Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman menjajaki investasi pengusaha China untuk mengembangkan kawasan transmigrasi di Indonesia. Ia juga mendorong kolaborasi pendidikan dan teknologi.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman bertemu pengusaha Tiongkok di Beijing, membahas peluang investasi di bidang teknologi, agribisnis, serta pengolahan pertanian dan perikanan.

Investasi diarahkan untuk mengembangkan kawasan transmigrasi di Nusa Tenggara Timur dan Papua melalui sinergi sumber daya manusia dan investasi, guna mengurangi ketergantungan pada APBN.

Di Peking University, Mentrans juga memberikan kuliah umum tentang transmigrasi dan mendorong kolaborasi kampus melalui program Trans Patriot.

Kunjungan dilanjutkan ke China Energy International Group untuk melihat integrasi teknologi perusahaan.

#menteritransmigrasi #tiongkok #beijing

Baca Juga Antrean Panjang di SPBU, Bupati Kubu Raya: Sejak Jauh Hari Saya Ingatkan Agar Jaga Stok BBM di https://www.kompas.tv/regional/695668/antrean-panjang-di-spbu-bupati-kubu-raya-sejak-jauh-hari-saya-ingatkan-agar-jaga-stok-bbm



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/695670/mentrans-jajaki-investasi-china-untuk-kembangkan-kawasan-transmigrasi-di-indonesia-kompas-pagi
Transkrip
00:00Dan saudara, informasi lainnya di mana Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitha Sulaiman
00:07menjajaki investasi pengusaha China untuk mengembangkan kawasan transmigrasi di Indonesia.
00:13Ia juga mendorong kolaborasi pendidikan dan teknologi.
00:21Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitha Sulaiman bertemu pengusaha Tiongkok di Beijing
00:26membahas peluang investasi di bidang teknologi, agribisnis, serta pengolahan pertanian dan perikanan.
00:33Investasi diarahkan untuk mengembangkan kawasan transmigrasi di Nusa Tenggara Timur dan Papua
00:38melalui sinergi sumber daya manusia dan investasi, guna mengurangi ketergantungan kepada APBN.
00:45Saya lagi coba pendekatan kepada mereka bagaimana kalau mereka investasi di NTT,
00:52termasuk misalkan Papua untuk sentra pangan, juga yang tadi menonjol adalah masalah perikanan dan kelautan.
00:59Tadi juga Peking University mengatakan, memang untuk membangun sebuah kawasan itu,
01:04kewilayahan, paling cepat 10 tahun.
01:07Tapi akan ada percepatan, akselerasi kalau ada intervensi, utamanya masalah biaya.
01:14Oleh karena itu, itulah kenapa kami berkolaborasi dengan dunia usaha,
01:18karena supaya kita juga tidak selalu membebankan diri kepada APBN,
01:24tidak selalu menggantungkan kepada APBN.
01:27Sementara di Peking University, Main Trans juga memberikan kuliah umum tentang transmigrasi
01:33dan mendorong kolaborasi kampus melalui program TransPatriot.
01:38Kunjungan kemudian dilanjutkan ke China Energy International Group
01:42untuk melihat integrasi teknologi perusahaan.
01:46Rahma Piliang, Kompas TV Beijing, Tiongkok
01:49Piliang, Kompas TV Beijing, Tiongkok
01:54Piliang, Kompas TV Beijing, Tiongkok

Dianjurkan