13:00kalau ijasa kan
13:02saya kemarin ngobrol
13:03sama temen
13:03dia bilang
13:04kenapa gak ngambil
13:04paket C
13:05jadi paket C itu
13:05sebentar
13:07Bu Susi
13:09mantan menteri kan juga
13:10ngambilnya paket C itu
13:12dan banyak sekali temen saya
13:13pintar-pintar banget
13:14homeschooling
13:15ngambil paket C
13:16itu gak
13:16gak lebih rendah
13:18daripada lulusan SMA lainnya
13:19gitu loh
13:20tapi bukan soal itu
13:21menurut saya
13:22ada masalah etik
13:23yang luar biasa
13:24yang akan menjadi
13:26liability
13:27buat partai
13:28yang akan memilih
13:29Gibran
13:30nah
13:31terakhir
13:32pasti ada bola dingin
13:33saya bilangnya bola dingin
13:34kepada Gibran sendiri
13:35mestinya sih
13:36kalau dia
13:39apa ya
13:40punya etika
13:42dan juga
13:45ada rasa malu
13:46harusnya sih
13:47mengundurkan diri
13:48buat saya
13:49dan kami gak jadi soal
13:50siapa yang akan menggantikan
13:51tapi saya
13:52untuk menutupnya
13:53saya jadi teringat
13:54cuplikan yang kemudian
13:56jadi beredar
13:56di Dirty Food
13:57Dua
13:58eh Dirty Food
13:59satu
14:00mungkin teman-teman ingat
14:01bahwa
14:02untuk melakukan semua ini
14:03gak perlu
14:04gak perlu
14:06canggih-canggih amat
14:07pinter
14:08bergelar
14:10dan lain sebagainya
14:11cukup
14:12punya
14:13rasa malu
14:15dan saya kira
14:16ini yang tengah
14:17kita lihat
14:18nah gitu kira-kira
14:19terima kasih
14:19Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dianjurkan