00:00Bendinginan telah dilakukan namun kabut asap pekat masih terlihat di kota Palangkarya.
00:06Lalu bagaimana kondisi terkini di kota Palangkarya siang hari ini?
00:09Kita tanyakan langsung pada Jurnalus Kompas TV, Arpawi dan Jurkamera Deni Hermawan.
00:15Arpawi, untuk saat ini bagaimana kondisi asap pekat di kota Palangkarya
00:20dan seperti apa aktivitas warga hingga siang hari ini?
00:23Apakah juga ada terdampak lebih banyak kasus ISPA?
00:29Juno dan juga saudara, kondisi kebut asap di kota Palangkarya, Kalimantan Tengah memang masih begitu pekat.
00:38Namun untuk jarak pandang sendiri berada di kisaran 500 meter.
00:45Dan ini tentu masih mengganggu sejumlah aktivitas warga.
00:50Termasuk bagi warga yang memang melakukan aktivitas di luar seperti berjualan
00:56ataupun melakukan pekerjaan di luar untuk mencari napkah, menghidupi keluarganya sehari-hari.
01:03Dan memang kualitas udara untuk saat ini berada di level berbahaya
01:09hingga membuat sejumlah warga ataupun pedagang dan warga yang memiliki aktivitas di luar
01:18kerap mengalami sesak napas dan bau menyengat.
01:22Dan kondisi ini memang sudah terjadi lebih dari 2 bulan.
01:27Dan untuk kasus ISPA untuk saat ini sudah mencapai 11.000 kasus.
01:36Dan mayoritas yang terdampak merupakan anak-anak dan lansia.
01:43Begitu Juno.
01:44Ya, Harpawi untuk saat ini ada informasi warga menyuarakan aspirasinya.
01:50Lalu seperti apa tuntutan dan elemen masa dari mana yang menyampaikan aspirasi mereka?
01:57Juno dan juga saudara, memang saat ini kami berada di kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
02:05Di sini memang menjadi tempat atau aktivitas warga untuk melakukan demo atau berunjuk rasa.
02:15Warga memang menuntut untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan bisa segeranya tuntas.
02:22Ini mengingat memang sudah lebih dari 2 bulan masyarakat harus dipaksa untuk menghirup udara yang sangat berbahaya.
02:34Dan akibatnya banyak dari mereka mengalami sesak napas dan juga tak sedikit dari mereka juga mengalami sakit kepala dan mata
02:44perih.
02:45Dan memang untuk saat ini masa aksi mencoba untuk bertemu dengan Gubernur Kalimantan Tengah.
02:52Dan sampai saat ini belum bisa karena memang informasi yang kami dapat Gubernur Kalimantan Tengah tidak berada di kantor.
03:04Dan sampai saat ini warga tetap memaksa karena warga ingin menuntut 4 poin yang mereka sampaikan.
03:12Di antaranya usut tuntas penyebab karutlah dan yang kedua itu meminta Gubernur Kalimantan Tengah untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan rakyat.
03:26Dan yang ketiga fokus pada transparansi penanggaran dan juga cepat untuk dilakukan madaman.
03:44Begitu Junoh.
04:03Terima kasih atas laporan Anda Arpawi dan juga Denny Hermawan dari Palangkaraya Kalimantan Tengah.