00:00Terima kasih, selamat siang, selamat menikmati.
00:05Saya barangkali mau menghasil catatan juga buat kalau teman-teman mau mengutip ke barusan,
00:11nama-nama beliau adalah Prof. H.T. Agulan dari Universitas Surabaya,
00:17dan yang sebelumnya Prof. A. An Bibianto dari Universitas Dari Jaya.
00:23Saya, D. Fitri Susanti dari Sekolah Hukum Jendera,
00:26dan kami ini memang ada di KALS, Constitutional and Agricultural Society,
00:31dan saya lagi di Bia Mana untuk mengetuai presidium KALS.
00:36Nah, kami hari ini, hukum itu saja, Mas Dini juga anggota KALS.
00:42Jadi ada pertautan memang, tapi kami hari ini ingin mengatasnamakan KALS.
00:52Karena yang ingin kami sampaikan dari awal, tadi ada Prof. Susi B. Haryanti dari Universitas Pajajaran,
00:59ada, saya pernah kita di ASRI, Paslimos ada pada kenal, Universitas Andalas.
01:04Nah, kami semua hari ini kumpul rame-rame, karena kami mau bilang,
01:09kami paham bahwa ada tuduhan kepada, misalnya, Mas Dini sendiri,
01:15mungkin mau memajukan siapa nih, sebagai calon pewakil presiden.
01:21Itu kami nggak tutup mata ya, kami paham ada situasi itu.
01:24Bahkan terhadap kami juga ada tuduhan seperti itu sih,
01:28apa sih yang mau dinaikin ya sama Mbak Dibit, gitu.
01:30Padahal, kalau buat kami di KALS,
01:33makanya saya tekankan KALS-nya,
01:35kami kan belajarnya memang hukum tata negara dan hukum administrasi negara.
01:38Jadi sebenarnya buat kami, dan saya udah cek,
01:41Pak Intelligen saya udah ngecek Mas Dini juga,
01:44jadi nggak nge-pros-pros amat juga, gitu.
01:47Dan makanya saya yakin sekali ketika Mas Dini ngobrol sama teman-teman KALS
01:53dan meminta saya, Mbak Dibit, Anggaini, yang sudah juga akan bergabung,
01:57terus kemarin Mas Yancey, Arizona, juga sebagai ahli.
02:01Harusnya Uda Feli juga waktu itu datang sebagai saksi,
02:04tapi lagi berhalangan waktu itu.
02:06Makanya kami yakin untuk membantu.
02:08Mas Dini, karena sumber-sumber intelijen kami sudah membuat kami yakin
02:14bahwa ini bukan soal menjatuhkan Gibran, terus menaikkan siapa, gitu.
02:19Nggak ada soal itu.
02:20Tapi persoalan hukum tata negara,
02:23yang memang, dan hukum administrasi negara juga,
02:26yang memang harus diluruskan.
02:28Karena kita semua kan,
02:29kalau ada masalah dalam ketatuan negara,
02:32harus belajar supaya ada,
02:34kalau dalam kisih lahamnya itu,
02:36ketidak berulangan.
02:38Masa nanti 2029 mau begini lagi?
02:412034 mau begini lagi?
02:43Sampai kapan bangsa ini terus menerus
02:47menyedihkan situasinya,
02:49bahkan dalam konteks ketatuan negaraan?
02:50Nah, jadi itu dulu teman-teman buat-buat basis pembicaraan,
02:56karena agak-agak ini juga ya,
02:58menyebalkan.
02:59Tapi ya, teman-teman lihat aja nanti.
03:01Dan bahkan ada yang menuduh,
03:02kami mendukung Presiden Prabowo secara membagi buta,
03:07sehingga menyingkirkan Gibran dari kursikan Presiden dan warna Presiden, gitu.
03:13Padahal di dalam benak kami,
03:16itu soalnya soal hukum.
03:18Bukan soal wajah si A, si B, si C,
03:20partai A, partai B, partai C.
03:22Nggak ada.
03:23Tapi kalau nggak percaya, ya nggak apa-apa.
03:25Nah, ada hal yang ingin saya sampaikan,
03:27supaya tidak mengulang,
03:28sesuai saran Mas Deni.
03:30Pertama, jadi ada lima hal,
03:34tapi pendek-pendek kok.
03:35Yang pertama adalah soal jurdil.
03:39Jadi salah satu argumen waktu di persidangan,
03:44yang terus-menerus saya bawa juga,
03:46adalah soal kejujuran dan keadilan.
03:49Nah, ini kan semacam diberikan catatan buruk ya,
03:53jujuran, keadilan, orang ngomongin prosedur.
03:57Padahal yang saya maksud dengan kejujuran,
04:00adalah asas di dalam konstitusi kita.
