00:00Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
00:01Selamat pagi rekan-rekan semua
00:04Jadi kita ini yang terdiri dari aliansi masyarakat sipil
00:09yang di dalamnya banyak akademisi
00:12kemudian juga para aktivis menelapan
00:15ada Komite Independen Pemantau Pemilu Indonesia
00:18ada kawan-kawan mahasiswa dari GMNI, Pemkri
00:21ada dari Pemantau Parlemen, Permapi
00:24ada juga dari elemen Sipil Society yang lain
00:28sebenarnya sudah sejak dari kemarin
00:31kita diberi kesempatan oleh praksi PKB untuk audiensi
00:37dan saya kira saya masih punya rekamannya
00:40dan oleh karena itulah kita menyebarkan undangan
00:43kepada seluruh kawan-kawan media
00:45untuk kiranya berkenan meliput acara audiensi ini
00:49dan hingga jam 10 tadi pagi ya saya kira ya
00:54tidak ada masalah dan kita memang berada di luar sini
00:57karena masih menunggu beberapa kawan yang akan bergabung ke sini
01:01sampai kemudian ya jam 10 lewat sekian
01:04ya saya kurang tahu persisnya jamnya
01:05tiba-tiba pihak dari apa namanya itu
01:08praksi PKB mendatangi kita dan menyampaikan
01:12bahwa ada perkembangan yang kiranya tidak sesuai dengan skeneri awal
01:17dalam perkembangan itu disebutkan
01:20bahwa pihak PKB menginginkan agar ada semacam pencat wal ulangan
01:26karena kita akan diterima resmi oleh ketua praksi gitu
01:30dan ketua praksi siap berdialog
01:34nah cuman kita merasa bahwa kita udah sampai di sini
01:37begitu ya setidaknya pernyataan kita disampaikan
01:40nanti kalau mau dialog ulang ya mungkin kita akan datang lagi
01:44nah itu disepakati
01:46tetapi masalah muncul tiba-tiba dari pihak sekretariat
01:49mengatakan hanya diperkenankan untuk masuk 5 orang
01:54dan tempatnya tidak menggunakan
01:56apa namanya ruang praksi
01:58atau ruang komisi
02:00tapi kemungkinan di press room
02:02ketika disebut di press room kita setuju aja
02:05oke bagus itu justru solusi kita gitu
02:08tetapi tiba-tiba muncul lagi
02:10apa namanya perseratan baru
02:12hanya 5 orang yang diperbolehkan
02:15nah saya tanya pihak PKB
02:17ini berdasarkan putusan PKB
02:20atau berdasarkan putusan siapa
02:21disebutkan itu masukan dari sekretariat
02:25saya mengatakan kalau itu sekretariat saya nolak
02:27karena pihak sekretariat tidak punya kewenangan
02:30mengatur jumlah orang untuk masuk ke dalam ruang pertemuan
02:34dan ini menjadi persoalan baru
02:36karena kok bisa-bisanya sekretariat
02:38mengatur jumlah orang
02:39yang mau audiensi dengan anggota DPR
02:41kerja sekretariat itu hanyalah memfasilitasi
02:46jadi yang menentukan berapa jumlah itu
02:48ya pihak PKB bukan sekretariat
02:51nah oleh karena itu sekarang mulai dinegosiasikan kembali
02:54saya gak mengerti kenapa begitu panjang
02:56negosiasinya termasuk di dalamnya
02:59ada yang menyebut pihak damdallah
03:01apalah sebenarnya
03:02ini sama sekali gak ada lagi urusan
03:04dengan pihak PAMDAL
03:06jadi ini sekarang sebetulnya
03:08tergantung pada situasi yang terkembang di dalam
03:11itu yang pertama
03:13nah yang kedua
03:14kita juga untuk menyebutkan
03:15sebetulnya DPR itu
03:17mau seperti apa persinya
03:19kalau orang demonstrasi
03:22dianggap
03:23apa namanya
03:24keras gitu ya
03:25orang nanti teriak-teriak
03:27dianggap keras
03:28kita datang baik-baik
03:29bahkan tidak ada yang bawa
03:30sepanduk satu pun
03:31gitu ya
03:32hanya mau menyerahkan itu
03:33juga dihalang-halangi
03:35lalu gimana mekanisme yang patut
03:38ya untuk menyampaikan aspirasi ke DPR ini
03:41gitu maksud saya
03:41dan saya mengatakan juga
03:43kalau disini kita
03:45di ruangan ini
03:46gak ada jaminan
03:47gak ada teriak-teriak
03:48kan lebih buruk lagi gitu maksud saya
03:50nah oleh karena itulah kita berharap
03:52ya khususnya kepada pihak sekretariat
03:54harus diingatkan tuh
03:55ya ketua DPR mengatakan
03:57bukan kewenangan mereka membatasi orang
03:59gak boleh gitu ya
04:01nah oleh karena itu kita berharap
04:03setidaknya
04:04terimalah di press room
04:05dan kita serahkan
04:07meskipun gak ada dialog
04:08nanti dialognya katanya
04:10akan dijadwal ulang
04:11oke kita siap gitu ya
04:12menyerahkan aspirasi kita
04:14mumpung sudah
04:15berada di sini gitu loh ya
04:16dan kita sudah mengatakan
04:18gak ada yang namanya
04:19apa namanya
04:20sepanduk-sepanduk
04:21ya teriak-teriak gitu
04:22justru kalau disini
04:23saya khawatir teriak-teriak
04:24karena ini ruang sangat terbuka
04:26kalau di dalam
04:27kan ada kontrol
04:28kontrol dengan sendirinya
04:30karena
04:30apa namanya itu
04:31forumnya juga
04:32bisa sangat terbatas
04:34dan seterusnya
04:34itulah yang kita
04:35kita hadapi sekarang
04:37dan sedang kita tunggu
04:38kepastiannya seperti apa
04:39tapi
04:40saya bisa memaklumi
04:41apa yang
04:42apa yang dialami oleh
04:43kawan-kawan PKB
04:44sesuatu yang
04:45tidak mengejutkan saya
04:47gitu ya
04:47yang mengejutkan saya itu
04:49justru kalau terlalu mulus juga
04:50gitu loh
04:51kalau ini udah biasa lah
04:53kita paham yang begini-begini
04:54oleh karena itu
04:55kita terus ikut
04:56ketika awalnya
04:57di praksi
04:58lalu begini
04:59lalu di press room
05:00tapi kita gak mau
05:01kalau hanya lima orang
05:03ya karena kita
05:04udah datang dengan
05:04lima itu saja
05:06gak merepresentasi
05:07karena kita ini
05:07hampir ada
05:08empat belas
05:09elemen yang hadir
05:11gitu
05:11nah jadi oleh karena itu
05:13ya saya tetap
05:13mendesak
05:14supaya bisa diterima
05:15semuanya
05:16kalaupun tidak
05:16di praksi
05:17ruang praksi
05:18atau ruang pimpinan
05:20ya setidaknya
05:21di press room
05:22gitu
05:22itu kira-kira
05:23ya kita tunggu
05:27sampai sekarang
05:28ya kita tunggu
05:28penjadwal ulangnya
05:30dengan pimpinan
05:30kapan
05:30ya kita tentukan
05:31pihak PKB
05:32yang menentukan
05:34nah tapi sesuai dengan
05:35jadwal memang
05:36kita mau menyerahkan
05:37aspirasi kita aja
05:38ke pihak PKBnya
05:39gitu
05:43oh belum
05:43belum kita serahkan
05:44karena ya kita
05:45gak mau serahkan dulu
05:46karena kita ingin langsung
05:47ya karena ini bukan
05:48bukan pertemuan jalanan
05:50lagi-lagi
05:50kan makanya kita datang
05:52bersurat resmi
05:53macam-macam
05:54baik-baik
05:55ya kan
05:55kok tiba-tiba malah
05:57diperlakukan oleh
05:58sekretariat dengan
05:59cara begini
05:59gitu maksud saya
06:00padahal mereka bukan
06:01tuan rumahnya
06:02sekretariat itu
06:03bukan tuan rumah
06:05fasilitator
