Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Ketua Umum Gibranisti, Taufik Bilfaqih, menegaskan Gibran tidak perlu mundur karena menurutnya tidak ada persyaratan yang dilanggar atau tidak dipenuhi.

"Gibran tidak menyalahi aturan, tidak ada syarat yang kemudian dia tidak memenuhi. Sehingga itu dia tidak perlu mundur dan tidak harus mundur. Dan kami sebagai pendukung beliau tidak meminta beliau mundur," ujar Taufik.

Taufik juga meyakini hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Gibran akan tetap harmonis hingga 2034.

"Saya yakin Pak Prabowo akan bersama-sama harmonis bersama Gibran bahkan sampai dengan 2034," katanya.

Berbeda dengan Taufik, Anggota Bongkar Ijazah Jokowi (Bonjowi) Lukas Luwarso berpandangan Gibran harus diberhentikan dari jabatannya.

"Jadi, keluarga Jokowi yang berambisi membangun dinasti kena batunya," ujar Lukas.

Menurut Andi, pencalonan Gibran juga berkaitan dengan permintaan sejumlah tokoh politik agar Gibran menjadi calon wakil presiden.

"Jadi jangan berpikiran bahwa Pak Jokowi akan membangun dinasti untuk itu," kata Andi.

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695406/gibranisti-yakin-prabowo-harmonis-hingga-2034-bonjowi-beda-pandangan
Transkrip
00:00Jadi Bang Mil, kira-kira apa nanti sikap Mas Gibran?
00:02Sebentar, saya punya pertanyaan yang baru.
00:04Jadi pertanyaannya adalah, singkat saja dijawab,
00:06apakah apa nanti sikap dari Mas Gibran?
00:08Apakah akan stay, mundur, atau tidak maju Pilpres 2029?
00:13Pertama, Gibran tidak menyalahi aturan,
00:15tidak ada syarat yang kemudian dia tidak memenuhi,
00:18sehingga itu dia tidak perlu mundur dan tidak harus mundur.
00:21Dan kami sebagai pendukung beliau tidak meminta beliau mundur.
00:23Yang pertama. Yang kedua, soal keterbelahan di masyarakat,
00:26bukan cuma orang-orang yang masyarakat yang dianggap mendukung teman-temannya Bang Lukas dan kawan-kawan.
00:31Tapi ingat, diaspora mahasiswa-mahasiswa yang dari luar negeri,
00:34yang kebetulan tidak punya ijasa SMA itu,
00:37sekarang juga lagi berkelindang di media sosial.
00:39Mereka mengkritik seolah-olah kalau orang dari luar negeri itu tidak bisa sekolah dengan baik.
00:43Terakhir, soal Prabowo.
00:45Saya mau kasih tahu sama teman-teman, termasuk buat teman-teman relawan.
00:47Ingat, Pak Prabowo itu orang Sulawesi Utara.
00:50Dia punya darah manado, sama dengan saya.
00:51Ada prinsip, si tau, timau, tumau, tau.
00:54Dia orang yang memanusiakan orang lain.
00:56Bayangkan, orang yang cacimaki dia saja, itu dia ajak bergabung di pemerintah.
01:00Apalagi sosok Jokowi dan juga Gibran, yang merupakan orang yang akrab.
01:04Dan juga sudah dia anggap sebagai anak.
01:06Saya yakin Pak Prabowo akan bersama-sama, harmonis bersama Gibran.
01:09Bahkan sampai dengan 2034.
01:11Baik, itu keyakinan dari Mas Bil, kalau Bang Lukas sendiri melihatnya,
01:14bagaimana sikap Mas Gibran atau tidak baik?
01:17Stay, mundur, atau jangan maju di Pilpres 2029?
01:20Yang pertama, ada dua kata ya.
01:22Ini keluarga Jokowi yang berambisi membangun dinasti,
01:25kena batunya.
01:27Jadi, hanya lima tahun ambisi untuk menjadi dinasti,
01:32kemungkinan besar sudah akan gagal.
01:34Jadi, Gibran itu sebagai politikus,
01:40terlalu prematur lahirnya.
01:42Jadi, ada cacat bawaan genetik yang tidak bisa dilanjutkan.
01:46Jadi, kedugaan saya ini ya, kan ada dua pilihan.
01:49Pasal 7A, Undang-Undang Dasar 45 adalah pemaksulan.
01:53Kalau saya, bahkan melihat yang akan dipakai pasal 7B,
01:57pemberhentian.
01:58Karena, cacat prematurnya dia sebagai politikus yang dibaksakan oleh Jokowi waktu itu,
02:06menemukan momentumnya dengan cacat administrasinya.
02:09Jadi, itu tidak ada pilihan lain.
02:11Harus diberhentikan.
02:12Harus diberhentikan.
02:13Kalau Bang Andi, menurut Anda apakah nanti Mas Gibran mau memperkenalkan mundur?
02:16Selalu berpikiran sesat.
02:18Sesat.
02:19Penurut relawan.
02:20Berarti saya benar.
02:21Memprovoke masyarakat dengan memasuki pikiran yang sesatnya itu.
02:25Kalau kita lihat 97 juta orang memilih Prabowo Gibran,
02:31apakah Gibran tidak mempunyai yang namanya andil di sana?
02:35Banyak andil yang di sana.
02:37Kita mesti melihat siapa yang meminta Mas Gibran
02:40untuk menjadi calon wakil presiden pada saat itu.
02:44Bukan hanya Pak Prabowo.
02:48Ganjar.
02:49Anis minta.
02:51Tapi apa?
02:52Ditolak semua oleh Mas Gibran.
02:54Jadi jangan berpikiran bahwa Pak Jokowi akan membangun dinasti untuk itu.
02:59Jelas gitu.
03:00Profesor Submi Dasko yang kami hormati.
03:04Beliau mengatakan di dalam satu podcast itu.
03:07Lima kali Pak Prabowo meminta Mas Gibran untuk menjadi wakilnya.
03:13Oke.
Komentar

Dianjurkan