04:03Konstitusi kita dalam pasal mengenai pemilu,
04:07mengatur asas langsung umum bebas,
04:09rahasia, jujur, dan adil.
04:11Jadi bukan kejujuran dalam arti dasar Dharma Pramuka, gitu.
04:14Nggak.
04:14Ini asas konstitusional.
04:17Makanya, dia masuk kata-kata itu
04:20ke dalam argumen kami.
04:22Jurdilnya dalam konteks itu.
04:24Nah, jadi yang kami perhatikan adalah,
04:28kalau kami juga,
04:30saya baca,
04:31saya main medsos banget ya,
04:33jadi saya baca thread,
04:34baca segala macem,
04:36Instagram, dan lain sebagainya.
04:38Kan ada yang berusaha untuk memberikan justifikasi,
04:41sebagian saya kira briefnya,
04:44dari sebelah ya,
04:46karena itu di copy paste tuh,
04:47saya udah screenshot,
04:49sama banget isinya.
04:51Tapi oke lah,
04:52buat yang itu,
04:53nggak apa-apa.
04:53Mereka dibayar,
04:54mereka cari uang ya.
04:55Kita nggak ada 19 juta lapangan pekerjaan,
04:57nggak apa-apa lah,
04:58mereka cari uang.
04:58Tapi saya mau kasih,
05:00mau klarifikasi juga,
05:02untuk publik yang nggak dibayar,
05:04tapi jadi bikin pusing.
05:05Karena public sphere kita dikotori oleh orang-orang yang dibayar itu.
05:10Klarifikasinya adalah begini,
05:11perkara ini memang bukan soal ijazah per se.
05:17MK itu bukan seperti lembaga pemverifikasi ijazah.
05:23Jadi buat kami,
05:24ini bukan soal,
05:26kami mau ngotot bilang,
05:27katakanlah,
05:28Gibran itu cuma SMP atau apa.
05:31Bukan itu.
05:32Kami mau bilang,
05:33aturan main di Indonesia,
05:35untuk menjadi wakil presiden,
05:37memang harus menyertakan
05:42bukti soal ijazah SMA-nya.
05:45Kalau Anda ambil program yang sama
05:47atau mirip dengan Gibran,
05:49dengan segala macam itu,
05:50yang Mas Denny pasti ngerti sekali,
05:52karena beliau keluarganya juga bersekolah di sana,
05:54jadi bukan yang nggak ngerti juga,
05:57itu silakan.
05:59Alhamdulillah juga,
06:00puji Tuhan.
06:01Tapi kan Anda nggak mau jadi cawapres,
06:03gitu loh.
06:04Yang kita lagi persoalkan di sini,
06:06kok ada aturan main
06:09yang dibengkok-bengkokkan
06:11karena seseorang mau menjadi kandidat
06:14wakil presiden,
06:15dan itu digunakan
06:18atau dilaksanakan
06:20dengan menyalahgunakan posisi bapaknya.
06:23Itu yang kami persoalkan.
06:25Kami sih nggak pengen ijazahnya apa
06:30mau dipajang,
06:31nggak, nggak, bukan soal itu.
06:33Soal penyalahgunan kekuasaan.
06:35Dan ini kan nggak berdiri sendiri.
06:36Makanya kami,
06:37saya, Ferry,
06:38sama Huceng,
06:40sebenarnya
06:40dari kemarin-kemarin
06:42agak
06:44gimana ya,
06:45merasa bahwa
06:46tuh kan,
06:47dirty vote satu itu bener.
06:49Sekarang terbukti betul.
06:51Dan maka teman-teman harus ngeliatnya
06:52bareng dengan apa yang kami paparkan
06:54di dirty vote,
06:55termasuk bagian
06:56putusan MK 90.
06:58Dan ini keluarnya 4 hari.
06:59Eh, 4 hari ya,
07:00kalau nggak salah.
07:01Pokoknya dalam waktu 1 minggu itu
07:02dalam sebelum
07:04putusan MK keluar.
07:06Eh, maksud saya ini itu adalah
07:08peraturan KPU-nya
07:09diubahnya gitu ya.
07:109 Oktober.
07:119 Oktober ya.
07:13Jadi,
07:14mari lihat dalam
07:16rangkaian itu.
07:17Pakai helikopter view gitu loh.
07:19Ya, itu ya.
07:20Satu ya.
07:20Jadi,
07:21bukannya kami minta
07:22MK menjadi tukang
07:23verifikasi jasa.
07:25Bukan.
07:25MK itu memang salah satu
07:27wewenangnya adalah
07:29persisian hasil pemilihan umum.
07:31Yang kedua,
07:32saya sempat bilang di media sosial saya
07:34ada bola panas 3.
07:37Setengah panas 1.
07:39Nah, bola panas 1 ke DPR.
07:41kenapa
07:44ini sekarang
07:45jadi kewajiban
07:46bagi DPR
07:47jatuhnya.