06:09hari ini PKB
06:10kemarin
06:11praksi
06:11Golkar
06:12dan
06:12DPP
06:13PKS
06:14mudah-mudahan
06:15kita lagi berkomunikasi
06:16dengan praksi yang lain
06:17ya
06:17hanya PKB
06:19belum
06:21belum sejauh ini
06:22belum ada
06:22ada rencana
06:23tapi sejauh ini
06:24belum ada respon
06:25itu maksudnya
06:31iya-iya
06:32tapi kan kita
06:32gak mau
06:33gitu maksud saya
06:34mereka minta
06:35jadwal ulang
06:36supaya
06:36sekarang yang penting
06:37diserahkan aja dulu
06:38kalau mau
06:40dialog ulang
06:41ya monggo
06:42nanti kita diundang lagi
06:43gitu
06:4310 kali dialog pun
06:45gak ada masalah
06:45yang penting ya
06:46PKB mau
06:47dorong hak angket itu
06:48gitu loh
06:50iya sakit ya
06:51iya gak apa-apa
06:52oke
06:53tambahan dikit ya
06:54jadi ini sebenarnya
06:56kan sama sekali
06:56tidak mengganggu
06:57fungsi dari
06:58Dewan Perlakan Rakyat
06:59apalagi kita tahu
07:00sampai dengan
07:01awal November besok
07:02itu kan masih
07:03masa reses
07:03masa reses itu
07:05biasa
07:05DPR terima tamu
07:07dari mana saja
07:07itu biasa
07:08jadi
07:09kadang-kadang juga
07:10agenda-agenda
07:11kalau mendadak
07:12itu dilakukan
07:13di masa reses
07:13gak apa-apa
07:14jadi
07:14fraksi Golkar
07:15kemarin
07:16luar biasa
07:16kita berikan apresiasi
07:18karena meskipun
07:18agak-agak trikit-dikit
07:19gak bisa diterima
07:20ruang fraksi
07:20diterima dulu
07:21di ruang komisi 2
07:22kemudian geser lagi
07:24ke Balek
07:25tapi itu oke
07:26PKS juga
07:27karena mungkin
07:27yang menerima
07:28presidennya langsung
07:29kemudian diterima
07:30di DPP
07:31di JOR
07:32saya kemarin gak ikut
07:34karena masih di Jogja
07:34tapi nah
07:35hari ini
07:36itu
07:37insyaallah
07:38kalau itu diterima
07:38saya pernah disini ya
07:40diterima di ruang terbuka
07:41misalnya di
07:42media center
07:43atau di ruang
07:44badan aspirasi
07:45kan DPR punya
07:46badan aspirasi
07:47diterima di ruang tamunya
07:49badan aspirasi
07:49oke gitu ya
07:50tapi
07:50tidak di gerbang
07:52atau di
07:53intus kuruti ini
07:54itu kan gak lucu ya
07:55jadi ini
07:55kritik ya
07:56kepada sekretariat
07:57dan moga-moga
07:58ini justru tidak membuat
07:59justru yang rugi
08:00nama PKB sendiri
08:01karena ini ditonton
08:02masyarakat loh
08:03gitu loh
08:03PKB kok malah
08:04menerimanya kayak gitu
08:05itu tambahan
08:06makanya mungkin
08:06kita perlu dikaskan
08:07PKB sebetulnya
08:08tidak menolak ya
08:09tapi tiba-tiba
08:10ada
08:11apa tadi
08:12itu
08:13PAMDAL
08:13PAMDAL
08:14pengamanan dalam
08:15apa namanya
08:16sekretariat
08:17yang
08:17tiba-tiba ngatur ini
08:19ngatur ini
08:19ngatur itu
08:20fungsi kesekjenan
08:21DPR
08:22bukan itu
08:23sekarang
08:23PKBnya sendiri
08:25sedang negosiasi
08:25setahu saya
08:26makanya
08:27saya disebut
08:28ini
08:28apa
08:29namanya
08:30perintah pimpinan
08:31saya mengatakan
08:33kalau begitu
08:33minta pimpinannya
08:34berdialog langsung
08:35dengan kami
08:35kenapa
08:37tiba-tiba
08:38sekretariat
08:39yang berdialog
08:40dengan kita
08:40nah itu
08:42kompulisinya sekarang
08:46tadi
08:47setahu saya itu
08:48Pak Hosin
08:49ya
08:49Pak Hosin
08:50ya
08:51oke
08:52oke
08:53makasih
08:54terima kasih
08:55Terima kasih.