Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Mencegah api kembali muncul, sejumlah relawan bersama TNI berjibaku melakukan pendinginan lahan gambut.

Keterbatasan pasokan air memaksa tim gabungan harus bergantian mengandalkan mobil tangki agar bara di dalam tanah benar-benar padam, sehingga tak kembali menyumbang asap pekat.

Sejumlah relawan berjibaku memadamkan bara api di lahan gambut yang berada di Jalan Mahir Mahar Lintas Kilometer 10, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Pendinginan di atas lahan gambut terus dilakukan untuk mematikan kepulan asap dan memastikan bara di dalam tanah benar-benar padam, mengingat api bisa saja muncul kembali secara mendadak akibat angin kencang.

Petugas dan relawan mengaku kesulitan mendapatkan pasokan air hingga harus mengandalkan unit tangki air TNI guna menjaga semprotan air tetap menjangkau titik bara.

Kualitas udara di Palangka Raya telah masuk di level berbahaya.

Langit pun menguning lantaran diselimuti asap pekat. Asap pekat membuat jarak pandang sangat terbatas.

Keselamatan warga juga kian terancam akibat terus-menerus terpapar asap.

#karhutla #asapkarhutla #palangkaraya #asap

Baca Juga Polisi Gelar Olah TKP Lanjutan Pasca Ledakan Pasar Cimanggis, Apa Penyebabnya? | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/696091/polisi-gelar-olah-tkp-lanjutan-pasca-ledakan-pasar-cimanggis-apa-penyebabnya-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/696092/warga-gelar-aksi-percepat-penanganan-karhutla-di-palangka-raya-kompas-siang
Transkrip
00:00Bendinginan telah dilakukan namun kabut asap pekat masih terlihat di kota Palangkarya.
00:06Lalu bagaimana kondisi terkini di kota Palangkarya siang hari ini?
00:09Kita tanyakan langsung pada Jurnalus Kompas TV, Arpawi dan Jurkamera Deni Hermawan.
00:15Arpawi, untuk saat ini bagaimana kondisi asap pekat di kota Palangkarya
00:20dan seperti apa aktivitas warga hingga siang hari ini?
00:23Apakah juga ada terdampak lebih banyak kasus ISPA?
00:29Juno dan juga saudara, kondisi kebut asap di kota Palangkarya, Kalimantan Tengah memang masih begitu pekat.
00:38Namun untuk jarak pandang sendiri berada di kisaran 500 meter.
00:45Dan ini tentu masih mengganggu sejumlah aktivitas warga.
00:50Termasuk bagi warga yang memang melakukan aktivitas di luar seperti berjualan
00:56ataupun melakukan pekerjaan di luar untuk mencari napkah, menghidupi keluarganya sehari-hari.
01:03Dan memang kualitas udara untuk saat ini berada di level berbahaya
01:09hingga membuat sejumlah warga ataupun pedagang dan warga yang memiliki aktivitas di luar
01:18kerap mengalami sesak napas dan bau menyengat.
01:22Dan kondisi ini memang sudah terjadi lebih dari 2 bulan.
01:27Dan untuk kasus ISPA untuk saat ini sudah mencapai 11.000 kasus.
01:36Dan mayoritas yang terdampak merupakan anak-anak dan lansia.
01:43Begitu Juno.
01:44Ya, Harpawi untuk saat ini ada informasi warga menyuarakan aspirasinya.
01:50Lalu seperti apa tuntutan dan elemen masa dari mana yang menyampaikan aspirasi mereka?
01:57Juno dan juga saudara, memang saat ini kami berada di kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
02:05Di sini memang menjadi tempat atau aktivitas warga untuk melakukan demo atau berunjuk rasa.
02:15Warga memang menuntut untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan bisa segeranya tuntas.
02:22Ini mengingat memang sudah lebih dari 2 bulan masyarakat harus dipaksa untuk menghirup udara yang sangat berbahaya.
02:34Dan akibatnya banyak dari mereka mengalami sesak napas dan juga tak sedikit dari mereka juga mengalami sakit kepala dan mata
02:44perih.
02:45Dan memang untuk saat ini masa aksi mencoba untuk bertemu dengan Gubernur Kalimantan Tengah.
02:52Dan sampai saat ini belum bisa karena memang informasi yang kami dapat Gubernur Kalimantan Tengah tidak berada di kantor.
03:04Dan sampai saat ini warga tetap memaksa karena warga ingin menuntut 4 poin yang mereka sampaikan.
03:12Di antaranya usut tuntas penyebab karutlah dan yang kedua itu meminta Gubernur Kalimantan Tengah untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan rakyat.
03:26Dan yang ketiga fokus pada transparansi penanggaran dan juga cepat untuk dilakukan madaman.
03:44Begitu Junoh.
04:03Terima kasih atas laporan Anda Arpawi dan juga Denny Hermawan dari Palangkaraya Kalimantan Tengah.

Dianjurkan