07:49Waktu awal,
07:50waktu saya memberikan
07:52keterangan ahli
07:52di sidang,
07:53sebenarnya kan saya bilang
07:54kurang lebih
07:55saya setuju
07:56dengan dalilnya
07:57pemohon
07:58bahwa
07:58kita bicara
08:00diskualifikasi,
08:01bukan pemakzulan.
08:02makanya
08:03kami datang
08:04ke MK.
08:06Nah,
08:06itu pendapat
08:07waktu memberikan keterangan ahli.
08:09Tapi sekarang,
08:09kan MK memang
08:10sudah mengeluarkan putusan.
08:12Dan artinya
08:13dia sudah memberikan
08:16reasoning-nya,
08:18pertimbangannya.
08:19Teman-teman bisa lihat
08:20di halaman 376
08:21putusan.
08:22bahwa
08:23menurut mereka
08:25ini sekarang
08:26Gibran Raka Buming Raka
08:27tidak lagi menyandang
08:28satu sebagai calon
08:29wakil presiden.
08:30Maka sekarang
08:32bukan lagi
08:32Mahkamah Konstitusi
08:33yang berwenang.
08:34Ya sudah,
08:36MK sudah menilikan
08:36seperti itu.
08:37Kami manut.
08:39Kenapa?
08:40Karena itu pengadilan.
08:41Dengan segala kritiknya.
08:43Sehingga
08:44kalau MK sudah
08:45kasih legal reasoning
08:47seperti itu,
08:48memberikan semacam
08:49arahan,
08:50maka
08:51DPR
08:52kalau memang
08:53mereka taat
08:54dalam konteks
08:55negara hukum
08:56rule of law
08:57dan mereka nyambung
08:58sama cita-cita warga
08:59harusnya mereka
09:01menindaklanjuti ini.
09:02Nah ini yang saya
09:03maksud dengan bola panas itu.
09:04Tindaklanjuti dong.
09:05Jangan didiamkan saja.
09:07Nah kami paham
09:08bahwa ada upaya
09:09tapi kempes ya.
09:11Mungkin teman-teman
09:12sudah dapat ya saya yakin.
09:13Ada
09:13apa yang beredar
09:15ada salah satu
09:17anggota partai
09:19yang sudah mengedarkan
09:20impeachment
09:21terus kemarin
09:22saya talk show
09:22di sebuah stasiun
09:23televisi
09:23ada salah satu
09:25partai yang lainnya
09:26bilang mau mulai
09:27hak angket
09:28misalnya
09:29kalau yang satu
09:30sudah kempes
09:31yang hak angket
09:32saya nggak tahu
09:32tapi menurut saya
09:34memang harus
09:35ditindaklanjuti.
09:36Kalau mau pakai
09:37angket dulu
09:37itu boleh angket
09:39menyatakan pendapat
09:40dan kemudian
09:41kirim ke MK.
09:42Kira-kira begitu.
09:43Kita tidak punya referensi
09:45memang bagaimana
09:45pasal 7B ini dilaksanakan.
09:48Tapi
09:51bisa dicoba
09:52melalui hak angket dulu.
09:54Soalnya kalau pasal 7B
09:55kan hanya bilang
09:55pokoknya
09:56DPR
09:57dengan kurum
09:57hadir 2 per 3
09:58persetujuan 2 per 3
10:00mengajukan
10:01perkaranya ke MK
10:02bukan persisian
10:04asib pemilihan umum lagi
10:05tapi pemakzulan
10:06kalau MK-nya
10:07mengabulkan
10:08MK kirim putusan
10:09ke DPR
10:10kemudian DPR
10:11mengundang DPD
10:12sehingga mereka
10:13akan menjadi
10:14MPR.
10:15MPR bersidang
10:17dengan kurum
10:17kalau saya tidak salah
10:182 per 3
10:20hadir
10:22dan 3 per 4
10:22setuju
10:23atau saya kebalik ya
10:23nanti mohon dicek ya
10:24teman-teman ya
10:25pasal 7B ya
10:26konstitusi.
10:27Nah jadi
10:28silahkan dimulai
10:29proses itu.
10:30Buat saya jadi penting.
10:31Nah kemudian
10:32bola panas kedua
10:33ke DPR itu
10:34soal tindak lanjut
10:36terhadap KPU.
10:37Satu hal yang dibuat
10:39loud and clear
10:40dinyatakan dengan
10:41loud and clear
10:42oleh MK
10:42dalam putusannya adalah
10:43ini KPU
10:45tidak melaksanakan
10:46tugasnya dengan baik
10:47ternyata.
10:49Ada apa?
10:51MK tidak bisa
10:52jadi penyidik.
10:55MK
10:56menurut
10:56Pasal 24C
10:57yang sudah undang dasar
10:58bukan ke situ.
