00:00Kecelakaan KRL dengan KA Bromo Anggrek
00:02Tiba-tiba keberakan antara kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL komuter lain
00:07Polisi menetapkan masinis Argo Bromo sebagai tersangka
00:09Menetapkan masinis kereta api Anggrek menjadi tersangka adalah
00:14Kita berpapakan dulu ya
00:31Tragedi yang memilukan terjadi pada 27 April 2026
00:36Kecelakaan besar yang melibatkan KA 4B Argo Bromo Anggrek
00:40Menabrak KRL KA 5568A yang berhenti di jalur 1 stasiun Bekasi Timur
00:46Lintas stasiun Manggarai sampai stasiun Cikarang
00:50Kecelakaan ini merenggut 16 nyawa dan lebih dari 100 penumpang mengalami luka-luka
00:54Laporan KNKT menyebutkan bahwa ini bukan satu kesalahan tunggal
00:58Tapi dari rangkaian faktor
01:00Kita mulai dari kejadiannya
01:02Kereta api 4B Argo Bromo Anggrek menabrak KRL KA 5568A
01:08Yang berhenti di jalur 1 stasiun Bekasi Timur
01:11Dilintas Manggarai sampai Cikarang
01:13Sebelum Argo Bromo menabrak, terjadi kecelakaan lebih dulu
01:16KRL dari arah stasiun Tambun menuju Bekasi Timur
01:21Bertabrakan dengan sebuah taksi di perlintasan sebidang JPL 86 di Jalan Ampera
01:27Setelah kecelakaan itulah baru terjadi tabrakan antara Argo Bromo Anggrek dan KRL di stasiun Bekasi Timur
01:34Jadi urutannya
01:351. KRL dan taksi di JPL 86
01:392. Tabrakan Argo Bromo dengan KRL
01:42KNKT mengungkap 6 faktor yang berkontribusi
01:46Mulai dari sinyal, lalu komunikasi
01:48Faktor pertama, tidak teridentifikasinya kondisi bahaya pada hubungan persinyalan antara stasiun Bekasi dan stasiun Bekasi Timur
01:59Akibatnya, masinis Argo Bromo Anggrek tidak mendapatkan sinyal aspek kuning
02:04Yaitu peringatan bahwa sinyal berikutnya akan berwarna merah
02:07Artinya, masinis tidak diberitahu lebih dulu bahwa ada bahaya di depan
02:12Dalam laporannya, KNKT juga menyoroti indikator di ruang PPKA stasiun Bekasi
02:17Yang tidak menampilkan aspek sinyal blok dan sinyal pembantu
02:21Faktor kedua, masalah komunikasi dalam keadaan darurat
02:26KNKT menemukan KRL yang menabrak taksi tidak menggunakan panggilan emergency
02:32Tetapi panggilan individual
02:35Suaranya juga kurang terdengar
02:36Ditambah lagi, tidak ada prosedur baku tentang istilah dan struktur
02:41Penyampaian informasi darurat dari masinis ke PPKP
02:45Atau pengendali perjalanan kereta api terpusat
02:48Dampaknya, penyampaian informasi jadi lebih lama
02:51Dan PPKP Selatan sulit menilai seberapa gawat kondisinya
02:55Faktor ketiga, kegagalan komunikasi
02:58Informasi bahwa KRL tertahan di Bekasi Timur
03:01Karena ada kerumunan warga tidak sampai ke PPKP
03:03Karena PPKP Selatan sedang sibuk menangani kecelakaan di JPL 86
03:08Akibatnya PPKP Selatan maupun PPKP Timur
03:12Tidak tahu apa yang terjadi di Bekasi Timur
03:14Dan tidak punya informasi cukup untuk mengambil keputusan pengendalian kereta
03:19Faktor keempat, tidak ada mekanisme penyampaian informasi
03:25Antara PPKP Selatan dan PPKP Timur
03:27Pengendalian kereta di DAUP 1 Jakarta dibagi menjadi tiga wilayah
03:32Yaitu Barat, Timur, dan Selatan
03:34PPKP Timur memang sempat mendengar komunikasi
03:37Soal kecelakaan di JPL 86
03:39Tapi tidak menerima informasi lengkap tentang situasi di sekitarnya
03:42KNKT juga menganalisis pola pengereman rangkaian K4B
03:46Dan rekaman data logger lokomotif saat tabrakan
03:49Termasuk perhitungan jarak henti kereta
03:51Faktor kelima adalah kegagalan identifikasi terhadap aspek sinyal pembantu
03:55KNKT mengungkap kombinasi antara pemahaman terhadap perilaku aspek kesinyalan
04:00Berkurangnya visibilitas sinyal pembantu pada malam hari
04:04Serta adanya hamburan cahaya pada windshield atau kaca
