Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 15 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Ray Rangkuti dan Roy Suryo bersama aliansi masyarakat sipil mendatangi DPR RI untuk melakukan audiensi dengan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Kedatangan mereka bertujuan menyampaikan aspirasi terkait polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sekaligus mendorong PKB mengambil langkah politik melalui hak angket DPR.

Namun, proses audiensi diwarnai kendala terkait mekanisme penerimaan dan pembatasan jumlah perwakilan yang diperbolehkan masuk.

Ray Rangkuti menegaskan bahwa pihaknya ingin menyerahkan aspirasi secara langsung dan menyatakan siap mengikuti penjadwalan ulang dialog.

Bagaimana respons PKB terhadap tuntutan tersebut dan sejauh mana dorongan hak angket akan bergulir di DPR? Simak laporan selengkapnya di KompasTV.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/695656/full-ray-rangkuti-dan-roy-suryo-datangi-dpr-untuk-audiensi-dengan-fraksi-pkb-soal-ijazah-gibran
Transkrip
00:00Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:01Selamat pagi rekan-rekan semua
00:04Jadi kita ini yang terdiri dari aliansi masyarakat sipil
00:09yang di dalamnya banyak akademisi
00:12kemudian juga para aktivis menelapan
00:15ada Komite Independen Pemantau Pemilu Indonesia
00:18ada kawan-kawan mahasiswa dari GMNI, Pemkri
00:21ada dari Pemantau Parlemen, Permapi
00:24ada juga dari elemen Sipil Society yang lain
00:28sebenarnya sudah sejak dari kemarin
00:31kita diberi kesempatan oleh praksi PKB untuk audiensi
00:37dan saya kira saya masih punya rekamannya
00:40dan oleh karena itulah kita menyebarkan undangan
00:43kepada seluruh kawan-kawan media
00:45untuk kiranya berkenan meliput acara audiensi ini
00:49dan hingga jam 10 tadi pagi ya saya kira ya
00:54tidak ada masalah dan kita memang berada di luar sini
00:57karena masih menunggu beberapa kawan yang akan bergabung ke sini
01:01sampai kemudian ya jam 10 lewat sekian
01:04ya saya kurang tahu persisnya jamnya
01:05tiba-tiba pihak dari apa namanya itu
01:08praksi PKB mendatangi kita dan menyampaikan
01:12bahwa ada perkembangan yang kiranya tidak sesuai dengan skeneri awal
01:17dalam perkembangan itu disebutkan
01:20bahwa pihak PKB menginginkan agar ada semacam pencat wal ulangan
01:26karena kita akan diterima resmi oleh ketua praksi gitu
01:30dan ketua praksi siap berdialog
01:34nah cuman kita merasa bahwa kita udah sampai di sini
01:37begitu ya setidaknya pernyataan kita disampaikan
01:40nanti kalau mau dialog ulang ya mungkin kita akan datang lagi
01:44nah itu disepakati
01:46tetapi masalah muncul tiba-tiba dari pihak sekretariat
01:49mengatakan hanya diperkenankan untuk masuk 5 orang
01:54dan tempatnya tidak menggunakan
01:56apa namanya ruang praksi
01:58atau ruang komisi
02:00tapi kemungkinan di press room
02:02ketika disebut di press room kita setuju aja
02:05oke bagus itu justru solusi kita gitu
02:08tetapi tiba-tiba muncul lagi
02:10apa namanya perseratan baru
02:12hanya 5 orang yang diperbolehkan
02:15nah saya tanya pihak PKB
02:17ini berdasarkan putusan PKB
02:20atau berdasarkan putusan siapa
02:21disebutkan itu masukan dari sekretariat
02:25saya mengatakan kalau itu sekretariat saya nolak
02:27karena pihak sekretariat tidak punya kewenangan
02:30mengatur jumlah orang untuk masuk ke dalam ruang pertemuan
02:34dan ini menjadi persoalan baru
02:36karena kok bisa-bisanya sekretariat
02:38mengatur jumlah orang
02:39yang mau audiensi dengan anggota DPR