10:59Maka dia sebenarnya kan
11:02memberikan
11:03catatan
11:03buat penegak hukum
11:05dan itu bisa
11:06dimulai juga
11:06dari
11:07DPR
11:08jadi
11:09apa namanya
11:10ada
11:12ada
11:12investigasi
11:13yang
11:15yang secara politik
11:17dilakukan oleh DPR
11:18tapi nanti ada bola panas
11:19yang lain kan
11:19pada penegak hukum
11:21yang pro justisia
11:22karena MK bilang
11:24disitu loud and clear
11:25ini ada masalah nih
11:26KPU-nya ini
11:27dan Bawaslu juga
11:28udah
11:29kami notice
11:30bahwa setiap ada pertanyaan
11:31yang terkait Bawaslu
11:33ada pertanyaan
11:33pasti dia bilang tidak
11:36dalam
11:36proses
11:37di persidangan
11:38kenapa?
11:38karena Bawaslu juga merasa
11:39kok ini ada yang aneh nih
11:41dan saya kira
11:42kita udah baca
11:43di KPP sudah mengeluarkan
11:44putusan juga
11:45terhadap
11:46anggota KPU ini
11:46tapi artinya
11:47DPR
11:48kalau mereka responsif
11:50dan ingin
11:51ada perbaikan
11:52bagi pemilu
11:53di negara ini
11:54dia harus bikin move
11:58setidak-tidaknya
11:59mereka menyatakan
12:01anggota KPU yang sekarang
12:02tidak boleh dipilih lagi
12:04sebentar lagi
12:04mau pemilihan
12:05tidak boleh sama sekali
12:07tapi yang terbaik
12:08adalah juga
12:09kalau dari sekarang
12:09misalnya udah
12:10pecat semua
12:12karena itu
12:14di dalam sidang MK
12:15dalam putusan MK
12:16teman-teman please
12:17baca putusannya
12:18biar gak
12:18ini ya
12:19biar yakin betul
12:22MK mengatakan itu
12:23dalam proses
12:25yang harusnya ngecek
12:26ijazahnya
12:27dan lain sebagainya
12:28kan memang seharusnya
12:29bukan MK
12:31seharusnya siapa?
12:32KPU
12:32karena ini
12:34ngomongin cawapres
12:35nah kira-kira begitu
12:36jadi bola panas
12:39ketiganya
12:39tadi udah saya sebut
12:40keapalat penegak hukum
12:41kalau ada yang melaporkan
12:42segeralah investigasi
12:43nah
12:44bola setengah panas
12:46saya bilangnya
12:46kalau di media sosial saya
12:48itu adalah
12:49ke
12:51partai politik
12:52untuk tidak lagi
12:53mencalonkan
12:54Gibran Raka Buming Raka
12:56kenapa?
12:57ya tentu saja
12:58bukan hanya
13:00persoalan ijasa ya
13:00kalau ijasa kan
13:02saya kemarin ngobrol
13:03sama temen
13:03dia bilang
13:04kenapa gak ngambil
13:04paket C
13:05jadi paket C itu
13:05sebentar
13:07Bu Susi
13:09mantan menteri kan juga
13:10ngambilnya paket C itu
13:12dan banyak sekali temen saya
13:13pintar-pintar banget
13:14homeschooling
13:15ngambil paket C
13:16itu gak
13:16gak lebih rendah
13:18daripada lulusan SMA lainnya
13:19gitu loh
13:20tapi bukan soal itu
13:21menurut saya
13:22ada masalah etik
13:23yang luar biasa
13:24yang akan menjadi
13:26liability
13:27buat partai
13:28yang akan memilih
13:29Gibran
13:30nah
13:31terakhir
13:32pasti ada bola dingin
13:33saya bilangnya bola dingin
13:34kepada Gibran sendiri
13:35mestinya sih
13:36kalau dia
13:39apa ya
13:40punya etika
13:42dan juga
13:45ada rasa malu
13:46harusnya sih
13:47mengundurkan diri
13:48buat saya
13:49dan kami gak jadi soal
13:50siapa yang akan menggantikan
13:51tapi saya
13:52untuk menutupnya
13:53saya jadi teringat
13:54cuplikan yang kemudian
13:56jadi beredar
13:56di Dirty Food
13:57Dua
13:58eh Dirty Food
13:59satu
14:00mungkin teman-teman ingat
14:01bahwa
14:02untuk melakukan semua ini
14:03gak perlu
14:04gak perlu
14:06canggih-canggih amat
14:07pinter
14:08bergelar
14:10dan lain sebagainya
14:11cukup
14:12punya
14:13rasa malu
14:15dan saya kira
14:16ini yang tengah
14:17kita lihat
14:18nah gitu kira-kira
14:19terima kasih
14:19Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh