Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, tak hadir dalam panggilan pemeriksaan KPK terkait kasus suap HGB. KPK menyebut pemeriksaan Nusron penting karena saat ini penyidik sedang menyidiki alur perintah dan aliran dana.

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, tak hadir dalam panggilan pemeriksaan pertama yang dijadwalkan KPK Rabu kemarin.

KPK menyebut Nusron tak hadir karena ada kegiatan internal di Kementerian ATR/BPN. KPK pun mengimbau agar Nusron hadir dan kooperatif dalam penjadwalan pemeriksaan ulang.

KPK bilang, pemeriksaan Nusron penting untuk mengungkap alur perintah dan aliran uang dari suap yang nilainya mencapai lebih dari 100 miliar rupiah.

KPK menduga uang yang disita dalam operasi tangkap tangan kemarin tak hanya terkait pelayanan pertanahan, tetapi ada setoran internal di lingkup Kementerian ATR/BPN.

Sebelumnya, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menegaskan dirinya menghormati dan akan mengikuti proses hukum di KPK setelah 4 orang kepercayaan dan pejabat eselon 1 di Kementerian ATR/BPN tertangkap dalam OTT KPK dan ditetapkan tersangka dalam kasus suap ATR/BPN.

Saat ini KPK telah menetapkan 8 orang menjadi tersangka dalam kasus suap HGB. Kasus korupsi ini menjadi sorotan karena barang bukti yang disita KPK mencapai lebih dari 100 miliar rupiah. Kini publik menunggu, apakah pemeriksaan Menteri ATR/BPN akan membuat ada tersangka baru?

#KPK #ATR/BPN #nusron

Baca Juga Masinis Jadi Tersangka! Kupas Tuntas Laporan KNKT Tabrakan KA Argo Bromo & KRL di Bekasi Timur di https://www.kompas.tv/nasional/694901/masinis-jadi-tersangka-kupas-tuntas-laporan-knkt-tabrakan-ka-argo-bromo-krl-di-bekasi-timur



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/694912/nusron-wahid-tak-hadir-pemeriksaan-kpk-soal-suap-hgb-apa-alasannya-kompas-petang
Transkrip
00:00Sorotan lain, Saudara Menteri ATRBPN Nusron Wahid tak hadir dalam pemanggilan pemeriksaan KPK terkaksus suap HGB.
00:07KPK menyebut pemeriksaan Nusron penting karena saat ini penyidik sedang menyelidiki alur perintah dan aliran dana.
00:16Dan penjadwalan-pulang berikutnya, Saudara NB bisa hadir memenuhi pemeriksaan penyidik.
00:26Menghormati dan mengikuti proses yang ada.
00:34Menteri ATRBPN Nusron Wahid tak hadir dalam panggilan pemeriksaan pertama yang dijadwalkan KPK Rabu kemarin.
00:41KPK menyebut Nusron tak hadir karena ada kegiatan internal di Kementerian ATRBPN.
00:47KPK pun mengimbau agar Nusron hadir dan kooperatif dalam penjadwalan pemeriksaan ulang.
00:55Pesangkutan ada agenda lain yang sudah dijadwalkan sebelumnya oleh Kementerian ATRBPN.
01:03Tentunya kami berharap, kami mengimbau agar koordinasi dan penjadwalan ulang berikutnya, Saudara NB bisa hadir memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik.
01:19KPK bilang pemeriksaan Nusron penting untuk mengungkap alur perintah dan aliran uang dari suap yang nilainya mencapai lebih dari 100
01:28miliar rupiah.
01:31KPK menduga uang yang disita dalam operasi tangkap tangan kemarin tak hanya terkait pelayanan pertanahan,
01:37tetapi ada setoran internal di lingkup Kementerian ATRBPN.
01:44Ini juga butuh melakukan penelusuran, aliran uang dan juga alur perintah
01:53terkait dengan dugaan tidak pidana korupsi yang dilakukan di lingkungan Kementerian ATRBPN.
02:00Karena diduga uang-uang yang diamankan pada saat peristiwa tertangkap tangan tersebut tidak hanya soal pelayanan pertanahan,
02:08tapi juga ada penerimaan lain yang diduga merupakan setoran internal.
02:17Sebelumnya, Menteri ATRBPN Nusron Wahid mendegaskan dirinya menghormati dan akan mengikuti proses hukum di KPK
02:24setelah empat orang kepercayaan dan pejabat S1 di Kementerian ATRBPN tertangkap dalam OTT KPK
02:30dan ditetapkan tersangka dalam kasus suap ATRBPN.
02:35Kami juga akan mengikuti dan kami akan membangun proses yang ada di sini.
02:44Semoga dengan kejadian ini ada proses percepatan perbaikan pelayanan di internal kantor ATRBPN.
02:54Kita ikuti prosesnya ini dan kami serahkan sepenuhnya kepada KPK sebagai APH.
03:05Saat ini, KPK telah menetapkan 8 orang menjadi tersangka dalam kasus suap HGB.
03:11Kasus korupsi ini menjadi sorotan karena barang bukti yang disita KPK mencapai lebih dari 100 miliar rupiah.
03:17Kini, publik menunggu apakah pemeriksaan Menteri ATRBPN akan membuat ada tersangka baru.
03:24Tim Liputan, Kompos TV
03:28Sampai jumpa di video selanjutnya.
03:29Sampai jumpa di video selanjutnya.
03:31Sampai jumpa di video selanjutnya.
03:33Sampai jumpa di video selanjutnya.
03:34Terima kasih.

Dianjurkan