02:41kerja sekretariat itu hanyalah memfasilitasi
02:46jadi yang menentukan berapa jumlah itu
02:48ya pihak PKB bukan sekretariat
02:51nah oleh karena itu sekarang mulai dinegosiasikan kembali
02:54saya gak mengerti kenapa begitu panjang
02:56negosiasinya termasuk di dalamnya
02:59ada yang menyebut pihak damdallah
03:01apalah sebenarnya
03:02ini sama sekali gak ada lagi urusan
03:04dengan pihak PAMDAL
03:06jadi ini sekarang sebetulnya
03:08tergantung pada situasi yang terkembang di dalam
03:11itu yang pertama
03:13nah yang kedua
03:14kita juga untuk menyebutkan
03:15sebetulnya DPR itu
03:17mau seperti apa persinya
03:19kalau orang demonstrasi
03:22dianggap
03:23apa namanya
03:24keras gitu ya
03:25orang nanti teriak-teriak
03:27dianggap keras
03:28kita datang baik-baik
03:29bahkan tidak ada yang bawa
03:30sepanduk satu pun
03:31gitu ya
03:32hanya mau menyerahkan itu
03:33juga dihalang-halangi
03:35lalu gimana mekanisme yang patut
03:38ya untuk menyampaikan aspirasi ke DPR ini
03:41gitu maksud saya
03:41dan saya mengatakan juga
03:43kalau disini kita
03:45di ruangan ini
03:46gak ada jaminan
03:47gak ada teriak-teriak
03:48kan lebih buruk lagi gitu maksud saya
03:50nah oleh karena itulah kita berharap
03:52ya khususnya kepada pihak sekretariat
03:54harus diingatkan tuh
03:55ya ketua DPR mengatakan
03:57bukan kewenangan mereka membatasi orang
03:59gak boleh gitu ya
04:01nah oleh karena itu kita berharap
04:03setidaknya
04:04terimalah di press room
04:05dan kita serahkan
04:07meskipun gak ada dialog
04:08nanti dialognya katanya
04:10akan dijadwal ulang
04:11oke kita siap gitu ya
04:12menyerahkan aspirasi kita
04:14mumpung sudah
04:15berada di sini gitu loh ya
04:16dan kita sudah mengatakan
04:18gak ada yang namanya
04:19apa namanya
04:20sepanduk-sepanduk
04:21ya teriak-teriak gitu
04:22justru kalau disini
04:23saya khawatir teriak-teriak
04:24karena ini ruang sangat terbuka
04:26kalau di dalam
04:27kan ada kontrol
04:28kontrol dengan sendirinya
04:30karena
04:30apa namanya itu
04:31forumnya juga
04:32bisa sangat terbatas
04:34dan seterusnya
04:34itulah yang kita
04:35kita hadapi sekarang
04:37dan sedang kita tunggu
04:38kepastiannya seperti apa
04:39tapi
04:40saya bisa memaklumi
04:41apa yang
04:42apa yang dialami oleh
04:43kawan-kawan PKB
04:44sesuatu yang
04:45tidak mengejutkan saya
04:47gitu ya
04:47yang mengejutkan saya itu
04:49justru kalau terlalu mulus juga
04:50gitu loh
04:51kalau ini udah biasa lah
04:53kita paham yang begini-begini
04:54oleh karena itu
04:55kita terus ikut
04:56ketika awalnya
04:57di praksi
04:58lalu begini
04:59lalu di press room
05:00tapi kita gak mau
05:01kalau hanya lima orang
05:03ya karena kita
05:04udah datang dengan
05:04lima itu saja
05:06gak merepresentasi
05:07karena kita ini
05:07hampir ada
05:08empat belas
05:09elemen yang hadir
05:11gitu
05:11nah jadi oleh karena itu
05:13ya saya tetap
05:13mendesak
05:14supaya bisa diterima
05:15semuanya
05:16kalaupun tidak
05:16di praksi
05:17ruang praksi
05:18atau ruang pimpinan
05:20ya setidaknya
05:21di press room
05:22gitu
05:22itu kira-kira
05:23ya kita tunggu
05:27sampai sekarang
05:28ya kita tunggu
05:28penjadwal ulangnya
05:30dengan pimpinan
05:30kapan
05:30ya kita tentukan
05:31pihak PKB
05:32yang menentukan
05:34nah tapi sesuai dengan
05:35jadwal memang
05:36kita mau menyerahkan
05:37aspirasi kita aja
05:38ke pihak PKBnya
05:39gitu
05:43oh belum
05:43belum kita serahkan
05:44karena ya kita
05:45gak mau serahkan dulu
05:46karena kita ingin langsung
05:47ya karena ini bukan
05:48bukan pertemuan jalanan
05:50lagi-lagi
05:50kan makanya kita datang
05:52bersurat resmi
05:53macam-macam
05:54baik-baik
05:55ya kan
05:55kok tiba-tiba malah
05:57diperlakukan oleh
05:58sekretariat dengan
05:59cara begini
05:59gitu maksud saya
06:00padahal mereka bukan
06:01tuan rumahnya
06:02sekretariat itu
06:03bukan tuan rumah
06:05fasilitator
06:09hari ini PKB
06:10kemarin
06:11praksi
06:11Golkar
06:12dan
06:12DPP
06:13PKS
06:14mudah-mudahan
06:15kita lagi berkomunikasi
06:16dengan praksi yang lain
06:17ya
06:17hanya PKB
06:19belum
06:21belum sejauh ini
06:22belum ada
06:22ada rencana
06:23tapi sejauh ini
06:24belum ada respon
06:25itu maksudnya
06:31iya-iya
06:32tapi kan kita
06:32gak mau
06:33gitu maksud saya
06:34mereka minta
06:35jadwal ulang
06:36supaya
06:36sekarang yang penting
06:37diserahkan aja dulu
06:38kalau mau
06:40dialog ulang
06:41ya monggo
06:42nanti kita diundang lagi
06:43gitu
06:4310 kali dialog pun
06:45gak ada masalah
06:45yang penting ya
06:46PKB mau
06:47dorong hak angket itu
06:48gitu loh
06:50iya sakit ya
06:51iya gak apa-apa
06:52oke
06:53tambahan dikit ya
06:54jadi ini sebenarnya
06:56kan sama sekali
06:56tidak mengganggu
06:57fungsi dari
06:58Dewan Perlakan Rakyat
06:59apalagi kita tahu
07:00sampai dengan
07:01awal November besok
07:02itu kan masih
07:03masa reses
07:03masa reses itu
07:05biasa
07:05DPR terima tamu
07:07dari mana saja
07:07itu biasa
07:08jadi
07:09kadang-kadang juga
07:10agenda-agenda
07:11kalau mendadak
07:12itu dilakukan
07:13di masa reses
07:13gak apa-apa
07:14jadi
07:14fraksi Golkar
07:15kemarin
07:16luar biasa
07:16kita berikan apresiasi
07:18karena meskipun
07:18agak-agak trikit-dikit
07:19gak bisa diterima
07:20ruang fraksi
07:20diterima dulu
07:21di ruang komisi 2
07:22kemudian geser lagi
07:24ke Balek
07:25tapi itu oke
07:26PKS juga
07:27karena mungkin
07:27yang menerima
07:28presidennya langsung
07:29kemudian diterima
07:30di DPP
07:31di JOR
07:32saya kemarin gak ikut
07:34karena masih di Jogja
07:34tapi nah
07:35hari ini
07:36itu
07:37insyaallah
07:38kalau itu diterima
07:38saya pernah disini ya
07:40diterima di ruang terbuka
07:41misalnya di
07:42media center
07:43atau di ruang
07:44badan aspirasi
07:45kan DPR punya
07:46badan aspirasi
07:47diterima di ruang tamunya
07:49badan aspirasi
07:49oke gitu ya
07:50tapi
07:50tidak di gerbang
07:52atau di
07:53intus kuruti ini
07:54itu kan gak lucu ya
07:55jadi ini
07:55kritik ya
07:56kepada sekretariat
07:57dan moga-moga
07:58ini justru tidak membuat
07:59justru yang rugi
08:00nama PKB sendiri
08:01karena ini ditonton
08:02masyarakat loh
08:03gitu loh
08:03PKB kok malah
08:04menerimanya kayak gitu
08:05itu tambahan
08:06makanya mungkin
08:06kita perlu dikaskan
08:07PKB sebetulnya
08:08tidak menolak ya
08:09tapi tiba-tiba
08:10ada
08:11apa tadi
08:12itu
08:13PAMDAL
08:13PAMDAL
08:14pengamanan dalam
08:15apa namanya
08:16sekretariat
08:17yang
08:17tiba-tiba ngatur ini
08:19ngatur ini
08:19ngatur itu
08:20fungsi kesekjenan
08:21DPR
08:22bukan itu
08:23sekarang
08:23PKBnya sendiri
08:25sedang negosiasi
08:25setahu saya
08:26makanya
08:27saya disebut
08:28ini
08:28apa
08:29namanya
08:30perintah pimpinan
08:31saya mengatakan
08:33kalau begitu
08:33minta pimpinannya
08:34berdialog langsung
08:35dengan kami
08:35kenapa
08:37tiba-tiba
08:38sekretariat
08:39yang berdialog
08:40dengan kita
08:40nah itu
08:42kompulisinya sekarang
08:46tadi
08:47setahu saya itu
08:48Pak Hosin
08:49ya
08:49Pak Hosin
08:50ya
08:51oke
08:52oke
08:53makasih
08:54terima kasih
08:55Terima kasih.

Dianjurkan