04:07Atau pelindung depan lokomotif menurunkan efektifitas sinyal pembantu
04:11Dalam menambah jarak pandang sinyal blok
04:13Faktor ke-6
04:14Tidak terdapat prosedur pengereman darurat saat kecepatan tinggi di jalan relengkung
04:20KNKT menemukan masinis kereta Argo Bromo Anggrek
04:23Belum pernah mendapatkan pelatihan terkait skenario
04:26Kondisi yang membutuhkan pengereman darurat
04:28Serta pola atau taktis pengereman darurat atau emergency brake
04:32Dalam laporannya KNKT menyebut saat itu
04:34Posisi kereta Argo Bromo Anggrek sedang berada di jalan relengkung
04:38Ketika melihat sinyal merah
04:39KNKT menjelaskan pengereman darurat harus dilakukan
04:43Dengan mempertimbangkan keselamatan penumpang dan rangkaian kereta
04:46Namun tidak terdapat prosedur yang menjadi acuan untuk taktis pengereman darurat
04:51Saat kecepatan tinggi di jalan relengkung
04:53Sehingga taktis pengereman darurat dilakukan berdasarkan penilaian subjektif masinis
04:57Berdasarkan laporan KNKT sinyal merah selalu mendahili oleh sinyal kuning
05:02Sebagai keingatan untuk berhati-hati
05:05Masinis Argo Bromo Anggrek pun memahami aturan ini
05:08Dari pengalaman dan pelatihannya
05:11Tapi malam itu urutan ini tidak terjadi
05:14Argo Bromo berangkat dari jalur 3 stasiun Bekasi
05:17Sinyal keluar J12 menunjukkan hijau
05:19Lalu sinyal pembantung menunjukkan cahaya putih horizontal yang artinya tidak aman
05:24Dan sinyal blok B104 langsung merah
05:27Kuningnya tidak pernah muncul
05:29Penyebabnya ada di desain
05:31Blok 104 dibagi 2 track
05:34104 AT dan 104 BT
05:36Sinyal J12 hanya membaca track 104 AT
05:40Malam itu KRL berhenti di 104 BT
05:43Hasilnya J12 tetap hijau
05:45Padahal blok di depannya terisi
05:47Dulu ada sinyal blok tambahan
05:49D105
05:50Tapi hilang setelah perubahan tata letak stasiun tahun 2021
05:54Di sekitar sinyal pembantu juga banyak lampu rumah warga
05:58Dan lampu jalan yang mirip dengan cahayanya
06:00Dan kaca kabin lokomotif yang banyak goresan membuat cahaya tampak bertendar di malam hari
06:06Sekarang pengereman
06:08Masinis mulai mengerem setelah menerima informasi dari PPKP Timur soal tabrakan di JPL 86
06:14Bukan karena melihat sinyal
06:15Kecepatan saat itu 108 km per jam
06:18Sekitar 1,3 km dari titik tabrakan
06:21Pengereman dimulai bertahap selama 37 detik
06:25Baru setelah itu rem darurat diaktifkan sekitar 275 meter sebelum tabrakan
06:30Pada kecepatan 78 km per jam
06:33Kenapa tidak langsung darurat?
06:35Menurut masinis
06:36Melakukan pengereman darurat di realm melengkung
06:39Beresiko membuat rangkaian kereta terguling
06:43Jadi dapat kita ketahui bahwa bukan soal kapan rem diinjak
06:46Masinis tidak mendapatkan peringatan kuning dan prosedur pengereman darurat yang jelas
06:51Menurut analisis Danang Novika Ruswantara dosen ilmu komunikasi Universitas Nusa Cendana
06:57Yang pernah bertugas sebagai masinis
06:59Ada lima pekerjaan rumah mendesak
07:00Satu, audit urutan nyala sinyal setiap kali tata letak stasiun berubah
07:05Dengan memperhitungkan ada atau tidaknya kereta di petak jalur
07:09Dua, uji jarak pandang sinyal dalam kondisi nyata
07:12Terutama malam hari di kawasan padat cahaya
07:14Tiga, bakukan istilah komunikasi darurat seketat tunjuk sebut
07:18Lengkap dengan tingkat urgensi dan target kecepatan
07:22Empat, susun prosedur dan pelatihan pengereman darurat di realm melengkung
07:26Lima, tangani perlintasan sebidang bersama regulator, pemerintah, daerah, dan warga
07:31KNKT menegaskan penuhannya tidak dimaksudkan untuk menentukan siapa yang salah
07:36Bagaimana pendapat Anda? Silahkan tulis di kolom komentar
07:39Terima kasih Sobat Kompas TV
07:41Sampai jumpa